CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Cerita Khanza


__ADS_3

Itulah Adi dengan segala keromantisannya pada sang bunda, dia tidak pernah malu melakukan hal itu depan teman-temannya, bahkan Aisyah sempat khawatir jika dia membuat anaknya dijauhi oleh teman-teman yang menganggap dia anak bunda, apa-apa kata bunda, harus ini itu kata bunda, ternyata dia bisa bergaul dengan baik tentu saja ada batasannya.


Arnold pun bahagia memiliki anak laki-laki yang dekat sekali dengan bundanya, terkadang satu ikatan batin, jika bundanya sedih Adi berasa badmood, jika bundanya kurang sehat, Adi pun ikut sakit, itulah ikatan ibu dengan anak laki-lakinya, kalau Khanza lebih ke ayahnya mungkin memang sudah hukum alamnya seperti itu, anak laki akan dekat dengan ibu nya, dan anak perempuan cinta pertamanya adalah ayahnya tidak bisa ada yang mengubah itu semua.


"Kaka libur?" tanya Arnold mengelus kepala anaknya


"Iya ayah tinggal nunggu hasil kelulusan" ucap Khanza menonton tv


"Ya sudah ayah berangkat ke kantor dulu ya sayang,muach" ucap Arnold mencium pipi Khanza dan Khanza mencium tangan ayahnya


"Ayah mau berangkat sekarang?" tanya Aisyah lembut


"Hem, lagi banyak kerjaan dikantor, kasihan Andre, ayah berangkat ya bun" ucap Arnold mencium kening, pipi dan bibir sekilas 


"Kebiasaan, ada kaka tau" bisik Aisyah suaminya hanya tersenyum semanis mungkin


"Sepi deh ngga ada ayah" ucap Khanza "oh ya bun, kaka mau cerita tadi kenapa lupa ya, oh gara-gara Adi nih jadi lupa" cerocos Khanza


"Cerita apa? Seru ndak nih ceritanya?" Goda Aisyah membelai rambut sang anak yang mulai panjang

__ADS_1


"Bunda kebiasaan" ucap Khanza cemberut "bun, kemarin masa ada laki-laki yang bilang cinta ke kaka, tapi kan bunda selalu bilang jangan pacaran itu hanya nambah dosa, terus kaka bilang gitu ke dia, lalu dia bilang kaka sok alim dan munafik bun,sedih deh dibilang begitu" ucap Khanza sedih


"Terkadang yang menurut orang itu benar hasilnya belum tentu benar dan sebaliknya, kita hidup di dunia ini hanya sebuah panggung sandiwara, tidak hidup abadi di dunia ini, Allah sudah mengatur jalan cerita umatnya yang ada dibumi, biarlah orang membicarakan kita hitung-hitung mengurangi dosa kita kan, ingat ya nak laki-laki yang tulus mencintaimu adalah laki-laki yang mampu menjaga kehormatan mu bukan merusak dirimu sampai kamu halal untuknya, jika laki-laki itu merusak atas nama cinta itu bohong besar, itu hanya laki-laki yang dipenuhi oleh nafsu belaka tidak ada cinta yang sesungguhnya, bunda berharap kakak tidak pacaran, tapi bila ingin mencoba pacaran ingat pesan bunda sebelumnya tadi laki tidak akan merusak wanitanya bila dia cinta karena Allah"


"Akan kakak selalu ingat pesan bunda, terima kasih ya bunda sudah terus mendukung kakak, oh ya bun satu lagi, kaka punya rahasia, sebenernya laki itu juga bilang lihat saja perempuan kaya si Khanza mudah buat gua tiduri, kaka harus gimana bun" ucap Khanza takut


"Astaghfirullah, dia bilang sama kamu begitu?" tanya Aisyah penasaran


"Bukan dia ngomong ke temannya, lalu temanku merekam dan dikirim rekamannya ke aku, supaya aku bisa berhati-hati bun" ucap Khanza takut


"Kirimin rekamannya ke bunda, biar ayahmu yang bertindak dengan laki-laki seperti itu, hanya bisa merusak anak gadis orang saja, jangan-jangan sudah ada gadis yang dia rusak" ucap Aisyah emosi


"Kirimin sekarang ya ke bunda videonya" ucap Aisyah lembut


Setelah mendapat rekaman tersebut, Aisyah menghubungi suaminya dan menceritakan semua yang dikatakan Khanza serta Aisyah memberikan juga rekam video pada Arnold, ya Arnold sangat murka tau anak gadisnya dalam bahaya, Arnold langsung cerita pada Andre sama halnya Andre marah dan mereka berdua punya rencana, rencana yang pertama yang pasti memberikan bodyguard diam-diam pada Khanza.


