
Kantor Zavier Inter Media
"Rasya!! Tumben ke sini" ucap Arnold heran melihat adik tirinya
"Akhirnya datang juga, tengah hari bolong baru sampe kantor ngapain aja bang" ucap Rasya kesal
"Eh, lagian kamu ngapain ke sini?" tanya Arnold duduk di kursi kerjanya
"Bang, Pernikahan aku sama Putri tinggal itungan hari tapi abang dan kakak ipar tidak ada kabar" ucap Rasya
"Kamu bisa hubungi kita, tidak perlu buang-buang waktu datang kemari" ucap Arnold datar
"Bang, menurut abang Putri gimana?" tanya Rasya
"Eh, maksudnya kamu mulai ragu nih" jawab Arnold menatap Rasya
"Bukan, maksud ku apakah Putri orangnya ambekan, manja atau bagaimana? Abang kan tau sendiri umur kita beda dia lebih pantas jadi kakak, aku hanya takut tidak bisa mengimbangi bang" tutur Rasya
"Hubungi saja Aisyah, Putri kan sahabatnya Aisyah" jawab Arnold santai
"Abang dong yang hubungi, aku kan tidak punya kontaknya" ucap Rasya
"Sudah abang kirim kontaknya, kamu hubungi sendiri" ucap Arnold sendu
๐ Abang Arnold
Kontak Aisyah 08xxxxxxxx8
"Abang ada apa?" tanya Rasya menatap abangnya khawatir
"Tidak ada apa-apa, atau kamu datang saja langsung kerumah" jawab Arnold
"Boleh bang datang kerumah?" tanya Rasya memastikan abangnya sadar
"Iya" ucap Arnold singkat terlihat sedih
Rasya keluar dari ruangan Arnold penuh dengan pertanyaan dalam otaknya, tidak seperti biasanya Arnold bersikap lesu dan sedih, setelah Rasya keluar Arnold mengutuk dirinya sendiri telah menyakiti Aisyah dia lempar semua barang yang ada di meja kerjanya dan menangis di bawah meja.
Waduh kunci mobil ketinggalan pula di ruang abang. Gumam Rasya
Saat Rasya langsung masuk kedalam tanpa mengetuk dia kaget melihat abangnya menangis, ini hal pertama kali dia melihat abangnya seperti frustasi
"Ya Allah abang kenapa?" tanya Rasya cemas
"Kenapa kamu balik lagi, tolong keluar Rasya tinggalkan abang sendiri" ucap Arnold serak
"Tapi bang ..." Ucap Rasya
"Keluar Rasya" sahut Arnold
Akhirnya terpaksa Rasya meninggalkan Arnold dan tujuan berikutnya kerumah kaka ipar, yaitu Aisyah
"Assalamu'alaikum pak Yono kinclong nih mobil di cuci terus" ucap Rasya pada pak Yono
"Wa'alaikumsalam iya nih siapa tau di cuci jadi putih" ucap pak Yono tertawa bersama
"Kakak ipar ada? Aku sudah izin sama abang katanya boleh langsung ke sini" ucap Rasya
"Ada di dalam masuk aja kalo memang bapa sudah memberikan izin" jawab pak Yono
__ADS_1
Ruang Tv
"Assalamu'alaikum" ucap Rasya ramah
"Wa'alaikumsalam, kamu ngapain langsung masuk" tanya Aisyah kaget melihat Rasya sudah di meja makan
"Katanya kalo sudah dapat izin dari abang bisa langsung masuk kata pak Yono" ucap Rasya bingung
"Kamu yakin sudah izin?" tanya Aisyah tidak yakin
"Sudah dong, tadi kan ketemu di kantor, aku ke sini cuma mau tanya tentang Putri itu aja kok" jawab Rasya senyum
"Putri kenapa? Semua lancar-lancar saja kan sampai hari H" ucap Aisyah
"Alhamdulillah lancar tapi sebelum aku bertanya tentang Putri boleh aku tanya sesuatu?" tanya Rasy
"Tanya apa? Asal jangan aneh-aneh saja pertanyaanmu" jawab Aisyah
"Kakak ipar ada masalah apa sama bang Zavier?" tanya Rasya hati-hati
"Ma..salah? Tidak ada kita baik-baik saja" jawab Aisyah
"Kakak ipar bohong, jelas-jelas tadi aku ke kantor tidak sengaja lihat bang Zavier lagi nangis kok dan meja kerja juga acak-acakan" ucap Rasya santai
"Nangis? Mungkin kalah tender" ucap Aisyah ngasal
Kamu nangis kenapa mas. Batin Aisyah
"Tidak mungkin kalah tender nangis begitu, pasti masalah rumah tangga kalian kan?" tanya Rasya penasaran
"Sudah ya Rasya kamu kesini katanya mau tanya tantang Putri kok jadi bahas hubungan ku" ucap Aisyah kesal
Rasya bertanya semua tentang kebiasaan Putri dari hal terkecil hingga hal yang paling Putri tidak sukai, Rasya hanya takut tidak mampu berdampingan dengan Putri karena dia selalu di katain bocah, walaupun umurnya di bawah Putri tapi Rasya bisa memberikan kasih sayang untuk Putri dari awal perkenalan hingga saat ini. Merasa sudah cukup atas informasi yang diberikan Aisyah Rasya pamit pulang dan tidak lupa Rasya mengingatkam kalo Arnold lagi frustasi.
