
"Astaghfirullah, ayah,ibu, Bayu, Santi kenapa kalian semua susah dihubungi sih" lirih Aisyah yang sudah menangis
"Bunda kenapa nangis, hei sayang" ucap Arnold khawatir
"Ayah lihat ini, aku coba hubungi ayah daniel ibu dl tapi tidak bisa" jawab Aisyah menunjukan isi pesan menangis histeris "aws sakit perut bunda ayah" lirih Aisyah dan Aisyah pun pingsan
"Bibi, pak Yono" teriak Arnold "sayang bangun sayang, tolong bangun" ucap Arnold
"Ya pak, astaghfirullah" ucap pak Yono dan bibi Sri kaget
"Siapkan mobil kita kerumah sakit, bibi dan Adik ikut juga" ucap Arnold, dan mereka bersiap
Di perjalanan menuju rumah sakit Adi menangis melihat bundanya tak sadarkan diri "Adi sayang jangan nangis ya Nak, in Syaa Allah bunda baik-baik saja" ucap Aenold senyum agar anaknya tidak nangis, tidak lupa juga Arnold memberi info pada Andre dan sekalian Andre bisa menjaga Khanza
Rumah Sakit
"Dok, tolong istri saya, dia tiba-tiba pingsan" ucap Arnold cemas
"Bapak tenang dulu ya dan tunggu diluar biar tim medis bisa segera mengobati istri bapak" ucap dokter ramah
"Ayah" panggil Adi sedih
"Sayang sini ayah gendong" ucap Arnold gendong anaknya " Adi doain bunda agar bunda dan dedek bayi baik-baik saja ya" ucap Arnold mencium seluruh wajah Adi, Arnold melihat beberapa suster masuk kedalam
Apa yang terjadi didalam sana. Batin Arnold dan bibi Sri dan pak Yono
"Suster tunggu, ada apa dengan istri saya" tanya Arnold menahan satu suster
"Maaf pak saya harus segera kedalam, karena istri bapak mengalami pendarahan hebat" ucap suster itu, seketika kaki Arnold tidak mampu untuk berdiri dan mulai memeluk Adi lalu meneteskan air mata
Bibi Sri yang mendengar itu segera lapor pada Andre, agar Andre bisa memberitahu pihak keluarga lainnya, dan bibi Sri juga minta tolong untuk mencari info keberadaan keluarga pak Daniel. Andre yang mendapat kabar kaka iparnya pendarahan pun akhirnya menangis dan menyuruh anak buahnya mencari ayah Daniel di rumahnya.
Ternyata Ayah Daniel dan yang lain ada di rumah, sedang ada tamu dari keluarga Sahila dari jogja makanya mereka tidak fokus ke handphone, para bodyguard itu mengabarkan tentang kondisi Aisyah, ibu Laras seketika pingsan mendengar kabar anaknya pendarahan hebat.
"Permisi pak Arnold, kami terpaksa menyampaikan kabar ini, Alhamdulillah istri bapak baik-baik saja dan menunggu siuman, tetapi anak yang ada didalam kandungan ibu Aisyah tidak bisa diselamatkan, Ibu Aisyah mengalami keguguran karena banyak faktor dari tekanan tensi tinggi, lalu dia seperti tertekan dan beliau kelelahan itu menyebabka ibu Aisyah mengalami pendarahan dan berakhir kegugran" tutur dokter hati-hati
"Innalilahi, Astaghfirullah ya Allah" ucap Arnold kembali lemas memeluk Adi yang tidak paham akan situasi
__ADS_1
"Nak Adi sini pak Yono gendong" ucap pak Yono pelan dan Adi pun menerima uluran tangan pak Yono
"Kami permisi pak, ibu Aisyah sudah di pindahkan keruang rawat inap" ucap dokter senyum ramah meninggalkan tempat
"Bagaimana kalo Aisyah menanyakan kandungannya" lirih Arnold menarik rambutnya dengan kedua tangannya
"Intan, semua teror ini pasti ulah manusia iblis itu" ucap Arnold pelan menahan amarah
"Pak Arnold lebih baik jangan pikirkan iblis itu dulu, fokus saja sama ibu, pasti ibu akan syok jika tau kandungannya tidak bertahan" ucap pak Yono hati-hati takut majikannya tersinggung
