CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Khanza Ta'aruf?


__ADS_3

"Kak Yusuf, kamu ngapain disini" tanya Khanza


"Aku? menurut kamu ngapaian?" tanya balik Yusuf


"Kalian sudah saling kenal nak?" tanya Arnold menatap anak dan calon mantunya itu


"Kak Yusuf ini senior aku ayah" jawab Khanza bingung


"Senior? berarti kamu udah kenal dekat, apa jangan-jangan sebenarnya kamu memiliki hubungan" tanya Arnold lagi penasaran


"Ndak ayah, kaka berani sumpah tidak berhubungan dengan siapapun, kaka masih ingat kata-kata bunda kok" bela Khanza


"Kata-kata bunda yang mana?" hardik Arnold


"Ayah kaka ndak mungkin pacaran sumpah, bunda selalu bilang sama kaka jika ada laki-laki yang serius dia akan datang bersama orangtuanya ke rumah ini walau tanpa hubungan sebelumnya, dan laki-laki yang mencintai ku karena Allah dia menjaga kehormatan ku bukan merusak sampai diriku halal untuknya, dengan kata bunda itu aku tidak pernah mau yang namanya pacaran, aku berani sumpah tidak ada hubungan dengan kak Yusuf hanya sebatas senior dan junior" jawab Khanza sedih


Keluarga Mahadika sangat senang mendengar penuturan calon mantunya itu, ada rasa bangga pada istri Arnold bisa menjaga anak gadisnya tidak mengikuti pergaulan bebas yang lagi meraja rela.


"Ayah akan selalu percaya sama kamu Nak, terima kasih ya" ucap Arnold memeluk anaknya


Bismillahirrahmanirrahim


Perkenalkan saya Zidan Mahadika selaku orangtua dari Ahmad Yusuf Mahadika maksud daj tujuan kami sekeluarga kemarin untuk melamar putri dari Bapa Arnold Zavier yang bernama Adiba Khanza Zavier untuk mencari calon menantu kami dan calon istri untuk putra kami. selanjutnya kami serahkan kepada putra kami.


***


Terima kasih untuk kedua orangtuaku yang sudah menyediakan waktunya untuk menemani putranya untuk memimang seorang gadis yang sangat cantik in syaa Allah luar dan dalamnya. Khanza saya memohon maaf apabila acara ini sangat mendadak buat kamu dan keluargamu, in syaa Allah dengan niat baik ku ini ingin meminta kepada om Arnold serta tante untuk merestui aku dengan Khanza untuk mengikat kedalam hubungan Rumah Tangga sebelumnya aku ingin bertanya padamu Ananda Khanza apakah sekiranya kamu bersedia untuk menjadi pendamping hidupku sampai maut yang memisahkan kita membuat suatu keluarga Sakinah Mawadah dan Warahmah.


Khanza pun masih menimang permintaan Yusuf untuk menjadi istrinya


Apa Khanza akan menolakku. gumam hati Yusuf


Bismillah


Nawaitu aku terima pinanganmu untuk menjadi calon istrimu serta calon ibu dari anak-anakmu, dan mohon bimbingan dari kamu agar kamu bersedia bersabar dalam menyikapi kekuranganku, kelabilanku serta sikapku yang menurut orangtuaku masih sangat manja dan kekanak-kanakan. apakah kamu bisa menerima semua kekurangku? dan aku akan menerima segala kekurangan mu untuk menjadikan ladang pahala bagiku.

__ADS_1


Aku, Ahmad Yusuf Mahadika berjanji akan selalu menerima segala kekurangan dan kelebihanmu, dan aku senantiasa akan mengajak mu ke jalan yang Allah ridhoi dan kita bersama-sama saling belajar tidak ada kata aku benar dan kamu salah tapi kita akan kembali belajar.


Alhamdulillah. ucap semua orang


Yang tadinya hanya proses Ta'aruf berubah menjadi Lamaran, kini kedua belah pihak sedang membicarakan terkait pernikahan yang akan di selenggarakan, dengan sedikit perdebatan pihak laki ingin mewah dan pihak perempuan ingin tidak terlalu mewah, Arnold pun terpaksa mengalah pada calon besannya itu, dan dia mengikuti semua keinginan dari pihak Keluarga Mahadika. Keluarga Mahadika pun sudah pamit pulang semua kecuali Yusuf yang masih stay di rumah Khanza.


