
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold menghampiri kedua wanita yang sangat dia cintai
"Wa'alaikumsalam" jawab Khanza dan Aisyah
"Wow, anak gadis ayah lagi buat apa ini?" tanya Arnold mencium kepala anaknya
"Masak buat makan malam, semoga ayah suka kalo masakan kurang enak maaf ya ayah" ucap Khanza sambil menyiapkan bahan masakan
"Hem pasti enak masakan kaka, seperti masakan bunda" ucap Arnold dan menghampiri istrinya, tidak lupa Arnold selalu memberikan ciuman kilat di bibir istrinya itu
"Ayah mandi dulu gih, bunda siapin airnya, kaka sendiri dulu ya bunda temani ayah dulu" ucap Aisyah mengelus kepala anaknya
"Siap bunda" jawab Khanza memberi hormat pada orangtuanya, ayah bundanya hanya senyum melihat tingkah anaknya
Saat sudah dikamar Aisyah menanyakan sesuatu pada suaminya "Apa ayah sudah ambil tindakan untuk menjaga Khanza saat di luar?" tanya Aisyah yang dari tadi khawatir dengan putrinya
"Sudah, Andre bahkan memanggil bodyguard perempuan jadi saat kaka masuk toilet pun bisa di jangkau oleh nya, bunda tenang saja, in syaa Allah semua akan baik-baik saja" ucap Arnold memberikan keyakinan pada istrinya
"Bunda mandi bareng yuk, udah lama ngga mandi bareng sama bunda" ucap Arnold lagi
"Ngga mau bunda sudah mandi" ucap Aisyah bete suaminya malah ngajak mandi
Saat itu juga Arnold menganggat tubuh istrinya untuk masuk ke kamar mandi "Ayah tidak mau ada penolakan" ucap Arnold dan menurunkan Aisyah di dalam bathtub, Aisyah pun pasrah karena sudah basah juga pakaiannya
Aku senang ayah sama bunda selalu bahagia walau umur mereka sudah tidak muda lagi. Gumam Khanza pelan dan terkikik
"Assalamu'alaikum" ucap Andre dan Zahra
"Wa'alaikumsalam, akhh uncle Khanza kangen" ucap Khanza mendekati Andre dan memeluknya
"Uncle juga sangat kangen sama keponakan yang paling gemas ini" ucap Andre mencubit pipi Khanza gemas
"Sakit tau uncle nanti makin melar dan ngga cantik lagi, halo aunty mana Kafie ngga di ajak?" tanya Khanza, ya Kafie anak dari Andre dan Zahra
"Dia lagi bimbel, terus pulang bimbel ngaji, waktu nya habis buat itu semua, Khanza lagi apa?" tanya Zahra melihat dapur berantakan
Khanza nyengir karena melihat kondisi dapur berantakan "Khanza lagi masak aunty buat makan malam" ucap Khanza cekikikan
"Ya ampun ponakan uncle masak, wah hebat sekali mau seperti bunda ya pandai masak" ucap Andre tersenyum
"Ya sudah aunty bantuin ya" ucap Zahra
"Boleh tapi aunty hanya kasih arahan saja jangan terlalu banyak bantuin nanti buka jadi masakan aku malah masakan aunty namanya" ucap Khanza serius
__ADS_1
"Oke baiklah, jadi udah siap jadi ibu rumah tangga ya" goda Zahra, Khanza pun hanya cemberut
"Ayah sama bunda mana kak?" tanya Andre duduk di meja makan sambil makan puding yang ada
"Bunda lagi ngurusin ayah tuh di kamar, tadi ayah mau mandi, jadi bunda nyiapin airnya deh" ucap Khanza polos, Andre hanya menganggukkan kepala.
