
Khanza dan Yusuf lagi sibuk mempersiapkan pernikahan mereka, tapi tidak lupa juga mereka tetap menjalankan aktifitas pendidikannya di salah satu universitas. Yusuf sebagai senior dari Khanza dikampus yang sama selalu menjemput Khanza berangkat ke kampus, tidak lupa juga Khanza selalu mengajak adik kesayangannya yang bernama Adi Zavier.
Terkadang Adi lebih memilih naik motor pemberian ayah tercinta di bandingkan ikut dengan kakanya itu, karena dia sayang dengan Khanza makanya tidak ingin kaka yang dia sayangi terluka, bahkan Adi pernah terang-terang bilang kr Yusuf untuk menjaga jarak dengan kakanya sampai mereka halal.
Kedua keluarga dari Yusuf dan Khanza pun sibuk mempersiapkan keperluan lainnya yang di butuhkan untuk pernikahan, Yusuf dan Khanza hanya mengikuti ke ingin orangtua, Keluarga Yusuf sangat terpandang maka dari itu ingin mengadakan pesta yang meriah, apalagi Yusuf anak laki satu-satunya dari keluarga Mahadika, Yusuf mempunya kaka perempuan dan adik perenpuan.
Rumah Arnold
"kaka apa sudah siap untuk menikah?" tanya Arnold merangkul anaknya
"Doain kaka terus ya ayah, semoga kaka bisa menjalankan ini semua" jawab Khanza tersenyum
"Kaka tidak terpaksa melakukan ini semua demi kake dan nene kan?" tanya Arnold gelisah
"Tidak ayah, in syaa Allah kaka ikhlas menjalankan ini semua, perkara tuntutan kake juga iya sih, ndak mungkin kaka menyakiti kake, apabila kaka menolak, yang kedua kaka kenal dengan kak Yusuf, dia beneran baik dan perhatian, semoga itu akan tertanam dalam hati kak Yusuf sampai kita masih bersama" jawab Khanza meyakinkan ayahnya
"Jika ada apa-apa kamu harus cerita dengan ayah dan bunda, ayah tidak ingin menyesalin keadaan ini nak, apabila kamu kenapa-kenapa, ayah tidak akan memaafkan diri ayah sendiri" ucap Arnold serius
"Pasti dong aku akan cerita jika ada apa-apa, tapi bukankah sebaiknya kaka menutupi apapun yang terjadi dalam rumah tangga kaka kelak?" tanya Khanza
"Memang benar nak, suami itu pakaian kamu, dan sebaliknya, jadi jika ada masalah apapun sebisa mungkin selesaikan saat itu juga, jangan ada oranglain yang tau termasuk ayah dan bunda sebisa mungkin tidak tau, kenapa? karena jika kamu cerita masalahmu berarti secara tidak sengaja kamu menjelekan suami mu, bunda yakin anak bunda orang yang hebat dan akan bisa menjalankan dengan baik, jangan sampai Dasim-dasim merusak rumah tangga mu kelak" jawab Aisyah tenang
__ADS_1
"Tapi kalo ada apa-apa tetap cerita sama ayah lah bun, misal anak kita dapat KDRT, masa dia harus menutupinya dari kita, ayah ngga mau kaya gitu" timpal Arnold kesal
"Ayah tidak boleh begitu dong, rumah tangga itu kalo sudah di campur tangan dengan oranglain atau dengan orangtua sendiri hampir semua berantakan, biar kaka menjalani rumah tangga kelak dengan ilmu yang mereka punya, kalo pun memang kaka di KDRT, di musyawarahkan dengan yang ahli agama, tujuan si suami KDRT saat itu apa, apa benar anak kita yang salah dan susah di nasehati apa karena memang si laki ringan tangan" jawab Aisyah netral santai
"Sekarang kalo bunda ayah KDRT apa mau, pasti ngga kan, bunda akan mengajukan perceraian dan minta talak saat itu juga" ucap Arnold emosi
