CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Kemunculan Dasim


__ADS_3

๐Ÿ’Œ Arnold


Intan Prameswari? Hahahaha maaf Intan saya tidak pernah menjalin hubungan dengan mu, jadi jangan pernah panggil saya sayang


๐Ÿ’Œ 08 xx xxx xxx


Tapi kamu tau aku dari dulu suka sama kamu, kenapa kamu tidak pernah bisa menerima aku, kamu bohong kan masalah istri agar aku tidak ganggu kamu


๐Ÿ’Œ Arnold


Intan..intan saya sudah punya dua anak, jadi jangan pernah ganggu aku dan keluarga ku karena kamu sendiri paham yang akan aku lakukan jika seseorang merusak kebahagian ku. Ingat itu Intan.


Kenapa manusia ini kembali lagi, Intan aku selalu menganggap kamu adik tidak lebih, karena ibu mu teman Umi. Batin Arnold


Kamu sedang chat dengan siapa mas, sampai serius sekali, apa dengan no yang tadi aku lihat. Batin Aisyah


"Ayah" panggil Aisyah pelan, tapi Arnold masih melamun dan tidak mendengar istrinya memanggil


Kamu melamun mas, apa karena memikir sesuatu. Gumam hati Aisyah


"Ayah" panggil Aisyah lagi mengelus lengan suaminya


"Hah, iya bunda ada apa?" tanya Arnold panik meletakan handphone nya di nakas


"Ayah kenapa? Kok diam saja bunda panggil" balik tanya Aisyah


"Tidak ada apa-apa bun, ayah hanya kepikiran kenapa Andre belum mengirim file dan dari tadi ayah hubungi belum bisa" jawab Arnold yang keringat dingin


"Apa ada yang ingin ayah ceritakan sama bunda?" tanya Aisyah menatap suaminya


"Ayah tidak ingin ceirta apa-apa, ayah hanya ingin bilang ke bunda kalo ayah kangen sama bunda" jawab Arnold menatap istrinya lembut


Apa aku sanggup berhubungan dengan kondisi pikiran yang kacau, lalu kenapa mas Arnold tidak cerita dengan jujur kalo salah satu isi chatnya seorang wanita yang bilang sayang. Batin Aisyah


"Kok bunda diam saja? Bunda masih cape ya? Ya sudah deh kangennya besok aja sekarang kita istirahat biasa aja, yuk bobo" ucap Arnold menuntun istrinya untuk rebahan


"Mas Arnold" panggil Aisyah pelan, Arnold pun langsung melirik istrinya karena kaget dengan panggilan itu


"Bunda panggil ayah apa?" tanya Arnold meyakinkan dirinya sendiri

__ADS_1


"Mas Arnold" jawab Aisyah tenang


"Kenapa panggil ayah begitu?" tanya Arnold heran menatap tajam istrinya


"Maaf" ucap Aisyah dan memunggungi suaminya


"Hah maaf? Bunda lihat ayah, bunda tuh kenapa?" tanya Arnold membalikkan badan istrinya untuk menghadap dia


"Tidak ada apa-apa, hanya ingin panggil begitu saja, kan bunda juga mamggilnya masih sopan tidak manggil nama" jawab Aisyah pelan


"Ya tapi kenapa manggilnya begitu, bunda tolong jujur ada apa?" tanya Arnold penasaran


"Bunda boleh tau perasaan ayah sesungguhnya terhadap bunda?" tanya Aisyah


"Perasaan apa? Perasaan hati? Kalo iya perasaan hati dari lubuk hati Ayah, Ayah sangat mencintai bunda, ayah mencintai kekurangan bunda, ayah mencintai kelebihan bunda, tidak ada yang akan bisa merubah cinta ayah untuk bunda, karena ayah mencintai bunda karena Allah, in syaa Allah bukan karena nafsu belaka, ada apa bunda bicara seperti ini?" tanya Arnold lembut menatap penuh cinta


"Bunda hanya punya perasaan tidak enak saja, jika suatu saat ayah akan berani menduakan bunda" lirih Aisyah meneteskan air mata


"Astaghfirullah bunda, jangan berpikir negatif, dan jangan menangis, ayah mohon percayalah, ayah tidak akan pernah menduakan bunda, jika suatu saat ada gosip tentang ayah berselingkuh, ayah berharap bunda akan selalu mendukung dan percaya sama ayah, kalo ayah tidak akan melakukan itu, tetapi jika bunda percaya dengan gosip miring tersebut ayah akan semakin terpuruk karena istri sendiri tidak percaya dengan suaminya" ucap Arnold menghapus sisa-sisa air mata di pipi istrinya.