"Kok bunda langsung hubungi ayah sih?" tanya Khanza melihat bundanya


"Supaya cepat di selesaikan sayang sama ayah dan uncle Andre, kamu tau sendiri uncle Andre seperti apa bila keponakan kesayangannya ini di sakiti oleh orang" jawab Aisyah penuh kasih sayang pada anaknya

__ADS_1


"Makasih ya bun, kaka benar-benar beruntung ada di dalam keluarga ini, Khanza selalu diberikan kasih sayang sama bunda ayah, kakek nenek dan yang lainnya" ucap Khanza memeluk Aisyah penuh sayang


"Itu sudah kewajiban bunda dan ayah untuk memberikan kasih sayang dan juga melindungi anaknya, bunda juga bangga sekali sama kaka, kaka tidak pernah membantah apa yang bunda dan ayah perintahkan" ucap Aisyah mengelus kepala dan pundak anaknya


"Bunda, apa bila kaka tidak jadi ambil kedoteran boleh?" tanya Khanza hati-hati


Aisyah pun kaget dengan pertanyaan anaknya "Lho kenapa, bukankah itu cita-cita kaka menjadi dokter bedah yang hebat?" tanya balik Aisyah menatap anaknya


"iya sih bun, sebenarnya ada dua, kaka juga ingin jadi psikolog, tapi kaka juga mau jadi dokter, menurut bunda bagaimana, apa yang harus kaka pilih biar ngga salah ambil" ucap Khanza sendu


"Bunda hanya bisa mendukung apa yang kaka mau, nanti coba kaka cerita lagi sama ayah, siapa tau pemikiran ayah lebih luas tentang ilmu kedokteran serta ilmu psikolog biar kamu terbuka akan milihanmu sebelum terlambat, dan satu lagi yang paling penting, tanya kan pada sang pencipta bumi ini, meminta pilihan yang terbaik atas petunjuknya gelar lah sajadah mu di sepertiga malam, jangan dilupakan itu dan gelarlah sajadahmu juga di setiap pagi waktu dhuha, karena akan membuka pintu rezeki untuk mu" penuturan Aisyah yang membuat Khanza semakin bangga dan bahagia memiliki bunda seperti dirinya.


"In Syaa Allah kakak akan istiqomah di sepertiga malam itu dan dhuha nya bun, sekali lagi makasih ya bun" ucap Khanza memeluk bundanya dengan erat


"Maaf ya jika bunda dan ayah belum bisa memberikan kaka dan adik fasilitas mewah seperti teman-teman kalian, ayah dan bunda hanya bisa memberikan apa yang ayah dan bunda mampu" ucap Aisyah masih memeluk anaknya


Khanza pun melepaskan pelukannya dan menatap bundanya yang mulai berkaca-kaca. "Bunda bicara apa sih, bunda dan ayah itu sudah sangat perfect kok buat kaka dan Adi, lagian kaka tidak butuh kemewahan, banyak kok teman kaka dapat fasilitas mewah dari orangtuanya tapi mereka tidak dapat kebahagian dan kasih sayang dari orangtuanya karena kedua orangtuanya sibuk bekerja masing-masing pulang hingga larut bahkan teman kaka bisa mendapatkan kebebasan di jam malam tanpa sepengetahuan kedua orangtuanya, kaka lebih suka begini bunda selalu ada di rumah menyambut kaka pulang sekolah makan pagi, siang, malam selalu sama bunda, ayah pun bekerja santai berangkat jam 7 sudah kembali ke rumah jam 4 kalo pun lembur jam 7 paling malam, kaka bahagia seperti ini, tidak butuh kemewahan" ucap Khanza sungguh-sungguh menatap bundanya.


Aisyah sangat bersyukur karena kedua anaknya sampai saat ini memang tidak menuntut apapun selain kasih sayang dari ayah dan bundanya.

__ADS_1


__ADS_2