
Menjelang malam Aisyah dan Arnold diskusi seperti biasa di dalam kamar dan saat sedang diskusi hp Arnold berbunyi tanda panggilan masuk.
📱Rasya calling
"Rasya? Ngapain dia telpon jam segini" ucap Arnold pelan dan masih terdengar oleh Aisyah
"Coba saja di angkat, siapa tau ada yang penting, selama ini kan dia ngga pernah komunikasi sama kita" ucap Aisyah
"Tapi aneh bun, tadi siang aja tiba-tiba ramah begitu, apa dia sedang sandiwara" ucap Arnold heran
📱Arnold
Assalamu'alaikum, halo Rasya ada apa?
📱Rasya
Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah diangkat juga
📱Arnold
Ada apa Rasya, telpon malam-malam?
📱Rasya
Bang Arnold aku boleh tanya sama kaka ipar?
📱Arnold
Kamu kenapa? Manggil saya jadi abang dan manggil Aisyah jadi kaka ipar? Dan ada perlu apa sama istri saya?
📱Rasya
Memang seharusnya aku panggil dengan sebutan itu kan? Mau bertanya aja tentang cewe yang tadi siang di sekolah Adi dekat kaka ipar tuh
📱Arnold
Syukur jika kamu sadar, cewe mana?
📱Rasya
Cewe yang tadi siang di sekolah Adi, masa harus ngulang jawaban sih bang itu lho yang duduk dengan kaka ipar, apa dia teman kaka ipar?
"Siapa bun cewe yang samping bunda pas disekolah Adi?" tanya Arnold menatap lembut istrinya
"Yang samping aku hanya Putri, sahabat aku" jawab Aisyah
📱Arnold
Oh itu teman istri ku ada apa?
📱Rasya
Apa dia sudah menikah?
__ADS_1
"Bun, Putri sudah menikah belum?" tanya Arnold lagi
"Belum, ada apa sih sama Rasya" jawab Aisyah heran
📱Arnold
Dia belum menikah mau apa kamu?
📱Rasya
Jika aku dekati dia boleh tidak bang?
📱Arnold
Dekati dia bagaimana maksudnya?
📱Rasya
Misal dijadikan pacar aku gitu lho bang
📱Arnold
Kalo hanya di dekati untuk jadi pacar aku tidak setuju, tapi kalo kamu dekati untuk masa depan kamu baru aku dukung, bagaimana?
📱Rasya
Nah itu kan butuh pendekatan dulu kali bang, masa langsung ajak nikah
📱Arnold
📱Rasya
Bagaimana bantu di kenalkan dulu pada ku bang?
📱Arnold
Boleh, tapi tetap melalui proses Ta'aruf, tidak ada penolakan, jika memang mau serius
📱Rasya
Huft, Ya Allah susah banget mau dekati cewe doang, sekali aja bang, jujur aku takut di tolak, walaupun selama ini ngga pernah di tolak cewe sih, tapi ini keliatan beda cewenya
📱Arnold
Besok aku kabarin, sekarang istirahat saja, Assalamu'alaikum
📱Rasya
Wa'alaikumsalam
Main asal ucap salam dan nutup telpon, gua kan belum selesai cari informasi. monolog Rasya kesal
"Ada apa?" tanya Aisyah penasaran karena suaminya tidak meloudspeaker handphone nya
__ADS_1
"Rasya suka sama Putri, bagaimana menurut kamu bun? Dia minta dikenalin sama Putri dan mau dekat dengannya lalu di jadikan pacar, tapi ayah jawab tidak setuju, ayah juga bilang kalo memang Rasya serius lakukan proses Ta'aruf langsung, apa ayah salah?" tanya Arnold menatap istrinya penuh cinta
"Ayah ngga salah kok, lagi pula umur Putri kan sama dengan ku, berarti kalo menikah dengan Rasya Putri dapat berondong dong" jawab Aisyah lembut dan tersenyum
"Umur bukan lah suatu masalah untuk memulai hubungan rumah tangga, tapi kesiapan merekanya, coba bunda hubungi Putri ayah mau tau responnya bagaimana jika ada laki-laki yang ingin berTa'aruf dengannya" ucap Arnold semangat
"Langsung to the point gitu?" tanya Aisyah bingung
" Iya, ayo hubungi cepatan, jangan buang waktu" ucap Arnold maksa
"Kenapa ayah semangat sekali sih tiap mau jodohin orang" ucap Aisyah kesel melihat suaminya yang selalu semangat kalo soal jodoh menjodohkan
Aisyah sudah menghubungi Putri, dan Putri akan menerima proses Ta'aruf bila memang benar ada yang mau melakukan itu dengannya, Arnold dengan sangat senang dan rencana awal Arnold adalah berkunjung kerumah papih Abimana dan memberitahu niat baik Rasya dan sekalian meminta restu untuk Rasya agar segera menikah dengan Putri. Aisyah hanya menjadi pendukung saja dan tidak mau berlanjut kalo berurusan dengan Rasya, sebenernya Aisyah khawatir bila sahabatnya hanya di jadikan sebagai pelampiasan karena Rasya tidak bisa dekat dengan Aisyah.
