CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Awal Kebahagian


__ADS_3

Puncak acara resepsi pernikahan Arnold dan Aisyah sudah di mulai, bahkan sepasang pengantin telah jalan memasuki area ballroom, Aisyah selalu nggandeng tangan Arnold, begitu juga Arnold yang memegang tangan istrinya dan menjaganya. Mereka mengikuti berbagai macam adat dari jawa.


Mempelai telah duduk di kursi pelaminan, Arnold tak hentinya menatap wajah Aisyah yang sangat cantik, imut dan lucu, tapi apa daya atas perbuatannya gadis imut yang dia rindukan sudah bersikap dingin, seolah tidak memperdulikannya lagi. Ada rasa sedih bahkan bahagia menyelimuti diri Arnold, dia bingung melihat istrinya tersenyum, apakah karena bahagia atau keterpaksaan


Rangkaian demi rangkaian berlalu, tamu undangan pun sudah makin menghilang satu per satu, kini hanyalah sanak saudara yang saling bercengkrama, bercanda tertawa sampai puas.


"Sayang, lebih baik kalian berdua istirahat ya, apalagi Aisyah pasti sudah pegel banget kakinya" Ucap Eyang membelai pipi Aisyah


"Iya Eyang, kaki ku udah sangat-sangat pegal, tidak tahan berdiri lama lagi" Timpal aisyah tersenyum menahan perih pada bagian kaki


"Vier, kalian sudah menjadi sepasang suami istri temani istrimu dikamar ya, obati luka lecetnya di bagian kaki" Ucap Eyang terharu


"Makasih eyang kami ke kamar dulu ya? Semuanya mohon maaf kami harus ke kamar terlebih dahulu" Ucap Arnold dan Aisyah


"Iya sayang istirahatlah" Timpal Umi Mahen tersenyum bahagia


Sampai di kamar Arnold menyuruh Aisyah membersihkan diri, dan akan dilakukan secara bergantian dengan Arnold.


Arnold mengajak Aisyah untuk Shalat Maghrib berjamaah, setelah shalat maghrib berjamaah Arnold mengajak lagi shalat sunnah dua rakaat setelah menikah


niatnya sebagai berikut : Usahlli Sunnatan Nikaahi Rak'ataini Ba'diatan Lillahi Ta'ala Allahu Akbar


Setelah melakukan shalat sunnah, mereka masih saling diam, akhirnya Arnold memberanikan diri lagi untuk mendekati istrinya si gadis imut.


"Aisyah, tak pantas kah aku buat mu?" Tanya Arnold tatapan sendu


"Mas aku bener-bener males bahas ini, aku juga lelah" Ucap Aisyah kesal


"Tidurlah, aku akan tidur di sofa jika kamu tidak nyaman dengan ku" Ucap Arnold seakan pasrah


Arnold mengambil bantal dan menelpon pihak hotel minta selimut satu lagi, tidak lama pihak hotel datang membawa selimut untuknya. Lalu Arnold tidur di sofa dengan tatapan ke langit-langit.


Aku tau semua akan berakhir indah entah bagaimana caranya. Gumam dalam hati Arnold


Seketika ada rasa bersalah di diri Aisyah melihat suaminya tertidur di sofa dengan kaki menggantung seperti itu, hal itu membuat tidur suaminya menjadi tidak nyaman.

__ADS_1


Aku sudah memberikan dia kesempatan untuk menikah dengan ku lalu aku memberikan syarat pada nya supaya tidak melakukan KDRT pada ku, seharusnya aku tidak boleh bersikap seperti ini. Gumam hati aisyah


"Mas Arnold, Mas" Ucap Aisyah sambil mengelus wajah suaminya


"Aisyah, Kamu kenapa?" Tanya Arnold penuh khawatiran


"Aku baik-baik saja, kita tidur di kasur ya" ajak Aisyah sedikit kikuk


"Tidak apa aku di sini saja jangan khawatir" Ucap Arnold tersenyum hambar


"Ini hari pertama kita nikah mas, kita tidur di kasur bersama"


ucap Ausyah mengajak Arnold ke kasur


"Aku takut khilaf Aisyah, aku takut tidak bisa menahan hasrat ku" Timpal Arnold sendu