"Kalo kasusnya hanya cemburu buta ngga masuk akal itu akan bunda lakukan, saat ayah melakukan KDRT dengan bunda, saat itu juga bunda minta talak ke ayah, tapi untuk menjelaskan ke orangtua bunda tidak mungkin bunda jujur kalo bunda sudah dapat kekerasan dari ayah, sejelek apapun ayah sebisa mungkin selama ini bunda tutupi tidak bunda umbar pada siapapun" sahut Aisyah terbawa emosi
"Ikh sudah kenapa jadi ayah dan bunda yang bertengkar, niatnya mau dapat pencerahan dari ayah dan bunda tentang rumah tangga ini malah lihat ayah dan bunda adu mulut" ucap Khanza menengahi perdebatan ayah bunda
"Intinya jika kamu tidak bahagia dan ada apa-apa harus lapor ayah titik. Tidak ada penolakan apapun" jawab Arnold tegas
Aisyah membuang nafas berat, dia paham ke khawatiran seorang ayah pada anak gadisnya yang selama ini dimanja, dilindung dan diberikan kasih sayang full, pasti hati kecilnya mengalami kegelisahan yang hebat, apakah bisa calon suaminya memanjakan anak gadisnya itu sama seperti ayahnya?
"Iya aja dulu kak apa yang di katakan sama ayah, dari pada ayah mu emosi tidak karuan, uring-uringan begini" ucap Aisyah senyum
"Harus, harus, harus, laporkan semua jika nanti suamimu macam-macam" jawab Arnold
"Siap ayahku yang paling the best, supaya ayah tidak khawatir dengan kaka, kaka setiap saat akan berkomunikasi dengan ayah dan bunda, sekarang ayah jangan emosi kasihan bunda jadi kena imbasnya" ledek Khanza mencium pipi ayah dan bundanya
"Ikh apa ini pakai ada acara peluk dan cium ndak ajak-ajak aku" jawab Adi keluar dari kamarnya berlari mendekati ayah bunda serta kakak nya
__ADS_1
"Adi, kaka ke jepit ini, kamu ngapain sih ikutan pelukan segala" teriak Khanza terhimpit tubuh Adi
"Lagian ajak-ajak lah kalo mau pelukan begini" jawab Adi santai
"Bocil sana dong, ini kaka lagi ada kepentingan dengan ayah bunda" ucap Khanza kesal
"Aku harus terlibat, karena kamu kaka aku yang aku sayangi, cepat kaka kenapa? apa kak Yusuf menyakiti kaka?" tanya Adi so dewasa
"Sotoy banget kamu dek, kamu tau ndak kalo kamu itu sudah su'udzon sama kak Yusuf" jawab Khanza
"Sotoy ayam daging sapi kuah santan enak" ucap Adi memainkan lidahnya
"Bunda kenapa sih melahirkan adik buat aku ngeselin begini" teriak Khanza stres dengan tingkah adiknya
"Alhamdulillah kamu punya adik, dari pada hidup sendiri tanpa adik pasti akan lebih bete" jawab Aisyah tersenyum
"Tuh denger kata bunda, kaka tuh harus bersyukur punya adik kaya aku, tampan, manis, imut lucu lagi" ucap Adi kepedean dan centil, Aisyah dan Arnold hanya tertawa melihat tingkah Adi
"Kamu tau kenapa bisa tampan, manis imut dan lucu, karena kamu lahir dari bunda yang udah imut dan ayah yang sudah tampan, bisa jadi kalo bukan bunda ayah orangtuamu pasti kaka yakin kamu jelek banget" jawab Khanza lelah
"Ini sudah malam, besok kalian semua kan harus aktifitas lagi, sekarang istirahat, masuk kamar, dan jangan main hp, stop main hp nya, Adi jika tidak bisa di bilangin bunda akan dengan terpaksa menyita ponsel kamu, paham nak? tanya Aisyah tenang"
__ADS_1
"Paham bunda ku yang cantik jelita tak ada tandingannya" ucap Adi berlari masuk ke dalam kamar