Tidak lama Aisyah dan Arnold keluar dari kamar, Khanza yang melihat bundanya mandi lagi pun kaget
"Ya ampun, bunda mandi dan keramas lagi" tanya Khanza polos
Andre pun tertawa terbahak melihat kepolosan Khanza menanyakan itu pada bundanya, Aisyah pun kaget ternyata ada Andre dan Zahra di dapur sedang mengulek sambel, Zahra hanya senyum saja
"Ngapain kamu disini dek?" tanya Arnold pada Andre
"Numpang makan malam" jawab Andre asal dapat pukulan dari istrinya "aw sakit sayang, kenapa mukul" tanya Andre melihat istri
"Lagian sembarangan kalo ngomong pake segala numpang makan" jawab Zahra kesal
"Itulah suami mu nyebelin" ucap Arnold menuju ruang tv
"Masaknya udah?" tanya Aisyah pada Khanza
"Sudah bun tuh tinggal sambel yang uncle ulek, bunda kenapa mandi lagi emangnya ngga dingin" ucap Khanza melihat bundanya, dan membuat Andre tertawa lagi
Aisyah menggetok kepala Andre dengan sendok "Tadi pas lagi siapin air hanyat buat ayah kran airnya terbuka, jadi basah semua kena baju bunda" alibi Aisyah tidak masuk akal baju yang basah kenapa sampai rambut
"Sudah sayang, bunda mau ambil pasmina dulu ya, ngga tau nih kecebong ada disini" jawab Aisyah menunjuk Andre "Siapin semuanya di meja makan ya Nak" Aisyah pun meninggalkan anaknya untuk masuk ke kamar
Jam makan malam pun tiba, Andre dan Zahra ikut makan malam bersama keluarga Arnold. Tak lama anak dari Zahra menelpon
"Aku izin angkat telpon ya kak" tanya Zahra pada Aisyah dan Arnold
"Angkat saja, emang dari siapa?" tanya balik Arnold
"Kafie yang telpon" ucap Zahra dan langsung mengangkat telpon tersebut
📱Kafie
Assalamu'alaikum mama dimana, kapan pulang, masa Afie sendiri dirumah, nggak mau akh mama pulang sekarang
📱Mamaku Zahra
Wa'alaikumsalam, mama bingung jawab pertanyaan kamu yang mana nak, terlalu banyak
__ADS_1
📱Kafie
Mama dimana?
📱Mamaku Zahra
Mama di rumah pa'de Arnold, papa lagi ada keperluan sebentar sama pa'de
📱Kafie
Ya sudah mama pulang duluan, nih aku sudah di rumah pak somad juga nanti biar pak somad jemput
📱Mamaku Zahra
Iya..iya mama pulang duluan, biarkan pak somad istirahat saja, kasihan kan pak somad dari pagi temani kamu
📱Kafie
Aku tunggu mama, kalo mama ngga datang juga besok aku ngga mau berangkat sekolah
📱Mamaku Zahra
Kok jadi ngancem mama
📱Kafie
Terserah mama, Assalamu'alaikum
Itulah anak Andre seperti Andre keras kepala aku sudah bilang A ya harus dipenuhi, tidak bisa di bantah
"Ada apa?" tanya Andre menatap istrinya
"Biasa anakmu nyuruh aku pulang duluan, aku pulang duluan saja ya, kamu masih ada pekerjaan juga dengan abang" jawab Zahra lembut
"Tadi ancaman maksudnya gimana?" tanya Andre
"Ya itulah Kafie kalo tidak dituruti sama kaya kamu, jika aku masih belum jalan pulang dia besok mogok sekolah, kalo dia ngga sekolah sayanglah kan masih ujian akhir" ucap Zahra
"Ya sudah kamu duluan saja naik taxi, aku carikan di depan" ucap Andre
"Tidak usah, sama pak Yono saja" ucap Arnold "bibi tolong bilang pak Yono antarkan Zahra ke pulang ya" panggil Arnold ramah
"Baik pak segera bibi panggilkan" ucap bibi Sri ke
__ADS_1
Setelah kepergian Zahra, Andre dan Arnold pun mulai diskusi masalah kerjaan dan masalah keselamatan Khanza putri dari Arnold dan Aisyah, sedangkan Aisyah dikamar lagi menunggu anak laki-lakinya menelpon selama ini Aisyah tidak menelpon anaknya tapi anaknya lah yang menelpon. Aisyah hanya takut saat telpon tidak sesuai dengan jadwal anaknya dan malah mengganggu konsentrasi.
📱 Panggilan masuk Anakku Adipati, Aisyah tersenyum sengaja dia lamain untuk mengangkat telepon ingin tau reaksi bujangnya.