
"Assalamu'alaikum ayah, eh masih ada Adi" ucap Aisyah mencium tangan suaminya dan mencium pipi suaminya
"Wa'alaikumsalam" ucap Arnold dan Adi
"Bunda tadi Adi mutel-mutel selu deh sama ayah" ucap Adi senang
"Alhamdulillah, Adi sama ayah sudah makan?" tanya Aisyah lembut
"Cudah bunda" ucap Adi
"Oh ya nih bunda ada coklat, Adi saja yang makan" ucap Aisyah memangku Adi dan Arnold hanya diam saja menahan kesal
"Ayah kenapa?" tanya Aisyah pelan memegang pipi suaminya
"Coklat dari laki-laki mana?" balik tanya Arnold dingin
Kok tau dari laki-lako. Guman hati Aisyah
"Jangan salah paham dulu, bunda han.." ucap Aisyah terpotong
"Pemberian laki-laki seharusnya ngga perlu kamu terima Aisyah" ucap Arnold sudah dengan nada dinginnya
Baru pertama setelah mempunyai anak ayah manggil aku dengan nama. Gumam hati Aisyah
"Bicara di rumah saja ya, kalo kita bicara di mobil ngga baik ayah lagi nyetir dan disini lagi ada Adi" ucap Aisyah menatap suaminya, tapi Arnold tetap fokus pada jalan
Sesampai di rumah Arnold hanya menyapa sebentar anak pertamanya dan langsung masuk ke dalam kamar dalam keadaan hati yang kurang baik. Aisyah pun segera menemui suaminya setelah puas bersama kedua anaknya.
"Bunda bisa jelaskan semuanya" ucap Aisyah langsung duduk di sisi ranjang dekat suaminya
"Ayah jangan salah paham, itu hanya dari teman bunda bukan siapa-siapa bunda" ucap Aisyah tenang dan cemas
__ADS_1
"Tadi pagi ayah sendiri yang bilang kalo di diemin itu ngga enak, sekarang bunda ajak bicara ayah acuh dengan bunda, bunda minta maaf melakukan kesalahan" ucap Aisyah lembut
Arnold masih dalam mode diamnya
"Jika ayah belum mau bicara sama bunda ya sudah, ngga apa bunda tau kok kalau bunda salah, bunda temani anak-anak main saja" ucap Aisyah meninggalkan suaminya sendiri di kamar
Aku kesel sama kamu tapi aku ngga mau kalo kita berantem. Gumam Arnold pelan mengacak-acak rambutnya
Malam hari
"Ayah makan dulu yuk, anak-anak sudah nungguin di meja makan" ajak Aisyah
Arnold tidak menjawab dia fokus main ipad. Aisyah pun mulai merasa jengkel dengan tingkah suaminya yang tidak mau bicara.
"Makanlah demi anak-anak, jika ayah masih marah sama bunda, anggap saja bunda tidak ada di hadapan ayah" ucap Aisyah meras sedih di cuekin suaminya
Arnold pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan segera ke meja makan, sebelum ke meja makan Aisyah mencoba menahan tangan suaminya
Arnold hanya menengok ke arah Aisyah menatap mata istrinya setelah itu keluar kamar menuju meja makan, meja makan hening tanpa ada suara Aisyah dan Arnold hanya dentigan piring dan keusilan Adi pada Khanza.
Selesai makan malam Aisyah lebih dulu masuk ke kamar dia merasa lelah dengan kegiatan di kampus dan lelah dengan pikirannya sendiri, Arnold mengajak main anak-anaknya jalan ke alun-alun Kota tanpa Aisyah.
"Anak-anak pada kemana bi?" tanya Aisyah pada bibi Sri
"Pergi bu sama bapak, katanya mau main" jawab bibi Sri ramah
"Bibi istirahat, jangan ngerjain apa-apa lagi" ucap Aisyah lembut
Aisyah kembali masuk ke dalam kamar mengambil beberapa buku dan dia menyelesaikan tugas kuliah di ruang tv sambil menunggu anak dan suaminya pulang.