Arnold selalu memberikan keyakinan dan jaminan kali ini Rasya bukan menjadikan Putri sebagai pelampiasan dia tidak bisa memiliki Aisyah, dan itulah yang membuat Aisyah berani membujuk Putri dan memberikan informasi tentang Rasya sebenernya.
"Assalamu'alaikum" ucap keluarga Arnold
"Wa'alaikumsalam, mashaa Allah kalian datang ke sini, kenapa ngga info dulu, kan bisa di siapkan sesuatu yang spesial" ucap mamih bahagia
"Iya tante, kami ke sini ada yang mau di bicarakan, nah itu bila kami ke sini info dulu pasti keluarga disini sibuk jadi merepotkan, oh ya apakah papih ada juga di rumah?" tanya Arnold sopan
"Ada lagi bersih-bersih di kamar, tadi habis dari proyek, sebentar tante panggil ya" ucap mamih segera memanggil suaminya
"Ya Allah anak ku, apa kabar sayang" ucap papih memeluk Arnold
"Alhamdulillah kabar baik, papih juga bagaimana keadaannya, maaf baru bisa ke sini" ucap Arnold senang
"Oh ya kami kesini juga ada tujuannya pih" ucap Arnold serius
"Assalamu'alaikum" ucap Rasya dan Resya
"Wa'alaikumsalam" serempak
"Kalian disini?" tanya Rasya bingung
"Iya, kami ke sini ingin membahas tentang kamu Ras" ucap Arnold serius
"Tunggu, ada apa dengan Rasya Nak?" tanya mamih mulai khawatir anaknya melakukan kesalahan
"Aku langsung saja ya, jadi begini Rasya punya niatan untuk melakukan Ta'aruf dengan seorang wanita, dan wanita itu umurnya sama dengan umur Aisyah, dan aku mewakili Rasya untuk meminta restu sama papih dan tante untuk melakukan proses tersebut besok" penjelasan Arnold
"Alhamdulillah" ucap mamih dan papih
"Mamih senang, beneran sayang kamu mau Ta'aruf dengan seseorang? Kenapa ngga cerita langsung saja sama mamih sayang" ucap mamih memeluk Rasya
Kenapa bang Arnold langsung terus terang begini sih, hati ini belum siap, Ya Allah kasih lah hamba mu ini petunjuk. Batin Rasya
"Wiss mantap, kakak ku akan menikah, senangnya aku" ucap Resya senang memeluk Rasya
"Oh ya satu lagi tante, ada seorang laki-laki yang ingin melakukan Ta'aruf kepada Resya, laki-laki tersebut sorang duda beranak 1, kalo itu aku tidak akan memaksa, karena aku yakin tante ingin yang terbaik buat Resya, tapi menurut ku laki-laki itu juga orang baik, dan untuk Rasya aku memaksa tante dan papih menyetujui ini" ucap Arnold tersenyum
"Aku belum mau menikah ya Mas Arnold, jadi ngga perlu cariin aku jodoh duluan" ucap Resya bete
__ADS_1
"Iya tidak akan maksa aku tuh untuk kamu mah, kalem dek" ucap Arnold senyum
"Papih setuju bila Rasya ingin melakukan Ta'aruf dan kita akan segera ke rumah calon tersebut, dan untuk Resya papih juga setuju jika memang ada laki-laki yang tulus ingin meminangnya anak papih si manja ini" ucap papih Abimana tegas dan tersenyum