
"Ini motor siapa kak?" tanya Adi pada kakanya
"Selamat ulang tahun ya dek, sebenernya ini motor kamu hadiah dari ayah, kemarin ayah sengaja memarahi kamu hanya becanda untuk memberikan hadiah ini untuk mu sekolah, tapi kamu terlalu sensitif jadi ayah salah ambil langkah, ayah malah menyakiti hati kamu" jawab Khanza santai
Terima kasih kak, kamu mau membantu ayahmu, walau kamu bilang tidak ingin membantu, bunda yakin kedua anak bunda bukanlah anak yang mudah menyakiti hati orangtuanya. gumam Aisyah dalam hati
"Ayo dek kita berangkat takut keburu sore" ajak Khanza
Diperjalanan menuju mall Adi diam saja, tidak seperti biasanya cenderung murung
Kalau memang ayah becanda berarti sikap aku tadi pagi sudah sangat salah, tidak seharusnya aku menyakiti hati ayah juga, maafin aku ayah. Gumam Adi dalam hati
"*Oh ya maksud kaka mau diperkosa apa?" tanya Adi penasaran
Khanza membuang nafas kasar "kaka akan kirim rekamannya sama kamu pas dirumah saja ya, kaka ndak mau sedih dalam mobil" jawab Khanza lemas
"Baiklah kak, tapi aku harap setelah dirumah kaka cerita apa yang sebenarnya terjadi pada kaka" ucap Adi menatap kakanya
"Iya adik ku sayang pasti kaka akan cerita semua sama kamu, biar kaka merasa yang melindungi kaka bertambah" ucap Khanza senangz Adi pun tersenyum tulus*
****Ini senyuman adikku yang sebenarnya, tulus dari hati tidak dipaksakan. batin Khanza****
"Ayah belum bun?" tanya Khanza
"Belum, bunda telpon dari sore tidak diangkat tadi habis maghrib malah tidak aktif, bunda pun jadi khawatir sama ayah" jawab Aisyah cemas
__ADS_1
"Hubungi kantor ayah saja bun?" jawab Khanza
"Ayah mu sudah pulang dari sore jam 4, tapi tidak nyampe kerumah" ucap Aisyah sedih
Tring !!! pesan masuk ke hp Adi
π My Hero
Selamat Ulang tahun my Boy, bertambahnya umurmu menjadikan dirimu lebih dewasa dalam bertindak, tetaplah menjadi anak yang soleh, berbakti pada orangtuamu, jangan sampai meninggalkan shalat mu ya nak, AYAH SAYANG KAMU, maaf jika ayah melakukan kesalahan yang sangat fatal, karena kamu tidak mau bicara dengan ayah, ayah hanya bisa berkirim pesan ini. jaga kesehatan ya nak, maaf bila ayah lalai akan tugas ayah terhadap anaknya. peluk cium rindu untuk mu ADIPATI ZAVIER PUTRA.
Adi membaca dalam diam dan sedih melihat isi pesan ayahnya.
π My Boy
Terima kasih ayah atas kasih sayang yang telah ayah berikan dari aku masih di dalam kandungan hingga saat ini, aku tidak pernah marah sama ayah aku hanya kaget saat ayah membentakku, seolah itu semua nyata, ayah yang selama ini lembut saat itu membentak penuh penekanan setiap kata yang keluar dari mulut ayah, tapi aku yakin jika pun itu bukanlah becanda ayah hanya ingin melihatku menjadi anak yang lebih baik lagi, sekarang ayah dimana? jika ayah tidak pulang sekarang aku menganggap ayah sudah tidak peduli lagi pada ku, dan aku akan beranggapan ayah telah membuangku.
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold ngos-ngosan
"wa'alaikumsalam" jawab Khanza dan Adi
"Ayah, ayah dari mana bunda khawatir dengan ayah" ucap Khanza sedih
Arnold masih menatap Adi mereka saling tatap, Adi mulai melangkah dan memeluk ayahnya yang terlihat ngos-ngosan itu.
