
"Justru kesini mau minta sarapan mbak" jawab Santi nyengir dan di sentil keningnya oleh Damar
"Nanti di sangka mbak Aisyah aku tidak mampu kasih kamu makan" ucap Damar kesel
"Tidak apa Damar, Santi sering begitu jika bercanda, mbak juga tidak mungkin berpikir sejauh pikiran kamu" ucap Aisyah tertawa
"Sakit tau bibit-bibit KDRT seperti ini, awalnya main sentil" sahut Santi kesel mengelus keningnya yang sakit disentil suaminya
Aisyah tertawa, dia juga sering di sentil oleh Arnold dan pernah mengadu pada Ayah dan Ibu dirinya sudah di KDRT Arnold
Santi seperti aku ternyata, disentil sedikit selalu bilang bibit KDRT. Gumam hati Aisyah
"Bunda kaka pulang" panggil Khanza senang
"Lho memang kalo senang sepert ini masuk rumah tidak perlu pakai salam ya? Nasehat Aisyah
"Ups, maaf bunda kaka akan ulangi masuk ke dalam rumah" jawab Khanza menuju keluar.
"Ada apa kok kaka keluar lagi? tanya Arnold mengambil barang belanjaan di bagasi
"Tadi kaka tidak mengucap salam, jadi bunda tegur kaka" jawab Khanza polos
"Anak pintar, ayo sekarang masuk bareng ayah" ajak Arnold menggandeng tangan Khanza menuju dalam
"Assalamu'alaikum bunda" ucap Khanza dan Arnold senyum
"Wa'alaikumsalam, kalian dari mana? Kenapa banyak sekali belanja buah?" tanya Aisyah mencium tangan Arnold dan Arnold pun mencium kening Aisyah
"Iya bunda tadi kaka ke pasar tradisional, terus belanja buah melon dan semangka kesukaan kaka" jawab Khanza semangat
"Tau kaka mau ke pasar bunda titip sesuatu" ucap Aisyah mencium pipi Khanza gemes
"Memang bunda mau titip apa?" tanya Khanza menatap bundanya
"Mau titip kue sagu rangi di pasar, biasanya di parkiran" jawab Aisyah lembut
"Eh ada tamu rupa nya" ucap Arnold melihat Santi dan Damar di ruang tamu
"Mas Arnold dari mana?" tanya Damar salim pada Arnold Santi bangun dan salim
"Habis dari pasar belanja buah sama Khanza tuh" jawab Arnold menunjuk belanjaan
"Ayah kok tidak ngabarin mau kepasar?" tanya Aisyah cemberut
"Makanya bunda ikut, diajak nolak terus" jawab Arnold mencium bibir Aisyah sekilas
"Ada Khanza, jangan main asal nyosor aja" ucap Aisyah kesel
"Tapi aku lagi mau kue rangi" ucapnya kembali merengek pada Arnold
"Biar Damar belikan saja mbak, mas Arnold kasihan baru sampai" sahut Damar
__ADS_1
"Tumben sekali ingin kue macam itu sayang?" tanya Arnold heran melihat tingkah istrinya
"Mbak Aisyah lagi isi lagi kali tuh mas, coba aja di cek" jawab Santi senyum
"Kamu sudah telat?" tanya Arnold pada Aisyah dan menatapnya
"Aku lupa sih, siklus aku kan memang tidak pernah tepat mas selalu berubah-ubah" jawab Aisyah senyum
"Sekalian Damar beliin kue rangi dan tespek, boleh kan mas Arnold?" tanya Damar hati-hati
"Bagus juga ide kamu, ya sudah tolong belikan ya" jawab Arnold senyum
Damar dan Santi keluar membeli sesuatu yang di butuhkan
"Semoga istri aku ini kembali mengandung, aamiin" ucap Arnold mengelus perut Aisyah
"Kalo hasilnya Negatif bagaimana?" tanya Aisyah bingung
"Masih Negatif? Berarti kita harus buat lagi segera di kamar supaya menjadi Positif" jawab Arnold menggoda
"Mau nya kamu itu" ucap Aisyah cemberut
"Kamu juga di ajak mau dan menikmati apa lagi selalu keluar de***h bikin aku semangat" sahut Arnold tergelak
"Mesum" jawab Aisyah singkat
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Sayang makin bohay aja" ledek Arnold senyum
"Mau bilang gendut ngomong aja" sahut Aisyah jengkel
