
"Assalamu'alaikum, sayang....sayang....sayang" teriak Arnold panik
"Wa'alaikumsalam, apa sih kamu ini teriak-teriak, ini rumah bukan hutan, istri mu lagi shalat Ashar anak mu tidur jangan berisik" bentak eyang kesel
"Eyang percaya sama aku, aku tidak mungkin melakukan hal-hal aneh seperti itu" ucap arnold panik
"Eh minta maaf itu sama istri kamu bukan sama Eyang" sahut eyang ketus
Ya Allah selamatkan rumah tangga hamba dari gangguan Dasim. gumam hati Arnold
Arnold masuk kedalam kamar, melihat istrinya masih mengaji dia mendekati istrinya pelan-pelan
"Kapan kamu pulang mas?" tanya aisyah tenang
Arnold hanya diam dan memperhatikan istrinya.
"Mas, kamu kenapa?" tanya aisyah lagi heran
"Kamu percaya sama aku?" tanya arnold sendu
"Aku tidak mau bahas wanita itu mas, lebih baik kamu mandi" titah aisyah tenang
"Kamu marah sama aku?" tanya arnold menatap aisyah
"Mas lebih baik kamu mandi, aku buatkan minum untuk mu" jawab aisyah bergegas bangun dari duduknya, lalu ditahan oleh arnold
"Jika kamu seperti ini berarti kamu marah dengan ku dan kamu meragukan aku" sahut arnold sendu
"Mas bener deh aku tidak mau membahas ini, lebih baik kamu mandi lalu kamu shalat Ashar, sudah shalat?" tanya aisyah lembut
Arnold hanya menggelengkan kepalanya.
"Mandi lah segera" jawab aisyah dan bangkit dari duduknya, keluar kamar membuatkan minum
Apa Aisyah marah, tapi dia bingung harus bersikap apa. gumam hati arnold
Malam
"Kamu diam saja dari tadi sore, apa kamu sudah males bicara dengan ku?" tanya Arnold sendu
"Lebih baik istirahat mas, besok kamu kan harus aktifitas lagi" jawab Aisyah tenang
"Selalu saja jawabannya tidak sesuai dengan apa yang aku tanya" sahut Arnold sendu
"Jawaban apa yang kamu inginkan?" tanya Aisyah melirik suaminya
"Abaikan saja apa yang aku tanyakan sama kamu" sahut Arnold kesel
Arnold tidur membelakangi Aisyah, Arnold kesel karena pertanyaannya menurut dia diabaikan istrinya.
Pagi hari kesibukan Aisyah seperti biasa membuat sarapan, Arnold masih di dalam kamar dia tidak ingin keluar kamar dan mengajukan cuti mengajar.
Aku harus bagaimana dengan sikap Aisyah. gumam hati Arnold
Aisyah masuk ke dalam kamar.
"Aisyah" panggil Arnold
"Iya mas ada apa?" tanya Aisyah
"Tolong percaya sama aku, jangan abaikan aku seperti ini" jawab Arnold frustasi
"Tidak ada yang mengabaikan kamu mas" sahut Aisyah datar
"Cara bicara mu ke aku itu berbeda, tidak seperti biasanya" ucap Arnold kesal
"Akh gimana nyamannya kamu saja, kamu mau cuekin aku, kamu mau marah sama aku, terserah kamu" ucap Arnold emosi
Lebih baik aku ke kantor saja, daripada melihat tingkah Aisyah aku malah emosi. gumam hati Arnold
Dikantor Arnold di fokuskan dengan beberapa pekerjaan, sedikit dia melupakan masalah yang ada, tetapi lagi dan lagi Sandra mendatangi rumah Arnold.
Berhubung pak Yono sedang tidak dirumah, saat ada tamu Aisyah yang melihat keluar gerbang.
