CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Pondok Pesantren


__ADS_3

📱Anakku Adipati


Bunda kenapa lama sih angkat telponnya, bikin orang panik aja deh


📱Bunda tersayangku


Assalamu'alaikum anak bunda yang ganteng


📱Anakku Adipati


Wa'alaikumsalam, maaf tidk mengucap salam, lagian bunda bikin aku khawatir tau


📱Bunda tersayangku


Iya maafin bunda juga ya lama angkat teleponnya, hafalannya bagaimana? Rencana pulang kapan?


📱Anakku Adipati


Alhamdulillah lancar, bunda dan ayah dapat undangan disuruh ke sini, ada yang mau di bicarakan sama Abi Kiyai Husein dan Umi nyai juga mau bicara sama bunda


📱Bunda tersayangku


Kamu buat masalah apa nak sampai Kiyai Husein manggil ayah dan bunda. Astaghfirullah nak


📱Anakku Adipati


Sumpah bunda aku tidak berbuat apapun, aku juga tidak tau kenapa Abi dan Umi manggil bunda dan ayah ke mari


📱Bunda tersayangku


Kamu tidak berbuat diluar dugaan bunda dan ayah kan sayang, jangan buat bunda sedih


📱Anakku Adipati


Kenapa bunda jadi meragukan Adi, padahal Adi sudah jujur sama bunda, Adi tutup dulu bunda telpon, Assalamu'alaikum.


Adi mematikan teleponnya sepihak, dia sedih menurut dia bundanya itu curiga dan tidak percaya sama Adi.


"Kenapa bunda curiga sama Adi, apa bunda sudah tidak sayang Adi lagi, padahal Adi telpon bunda mau bilang hari ini Adi sudah 3x muntah-muntah" lirih Adi menangis di dalam kamar


"Adi kenapa kamu menangis?" tanya Rival teman Adi


"Tidak ada apa-apa, kamu dari mana Val?" tanya balik Adi


"Habis setoran, semoga secepatnya kita bisa pulang ya, sudah kangen rumah aku" jawab Rival senang, Adi pun malah ragu untuk pulang karena bundanya tadi meragukannya


Rumah Arnold


"Astaghfirullah nak, bukan maksud bunda meragukan kamu, kenapa tidak diangkat sama Adi" lirih Aisyah panik


Ceklek...suara pintu kamar terbuka


"Bunda kenapa gelisah begitu?" tanya Arnold duduk disisi ranjang samping istrinya


"Tadi Adi telpon dia bilang kita di panggil sama kiyai Husein untuk kesana, lalu bunda tanya memang Adi melakukan apa sampai dipanggil, Adi jawab tidak melakukan apapun, Adi bilang aku meragukan dia terus dia tutup telpon, bunda telpon lagi tidak di angkat sama Adi, ayah besok kita kesana ya, bunda tidak bermaksud meragukan Adi" jawab Aisyah sedih

__ADS_1


"Sini ayah peluk, sudah tidak apa-apa, mungkin Adi lagi tidak baik moodnya dia lelah habis hafalan segala macem, besok kita sana memenuhi panggilan dari pak Kiyai ya" ucap Arnold memenangkan istrinya


"Coba ayah telpon Adi, di angkat apa tidak" ucap Aisyah sedih


"Sebentar ya" jawab Arnold mengambil ponselnya


📱My Hero


Assalamu'alaikum anak ayah apa kabar


📱My Boy


Wa'alaikumsalam, kabar baik ayah


📱My Hero


Ada yang mau diceritakan ke ayah tidak?


📱My Boy


Ada, hari ini aku memutuskan akan melanjutkan pendidikan ku di pondok saja sampai lulus dan setelah lulus setaraf SMA aku mau ikut kakek Mahen di London


📱My Hero


Kenapa cepat sekali berubah pikirannya, berpikirlah jangan keadaan emosi tidak baik Nak


📱My Boy


Ini sudah aku pikirkan baik-baik, pulang kerumah juga pasti akan percuma, kalo ujung-ujungnya diragukan sama keluarga sendiri


📱My Hero


📱My Boy


Hem, assalamu'alaikum (Adi mematikan ponselnya sepihak)


"Wa'alaikumsalam, sensitif sekali itu anak" ucap Arnold lalu melirik istrinya


"Bunda ingin bicara sama Adi ayah" ucap Aisyah


"Begini saja, bunda siap-siap kita berangkat malam ini, ayah tanya sama Khanza dulu dia mau ikut apa tidak, oke biar bunda tenang" jawab Arnold memeluk istrinya


Ternyata Khanza memilih tetap stay dirumah bersama bibi Sri dan Pak Yono jadi Arnold pun terpaksa akan menyetir mobil sendiri sampai ke pondok anaknya yang memerlukan waktu kurang lebih 3 jam dari rumahnya menuju pondok. Setelah siap semua Arnold pun memasukan beberapa pakaian ganti ke dalam bagasi mobil, Khanza mengantarkan sampai depan rumah


