CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Kehangatan


__ADS_3

Kamar Utama


"Ayah kok belum tidur" tanya Aisyah


"Apa masih ada rasa benci bunda pada ayah?" tanya Arnold balik dan membuat Aisyah tersenyum suaminya telah kembali seperti dulu


"Tidak ada" jawab Aisyah singat menatap suaminya


"Apa buktinya, kalo bunda tidak benci sama ayah" tanya Arnold membalas tatapan istrinya


Cup ... Aisyah mencium kilat bibir suaminya


"Tidak ada bukti hanya itu saja" jawab Aisyah


"Jangan main-main dengan itu, bisa bahaya" ucap Arnold masih menatap istrinya lembut


Cup ... Aisyah mengulangi nya untuk menggoda suaminya


Berhubung Arnold tidak tahan dengan sentuhan istrinya dia pun tidak menyianyiakan godaan istrinya, dia langsung menempelkan kembali benda kenyal itu lebih dalam, ******* demi ******* dia lakukan sampai mereka berdua kehabisan nafas dan berhenti.


Perlahan Arnold menidurkan posisi istrinya di samping dia, dan dia melakukan lagi aksi ciuman itu menuntun meminta lebih, tangan Arnold sudah mulai meraba kebagian pao kembar itu dan dia mulai me**mas kedua pao itu dan keluarlah de**ha*ย  dari mulut Aisyah, ciuman itu turun hingga ke leher dan semakin turun sampai di kedua pao milik istrinya, Arnold terus menjalankan aksinya hingga hi**pan di bagian chocochip itu dia terus menghi**p seperti bayi yang sedang haus.


Arnold tidak berhenti sampai disitu, tangannya mulai turun kebagian bawah milik istrinya dan saat itu Aisyah tersadar sesuatu dan menahan tangan suaminya


"Ayah jangan" ucap Aisyah dengan parau


"Kenapa?" Ucap Arnold serak


"Bunda lagi datang tamu bulanan" ucap Aisyah merasa kasihan pada suaminya


Arnold terus menatap wajah istrinya dan mengelusnya.


"Apa bunda mau melakukan untuk menenangkan junior yang sudah aktif" tanya Arnold pelan masih mode on


"Iya, bunda akan lakukan" jawab Aisyah tau maksud suaminya


Arnold langsung memposisikan tubuhnya menjadi duduk dan bersandar.


Hayo sisanya pikir aja sendiri yap, apa yang mereka lakukan ๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


Keesokan hari kedua anak dan orangtua Arnold kembali kerumah untuk mengantarkan cucu mereka.


"Assalamu'alaikum" ucap serempak


"Wa'alaikumsalam" ucap bibi Sri


"Ayah, bunda mana?" tanya Adi dan Khanza


"Masih di kamar, bibi buatkan minum dan makanan dulu ya" jawab bibi Sri


"Aku yang panggil ayah dan bunda" ucap Khanza senang


"No, Adi caja kaka yang panggil bunda dan ayah" ucap Adi

__ADS_1


"Sudah bareng-bareng aja panggilnya" ucap Umi Mahen lembut


"Adi aja" teriak Adi


"Kaka saja Adi" bentak Khanza


"Eh tidak boleh teriak-teriak sayang, tidak baik itu" ucap Abi Mahen


"Kaka tuh" ucap Adi yang sudah kembang kempis untuk menangis


"Kamu duluan yang nyebelin, sekarang mau nangis cengeng tau" ucap Khanza kesal


"Saling minta maaf ayo, cucu nenek kan cerdas, soleh dan soleha" ucap Umi Mahen


Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan terlihat Aisyah dan Arnold sudah rapih siap menjalankan aktifitar dan segera menjemput anaknya


"Sudah pada pulang anak-anak ayah" ucap Arnold mendekat dan senyum tak lupa mencium kedua tangan orangtuanya di ikuti juga oleh Aisyah


"Adi kenapa sama kaka, hmm kok Adi nangis" ucap Aisyah memangku Adi dan Adi pun memeluk dengan erat


"Adinya saja cengeng bun" ucap Khanza kesal


"Eh kok kaka bica begitu sama Adi, ada apa sayang" ucap Arnold mencium pipi Khanza


"Kenapa pada diam?" tanya Aisyah heran melihat anaknya


"Itu tadi pada perebutan ingin panggil kalian di kamar, akhirnya ada drama saling teriak dan tidak mau saling berbagi" penjelas Umi Mahen


"Ndak mau" jawab Adi masih memeluk bundanya


"Ya sudah bunda juga tidak akan mau menggendong Adi, sekarang Adi turun ya" ucap Aisyah memaksa menurunkan Adi


Hua...hua...hua... Adi pun nangis begitu keras, akhirnya Aisyah kembali menggendong Adi, Abi, Umi dan Arnold hanya tersenyum melihat tingak lucu dua anak tersebut