Aku lupa tadi tidak jadi ke perpus, bagaimana ini. lirih Aisyah
__ADS_1
Arnold dan anak-anak baru tiba dirumah pukul 21.00, dan kedua anaknya sudah tertidur, Arnold menggendong Khanza dan pak Yono menggendong Adi untuk menidurkan keduanya di kamar.
Aisyah hanya menatap suaminya dengan perasaan campur aduk antara senang suaminya bermain dengan anak-anak, kesal karena suaminya salahpaham, sedih karena suaminya mengabaikan.
Setelah suaminya menidurkan kedua anak mereka, Arnold langsung masuk ke kamar tanpa melirik istrinya diruang tv, disitulah hati Aisyah merasa sakit diabaikan.
Lalukan semau mu Mas Arnold. lirih Aisyah menahan tangis
Dua hari hubungan mereka masih sama, tidak ada sapaan atau ucapan romantis canda tawa dan lain-lain, Arnold masih bersikap dingin, sedangkan Aisyah hanya mengikuti alur dari suaminya, walaupun sudah berusaha di ajak bicara tapi suaminya masih diam saja.
Saat Arnold hendak berangkat ke kantor, Aisyah langsung memanggilnya
"Mas Arnold, aku ngga tau kamu marah sama aku karena apa, atau karena masalah coklat, tapi itu masalah sepele mas, kita bisa bahas baik-baik dan kamu bisa nasehati aku, dulu yang maksa aku buat melanjutkan kuliah itu kamu mas, bukan aku, setelah ada kejadian ini kamu mendiamkam aku seolah-olah aku kepergok selingkuh dengan seorang laki-laki, tau akan seperti ini lebih baik aku berhenti saja kuliah, aku dirumah saja kita masih sering berdebat apalagi aku diluar, kamu harus nya juga paham tentang konsekuensinya jika aku diluar, sekarang mau kamu bagaimana? Setiap aku bicara kan kamu juga tidak menanggapi, kamu mau nikah lagi SILAHKAN mas, cerai kan aku sekarang, supaya tidak ada beban dalam pikiranmu" ucap Aisyah penuh dengan amarah dan meneteskan air mata di kala dia mengucapkan kata cerai
Arnold menatap Aisyah dengan mata berkaca-kaca, dia tau dia salah, Arnold hanya takut istrinya akan meninggalkan dia dan memilih bersama laki-laki lain, menurut Arnold laki yang bernama Calvin itu muda, ganteng keren bangak uang juga, tapi tindakan Arnold salah sudah mendiamkam istrinya dan dia juga terkejut disaat istrinya bilang Ceraikan Aku Sekarang itu adalah kata yang sangat dia takuti, apalagi Aisyah juga sudah menyebut namanya Aku dan menyebut nama suaminya Mas Arnold.
"Kenapa masih diam mas?" tanya Aisyah dengan suara serak karena menangis
"Apa kamu bahagia hidup dengan ku" ucap Arnold pelan
Pertanyaan Arnold sangat tidak nyambung dengan apa yang Aisyah katakan.
"Maksud kamu apa sih Mas" tanya Aisyah kembali yang bingung
"Jika kamu memang merasa tidak bahagia dengan ku, dan kamu bahagia dengan cara kita berpisah itu akan aku lakukan" ucap Arnold menatap mata istrinya
"Ya Allah mas sudah ku bilang kebahagianku sudah cukup aku rasakan hidup dengan kamu dan anak-anak, sebenernya apa yang ada dipikiran mu" ucap Aisyah lembut
"Sekarang kita selesaikan masalah kita mas, kalo menurut kamu aku salah, aku minta maaf, aku tidak akan mengulanginya kembali, dan aku ingin tau sebenernya masalah kamu sama aku yang bagian mana" ucap Aisyah lembut
mengajak suaminya duduk di pinggiran ranjang.
__ADS_1