CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Khanza Iba melihat adiknya


__ADS_3

"Assalamu'alaikum" ucap Arnold tersenyum


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak


"Wah, ada kake sama nene, dari kapan datang?" tanya Arnold dan mencium orangtuanya


"Tadi pagi, terus habis melihat tingkah konyol kedua anak mu terutama yang laki-laki" ucap Abi Mahen bahagia


"Alhamdulillah anak-anak ayah bisa pada menghibur kake dan nene nya" ucap Arnold mencium kepala Khanza


"Bunda sama Adi mana? lagi berduaan jangan-jangan?" tanya Arnold pada Khanza


"Bunda di kamar, habis shalat katanya mau ngaji sebentar, kalo Adi pergi kerumah temannya dari pagi" jawab Khanza jujur


"Kok pergi kan ada kake sama nene?" tanya Arnold


"Lagi menjalankan misi di jalan Allah ayah, sudah dukung dan doakan saja agar adik aku selalu sehat" jawab Khanza gemas


Arnold mencium pipi Khanza yang gemas "anak ayah sudah pada pandai" cium Arnold dikening Khanza "ayah lihat bunda dulu" ucap Arnold meninggalkan meja makan


"Assalamu'alaikum" ucap Arnold pelan


"Wa'alaikumsalam, ayah pulang jam berapa?" tanya Aisyah mencium tangan suaminya


"Baru, bunda lanjut aja ayah mau mendengarkan" ucap Arnold lembut


Arnold terus memandang istrinya mengaji dengan khusyuk sampai istrinya selesai mengaji Arnold langsung tiduran di paha istrinya.


"Ayah lelah bun" ucap Arnold tiba-tiba memejamkan matanya


Aisyah mengelus rambut suaminya dengan cinta "mengucap yah, banyak-banyak Istighfar" ucap Aisyah iba melihat suaminya


"Astaghfirullah, Ya Allah" ucap Arnold


"Ada apa cerita dong sama bunda, jangan di pendam sendiri" ucap Aisyah masih mengelus rambut suaminya


"Ayah lelah bun, sudah beberapa hari ini bunda ngasih ayah puasa terus, kapan buka puasanya" jawab Arnold tersenyum manis


seketika Aisyah memukul pipi suaminya pelan "Bunda pikir masalah serius di kantor, malah masalah ranjang" ucap Aisyah jengkel


"Itu juga buat ayah masalah besar loh bun, ayah butuh di charge, kapan bun?" tanya Arnold memelas


"Sudah bangun, bunda kesemutan nih" jawab Aisyah mengalihkan


"Cium bun" ucap Arnold manis


"Bangun lah kalo mau di cium" jawab Aisyah, Arnold pun langsung bangun dan duduk didepan istrinya

__ADS_1


cup...ciuman kilat Aisyah berujung panjang karena suaminya tidak melepaskan begitu saja.


"Makan yuk" ajak Arnold setelah puas dengan istrinya


"Bunda rapihin sajadah dulu, ayah duluan saja ke meja makan, kaka pasti tadi nungguin" ucap Aisyah disetujui Arnold


"Ayah lama sekali dikamar" tanya Khanza bete


"Loh, memangnya ada apa?" tanya balik Arnold


"Aku kan mau cerita ayah" jawab Khanza manja


"Baiklah silahkan mau cerita apa?" tanya Arnold lagi


Khanza bercerita apa yang tadi di bahas oleh kake dan nenenya, Arnold tersenyum dari mendengar anak lakinya menghabiskan semua isi kulkas, isi meja makan dll, Khanza meminta ayahnya untuk membantu teman Adi tersebut


"Jadi ayah harus bantu nih?" tanya Arnold menatap anak dan istrinya


"Kalo ayah mampu dan sanggup ya harus bantu dong" jawab Khanza sebal


"Gimana ya, ayah mikir dulu deh, jika memang kake bersedia kenapa bukan kake saja yang membantu" jawab Arnold datar


"Idih ayah kebanyakan mikir, ya sudah kake saja yang bantu, ndak perlu nunggu ayah mikir" ucap Khanza kesal


"Uluh-uluh anak gadi ayah ngambek, jangan ngambek dong, kita kasih kesempatan buat kake dapat pahal yang banyak, jangan kita semua, serakah sekali kita semua mengambil pahala orang" jawab Arnold


