CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Ketakutan Aisyah


__ADS_3

Arnold menuju kamar mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, terpaksa Arnold dan Rama mendobrak pintu itu, dan melihat aisyah sedang berjongkok di pinggir ranjang ketakutan, baby khanza yang menangis langsung di gendong oleh Nadia dan di bawa keruang tengah.


"Sayang ini aku suami kamu" ucap Arnold mengelus kepala aisyah


Aisyah masih meronta ketakutan dan minta dilepaskan, Arnold memeluk istrinya.


"Sayang...hei ini aku Arnold suami mu, kamu sudah aman sayang jangan khawatir ya" ucap arnold penuh kasih sayang


"Ta...ta...ta..di Ren..dy da..tang, a..ku ta...kut..hikss..hikss" sahut aisyah menangis


"Manusia itu sudah tidak ada, jadi kamu jangan takut ada aku, aku janji akan selalu ada buat kamu ya sayang" ucap arnold memberi kehangatan dan kenyamanan


"Istirahat ya di kasur, aku akan bersama mu, Rendy tidak akan datang lagi kerumah ini" ucapnya kembali


Aisyah akhirnya mau untuk naik ke atas ranjang dan istirahat, Arnold berbicara pada Rama mengenai kejadian sebenernya,Rama dengan senang hati menceritakan dan memberika foto motor yang digunakan, tanpa menunggu lama Arnold meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan rendy dan suruh dibawa ke gudang kosong milik arnold


Orangtua aisyah pun sangat kaget atas apa yang menimpa pada putrinya, ibu selalu memeluk aisyah, sampai aisyah merasa tenang.


"Sayang kamu makan ya, ini aku bawakan makanan kesukaan kamu, nasi, sop iga, perkedel, dan buah, aku suapin ya" ucap arnold senyum


"Aku tidak mau makan" sahut aisyah memeluk arnold masih ketakutan


"Sayang harus makan, baby Khanza kan juga butuh asi dari bunda nya ya" rayu arnold


Mengingat baby khanza aisyah segera makan, disuapi oleh suaminya penuh dengan kasih sayang selesai makan arnold mengambil baby khanza dari neneknya dan masuk ke kamar.


"Bunda...khanza kangen seharian tidak di gendong sama bunda" ucap arnold menirukan suara anak-anak


"Bunda juga kangen sama baby khanza, sini bunda gendong" sahut aisyah senang


"Hmmm ayah nya sudah dilupakan ya?" tanya Arnold melihat istrinya becanda dengan baby


"Terima kasih ya ayah sudah sabar menghadapi bunda" jawab aisyah sendu


"Sayang jangan bicara seperti itu ya, kita hadapi masalah apapun bersama-sama, kamu jangan takut lagi sama manusia itu, aku sedih melihat kamu ketakutan seperti tadi siang" ucap arnold sedih


Aisyah memeluk suaminya, dia merasa bersalah karena tidak bisa melawan Rendy.


"Mas Arnold, percayalah aku tidak mungkin selingkuh dari kamu, aku sangat beruntung bisa menikah dengan mu dan kamu selalu memberikan kebahagian buat aku, meski mas arnold bukan cinta pertama aku, tapi aku yakin mas arnold imam pertama dan terakhir untuk ku" tutur aisyah sedih


"Jaga hati kita untuk tidak berbagi pada siapapun, aku akan selalu genggam tangan mu apapun yang terjadi, jangan sampai kita melukai hati ini, hidup dengan mu semua sangat berbeda aku merasakan kasih sayang yang tulus darimu serta dari keluarga mu, jadi kamu jangan pernah ragukan kesetian yang aku miliki untuk kamu dan keluarga kecil kita" ucap arnold mencium kening istrinya dan baby khanza.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Beberapa hari kemudian Rendy tertangkap oleh anak buah Arnold dan dibawa ke tempat yang awal di bicarakan Arnold, tak menunggu lama Arnold langsung menemui Rendy yang sudah di ikat oleh anak buahnya


Bughh....


"Sangat berani anda berurusan dengan saya Rendy, anda sudah menyakiti istrinya, hehh katanya anda cinta tapi menyakitinya, laki-laki macam apa anda ini" ucap arnold emosi


Bughh ....


"pukulan yang saya berikan kepada mu tidak akan cukup atas apa yang telah anda lakukan" ucap arnold kembali


"Saya minta maaf, sa..saya khilaf" jawab Rendy ketakutan


"khilaf anda bilang? membuat istrinya trauma atas perbuatan anda" teriak arnold emosi


seketika arnold mematahkan tangan kanan Rendy, yang punya tangan hanya teriak kesakitan dan memohon ampun menangis, arnold yang geram tidak berhenti disitu dia terus menghajar habis-habisan.


"sudah cukup tolong maafkan saya, saya tidak akan mengganggu aisyah lagi" ucap Rendy kesakitan dan menangis


"Panggilkan dokter untuk mengobati tangan dia, jangan biarkan dia kabur dari sini" ucap arnold pergi


Menjelang subuh


"Terima kasih juga ya Allah sudah memberikan pendamping untuk hidupku wanita hebat dan kuat, yang sudah rela berkorban untuk ku serta rela meninggalkan keluarganya demi menikah dengan ku" timpal arnold membuka mata tersenyum


"Ikhh kamu sudah bangun, ngerjain aku ya" sahut aisyah cemberut


"Istri ku ternyata kalau pagi mengagumi suami nya ya" ucap arnold tertawa


"Sudah akh sana mandi sebentar lagi adzan subuh" ucap aisyah cemberut


"Kiss dulu baru aku mandi" sahut arnold menggoda


Cup ...