"Kaka baik-baik dirumah, jangan repotin bibi ya nak" ucap Aisyah lembut


"Tenang saja bun, kaka tidak akan merepotkan bibi Sri cuma akan gangguin saja" jawab Khanza tertawa


"Hus, nanti bunda potong uang jajanmu" ledek Aisyah


"Hehehe, maaf hanya becanda bunda ku ter..tersayang, muach" ucap Khanza mencium pipi bundanya


"Bibi, Pak Yono titip Khanza ya, kalo ada apa-apa tolong langsung kabarin" ucap Arnold ramah


"Dadah bunda ayah, hati-hati di jalan ya" ucap Khanza melambaikan tangan

__ADS_1


"Assikkk, ayoo bi kita istirahat, besok baru kita berperang" ucap Khanza jalan menggandeng bibi Sri


"Perang apa non?" tanya bibi Sri bingung


"Perang di dapur, besok bibi harus ajarin aku cara membuat kue dan puding yang biasa bunda buat" jawab Khanza antusias


"Siap deh kalo gitu" ucap bibi Sri senang


Arnold memesan hotel yang jaraknya tidak jauh dari pondok, tidak mungkin juga malam-malam begini Arnold datang ke pondok, jadi lebih memilih istirahat di hotel.


"Kita istirahat, pagi-pagi baru kita ke pondok ya bun" ucap Arnold pelan


"Iya ayah, maaf jadi buat ayah repot begini malam-malam" jawab Aisyah menyesal


"Jangan bicara begitu, ayah baik-baik saja, memang kita harus ke pondok kan karena panggilan kiyai, cuma kita mempercepat perjalanan saja sayanh, sudah yuk istirahat" ajak Arnold untuk istirahat


Setelah Shalat subuh Aisyah dan Arnold melanjutkan perjalanan menuju pondok kurang lebih hanya 10 menit dari hotel.


Pondok Pesantren Ar-Rahman


"Permisi, Assalamu'alaikum pak ada yang bisa saya bantu?" tanya satpam


"Wa'alaikumsalam, saya ingin bertemu dengan pak Kiyai Husein, kemarin anak saya menghubungi katanya di panggil ke pondok oleh pak Kiyai" jawab Arnold sopan dan ramah


"Baik pak, mobilnya diparkirkan sebelah sana, akan saya antar ke tempat pak Yayi" ucap satpam tersebut dengan sangat ramah


"Terima kasih ya pak, maaf jadi merepotkan" ucap Arnold senyum


Setelah sampai di pondok, Arnold dan Aisyah diantar oleh satpam menuju ke rumah kediaman Abi Yayi dan Umi Yayi.


"Assalamu'alaikum, umi Yayi, ini ada yang mencari Abi" ucap Satpam


"Wa'alaikumsalam, iya usman terima kasih ya sudah diantarin ke sini" jawab Umi yayi


"Silahkan masuk, saya panggil dulu ya Abi Husein nya" ucap Umi lagi pada Aisyah dan Arnold, mereka pun hanya tersenyum


"Assalamu'alaikum, wah ada tamu jauh" ucap Kiyai Husein


"Wa'alaikumsalam, pak Kiyai, maaf pagi-pagi sudah di ganggu waktunya" ucap Arnold


"Tidak apa tenang saja, kalo boleh tau dengan bapa siapa?" tanya Kiyai Husein


"Saya Arnold dan ini istri saya Aisyah, kami orangtua dari Adipati Zavier pak Kiyai" jawab Arnold ramah


"Astaghfirullah kenapa Abi jadi lupa ya Umi, kemarin kan Abi bilang sama Adi untuk mengndang ayahnya datang ke pondok" ucap pak yayi "maaf ya nak Arnold, maklum sudah umur" ucap Pa Yayi tenang


"Tidak apa pak kiyai, apalagi kan pondok ini banyak sekali tamu keluar masuk" ucap Arnold


"Bagaimana dengan anak saya pak Kiyai, apakah ada masalah dengan Adi sampai pak Kiyai memanggil kami untuk bersilaturahmi ke pondok" ucap Aisyah lembut dan ramah


"Adi ya, Alhamdulillah Adi itu anak yang baik, ceria, mudah dekat dengan orang, dan punya beberapa skill yang luar biasa dia disini, saya memanggil Nak Arnold dan Nak Aisyah kesini hanya ingin bilang selamat kalian mempunyai anak yang luar biasa seperti Adi" ucap Abi Yayi senyum "maaf ya saya panggil Nak saja ke kalian biar lebih kekeluargaan"


"Iya tidak apa Pak Kiyai dengan senang hati di panggil apa saja" jawab Arnold "Alhamdulillah kalo memang ternyata anak saya tidak ada masalah apapun di dalam pondok ini, saya dan istri sempat khawatir karena anak kami bilang orangtuanya di panggil" ucap Arnold senyum


"Adi tidak pernah buat masalah disini, malahan disini dia yang menjadi penyelesai masalah orang" ucap Umi Yayi senang

__ADS_1


"Assalamu'alaikum" ucap Adnan anak pak Yayi "Lagi ada tamu"


"Wa'alaikumsalam" jawab serempak


__ADS_2