
"Bun, emang bunda yakin kalo Adi tidak sedang membohongi kita" tanya Khanza tidak yakin adiknya se royal itu ke orang
"Ada pak Yono, tadi bunda sudah titip pesan jika sudah sampai tolong videocall jangan sampai adikmu tau" jawab Aisyah tenang
"Jika ternyata Adi membohongi bunda?" tanya Khanza
"Apa kaka yakin kalo Adi sedang berbohong sama kita semua termasuk kakek dan nenek" tanya balik Aisyah pada anaknya
"Hati kecil aku sih jawab Adi ndak mungkin berbohong, tapi otak ku mengatakan Adi sedang bersandiwara" jawab Khanza
"Tidak baik berburuk sangka, apalagi sama adik sendiri, harus kaka doain adiknya supaya selamat sampai tujuan dan kembali kerumah ini, masalah dia bohong atau tidak bisa kita nasehati dengan baik untuk tidak melakukan kesalahan lagi" ucap Umi Mahen
"Iya nek, kaka juga mendoakan supaya Adi baik-baik saja diperjalanan" jawab Khanza
"Sudah, jangan berpikir yang tidak-tidak, bunda tau kamu masih mikirin adikmu" ucap Aisyah senyum
"Iya bun maaf" jawab Khansa nyengir "tunggu lalu kita makan siang pakai apa bun, semua makanan dibawa Adi termasuk bahan mentah dan bumbu-bumbu" tanya Aisyah
"terpaksa pesan online, nanti habis makan siang baru deh kita belanja saja kebutuhan yang tadi di bawa adikmu semua" jawab Aisyah tertawa
"Gini saja, makan siang pesan online, makan malam kakek mau ajak makan diluar bersama, nanti info juga kakek Niel dan nenek Ras, setuju ndak?" tanya Abi mahen
"Sangat setuju kakek, wah kita kumpul rame-rame pasti seru nih, asik Alhamdulillah hari ini makan diluar lagi sudah sekian lama nunggu ayah ngajak makan diluar tapi tak kunjung ada" jawab Khanza senang
Abi, Umi dan Aisyah tertawa mendengar penuturan Khanza, jadi selama ini dia berharap diajak makan malam diluar bersama ayahnya.
"Maafin ayah kamu ya, jika sampai saat ini belum ngajak makan kamu diluar rumah" jawab Aisyah mengelus kepala anaknya
"ndak apa kok bun, aku juga tau ayah lagi sibuk, kemarin ngurusin sekolah Adi lalu kuliah aku, belum membagi waktu antara kerjaan dan untuk kita bertiga di rumah, kasihan sama ayah pasti cape ya bun" ucap Khanza sendu memeluk bundanya dari samping
"Doain ayah selalu sehat ya nak, biar cita-cita kamu dan Adi bisa terwujud" ucap Aisyah membalas pelukan anaknya
__ADS_1
"Supaya ayahmu panjang umur, sampe bisa menyerahkan kamu kelak pada laki-laki yang menurut ayahmu pantas menjaga dan mendapingimu sampai akhir hidup mu" tambah Abi Mahen
"Ayah tuh orang paling the best buat kaka, ayah itu cinta pertama kaka, kaka mau punya suami seperti ayah juga bisa ndak ya bun?" tanya Khanza melihat bundanya
"Suatu saat kaka akan menemukan pendamping hidup yang jauh lebih baik dan perhatian dari pada ayah, bunda selalu doakan untuk kedua anak bunda yang terbaik dalam masalah pendidikan, cita-cita sampai pendamping hidup, tapi itu juga harus ada doa dan usaha dari kaka, tetap Istiqomah sepertiga malamnya dan dhuhanya ya" jawab Aisyah mencium kening anaknya
"Terima kasih bunda, love..love..love deh sama bunda dan ayah" ucap Khansa mencium pipi Aisyah
ponsel berdering!!!
"Siapa bun?" tanya Khanza kepo
Aisyah tersenyum melihat ke kepoan anaknya "Pak Yono sayang" ucap Aisyah pada Khanza
📱Pak Yono
maaf bu agak susah video callnya sambil angkat barang
tidak apa pak, arahkan saja posisinya, atau pak Yono pura-pura sakit pinggang untuk istirahat
Aisyah dan Khanza melihat Adi lewat videocall yang aktif dari pak Yono, terlihat Adi berpelukan dengan Rival dan Fahmi tidak lupa disana ada ibunya Rival dan ayahnya juga.