"Pak Yono benar, aku harus fokus sama Aisyah, ya harus Aisyah dan anak-anak prioritas ku" ucap Arnold "sini sayang ayah gendong kita temui bunda" ucap Arnold berjalan menuju kamar Aisyah
Rumah Kosong
Hahahahahah
"Kerja kalian bagus, akhirnya Aisyah kehilangan bayi, hahahaha" ucap Intan senang rencananya berhasil
"Kalian harus ingat jangan sampai kontak yang kalian pakai terlacak oleh Zavier" ucap Intan datar
Rumah Sakit Ruang Aisyah
"Ayah, bunda kok belum bangun" tanya Adi menangis
"Jangan nangis sayang, sebentar lagi bunda bangun kok" ucap Arnold benar saja Aisyah merintih
Hehhmm...Arnold pun langsung bangun menghampiri bangsal istrinya
"Sayang, bunda sudah sadar, Alhamdulillah" ucap Arnold senang melihat Adi
"Hmm, haus ayah" lirih Aisyah
"Sebentar ayah panggil dokter dulu" ucap Arnold dan menekan tombol di dekat kasur Aisyah, dokter dan suster pun masuk mengecek kondisi Aisyah
"Kondisi ibu Aisyah saat ini cukup stabil, nanti akan ada suster yang mengantar makanan untuk ibu Aisyah" ucap dokter Tantri ramah
"Terima kasih dok" ucap Arnold dan mendekati istrinya mencium seluruh wajah istrinya
__ADS_1
"Adi disini sayang" tanya Aisyah pelan lemas
"Iya Adi tunggu bunda bangun" ucap Adi senang
"Bunda kok dirumah sakit yah?" tanya Aisyah pelan
"Sayang jangan banyak bicara, istirahat saja dulu ya" jawab Arnold mengalihkan pertanyaan istrinya
"Ayah anakku bagaimana" ucap Aisyah memegang perut yang terasa sakit dan kram, Arnold tak kunjung menjawab membuat Aisyah semakin panik
"Ayah jawab, bagaimana kandungan ku, jangan diam saja" teriak Aisyah menangis
"Sayang jangan teriak ya, kamu harus tenang" ucap Arnold takut "bibi, pak Yono tolong bawa Adi sebentar ya keluar" ucap Arnold pelan, bibi dan pak Yono paham akan situasi mereka keluar dari kamar Aisyah
"Kenapa kamu nyuruh mereka keluar, ada apa?" tanya Aisyah yang mulai tidak sabar
Arnold membuang nafas berat untuk bercerita pada istrinya "sayang, kandungan bunda ..." Arnold tidak sanggup melanjutkan kalimatnya terasa berat untuk mengungkapkan kenyataan yang ada
"Kandunga ku kenapa, kenapa, jangan diam saja" teriak Aisyah mulai menangis histeris
"Bunda yang sabar ya, kandungan bunda tidak bisa di selamatkan, bunda pendarahan dan mengalami keguguran" ucap Arnold pelan
"Tidak, tidak mungkin, aku membunuh anakku sendiri, tidak, tidak mungkin" ucap Aisyah frustasi memukul dirinya sendiri
"Bunda jangan seperti ini, bunda tidak membunuh anak bunda, ayah sebagai suami tidak bisa melindung keluarganya, jadi bunda jangan salahkan diri bunda, disini ayah yang salah" ucap Arnold menangis memeluk istrinya
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf ya untuk para pembaca, apabila dalam tulisan saya banyak sekali kekurangan atau salah-salah ketik yang membuat pembaca jadi kurang nyaman๐๐ผ.
Secepatnya pasti akan di perbaiki dan berhati-hati dalam mengetik cerita.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak-jejak para pembaca ya di kolom komentar, komentar baik atau buruk tetap saya terima kok sebagai Motivasi agar bisa menjadi diri saya lebih baik, dan jangan lupa juga selalu memberikan LIKE disetiap babnya.
Maaf juga kalau bingung ya kemarin saya sengaja ganti Cover supaya tidak bosan. Tetap pantengin terus ya cerita Cinta Zavier untuk Aisyah sampai selesai. Sekali lagi terima kasih yang sudah membaca, komen dan memberi like๐๐ผ.
KOMEN & LIKE ๐๐๐ผ
__ADS_1