"In Syaa Allah bunda akan percaya sama ayah, semoga kepercayaan bunda pun bukan berarti bisa ayah manfaatkan untuk menduakan bunda" jawab Aisyah serak


"Tidak akan, ayah tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan bunda" ucap Arnold mengelus wajah istrinya dan bibir istrinya, Arnold mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah istrinya.


Disela-sela aksi ciu**man itu berkata "percayalah sama ayah, kita akan selalu bersama sampai akhir hayat, hidup bersama dengan anak-anak di dunia dan akhirat" ucap Arnold parau menahan hasrat yang sudah menumpuk, dan mereka melanjutkan kembali aksi ciu**man tersebut, Arnold sudah melepaskan beberapa kancing baju tidur istrinya dan saat Arnold ingin membuka bagian bawah istrinya ada yang mengetuk pintu kamar mereka


Tok..tok..tok


"Ayah, bunda, Adi mau macuk dong" teriak Adi di depan kamar utama


"Astaghfirullah, ayah jangan dulu itu Adi" ucap Aisyah lembut


"Astaghfirullah, sebentar aja bun" lirih Arnold


"Ayah, bunda Adi sama kaka mau bobo sama bunda dan ayah" panggil Khanza


"Itu anak-anak sudab teriak, ngga mungkin di lanjut" ucap Aisyah


"Setalah anak-anak bobo ayah mau lanjut ngga bisa di ganggu" ucap Arnold cemberut

__ADS_1


"Tetap ngga bisa ayah, jangan mulai egois deh" ucap Aisyah merapihkan kembali pakaian tidurnya


"Bisa, tuh dibawah" ucap Arnold ngasal menunjuk permadani yang ada bawah


"Ikh makin ngaco" jawab Aisyah melotot melihat ke arah permadani


"Pokoknya hari ini ayah mau ibadah sama bunda, 3 hari di singapur tidak ibadah bobo sama anak-anak terus" ucap Arnold kesal


"Kan sudah punya anak, jadi wajar kalo tidur dengan anak-anak, tolong bukain pintunya kasihan Adi dan Khanza" ucap Aisyah sebel suaminya mulai egois


"Iya ini ayah buka, tetap ayah mau ibadah gimana pun caranya" ucap Arnold beranjak dan membukakan pintu


"Ayah lama cekali cih, Adi pegel tau nunggunya" ucap Adi ketus


"Dua surga ayah kenapa belum pada bobo, ada apa ini?" tanya Arnold berlutut menyamakan tingginya dengan anak-anak


"Adi ndak bica bobo, mau cama bunda" jawab Adi


"Kaka juga mau sama bunda dan ayah saja bobonya" jawab Khanza


"Selama liburan di Singapura kalian bobonya sama ayah dan bunda, masa dirumah bobonya masih sama ayah dan bunda" ucap Arnold mengelus kedua anaknya


"Adi mau bobo cama bunda Adi" ucap Adi cemberut


"Kaka juga mau bobo sama bunda" ucap Khanza kesal


"Begini saja, jika kalian mau bobo sendiri-sendiri besok pagi-pagi habis subuh kita main dan ..." Ucap Arnold terpotong


"Ndak mau" ucap Adi dan Khanza "kami mau bobo cama bunda" ucap Adi tegas tapi lucu


"Ayah anak-anak kenapa tidak di ajak masuk, kalo pintunya kebuka terus nanti banyak nyamuk"ย  panggil Aisyah heran anaknya tak kunjung masuk kamar


"Bunda Adi dilalang macuk cama ayah, tolong" teriak Adi dan Khanza hanya tertawa melihat adiknya yang lucu, Aisyah pun kaget dan bangun dari ranjangnya


"Astaghfirullah ayah, ikh apaan sih anak-anak mau ke dalam kok di larang" ucap Aisyah kesal


"Bunda ayah tuh cekalang nakal, Adi ndak boleh bobo cama bunda, ayah malah bilang kalo bobo cendili besok jalan-jalan, omelin ayah bunda" adu Adi lucu memeluk bundanya


"Hemmm ayah nakal sama Adi dan kaka ternyata" ucap Aisyah geleng-geleng melihat tingkah suaminya yang hanya nyengir

__ADS_1


"Ayo masuk kaka sama Adi, kita bobo besok kita temani bunda dan bibi Sri ke pasar, OKE" ucap Aisyah


"Oke bunda" jawab Khanza dan Adi berjalan masuk ke dalam kamar dan mulai rebahan.


__ADS_2