
Satu minggu berlalu kondisi Adi sudah membaik, sampai saat ini Aisyah belum melakukan aktifitasnya di kampus, dia khawatir dengan kondisi kedua anaknya yang sedang terancam. Khanza tetap sekolah dengan pengawalan yanh extra sampai para guru dan orangtua murid sampai heran, menurut para orangtua murid, orangtua Khanza terlalu berlebihan dengan menyewakan bodyguard sebanyak 3 orang hanya untuk menjaga Khanza seorang, itu sebabnya mereka semua tidak tau apa yang terjadi dengan keluarga Khanza, pihak sekolah yang tau hanya beberapa orang penting saja seperti kepala sekolah dan jajarannya.
"Bunda sama Adi lagi maem apa nih" tanya Arnold mencium pipi istri dan anaknya
"Maem puding coklat enak" ucap Adi mengangkat jempolnya
"Itu bibi lagi masak apa, kok belum beres?" tanya Arnold duduk samping istrinya
"Mau buat pepes tahu sama pepes ayam pedas" jawab Aisyah melirik suaminya
"Bu, bumbu ayam bakar segini cukup?" tanya bibi Sri melihatkan isi bumbu ayam bakar pada Aisyah dan seketika Aisyah mual dan berlari ke kamar mandi.
Huek.. huek
"Sayang, kenapa?" tanya Arnold memijat tengkuk Aisyah "bibi minta air hangat" teriak Arnold
"Hei kenapa sayang, kamu sakit?" tanya Arnold lagi panik
"Ndak apa-apa, tadi cium aroma bumbu ayam bakar bunda jadi mual" jawab Aisyah pelan
"Ini minum dulu, sini duduk" ucap Arnold
"Maaf ya bu kalo bibi ada salah" ucap bibi Sri tidak enak hati
"Eh bukan salah bibi kok, tidak perlu merasa bersalah begitu, bibi selesaikan saja buat pepesnya, berarti jangan buat ayam bakar" jawab Arnold ramah
"Sini ayah olesin minyak aromaterapi, supaya tidak mual lagi" ucap Arnold lembut
"Bunda cakit? Bunda jangan cakit" ucap Adi sedih
"Bunda baik-baik saja sayang, cuma tadi bumbunya bau" ucap Aisyah pelan
__ADS_1
"Apa bunda telat?" tanya Arnold hati-hati
"Telat apa?" tanya balik Aisyah bingung
"Telat datang bulan, masa telat ibadah" ucap Arnold senyum
"Telat satu minggu, tapi kan memang siklus bunda tidak menentu ayah" jawab Aisyah yakin
"Dicoba dulu saja pakai testpeck mau? Siapa tau ini rezeki kita" ucap Arnold antusias
"Kalo negatif? Apa ayah akan kecewa?" tanya Aisyah tenang
"Untuk apa ayah kecewa, berarti itu bukan rezeki kita, lagian kan kita sudah punya tuh yang masih gelayutan" ucap Arnold menunjuk bocah kecil memeluk lengan bundanya dengan wajah lucu menatap sang bunda.
"Ya sudah kita pakai testpeck dulu" ucap Aisyah
"Ayah beli sebentar oke, jangan kemana-mana tetap duduk disini, Boy jagain bunda sebentar oke, jangan biarkan bunda bangun dari duduknya" ucap Arnold pada bocah kecilnya
15 menit Arnold membeli testpeck, setelah sampai rumah dia segera menyuruh Aisyah mencobanya karena masih pagi, dia pun belum sarapan dan hasilnya pun. deg...deg...deg
"Ayah" teriak Aisyah dari dalam kamar mandi, membuat seisi rumah kaget dan menghampiri
"Sayang ada apa? Apa hasilnya?" tanya Arnold menatap istrinya menangis "Hei jangan nangis, mana testpecknya?" tanya Arnold mencari keberadaan benda kecil itu, Aisyah langsung memberikannya pada Arnold dengan menatap penuh haru dan kasih sayang lalu menatap Adi yang sedang mengintip berdiri di dekat pintu kamar mandi
Arnold yang melihat benda tersebut pun terpaku diam tanpa suara dan seketika dia berteriak
"Aaaaaaaaaa yes, bunda hamil lagi" teiak Arnold mengangkat istrinya dan di putar
Aisyah yang kaget saat di angkat dan takut jatuh memukul pelan pundak suaminya "Ayah turunin bunda pusing dan takut jatuh" ucap Aisyah
"Alhamdulillah ya Allah, istri hamba sedang mengandung lagi, baik-baik ya sayang dalam perut bunda" ucap Arnold mencium perut istrinya
__ADS_1
Bibi Sri, Pak Yono pun bahagia melihat Pasutri itu bahagia, tapi Adi masih diam saja, pikiran Adi mengawang-awang apakah Adi tidak akan disayang lagi sama bunda, apa bunda nanti benci Adi, apa bunda akan jahat sama Adi, itulah yang ada dalam pikiran bocah kecil itu. Melihat keterdiaman Adi, Aisyah mendekati anak bungsunya itu, dia paham ada kecemburuan nantinya.