__ADS_1
"Buka saya mau masuk" ucap Sandra sinis
"Saya tidak mengizinkan Anda masuk, lebih baik anda pulang jangan mempermalukan diri anda sendiri dengan sikap anda seperti ini" sahut aisyah santai
"Wanita rendahan seperti kamu tidak pantas bersanding dengan Zavier" ucap Sandra emosi
"Nyatanya dia menikah dengan saya, jadi disini yang Rendahan itu siapa? Orang lain pun bisa menilai, saya permisi masuk ke dalam, hati-hati diluar sering ada A*n*i*g gila" sahut Aisyah santai tersenyum
Sore hari Arnold tiba di rumah, Eyang Tasya sudah pulang ada urusan yang tidak bisa di tinggal.
"Assalamu'alaikum Bidadari ayah lagi apa ini sama bibi? bunda nya mana?" tanya Arnold lembut
"Wa'alaikumsalam, ibu di kamar pak, tadi sih mau bersih-bersih, makanya khanza saya yang pegang" jawan bibi Sri
Kamar Utama
"Dari kapan pulangnya?" tanya Aisyah mencium tangan suaminya
Arnold tidak bergeming, walaupun dia yang salah tapi dia kesel Aisyah awalnya cuek dengan dia.
Yang seharusnya marah siapa ya? Kenapa dia malah cuek begitu. gumam hati Aisyah
"Ya seperti yang kamu bilang tadi pagi, akupun terserah mau kamu cuek, marah dan bodoamat karena sikap ku, silahkan lakukan apa yang kamu mau" sahut Aisyah
"Ya terserah kamu Aisyah, memang di mata kamu aku adalah laki-laki yang paling ba***ng*n, aku laki-laki br*n*s*k" bentak Arnold langsung masuk kamar mandi
Haruskah dengan teriak seperti itu?. gumam Aisyah lirih
Aisyah makan malam sendiri ditemani Khanza, Arnold diam saja di dalam kamar main Ipad.
"Kamu tidak makan mas?" tanya Aisyah tenang melihat suaminya
Arnold keluar kamar tanpa menjawab pertanyaan Aisyah. Sudah tengah malam Arnold enggan untuk masuk ke kamar utama, dia memilih rebahan di kamar tamu. Aisyah yang ingin mengambil air pun heran tak melihat suaminya tapi dia melihat lampu kamar tamu menyala.
Apa harus kita pisah ranjang mas?. gumam Aisyah sendu
Aisyah memberanikan diri mengetuk kamar tamu.
"Iya, lebih baik saya tidur di kamar tamu" jawab Arnold ketus
Bahkan dengan mengubah sebutan jadi saya. batin Aisyah
"Baiklah jika itu membuat kamu nyaman" sahut Aisyah senyum berkaca-kaca
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Dua hari berlalu, Arnold dan Aisyah masih belum memperbaiki hubungan rumah tangga mereka.
"Dimana suami mu?" tanya Eyang Tasya heran
"Dikamar Eyang" jawab Aisyah singkat
"Tidak ada, kan Eyang dari kamar Aisyah" ucap Eyang
"Kamar tamu Eyang" sahut Aisyah senyum
"Kalian pisah ranjang?" tanya Eyang sedih
Aisyah hanya tersenyum
"Eyang sangat sedih melihat kalian seperti ini" ucap Eyang meneteskan airmata
Aisyah tak merespon apapun, dia juga bingung harus bagaimana, Arnold keluar kamar. Mereka bertiga sarapan bersama.
"Apa kalian akan berpisah begitu saja?" tanya Eyang sendu
Aisyah dan Arnold hanya menunduk tidak tau harus menjawab apa.
