
"Kaka sudah siapin bahan membuat spaghetti bun" ucap Khanza happy
"Oke, sekarang kita buat Spaghetti Spesial ala Chef Adiba Khanza Zavier" sahut Aisyah tertawa dengan Khanza dan bibi
"Semua yang ada di rumah harus cobain hasil masakan kaka, tidak boleh menolak" ucap Khanza tegas
"Baik Chef" sahut bibi Sri
"Bunda bangunin Ayah sebentar, supaya Spaghetti jadi ayah bisa langsung makan" ucap Aisyah mencium pipi khanza
Khanza memberikan tanda OK di jarinya
"Ayah bangun, kaka sudah pulang" ucap Aisyah mencium wajah suaminya
"Hmm, dari kapan?" tanya Arnold masih merem
"Dari tadi, dia hampir saja mau bangunin kamu, kaka kalo bangunin pasti buka selimut kita terus langsung naik duduk di paha atau perut" jawab Aisyah mengelus wajah Arnold
"Kaka nya mana?" tanya Arnold males
"Lagi buat Spaghetti untuk kita semua, semua yang ada dirumah ini harus mencoba nya, lagi semangat dia, kamu mandi ya aku siapin air hangat, handuk dan baju" jawab Aisyah jalan menuju kamar mandi
Dikamar mandi Arnold menggoda istrinya, memeluk dari belakang
"Ayah lepasin, aku mau balik ke dapur" ucap Aisyah mencoba melepaskan tangan suaminya
"Sebentar doang" sahut Arnold mempererat pelukannya
"Jangan seperti ini, lebih baik kamu mandi biar seger" ucap Aisyah kesel
Tangan Arnold sudah berada di dua bakpao yang dia senangi sesekali me****s nya
"ARNOLD ZAVIER lepaskan" ucap Aisyah emosi
"Iya-iya begitu aja marah, dosa marah-marah sama suami" sahut Arnold kesel
Aisyah meninggalkan suaminya di kamar
Menyebalkan sekali Mas Arnold semakin lama seperti anak kecil. Gumam Aisyah pelan
"Bagaimana sudah jadi belum Spaghettinya, Bunda jadi lapar nih" ucap Aisyah melihat anaknya
" Sebentar lagi Bunda, Bunda aku saos nya di pisah takut pedas" ucap Khanza"
"Itukan saos tomat sayang tidak akan pedas" sahut Aisyah lembut
"Tapi di pisah saja ya bun, bunda duduk saja di meja makan" ucap Khanza
Arnold keluar kamar mendekati Aisyah.
Cup...
Satu ciuman mendarat di pipi Aisyah
"Jangan ngambek, nanti dedek utun di dalam perut sedih" bisik Arnold menggigit kuping Aisyah sedikit
"Hari ini dedek utun lagi mau apa?" tanya Arnold kembali
"Ayah, masakan kaka sudah jadi kita makan" ucap Khanza senang
"WOW Amazing, Ayah jadi lapar, Bidadari ayah semakin hebat" ucap Arnold bahagia
Bertiga makan Spaghetti buatan Khanza, ya sebenernya bibi yang ngolah,
"Enak sekaki sayang" ucap Arnold senang
"Terima kasih ayah, bunda kenapa, tidak enak ya?" tanya Khanza
"Enak sayang, tapi Bunda makan sedikit saja ya, bunda agak mual dikit" sahut Aisyah hati-hati
"Karena dedek di dalam perut bunda masih baby kaka, jadi tidak bisa makan Spaghetti takut keselek" ucap Arnold ngasal
__ADS_1
"Oh begitu baby di dalam tidak bisa makan Spaghetti, iya juga ya Spaghetti kan panjang baby kecil pasti tidak bisa masuk ke mulutnya" imajinasi Khanza
Aisyah dan Arnold tertawa bahagia
"Kamu lagi apa sayang" tanya Arnold mengelus Aisyah yang sedang nonton Tv
"Mau nginep di rumah Ayah Daniel" ucap Aisyah takut
Sebenernya aku lagi sedikit malas kesana, hadeuh gimana ini ya, nolak pasti dia sedih dituruti serba salah, apalagi disana tempat teman Aisyah yang duda itu. Gumam hati Arnold
"Gimana kalo jalan-jalan saja keliling bagaimana?" tanya Arnold hati-hati
"Kita istirahat saja dirumah, aku tidak apa-apa kok" jawab Aisyah pelan
Pasti Mas Arnold tidak mengizinkan aku kerumah Ayah, dan menurut Mas Arnold kan aku kalo di rumah Ayah selalu membantah, serta dekat dengan rumah mas Adam. Gumam Aisyah
"Kita kemana gitu yuk, yang dekat-dekat sini saja" ucap Arnold
"Kamu tidak perlu mencoba mengalihkan Mas, jika memang tidak bisa cukup jawab tidak jangan putar-putar omongan Aisyah" sahut Aisyah tenang
Aisyah memanggil aku Mas lagi bukan sebutan Ayah dan memanggil dirinya sendiri dengan nama. Gumam hati Arnold
"Bukan seperti itu maksud aku, begini.." ucap Arnold terpotong
"Tidak perlu di jelaskan Mas, aku paham kok" ucap Aisyah lembut