"Adi sayang, kenapa diam, di dalam perut bunda ada adiknya Adi lho" ucap Aisyah lembut dan gemas melihat wajah Adi yang polos
"Adi tidak senang punya adik?" tanya Aisyah memegang tangan anaknya dan mengajak duduk di sofa ruang tv
"Adi cenang kok, tapi..." Ucap Adi terhenti dia menunduk sedih
"Tapi apa?" tanya Arnold membelai rambut anaknya
"Apa ayah dan bunda akan tetap sayang sama Adi" ucap Adi sedih
"Tentu, Adi dan kaka anak bunda dan ayah jadi sampai bunda dan ayah menutup usia kami akan selalu sayang dengan Adi dan kaka Khanza" ucap Aisyah lembut menenangkan hati Adi
Mata Adi pun berbinar senang mendengar jawaban bundanya "Jadi Adi ndak boleh takut ya punya adik, karena bunda akan tetap cayang cama Adi" ucap Adi senang
"Iya dong, masa mau punya adik takut" ucap Arnold tersenyum
"Sayang nanti kita periksa kedokter ya, untuk memastikan sudah berapa lama itu ada di dalam perut mu" ucap Arnold senang
Berita kehamilan Aisyah sampai di telinga Intan Prameswari, dia semakin membeci Aisyah karena bahagia bersama Arnold, Intan pun segera mencari cara agar Aisyah menderita. Intan pernah memfitnah Aisyah di depan Umi dan Abi Mahen tapi sia-sia, orangtua Arnold lebih percaya pada menantunya di bandingkan oranglain walaupun Intan sudah dianggap anak sendiri, sampai Intan mengadu dengan kedua orangtuanya bahwa Abi dan Umi Mahen telah membuat Intan malu, kini orangtua Intan dan Abi Mahen pun selisih paham gara-gara perbuatan Intan, Umi Mahen menyayangkan sikap Intan yang mudah berdusta.
Keluarga Almahendra dan Keluarga Ayah Daniel memberi pesan pada Aisyah agar tidak terlalu cape dalam melakukan aktifitas, terlebih Abi Mahen pun menyarankan agar mantunya itu berhati-hati, Abi Mahen mempunya firasat yang tidak baik pada mantunya tapi dia simpan sendiri bersama author😁.
Beberapa hari ini Aisyah di teror oleh nomor yang tidak di kenal, setiap harinya nomor tersebut berbeda-beda, teror dari ancaman akan menyakiti Khanza, Bayu, Santi dan yang terakhir ancamam akan membunuh kedua orangtua Aisyah. Sikap Aisyah pun jadi tidak tenang mudah gelisah dan mudah mimpi aneh.
Padahal Aisyah menceritakan semua teror tersebut pada suaminya, supaya suaminya bisa bertindak, tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari kontak-kontak tersebut, dia setelah menteror Aisyah langsung tidak aktif kembali, jadi sangat sulit untuk melacak kontak tersebut. Aisyah sudah mulai keringat dingin setiap ada teror yang masuk.
💌 Tak di kenal
Bersiaplah mendapat kabar duka, hari ini orangtua kamu yang sangat kamu sayangi akan celaka sekaligus akan tewas seketika. Selamat anda akan menjadi anak yatim piatu seketika. Hahahahahaha setelah mereka saya pastikam juga kedua adik mu akan menderita. Nikmatilah kebahgian mu atas kehamilan mu sekarang ini...
__ADS_1