"Bukan gendut tapi bohay, kehamilan kedua makan kamu jauh lebih meningkat aku seneng" jawab Arnold ngedusel dileher Aisyah
"Lebih baik ayah berangkat kerja gih" pinta Aisyah suaminya selalu meledek
"Suka-suka dong, ayah mau dirumah hari ini ingin main sama bunda" goda Arnold menaik turunkan alis
"Egois, giliran buat diri sendiri ada maunya gak berangkat kerja, giliran kemarin bunda minta temenin tetap tuh berangkat kerja" jawab Aisyah kesel
"Oke maaf setelah ini tidak akan di ulangi, tapi mau kan pagi ini temani ayah di kamar seharian?" tanya Arnold mengelus perut Aisyah
"Sehari ya gak bisa dong, emangnya Khanza mau di lupai" jawab Aisyah menjewer kuping Arnold
"Aww sakit bunda, Ayah lupa udah ada kaka di antara kita" ucap Arnold santai tersenyum
"Kamar yukk, kan katanya mau temani Ayah" ucap Arnold kembali membawa istrinya ke kamar
"Jangan lama-lama, Kaka pulang cepet gurunya ada rapat" jawab Aisyah lembut
"Siap, tidak akan lama cuma beberapa kali saja" ucap Arnold nyengir
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
setelah urusan kenikmatan mereka berdua istirahat, waktu sudah menunjukan pukul sembilan pagi, Aisyah segera membersihkan dirinya.
"Assalamu'alaikum, Bunda" ucap Khanza
"Wa'alaikumsalam kaka sudah pulang tumben" jawab Bibi Sri ramah
"Iya bi, gurunya ada rapat, Bunda kemana bi kok sepi?" tanya Khanza duduk di ruang Tv
"Bunda sama Ayah ada kok di kamar" jawab bibi Sri lembut
"Ada Ayah bi? ayah kenapa tidak bekerja?" tanya Khanza heran
"Mungkin ayah mau menemai bunda, kan di dalam perut bunda ada adik kaka" jawab bibi Sri
"Oh iya kaka lupa di perut bunda ada adik aku" sahut Khanza senang jalan menuju kamar utama
"Ayah, Bunda" panggil Khanza mengetuk pintu kamar
Kenapa sepi tidak ada yang menjawab. gumam Khanza pelan
"Ayah, Bunda, kaka boleh masuk tidak?" tanya Khanza mengetuk kembali pintu kamar orangtuanya
"Mungkin bobo Ayah dan Bunda kak" ucap bibi Sri
"Masa bobo lagi, Ayah, Bunda kaka masuk oke" teriak Khanza dan langsung masuk setelah menekan pin pintu
"Bunda, Ayah" ucapnya kembali melihat Ayahnya di bawah selimut tanpa mengenakan baju
Aisyah keluar dari kamar mandi hanya menggunakan kimono kaget melihat anaknya duduk di depan meja rias memainkan alat-alat Aisyah
"Kaka sudah pulang sayang, maaf ya bunda baru mandi" ucap Aisyah lembut menghampiri anaknya
"Iya bunda, maaf ya bunda kaka masuk ke kamar, kaka sudah ketuk tiga kali tapi tidak ada yang menjawab" sahut Khanza senyum mencium tangan Aisyah
"Anak bunda pinter, ingat apa yang bunda kasih tau" jawab Aisyah mencium pipi Khanza
"Kata bunda kan jika dalam ketukan ketiga tidak ada yang menjawab kaka boleh langsung masuk, tapi bukannya bunda sudah mandi tadi subuh kenapa mandi lagi" tanya Khanza polos
"Bunda kan masak lalu tadi bunda ketiduran sebentar, masa gak mandi habis bobo nanti bau dong" jawab Aisyah menggelitik pinggang Khanza
"Iya-iya bunda ampun geli" sahut Khanza tertawa
"Ayah kok belum bangun bun? kaka bangunin boleh?" tanya Khanza
"Jangan, biarkan saja ayah bobo biasanya kan ayah sibuk bekerja, mungkin ayah cape" jawab Aisyah sambil mengeringkan rambut
Kalo Khanza yang bangunkan bahaya, Mas Arnold kan tidak pakai apapun yang ada Khanza melihat si Junior. Gumam hati Aisyah
"Bunda kaka mau bikin spaghetti sama bunda, kaka tunggu di dapur ya siapin bahannya sama bibi" ucap Khanza senang dan keluar kamar
__ADS_1
Untung saja Khanza tidak maksa membangunkan Ayahnya. gumam Aisyah pelan