"Jangan nangis sayang, makanya Adi nurut sama bunda ya minta maaf sama kaka duluan" ucap Aisyah mengelus punggung anaknya dengan penuh kasih sayang


Adi masih memggeleng


"Kaka saja yang minta maaf duluan ya, mengalah dengan Adik, ayah tau kaka itu kaka terbaik buat Adi" bisik Arnold di telinga Khanza, dia pun langsung menganggukan kepala tanda setuju, dan Arnold pun tersenyum


"Adi maafin kaka ya, maaf kaka sudah bentak Adi tadi" ucap Khanza mendekati Adi dan mengulurkan tangannya


"Tuh kaka sudah bersedia minta maaf duluan sama Adi, yuk salaman sama kaka, saudara itu tidak boleh bertengkar" ucap Aisyah membujuk Adi, tapi Adi masih diam saja


"Kaka sama Adi kan anak bunda dan ayah yang paling hebat, masa Adi lupa dengan apa yang bunda sering bilang, kaka Khanza inget tidak bunda sering bilang apa?" tanya Aisyah lembut mengelus pipi Khanza


"Bunda selalu bilang jika kita meminta maaf terlebih dulu walaupun kita tidak salah itu tidak akan merendahkan diri kita dihadapan sang pencinpta, jadi jika ada masalah jangan pernah malu untuk mengucapkan kata maaf terlebih dahulu" ucap Khanza serius


"Alhamdulillah" ucap Syukur semuanya


"Ayo dong cucu nenek kan hebat semua, kaka Khanza sudah mau mengulurkan tangan, kasihan kakanya" ucap Umi Mahen merayu cucu lakinya


"Tapi janji dulu bunda" ucap Adi serak menatap bundanya

__ADS_1


"Janji apa sayang, tapi baikan dulu sama kaka, nanti bunda marah sama Adi" ucap Aisyah


Akhirnya Adi dan Khanza saling meminta maaf dan berpelukan. Dan Adi pun langsung memeluk bundanya lagi


"Bunda mau kemana?" tanya Khanza sadar bundanya sudah rapih


"Bunda dan Ayah mau jemput kalian, tapi kaliannya sudah kembali terlebih dahulu" jawab Aisyah dan mengajak keluarganya untuk sarapan bersama


"Iya dari subuh Adi minta pulang terus, terpaksa pagi-pagi kita sudah sampai sini" ucap Abi Mahen dan melihat cucu lakinya masih manja di pangkuan bunda


"Duduk sini sama ayah, kasihan dong bundanya pegel" ucap Arnold mengambil alih Adi, tapi dia tidak mau


"Bunda janji" ucap Adi tiba-tiba


"Janji apa sayang?" tanya Aisyah bingung


"Jangan tinggalin Adi, Adi ndak akan nakal lagi" jawabAdi menangis


"Lhoo emangnya bunda mau meninggalkan Adi?" tanya Aisyah


"Bunda kan macih cekolah, bunda ndak boleh cekolah" jawab Adi sendu Aisyah hanya melirik ke suaminya


"Memang kenapa kalo bunda sekolah" tanya Abi Mahen


"Adi ndak ada teman dilumah" ucap Adi lirih


Aisyah Arnold saling pandang dan heran dengan sikap anak bungsu nya, yang terkadang mengizinkan kadang juga tidak.


"Hari ini ayah tidak ke kantor bunda juga tidak ke kampus, karena kita mau ngajak kalian bermain, sekarang Adi maem dulu biar kuat mainnya" ucap Arnold senyum mengelus punggung anakmya


"Yeaayy, kita mau kemana yah?" tanya Khanza antusias


"Ada deh" jawab Arnold tertawa


"Bunda suapin Adi ya, Adi mau maem pake apa" tanya Aisyah lembut


Akhir keluarga tersebut makan dengan damai dan mendengar celotehan Khanza selama disekolah tentang temannya. Selesai sarapan Arnold dan oramgtuanya diskusi di ruang Tv membahas pekerjaan. Adi dan Khanza masuk kamar disuruh Aisyah untuk bersiap.


"Bunda kaka sudah siap" ucap Khanza senang mendekati ayahnya


"Wah anak ayah sudah cantik" ucap Arnold mencium Khanza gemas


"Iya kan mau seperti bunda" ucap Khanza


"Berarti kaka siap berhijab dong" ucap Aisyah tersenyum lembut


"Hihihi, nanti saja ya bun" ucap Khanza memelas, Umi Abi Arnold dan Aisyah hanya tersenyum, mereka juga tidak mau memaksa anak gadisnya untuk menutup diri tapi Aisyah dan Arnold selalu mengajarkan hal-hal yang sebenernya bersinggungan tentang hijab


30 menit berlalu tapi Adi belum juga keluar dari kamar dan Aisyah menuju kamarnya untuk melihat anak lanangnya


Tok...tok...ceklek


"Adi bobo lagi sayang" ucap Aisyah mendekat ke tempat tidur Adi.

__ADS_1


__ADS_2