
Huru hara di kampus, Resya yang notabennya anak baru juga dia sedang di kerjai oleh teman perempuan yang lain karena menurut para ciwi-ciwi Resya dan Aisyah adalah ratu bagi para laki di kampus, dan Resya pun terlibat berkelahi merebutkan lelaki menurut versi si ciwi-ciwi.
"Papi ngga menyangka kamu sebrandal ini Resya" ucap papi Resya
"Pih bukan aku duluan tapi mereka, aku hanya membela diri saja apa salah?" tanya Resya kesal, sedih
"Papi malu tau, belum lama tinggal di kota ini sudah bikin ulah terus" ucap papi menarik tangan Resya menuju parkiran
Parkiran kampus
"Ayah itu bukannya Resya ya? Dia kenapa di tarik seperti itu" tanya Aisyah penasaran
"Bunda kan teman satu kelas, masa ngga tau ada masalah apa si Resya itu, kita samperin aja yuk" ajak Arnold menggandeng tangan Aisyah
"Assalamu'alaikum Resya" ucap Aisyah dan Arnold
"Wa'alaikumsalam" jawab Resya dan papinya
"Wah, pak Zavier apa kabar?" tanya papi Resya berjabat tangan dan memeluk Arnold
"Alhamdulillah, kabar baik om, bagaimana masalah yang di Singapore sudah beres?" tanya Arnold ramah
"Berkat kamu masalah om beres semua, oh ya ngomong-ngomong kenapa kamu memanggil anak om?" tanya papi Resya heran
"Perkenalkan om ini istri saya, dia teman satu kelas dengan Resya" jawab Arnold senyum
"Aisyah om" ucap Aisyah memperkenalkan diri
"Cantik istrimu Vier" ucap papi Resya menepuk pundak Arnold
"Maaf om, Resya kenapa di tarik tadi saya melihatnya" tanya Aisyah hati-hati
"Biasa anak ini selalu bikin ulah saja, dimanapun berada selalu bikin orangtua malu" ucap papi Resya kesal melihat anaknya
Resya pun hanya menunduk malu, tidak berani menatap Aisyah
"Saya yakin Resya tidak akan membuat masalah jika tidak terdesak om" bela Aisyah meyakinkan papi Resya,
__ADS_1
Resya langsung melihat Aisyah dan menatap tidak percaya ada yang membelanya saat ini, Resya sangat terharu baru kali ini ada yang percaya sama dia.
"Saya lebih kenal anak saya, dia memang sudah biasa kerjaannya ribut di kampus" ucap papi Resya
Aisyah tersenyum pada papi Resya, Arnold pun hanya diam saja membiarkan istrinya bicara
"Resya anak kandung om? Maaf jika saya lancang" ucap Aisyah
"Iya dia anak kandung saya, memangnya kenapa Nak" ucap papi Resya
"Jika Resya anak kandung om, seharusnya om lebih percaya dengan Resya dan mencari bukti siapa yang sebenarnya salah diantara Resya dengan temannya itu, bukan langsung ikut menindas anak sendiri dan lebih percaya dengan mulut orang lain, saya tidak punya ikatan darah apapun dengan Resya, tapi saya yakin jika permasalahan tadi bukanlah salah Resya" ucap Aisyah sopan dan lembut
"Kami pamit om, sekali lagi saya mohon maaf atas kelancangan saya ini" ucap Aisyah kembali
"Om saya duluan ya, Resya semangat" ucap Arnold senyum
Resya hanya mengangguk, dan menatap kepergian Aisyah dan Arnold yang tulus membelanya, papi Resya masih terdiam dan memikirkan semua perkataan Aisyah.
Kediaman Arnold
"Assalamu'alaikum anak kesayangan bunda" ucap Aisyah tersenyum lembut
Arnold yang melihat pemandangan seperti itu tersenyum dan bersyukur kepada Allah karena telah diberikan kebahagiaan.