"Bahkan kalian sudah pisah ranjang sepeti ini" ucap Eyang kembali
"Eyang tidak perlu mikirin kita, eyang harus jaga kesehatan jangan berpikir yang berat-berat, masalah kita berpisah atau tidak itu tidak ada hubungannya dengan Eyang, hati seseorang bisa berbolak balik Eyang, kalo pun Aisyah berpisah mungkin itu jalan kehidupan Aisyah" jawab aisyah tenang melihat suaminya
"Jika kalian berpisah orang yang paling pertama bersalah adalah Eyang, Eyang lah yang memaksa kalian menikah" ucap Eyang menangis
__ADS_1
"Sudah Eyang tidak perlu ada yang di tangisi" sahut Aisyah menenangkan Eyang
"Kamu kenapa harus pisah ranjang?" tanya Eyang melihat Aisyah
"Zavier yang memilih pisah ranjang Eyang, karena sekamar dan seranjang juga percuma jika di abaikan" sahut Arnold ketus melirik Aisyah
Tenang Aisyah suamimu hanya sedang emosi. batin Aisyah
Aisyah hanya menangis dalam diamnya, dia tidak ingin kesedihannya di lihat oleh Eyang. Eyang yang melihat Aisyah sudah berkaca-kaca tidak tega, Aisyah pun memilih masuk ke dalam kamar dengan alasan ingin melihat Khanza.
"Anak bunda sehat-sehat terus ya" ucap Aisyah mengelus rambut Khanza
Arnold lebih sering meluapkan amarahnya pada karyawan kantor termasuk ke Andre, Aisyah lebih sering melamun dan bermain dengan Khanza walau tidak fokus.
"Nak apa kamu tidak mencoba meminta maaf terlebih dahulu pada suami mu?" tanya Eyang sendu mengelus kepala Aisyah
"Nanti Aisyah coba ya Eyang" jawab Aisyah menenangkan Eyang supaya tidak stres
Aku akan mengalah demi Khanza, dan Eyang. batin Aisyah
Jam sembilan malam Arnold baru saja pulang, ini kali pertama dia pulang larut.
"Mau mandi atau makan dulu mas?" tanya Aisyah lembut mencium tangan suaminya
"Saya sudah makan" jawab Arnold singkat dan berjalan menuju kamar tamu tapi tangannya langsung di tarik Aisyah
"mau bicara sebentar, bisa? tanya Aisyah pelan
"Aku mau istirahat, cape" jawab Arnold ketus melepaskan tangan Aisyah
"Aku minta maaf, melakukan kesalahan telah mengabaikan kamu, imam aku, yang seharusnya aku mencari Ridho kepada suami ku" ucap Aisyah berkaca-kaca, Arnold pun terus berjalan masuk kamar
Di abaikan lagi. gumam Aisyah senyum tapi mengeluarkan airmata
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
📱 Eyang
Bagaimana?
📱 Aisyah
Sudah mencoba minta maaf, tapi belum respon, Eyang tidak perlu khawatir ya, Eyang jangan banyak pikiran
📱 Eyang
Entahlah Eyang bingung
Keesokan harinya jam sebelas siang Aisyah dan Khanza pergi ke cafe untuk mencari hiburan tanpa di sengaja melihat Arnold bersama Sandra, Sandra pun bersikap manja.
📱Arnold - tidak bisa dihubungi
Kenapa harus direject mas, apa kamu tidak mau aku ganggu. batin Aisyah
"Vier aku seneng deh bisa makan siang sama kamu" ucap sandra manja
Arnold diam saja dan melihat keliling cafe, pandangannya terhenti melihat Aisyah meneteskan Airmata, Arnold langsung berdiri menghampiri Aisyah
"Vier kamu mau kemana?" tanya Sandra heran
"Kamu ngapain di sini?" tanya Arnold heran dan melihat Aisyah meneteskan Airmata
"A..aku hanya beli beberapa makanan dan kue karena hari ini aku melarang bibi masak" ucap Aisyah sendu
"Aku bisa jelaskan" ucap Arnold memegang tangan Aisyah
"Wanita rendahan tetap saja akan rendahan" sahut Sandra sinis
"Jangan ikut campur Sandra" bentak Arnold
"Jelaskan saja dirumah mas dengan sejelas-jelasnya dan aku minta keputusan hubungan kita" sahut Aisyah pergi dari cafe
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1