Khanza dan Yusuf bersama Adi dan Kafie sedang duduk bersama di meja makan.


"Kak Yusuf asli mana?" tanya Kafie makan kue


"Ngapain kamu tanya-tanya begitu" jawab Khanza ketus


"Suka-suka aku lah, emang kenapa sirih banget" ucap Kafie santai


"Ih kenapa sih aku punya dua adik menyebalkan kaya kalian" jawab Khanza kesal


"Tapi selalu ngangenin kan" ucap Adi tersenyum manis


"Sudah, jangan ribut kaka lahir di KL besar dijakarta lalu setelah lulus SMA pindah ke sini" jawan Yusuf tenang


"Wah, keren kak Yusuf, kak Yusuf kuliah doang atau bekerja juga?" tanya Adi penasaran


"Kuliah dan ada usaha kecil-kecilan" jawab Yusuf santai


"Usaha apa tuh boleh ikut kerja ngga?" tanya Kafie antusias


"Kalian ikh apaan sih ganggu orang mau makan tau ngga sih" ucap Khanza kesal


"Kita juga lagi makan kok tapi santui" jawab Adi nyengir


"Mung ngomong ora gelem repot pacaran" ucap Kafie


"Bener, mung sampeyan loro" jawab Adi


Adi dan Kafie main games pindah ke dalam kamar, di meja makan hanya Yusuf dan Khanza, ayah bunda dan om tantenya lagi di ruang tamu dengan pak RT dan yang lain

__ADS_1


"Kak Yusuf kenapa tiba-tiba melamar aku?" tanya Khanza penasaran


"Entahlah, hati ku yang mengatakan setuju saat papih bilang ingin menta'arufkan dengan seorang gadis baik" jawab Yusuf


"Apa kaka ikhlas gitu dijodohkan sama orangtua?" tanya Khanza


"Surga ku ada pada ibuku, dan aku yakin mereka akan memilihkan yang terbaik buat ku, walau baiknya setara keinginan ibu dan ayah bukan setara aku, tapi aku yakin kok cinta itu bisa datang kapan saja karena terbiasa selalu bersama" jawan Yusuf senyum "Kamu sendiri kenapa tadi mau menerima lamaran aku?" tanya Yusuf melihat ke piring buahnya


"Tidak tau aku juga, mungkin jika lelakinya bukan kamu, aku sudah menolak dan dibawa kabur oleh kedua adikku tadi, karena bocah itu bilang disaat keluar kata tolakan dari mulutku disitu mereka akan membawa aku pergi jauh" jawab Khanza yakin


"Kamu yakin akan sanggup menghadapi tingkah aku yang kekanakan, kata ayah dan bunda aku itu masih manja banget sampai mereka saja stres menghadapi aku" ucap Khanza menakuti calonnya itu


"Aku suka perempuan manja, berarti dia sangat tergantungan sama aku nantinya, dan akan manja-manjaan sama aku suaminya, jadi kalo sudah menikah denganku jangan manja-manja sama ayah dan bunda lagi, manjanya sama aku aja ya" ucap Yusuf tersenyum


"Alhamdulillah semua selesai, waktunya kita sedikit istirahat" ucap Arnold merangkul Aisyah duduk di meja makan


"Adik-adikmu mana kok cuma berdua?" tanya Arnold heran


"Tuh masuk kamar sibuk sama gamesnya, bikin menyebalkan saja" ucap Khanza


"Mama aku nginap sini ya, besok kan sabtu" ucap Kafie keluar dari kamar dengan Adi


"Tanya dong sama Pa'de Arnold boleh tidak" jawab Zahra santai


"Pa'de boleh ya nginap sini? please?" pinta Kafie


"Tentu saja boleh lah, ngapain pakai memohon" ucap Arnold


"Oh ya kak Yusuf gimana, ada ndak?" tanya Adi


"Apaan sih Adi ikh nyebelin banget sih" jawab Khanza "Ayah Adi tuh masa minta kerjaan sama kak Yusuf" ucap Khanza kesel


"Kan mau nyoba kerja ayah, ndak ada niat apapun kok" ucap Adi santai


"Fokus sekolah jangan mikir kerja" ucap Aisyah menjewer kuping Adi

__ADS_1


Adi pun meringis kesakitan "aww sakit bunda maaf, iya ndak akan gitu lagi" jawab Adi mengelus kupingnya


__ADS_2