"Sana mandi" titah aisyah


Cup ...


"Yang bener tuh disitu cium nya bukan di pipi" timpal arnold mencium di bibir aisyah dan tertawa

__ADS_1


Arnold memilih tidak bekerja, dia ingin memberikan kejutan untuk Aisyah dan Baby Khanza, Arnold terus melajukan mobilnya sampai di perumahan dan berhenti di salah satu rumah yang sederhana tidak terlalu besar tapi nyaman untuk di tinggali.


Rumah yang halaman luarnya pun hanya cukup 1 mobil serta ada garasi untuk 1 mobil juga dapur sederhana ruang makan, ruang TV sederhana dekat dinding tv ada jam digital mengeluarkan suara murotal 24jam, ruang tamu utama dengan dinding berwallpaper Masjidil Haram dan Masjid Nabawi terlihat sangat Islami, Kamar 3 Pintu, satu kamar utama yang cukup luas yang akan di gunakan untuk Arnold dan Aisyah, dua kamar lagi tidak terlalu luas (mungkin untuk anak-anak ya ...he..he.. he), ada taman belakang tidak terlalu besar terlihat pintu kaca menghubung ke kamar utama.


Aisyah tak henti mengucap syukur atas pengorbanan dan usaha suaminya, kenapa arnold tidak memberikan rumah mewah meskipun dia mampu? Sebab rumah sederhana lah keinginan aisyah, menurut nya rumah sederhana akan selalu terisi tiap sudutnya berbeda dengan rumah mewah yang akan di isi mungkin bagian tertentu saja.


Aisyah ingin di saat dia sedang memasak terliat anak dan suaminya duduk di meja makan, ketika dia makan melihat anaknya duduk memonton tv jadi tidak ada pembatas antara dapur ruang makan serta ruang tv


"Makasih ya mas sudah memberikan rumah ini untuk keluarga kecil kita" ucap aisyah berkaca-kaca


"Iya sayang, terima kasih juga telah mendoakan suami mu ini di setia shalat dan doa-doamu setiap harinya" jawab arnold mencium kening aisyah


"Kapan rencana kita pindah ke sini mas?" tanya aisyah


"Mungkin seminggu lagi ya sayang karena furniture nya belum lengkap semua" jawab arnold memeluk aisyah


"Ya allah, tangan suami ku ini digunakan untuk bekerja menafkahi keluarganya semoga Engkau selalu memberikan keberkahan kepadanya dan diberikan pekerjaan sesuai di jalanmu, serta Engkau pun senantiasa melindunginya dari setan-setan yang mengganggu aamiin" ucap aisyah senyum memegang tangan arnold lalu menciumnya bolak balik


"Ya Allah istri ku ini senantiasa mendampingi suaminya, semoga hamba mampu menjaga, melindungi dan memberikan kasih sayang untuk nya seperti apa yang dia dapat dari ayah, ibu serta keluarganya dari lahir sampai saat ini, istri ku ini juga rela mengandung dan melahirkan anak untuk ku, kelak istri ku akan menjadi Bidadari Surga di Rumah mu, aamiin" tutur arnold mencium kening, tangan istrinya bolak balik dan mencium bibirnya


Mereka kembali ke kediaman ayah daniel untuk memberikan kabar gembira, ayah dan ibu senang walaupun hatinya sedih anaknya akan meninggal rumah. Tapi itulah fitrah seorang istri yang harus mengikuti suaminya kemana si suami pergi mengajaknya.


"Mbak kata ayah dan ibu mbak aisyah mau pindah ya?" tanya bayu sendu


"Iya dee, Alhamdulillah mas Arnold membeli rumah untuk keluarga kecil mbak, doain ya semoga mbak terus bahagia" jawab aisyah memeluk bayu


"Yaahhh rumah ini akan sepi dong jika mbak aisyah, khanza pindah" ucap bayu sedih


"Bayu, Santi ayah dan ibu kan bisa main kerumah mbak, mbak pun akan sering-sering main ke sini jika mas arnold mengizinkan" sahut aisyah menenangkan bayu


"Baby Khanza jika sudah pindah jangan lupain uncle bayu ya?" tanya bayu pada baby khanza menoel pipinya


"Khanza tidak mungkin melupakan uncle bayu dong, khanza kan sayang uncle" jawab aisyah suara anak kecil, tertawa


Arnold yang melihat kedua saudara itu hanya tersenyum, Arnold pun paham atas kesedihan bayu, selama ini bayu adik yang sangat dekat dengan aisyah dan selalu manja sama aisyah, apapun masalah yang dihadapi bayu selalu saja ceritanya ke aisyah, di saat aisyah akan pindah yang paling kelihangan pasti bayu.


"Bayu, rumah baru kita kan tidak terlalu jauh dari sini, jadi bayu tiap hari mau ke rumah nanti silahkan saja, jika bayu mau cerita apapun ke mbak aisyah lewat telpon 24 jam juga mas arnold izinkan kok" ucap arnold tiba-tiba


"Iya mas arnold, tapi mungkin berbeda biasanya bayu pulang sekolah melihat mbak aisyah sekarang pasti sepi" ucap bayu menunduk


Aisyah langsung memeluk bayu dia paham kesedihan bayu tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya seorang istri mencari Ridho suami.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2