
Tiga tahun kemudian, Khanza sudah berusia tiga tahun dan semakin cantik menggemaskan, sudah pandai bicara.
"Ayah, kita jalan-jalan sore ke alun-alun dong" pinta Khanza memeluk Ayah Arnold
"Bundanya mau tidak jalan-jalan sore?" tanya Arnold mencium Khanza
"Pasti mau ayah, bunda selalu menuruti apa yang Khanza mau" jawab Khanza semangat
"Bunda lagi apa di kamar?" tanya Arnold gemes
"Lagi mengeringkan rambut, habis mandi" jawab Khanza
"Sekarang Khanza coba ajak bunda terlebih dahulu, jika bunda sudah OKE kita langsung berangkat ke alun-alun" ucap Arnold lembut
Khanza berlari memasuki kamar orangtuanya
"Bunda" panggi Khanza mengetuk pintu
"Masuk sayang" sahut Aisyah lembut
"Bunda aku mau jalan-jalan sore bunda mau ikutkan?" tanya Khanza
"Mau jalan kemana sayang? Ayah sudah tau Kaka mau jalan sore?" tanya Aisyah memangku Khanza
"Jalan ke alun-alun bunda, ayah sudah oke jika bunda mau ayah akan bersiap juga" ucap Khanza
"Baik sayang bunda mau kok jalan sama Ayah dan Kaka" sahut Aisyah lembut
Alun-alun Kota
"Ayah, Bunda aku mau itu dong, martabak manis tipis gitu" pinta Khanza menunjuk pedagang kue
"Kue Leker itu? Memang kaka suka?" tanya Aisyah
"Lets Go kita cobain aja bunda, Ayah juga mau coba" sahut Arnold Antusias
"Sekalian beli gula-gula itu boleh?" tanya Khanza nyengir
"Hmmm, Bidadari Bunda sudah mulai jajan ini itu rupanya" ledek Aisyah
"Maaf bunda, kaka kalo keluar ingin ini itu" sahut Khanza sendu
"Hei, anak bunda kenapa sedih, bunda seneng jika kaka Aktif dan semangat" ucap Aisyah menggandeng Khanza menuju tempat jajanan yang di inginkan
Setelah puas berjalan di alun-alun waktunya kembali pulang hari sudah menjelang ba'da Maghrib, Khanza banyak cerita selama di perjalanan ke rumah
"Ayah, aku mau punya adik dong, supaya ada teman di rumah" ucap Khanza polos dan semangat
"Heh, kenapa kaka mau punya adik?" tanya Arnold melihat istrinya
__ADS_1
"Iya walaupun kata teman kaka punya adik itu tidak enak, pasti ayah dan bunda akan lupa sama anak pertama karena menjaga anak kedua, tapi kaka mau punya teman juga di rumah dan di ajak main" jawan Khanza antusias
"Kaka mau punya adik cewe atau cowo?" tanya Aisyah memeluk Khanza
"Kaka mau adik cewe sebenernya supaya bisa main dengan kaka, tapi kaka juga mau adik cowo agar ada yang jagain kaka sama bunda" jawab Khanza yakin
"Kaka berdoa saja semoga ke inginan kaka di kabulkan oleh Allah" sahut Aisyah lembut
"Oke bunda, kaka akan selalu berdoa biar cepat dapat adik" jawab Khanza antusias
Arnold hanya senyum-senyum melirik ke Istrinya dan anaknya
Pasti Aisyah lagi bergelut dengan otaknya atas permintaan Khanza. Batin Arnold senyum
Pulang dari Masjid selesai ba'da Isya Arnold masuk ke kamar anaknya, usia Khanza sudah tiga tahun jadi dia sudah ingin pisah kamar dari Ayah dan Bundanya. Arnold dan Aisyah juga tidak membiarkan begitu saja, sebelum tidur pasti Aisyah atau Arnold gantian menemani anaknya sampai terlelap tidur sehingga dia bisa kembali ke kamar utama.