"Maafin Adi ayah" ucap Adi pelan sedih
__ADS_1
"Ayah juga minta maaf ya nak, ayah tidak akan melakukan hal bodoh itu lagi" bisik Arnold memeluk erat putranya
Khanza tersenyum dan imut berpelukan bersama dengan ayah dan adiknyan itu "akhh berpelukan, aku rindu pelukan kaya begini" ucap Khanza bahagia
Aisyah hanya bengong melihat orang yang dia sayang sedang berpelukan melimpahkan semua kasih sayang dalam satu pelukan itu "Kok bunda ndak di ajak pelukan, apa kalian sudah lupa dengan bunda" ucap Aisyah sedih menangis
Arnold melihat istrinya dan memeluk dengan erat, Khanza dan Adi ikut bergabung "1, 2, 3" ucap Khanza dan Adi berlari menubruk bunda dan ayahnya yang berpelukan "Pasukan Teletubbies sudah lengkap" teriak Khanza bahagia
Bibi dan Pak Yono yang mendengar teriakan langsung mencari sumber suara tersebut, betapa bahagia juga melihat keluarga majikannya mencurahkan kasih sayangnya dalam satu pelukan hangat.
Hari ini adalah penuh dengan airmata kebahagiaan keluarga Arnold Zavier.
Bulan demi bulan terus berjalan, Adi serta Khanza sudah menjalankan aktifitas sebagai siswa dan mahasiswi. Khanza hari ini memakai baju warna Navy, celana hitam dan hijab hitam sangat anggun, Adi memakai seragam SMA biasa. kedua anak itu bersemangat tiap harinya menjalankan aktifitas.
Khanza dikampus menjadi bahas rebutan mahasiswa tampan dan kaya raya, tapi Khanza tidak menggubris nya. sebenarnya Khanza masih terpesona sama temannya yang bernama Ahmad Yusuf, tapi Yusuf cuek-cuek saja tuh bahkan seperti mengabaikannya.
Tanpa Khanza sadari Yusuf sudah minta di Ta'aruf kan dengan Khanza lewat kakeknya, kake Yusuf dengan Abi Mahen bersahabat baik dari masa SMA hingga saat ini jadi mudah bagi Yusuf bila ingin berTa'aruf dengan Khanza.
Kake Yusuf sudah menghubungi keluarga Almahendra, Abi Mahen pun bahagia, setelah Abi Mahen bicara dengan Arnold ayah dari Khanza ternyata Arnold belum setuju, dia ingin melihat anaknya menggapai cita-cita, atas nasehat Umi bila menggapai cita-cita apalagi sampai harus menjadi spesialis bedah cukup memakan waktu, tidak mungkin nanti Khanza malah telat menikah, dengan susah payah Abi dan Umi merayu Arnold dengan alibi kesalamatan Khanza pun akan terjamin karena pelindung Khanza menambah, Arnold pun luluh dan mengizinkan anaknya berTa'aruf setelah minimal semester 3 tidak ada penolakan apapun itu jika mau lanjutkan jika tidak selesai tidak akan pernah membahas lagi soal Ta'aruf.
Semester 3 itu sama dengan Aisyah dulu, dia nikahi saat semester 3 dengan perjalanan penuh lika liku hingga pernah Aisyah dan Arnold kehilangan calon anak mereka gara-gara obsesi manusia calon adik kedua Khanza dan calon adik pertama Adi pergi selamanya, Arnold dan Aisyah tetap memberikan nama pada calon anak mereka yang berusia 10 minggu dalam kandungan dengan nama ADERATNA ZAVIER.
Khanza mendengar kabar akan ada yang ingin melakukan Ta'aruf dia menolak apalagi laki-laki tidak kenal, Arnold pun beralibi ini semua demi kakeknya yang ingin melihat cucu dari Arnold menikah muda, Khanza semakin panik dan cemas akankah dia harus mengikuti ego orangtuanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Terus dukung dengan cara komen dan like ya, agar semakin semangat menulis cerita lainnya. Terima kasih ππΌ