"Assalamu'alaikum" ucap Adi datang bahagia


Adi pun megerutkan keningnya "Maksud ayah apaan?" tanya balik Adi


"Kamu ini tidak bisa menghargai kake dan nene mu apa, mereka datang jauh-jauh dari luar negeri, lalu kamu malah pergi main begitu saja" ucap Arnold tegas, semua yang ada di meja makan pun kaget Arnold menegur anaknya


"Aku sudah izin sama bunda, kakek nenek pun memberi izin apa salah aku?" tanya Adi seperti tidak takut pada ayahnya


"Walaupun mereka memberi izin bukan berarti kamu seenaknya, harusnya hati kamu juga bicara, apa pantas meninggal tamu, mana attitude kamu" jawab Arnold dengan suara yang sudah meninggi


"Ayah, apaan sih kok jadi marahin Adi begitu" tanya Aisyah panik


"Kamu itu terlalu di manja sama bunda jadi begini, semaunya dan seenaknya saja" ucap Arnold pada anak lakinya, Adi pun hanya diam, kalo dipikr iya juga sih salah meninggalkan tamu


"Ya tapi kan bisa tidak perlu pakai urat bicaranya, baik-baik saj gitu" ucap Adi santai


"Apa ini pendidikan di pondok hah, selalu menjawab omongan orangtua" ucap Arnold marah


"Lalu mau ayah bagaimana?" tanya Adi sudah mulai kesal tapi dia tahan


"Pendidikan apa yang kamu dapat dari pondok, untuk menghargai tamu yang berkunjung" ucap Arnold tegas

__ADS_1


"Intinya saja langsung, ayah mau aku bagaimana?" tanya Adi mulai lelah


"Ini apaan sih Arnold, anak mu baru pulang, biarkan dia istirahat, kasih minum, bukan langsung di cecar seperti itu" ucap Abi Mahen


"Masuk kamar kamu" ucap Arnold, Adi langsung berjalan ke dalam kamar dengan gontai


"Ayah kenapa begitu sama Adi?" tanya Aisyah kasihan pada anaknya


"Iya ayah jahat sekali pada adikku" ucap Khanza sedih


"Sudahlah tidak perlu di bahas" ucap Arnold santai


Kamar Adi


Adi meneteskan airmata baru kali ini ayahnya membentaknya


"Apa harus dengan membentak aku seperti itu, kan bisa bicara baik-baik" ucap Adi pada dirinya sendiri "Lagian kamu juga bodoh Adi, udah tau ada tamu dari luar negeri pula dengan santainya kami tinggal gitu saja" ucapnya lagi


"Sudah lah buat apa aku tangisi semua sudah terjadi kok, tadi aku bahagia, mungkin saatnya aku menangis" jawab Adi menangis "Cengeng sekali aku jadi laki" ucapnya lagi


Kamar Utama


"Apa harus membentak Adi" tanya Aisyah menatap wajah suaminya


"Ayah ndak mau bahas Adi" jawab Arnold santai


"Tapi bunda mau bahas anak ku" ucap Aisyah kesal


"Ayah cape, mau mandi gerah" jawab Arnold masuk kedalam kamar mandi


Tok...tok..tok "Dek kaka boleh masuk ndak?" tanya Khanza di depan pintu kamar adiknya


"Sebentar kak" sahut Adi bergegas menbuka kunci "Masuklah" ucap Adi lemas


"Kamu menangis?" tanya Khanza menatap Adiknya


"Tidak, kaka mau apa ke kamar ku?" tanya Adi membelakangi kakanya


"Coba lihat kaka, kalo kamu benar tidak nangis, kamu akan menatap kaka dek" ucap Khanza lembut


Adi membuang nafas berat dan membalikan badannya "Apa yang kaka mau tau dari ku?" tanya Adi menatap kakanya


"Tuh kan kamu nangis, maafin ayah ya, mungkin lagi ada masalah di kantor jadi dirumah terbawa emosi" ucap Khanza menenangkan adiknya


"Aku tidak marah atau benci sama ayah kok. kaka tenang saja " ucap Adi jujur


"Main sama kaka yuk, kake sama nene sudah pulang kerumah eyang buyut, minta antar pak Yono aja kita keluar" ucap Khanza dianggukan oleh Adi

__ADS_1


Adi dan Khanza keluar bersama pak Yono, Khanza melirik Adi yang hanya diam saja sesekali dia membuang nafas kasar


Kenapa adikku jadi pendiam seperti ini. batin Khanza


__ADS_2