"Kaka belum bobo?" tanya Arnold senyum
"Ini sudah mau bobo Ayah, ayah ada apa ke kamar kaka? tanya Khanza
"Ayah mau temani kaka bobo dong" jawan Arnold lembut mengusap badan Khanza
"Kaka bisa bobo sendiri ayah, sekarang kaka sudah berani" sahut Khanza
Arnold kembali ke kamar utama, melihat istrinya sedang bermain handphone bersandar di ranjang
"Sayang, bagaimana?" tanya Arnold senyum
"Permintaan Kaka ingin punya adik, Ayah rasa dengan umur Kaka segitu sudah pantas punya adik lagi jangan terlalu jauh" sahut Arnold semangat
"Jika Allah masih mempercayai Bunda untuk memiliki keterunan lagi Alhamdulillah, bunda mengikuti alur saja ayah" ucap Aisyah lembut
"Iya tapi kan harus ada usahanya juga sayang, bukan hanya berdoa pasrah begitu, besok kita kontrol ke RS, tapi malam ini kita usaha terlebih dahulu" jawab Arnold memeluk istrinya dan menjalankan surga dunianya, Aisyah pun hanya pasrah saja.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sepulang dari RS Arnold sangat senang, kondisi istrinya baik-baik saja untuk memliki anak kembali, Arnold begitu Antusias dan ingin cepat-cepat punya baby.
"Sayang kita usaha terus ya jangan putus-putus" ucap Arnold nyengir
"Heleh, usaha ala kadarnya aja mas, doa yang jangan putus-putus" jawab Aisyah malas suaminya mulai mesum
"Sayang banyak-banyak berdoa terus juga harus banyak usaha, kan kaka masih di tempat belajar, kita mengulang yang semalem ya? tanya Arnold semangat 45
"Apa bisa aku nolak? Dengan sikap kamu" ucap Aisyah
"Hehehe, memang kamu tidak bisa nolak, karena aku tidak suka dengan penolakan" jawab Arnold santai
"Itulah jeleknya kamu, menyebalkan" ucap Aisyah pelan
__ADS_1
Tiba di rumah Arnold bener-bener menjalankan aksinya, padahal ini masih jam sepuluh pagi.
"Ayah, ini sudah berkali-kali, sebentar lagi Kaka pasti pulang hentikan" pinta Aisyah sudah merasa lelah
"Sebentar lagi sayang, aku belum sampai puncak ini" ucap Arnold parau
"Ayah kasihan Kaka, dia datang tidak ada yang menyambut, aku juga sudah remuk ini" kesel Aisyah
Setelah Arnold merasa cukup dan puas Aisyah beristirahat Arnold menunggu Bidadarinya di ruang TV
"Assalamu'alaikum ayah bunda" ucap Khanza menghampiri Arnold yang tertidur di sofa
"Tumben ayah bobo di sofa, hmmm" ucap Khanza kembali
"Ayah, ayah bangun kaka sudah pulang" sahut Khanza menggoyang kan tangan Arnold
"Ya Allah, ayah ketiduran, maaf ya Bidadari ayah" ucap Arnold mencium tangan dan kening anaknya
"Ayah lelah? Kenapa tidak bobo di kamar? tanya Khanza mencium tangan Ayahnya
"Ayah hanya ngantuk sedikit sayang, tapi melihat kaka sudah pulang ayah jadi semangat lagi" jawab Arnold lembut
"Bunda kemana? Ayah tidak bekerja lagi hari ini" tanya Khanza
"Bunda lagi bobo di kamar, ayah tidak bekerja masih rindu dengan kaka" jawab Arnold
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dua minggu sudah berlalu, oh iya untuk adiknya Aisyah yang bernama Santi sudah menikah dengan Damar.
"Assalamu'alaikum" ucap Santi dan Damar di rumah Aisyah
"Wa'alaikumsalam, tumben dek ke sini sudah sekian lama, ada apa hayoo" goda Aisyah mendekat ke Santi
"Kita sudah tidak boleh ke sini lagi?" tanya Santi cemberut dan mencium tangan Aisyah
"Boleh, hanya aneh dari kalian menikah tidak pernah ke sini, sekalinya ketemu saat dirumah ayah saja" sahut Aisyah gemes
"Maaf deh, Mas Arnold dan Khanza kemana mbak?" tanya Santi mencari
"Lagi keluar, entah keluar kemana dari habis subuh" jawab Aisyah santai
"Mbak kok tidak di ajak? Lagi berantem kah?" tanya Santi heran
"Hush, jangan sembarangan bicara" timpal Damar menasehati
"Bukan, tadi pagi mbak di ajak tapi males, sudah dua hari ini cepet terasa lelah, mungkin mbak terlalu cape" jawab Aisyah senyum
"Tapi mbak tidak sakit kan?" tanya Santi khawatir
__ADS_1
"Alhamdulillah mbak selalu sehat dee, kalian sudah sarapan?" tanya Aisyah kembali.