"Kowe edan Di, nggawa barang akeh" ucap Rival, Fahmi menggelengkan kepala
"Saka ngendi sampeyan entik barang iki? Kowe ora nyolong Di? ucap Fahmi takut
"Bodo, piye carane aku iso nyolong barang iki karo supirku" ucap Adi menoyor kepala Fahmi karena kesal
"AnakenAdinkok nggawa barang akeh" ucap Ibu Rival
"Ya bu, iki titipane bundaku kanggo keluarganenRival dan Fahmi, mengko tak share wae" ucap Adi ramah
__ADS_1
"Ngaturaken sugeng riyadi dunateng ibu, nuwun sewu nyuwun pangapunten menawi ngganggu panjenengan lan bunda" jawab Ibu Rival
Aisyah dan Khanza merasa terharu Adi bisa berbuat seperti itu, padahal itu semua rencana dia, tapi dia menyebutkan nama bundanya yang menitipkan itu semua, Aisyah pun langsung mematikan sambungan video call itu.
"Bun, kok dimatiin kaka masih mau lihat tau, ternyata Adiku mulia sekali hatinya" cerocos Khanza terharu
"Bun, bukankah dipondok mahal, tapi kok bisa temannya Adi masuk san?" tanya Khanza penasaran
"Info dari Adi karena dua teman Adi itu nekat datang ke sana hanya bawa baju saat kelas 3 SD, akhirnya pimpinan pondok mencari tau tentang mereka, dilihat dari kesungguhan mereka belajar, diizinkanlah mereka untuk menimba ilmu di pondok tersebut, kemarin itu sebenernya mereka sudah boleh pulang dari pondok tapi mereka bertiga menunda katanya ada misi yang belum selesai, misi tersebut masih di jalan yang Allah ridhoi, ya begitu deh adikmu penuh dengan kejutan kak" jawab Aisyah bangga pada anak-anaknya
"Apa ayah sanggup jika menyekolahkan si Rival dan Fahmi itu bun?" tanya Khanza tersenyum
"Bunda ndak tau nak, nanti bunda tanya jika hati dan pikiran ayahmu ringan" jawab Aisyah mengelus wajah sang anak
"Kakek mampu menyekolahkan mereka sampai pendidikan terakhir atau sampai kuliah pun bisa, karena kaken dan nenek tidak punya tanggung jawab lebih kakek hanya bertanggung jawab atas nenek mu saja, kakek tidak bekerja pun masih punya uang, anak kake 3 Pa'de Asfand, Bu'de Dinda terakhir dari ayahmu, itulah penghasilan bulanan yang kakek dapat" jawab Abi Mahen senyum manis
"Aku tanya ayah dulu, jika ayah belum sanggup baru aku kasih ke kakek pahalanya, aku tau biaya kuliah ku kan tidak hanya puluhan juta tapi ratusan juta lebih atau bisa jadi M, pasti ayah kerja keras sekali itu" ucap Khanza memikirkan itu
"Jangan pikirin biaya kuliah, prioritas mu kuliah yang benar dan segera wujudkan cita-citamu, tidak baik memikir sesuatu yang seharusnya tidak kita pikirkan" jawab Aisyah tegas
"Iya bun maaf, kaka akan fokus pada pelajaran-pelajaran kuliah" ucap Khanza kembali memeluk bundanya
"Tapi tetap kakek tidak boleh bertindak untuk menyekolahkan teman Adi, tunggu kabar dari kaka oke kakek" ucap Khanza lagi
"siap cucu ku yang cantik manis bagai gulali lucu imut anggun sekali" jawan Abi Mahen lucu dan semua pun tertawa mendengar kata-kata Abi Mahen
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf ya untuk kalian semua apabila setiap membca judul tiap bab pasti selalu Adi, tapi itulah cerita yang sudah di ketik karena membuat judul tiap bab juga agak rumit🙏🏼🙏🏼
Mohon maaf atas kekurangan saya atas tulisan cerita saya ini
__ADS_1