๐ Abi Mahendra - Aisyah
Nak, anak-anak Abi bawa nginap dirumah Eyang Tasya kalian tidak perlu khawatir ya, lagian disini kan dekat juga dengan rumah Daniel.
10 menit kemudian
๐ Aisyah - Abi Mahendra
Apa tidak merepotkan Abi, anak-anak suka rewel dan berebut kalo makan dan lain-lain
๐Abi Mahendra - Aisyah
Wajar namanya juga anak-anak, Abi kan sudah biasa, kamu fokus saja sama rumah tangga mu, semoga ada hal baik
๐ Aisyah - Abi Mahendra
Makasih ya Abi, sekali lagi maaf merepotkan, aamiin
Sudah jam delapan malam kok mas Arnold belum pulang, kamu kemana mas. Gumam Aisyah khawatir
๐Aisyah - Arnold
Ayah dimana kenapa belum pulang?
15 menit
__ADS_1
Arnold hanya membaca pesannya tanpa ada niat membalas, dia sangat malu pada istrinya yang selalu memaafkan semua kesalahannya.
Kenapa tidak dibales, sebenernya kamu kemana mas. Gumam Aisyah semakin cemas
๐ Aisyah - Arnold
Ayah pulang jam berapa? Bunda di rumah sendirian, anak-anak di ajak menginap dirumah Eyang
๐ Arnold - Aisyah
Otw pulang
Alhamdulillah akhirnya ada balesan juga. Ucap syukur Aisyah
๐ Aisyah- Arnold
Ayah sudah makan? Mau di masakin apa?
๐Arnold - Aisyah
Tidak perlu, mau langsung istirahat saja
Ada apa dengan mas Arnold, ya sudah aku siapin apa saja deh setelah pulang baru aku tanya lagi.
Sesampai dirumah Arnold kaget karena istrinya menunggu dia pulang
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold pelan
"Wa'alaikumsalam" jawab Aisyah tersenyum menghampiri suaminya
"Kok belum tidur" tanya Arnold pelan
Aisyah hanya menatap mata suaminya, yang kata Rasya dia menangis di kantor.
Mata mu terlihat bengkak, apa yang kamu tangisi mas. Batin Aisyah
"Ada apa?" tanya Arnold heran
"Ayah makan dulu ya, setelah itu bersih-bersih dan istirahat" ucap Aisyah lembut dan menuntun suaminya ke meja makan
"Mata ayah bengkak, ayah habis menangis kah?" tanya Aisyah penasaran
"Tidak apa hanya lelah saja di depan laptop" jawab Arnold tenang
"Kita siang tadi sudah bicara, jika ada yang masih mengganjal di hati tanyakam langsung dan jangan di tutupi" ucap Aisyah lembut
"Heh, aku hanya malu padamu" ucap Arnold dengan mata berkaca-kaca
"Malu? Malu kenapa?" tanya Aisyah bingung dan sedih meliaht suaminya sudah mau menangis
"Ya, aku malu sama kamu, aku selalu menyakitimu tapi kamu selalu menerima ku dengan baik" jawab Arnold dengan air mata menetes dia pun hanya menunduk
"Ini alasan ayah pulang telat? Yang sebenernya ingin menghindar dari bunda?" tanya Aisyah menahan tangis
"Iya" ucap Arnold singkat
"Kita sama-sama perbaiki ini semua, ayah jangan merasa malu, kita jalani lagi seperti biasa" ucap Aisyah
"Tapi saat aku berangkat, kamu seperti sudah malas dengan ku" jujur Arnold menatap istrinya
__ADS_1
"Bukannya malas, lebih tepatnya bete, Abi, Umi dan Eyang sengaja bawa anak-anak main, supaya kita ada waktu berdua dan sama-sama kita saling intropeksi diri, tapi ayah malah berangkat ke kantor" ucap Aisyah sungguh-sungguh
"Setelah makan bersih-bersih, setelah itu kita istirahat, jangan banyak pikiran lagi" ucap Aisyah kembalim