"Hmm yang dicium bunda doang, ayah tidak, lebih baik ayah tadi tidak usah pulang" ucap Arnold pura-pura ngambek
"Adi cayang bunda, ayah" ucap Adi memeluk bundanya
"Kaka sayang sama bunda dan ayah" ucap Khanza memeluk ayahnya
"Berarti yang tidak sayang dengan ayah hanya Adi" ucap Arnold cemberut
"Ayah lucu, kaya dadut yang mutel-mutel dialun alun" ucap Adi tertawa
"Sudah pada makan belum anak bunda?" tanya Aisyah lembut
"Sudah bunda" ucap keduanya
__ADS_1
Kediamanan Resya dan Rasya
"Pih ada apalagi sama Resya?" tanya mami Resya
"Tanya saja sama anak kamu mih" jawab papi Resya memijat kepala yang terasa pusing karena memikirkan omongan Aisyah
"Papih kenapa? Resya ada apa sebenernya?" tanya kembali mamai Resya cemas
"Biasa mih tuh bocah ribut di kampus sama temannya" jawab Rasya baru datang
"Astaghfirullah Resya!!! Bisa tidak kamu tidak membuat masalah, jangan tambahin beban ke papih mu" ucap mami Resya kesal
"Cukup mih, kita tidak perlu membahas ini" ucap papih Resya meninggalkan ruang tamu
"Ada apa dengan papih kalian, kenapa berbeda sekali sikapnya tidak seperti biasanya" ucap mami Resya heran
Kediaman Aisyah
"Ayah boleh tanya sesuatu?" tanya Aisyah lembut
"Ada apa bunda sayang" jawab Arnold tak kalah lembut
"Ayah kenal dimana dengan papihnya Resya?" tanya Aisyah mengelus kepala suaminya yang sedang rebahan
"Hmm, papih Resya ya? Siapa yang tidak kenal Abimana Bragjawiguna dia pengusaha hebat, om Abi juga orang yang pernah ada dalam hidup aku" jawab Arnold melirik istrinya
"Pernah ada dalam hidup kamu? Maksudnya apa?" tanya Aisyah penasaran
Arnold segera bangun dari rebahannya dan menatap istrinya
"Selama ini ayah menyimpan rahasia besar sama bunda, maaf jika ayah baru cerita masalah ini" jawab Arnold hati-hati
"Ceritalah, bukan kah kita akan selalu terbuka dalam hal apapun satu sama lain, jangan ada hal yang di sembunyikan, sepahit apapun itu" ucap Aisyah tenang
"Ayah sebenernya bukanlah anak kandung Abi Mahendra dan Umi Mahen sayang, Ayah hanya anak yang diasuh oleh mereka saat usia 8 tahun, sebelumnya ayah di adopsi oleh om Abimana dari usia 4 tahun, setelah usia 8 tahun om Abimana menikah dan perempuan itu tidak mau menerima ayah sebagai anaknya, jadi Om Abimana terpaksa menitipkan ayah dengan Abi Mahen, dan Umi mahen langsung setuju saat Om Abimana menitipkan ayah, maka dari itu ayah bisa masuk ke dalam keluarga Almahendra dan dipenuhi kasih sayang dari kak Asfand dan kak Arinda, makanya ayah kaget pas Resya bilang anaknya Om Abimana, setau ayah istri Om Abi tidak bisa memiliki anak, ayah pun kaget saat melihat mamih nya Resya ternyata itu bukan istri Om Abimana yang pernah ayah liat di resepsi pernikahannya dulu ayah pun masih menyimpan foto pernikahan Om Abimana dan istrinya, apa Om Abimana menikah lagi ya?, sudahlah tidak perlu bahas kehidupan oranglain" penjelasan Arnold
"Lalu siapa orangtua kandung ayah? dan kenapa Om Abimana seperti biasa saja saat ketemu kamu?" tanya Aisyah hati-hati
__ADS_1
"Ayah juga belum tau siapa orangtua kandung ayah, Om Abimana hanya bilang dulu itu ada sebuah mobil kecelakaan dan ayah salah satu korban dari mobil itu yang terlempar keluar, jadi sampai saat ini ayah tidak kenal dengan orangtua kandung ayah dan untuk masalah Om Abimana kenapa sikapnya biasa karena kami sering komunikasi setiap ada bisnis ayah selalu melibatkan Om Abimana, ayah menganggap dia sebagai orangtua, setelah tau Resya dan Rasya adalah anaknya entah kenapa ayah jadi merasa itu tanggung jawab ayah sebagai kakak mereka" tutur Arnold