Bagaimana ini, apa aku turuti saja. Batin Arnold gelisah
"Aku mau ke kamar Mas, mau rebahan sebentar aku pegel, tolong jagain Kaka ya hari ini" ucap Aisyah berjalan menuju kamar
Aku harus tenang dan tidak boleh Egois, jika suami ku tidak mengizinkan aku harus terima tidak boleh bete seperti ini. Gumam Aisyah pelan
"Ayah, Bunda mana?" tanya Khanza
"Bunda di kamar lagi istirahat sayang" jawab Arnold menggendong Khanza
"Ayah kita main kerumah kakek Niel yuk, kaka kangen sama Uncle Bayu" ucap Khanza
Aduh kenapa Khanza minta kerumah Ayah Daniel juga sih. Gumam hati Arnold
"Kaka mau ke sana Ayah" pinta Khanza maksa
"Uncle bayu aja suruh main ke sini, bagaimana?" tanya Arnold lembut
"Tidak deh, kaka mau bobo siang saja sendiri di kamar, turunin kaka Ayah" jawab Khanza
Kenapa bunda sama anaknya jadi begini. Gumam Arnold lirih
Dua hari setelah kejadian Aisyah minta main kerumah orangtuanya sikapnya masih berbeda, sedikit menghindar dari Arnlod
"Aku sama Kaka berangkat dulu ya bun" ucap Arnold
"Hati-hati dijalan, kaka baik-baik ya di sekolah harus jadi anak cerdas" ucap Aisyah lembut
Aisyah mencium tangan Arnold saat Arnold ingin mencium kening Aisyah dia langsung sedikit menghindar.
"Aku mohon jangan ke kanak-kanakan sikap kamu Aisyah" ucap Arnold ketus
Kenapa Mas Arnold berubah, sebenernya ada apa? Setiap di ajak kerumah ayah Daniel dia memang selalu menghindar, padahal dia dulu tidak seperti itu. Batin Aisyah
Waktu sudah menunjukan jam 12.00 siang.
💌Aisyah
Andre kaka boleh minta tolong?
Kaka ipar? Tumben chat aku, apa ada hal penting yang ingin di sampaikan. Gumam Andre lirih
💌 Andre
Boleh dong apa yang tidak buat kaka ku tersayang
__ADS_1
💌 Aisyah
Kaka ingin makan jambu kristal dekat rumah Zahra pacar kamu, tapi kaka mohon jangan kasih tau Mas Arnold
💌 Andre
Asshhhiiiaapp laksanakan aku otw tempat jambu, tapi kalo boleh tau kenapa di rahasiakan dari Bang Zavier, kaka berantem?
💌 Aisyah
Hubungan kaka baik-baik saja, hanya ingin kamu yang beli kalo kamu repot tidak apa ngga usah di beli, kaka nunggu Pak Yono saja.
💌 Andre
Akan aku belikan. Tunggu ya
Di kantor
"Andre ayo makan siang, abang sudah lapar nih" ajak Arnold semangat
"Aku ada urusan sebentar mau kerumah Zahra, abang makan sendiri dulu hari ini, bye" ucap Andre pergi
Mau makan siang dirumah Zahra tuh anak nyari gratisan. Gumam Arnold lirih
"Assalamu'alaikum kak, aku datang" ucap Andre semangat
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah dapat juga Jambu Kristalnya" sahut Aisyah senang
"Iya dong untuk calok keponakan ku yang di perut kaka pasti aku turuti" jawan Andre
" Oh ya kak, aku langsung ke kantor, udah mau habis jam istirahat" ucap Andre kembali
"Terima kasih ya sudah dibelikan, maaf jika kaka merepotkan kamu" ucap Aisyah sendu
"Tenang saja kak, mau apapun hubungi aku, 24 jam ponsel ku aktif untuk kaka, OKE" ucap Andre pamit
Arnold mencari tau keseharian istrinya lewat bibi Sri
📱 Arnold
Bi, ibu sudah makan siang?
📱Bibi
Alhamdulillah sudah pak, tadi ibu semangat makan siangnya karena den Andre membawakan pesanan ibu
📱Arnold
Ibu pesan apa sama Andre?
📱Bibi
Ibu pesan Jambu Kristal yang di rumah non Zahra kekasih den Andre
Kenapa Andre tidak bilang. Batin Arnold
"Halo bang sudah makan?" tanya Andre senyum manis
"Dari mana kamu?" tanya balik Andre dengan tatapan tajam
"Habis dari rumah Zahra" jawab Arnold singkat
"Lalu, habis dari rumah Zahra kemana lagi?" cecer Arnold masih menatap Andre
"Ke kantor lah kemana lagi, sudah akh aku balik keruangan, banyak kerjaan" ucap Andre meninggalkan Arnold
Hari mulai sore jam kantor pun sudah berakhir, Arnold langsung segera pulang
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold
"Wa'alaikumsalam ayah, kaka kangen" ucap Khanza
__ADS_1
"Ayah juga kangen, bunda mana?" tanya Arnold mencium wajah Khanza
"Bunda ada kok di kamar dari siang di kamar saja, kaka temenin juga" ucap Khanza gemes