"Aku paham, aku istri mu jadi jika kau butuh menyalurkan hasratmu aku bersedia mas" Jawab Aisyah tersenyum


"Apa kau yakin Aisyah?" Tanya Arnold memastikan


Aisyah hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum


"Sayang apa kamu bener-bener bersedia?" Tanya Arnold meyakinkan dirinya


Aisyah hanya tersenyum lalu mengangguk


Bismillahi Allahumma Jannibnas Syaithoona wa Jannibnis Syaithoona maa Rozaqtana


Arnold langung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Aisyah.


Apa yang dilakukan pasangan suami istri itu, di bayangkan sendiri aja ya, takut travelin otak Authornya. 😁


Mereka mulai menjalankan tugas hak dan kewajiban seorang suami istri. Arnold sungguh menuntaskan hasratnya. Aisyah sudah menjadi istri seutuhnya untuk Arnold


Adzan subuh berkumandang Aisyah segera bangun dan memindahkan tangan suaminya tapi saat ingin turun dia ingin segera membersihkan tubuhnya dan menjalankan kewajiban sebagai umat muslim yang sudah ada di dalam dirinya sebelum lahir.

__ADS_1


Aisyah menikmati berendam air hangat untuk tubuhnya.


"Sayang, kamu ada di dalam kamar mandi kan?" Tanya Arnold khawatir dan panik


"Iya mas, sebentar lagi" jawab Aisyah menyaut


"Ya sudah kita mandi bersama ya ini juga sudah memasuki subuh takut kesiangan, buka dulu pintunya" ucap Arnold meyakinkan istri


"Iya mas" Ucap Aisyah singkat


Keduanya menjalankan ibadah shalat subuh berjamaah, berdzikir pagi, Aisyah mengambil tangan suaminya lalu menciumnya, Arnold pun sama mencium tangan istrinya lalu keningnya. Bagi istrinya sedikit aneh.


"Mas Arnold" panggil Aisyah ingin menanyakan sesuatu


"Iya sayang" sahut Arnold menghampiri istrinya di ranjang


"Kenapa kamu mencium tangan ku juga?" Tanya Aisyah heran


"Oh itu, entahlah karena di keluarga ku seperti itu" Ucap Arnold menatap istrinya


"Maksudnya?" Sahut Aisyah yang bingung


"Kita ke resto atas aja yuukk, nanti kamu salim sama Umi dan Aby" ucap Arnold tersenyum, jawaban Arnold tambah membuat bingung Aisyah


Jam sudah menunjukan delapan pagi Aisyah dan Arnold jalan ke atas menuju restoran yang di sediakan khusus keluarga Almahendra.


"Tuh mereka salim lah" Pinta Arnold


"Kamu dulu lah, baru aku" Ucap Aisyah dongkol sama suaminya


Arnold salim kepada Umi Aby ayah ibu yang sekiranya di atas dia umurnya, Aisyah kaget saat tiba-tiba Abynya mau mencium tangan Aisyah, Arnold cuma tertawa, Arnold menjelaskan pada umi dan aby.


"Aby kata Aisyah kenapa disaat anak-anak umi salim umi dan aby malah balik mencium punggung tangan anak-anaknya juga" ucap Arnold yang terkikik melihat istrinya diem


"Ya ampun kirain ada apa, sebenernya aby dan umi melakukan itu hanya ingin saja, lagian tidak ada salahnya juga mencium tangan anak, sama-sama saling menghargai saja, masa yang muda terus mencium tangan orangtuanya, lagi pula untuk apa di permasalahkan, umi dan Abi santai-santai aja" jawab Abi senyum

__ADS_1


"Sudah dapat jawabannya belum?" tanya Arnold pada Aisyah


"Iya sudah" sahut Aisyah canggung


__ADS_2