
Sesampainya Arnold di cafe tempat dimana Aisyah sedang berkumpul dengan sahabatnya. Dia langsung menghampiri calon istrinya yang sedang becanda dan tertawa tanpa beban pikiran. Arnold begitu senang bahwa calon istrinya tidak memiki beban bahkan tidak tertekan lagi.
"Hai semua apa kabar?" Sapa Arnold senyum
"Eh pak Arnold, saya pikir siapa, hehehe" Jawab Bagas
"Mas, duduk kenapa masih berdiri?" ucap Aisyah
"Hmmm , apa aku ganggu kalian" tanya Arnold merasa canggung
"Duduk lah mas, kamu udah tinggi, nanti kebanyakan berdiri makin tinggi" jawab Aisyah sambil nyengir
Arnold pun duduk di samping Aisyah, ketiga sahabatnya melihat Aisyah dan calon suaminya yang begitu romantis, sebelum Arnold datang Aisyah sudah memesankan makanan, jadi saat Arnold tiba makanan pun tersedia.
Aisyah begitu telaten melayani Arnold, dan sahabatnya hanya bisa tersenyum melihat itu semua, mereka senang bahwa Aisyah akan menikah, berharap Aisyah akan selalu bahagia walaupun kehidupan rumah tangga yang penuh lika liku. Itulah nikmatnya kehidupan rumah tangga.
"Hmm pak Arnold beneran sayang dan cinta sama Aisyah?" tanya Nadia menatap mata Arnold dengan tajam
"Iya memangnya ada apa? Kalian tidak percaya pada saya?" Tanya balik Arnold yang tak kalah tajam melihat Nadia
"Kami tidak suka jika bapak hanya mempermainkan Aisyah" timpal Nadia mulai naik sedikit nada bicaranya
"Eh KOPLAK lu nanya tuh dipikir dulu napa, bikin darah tinggi orang aja lu" ucap Bagas sedikit kesal pada Nadia
"Eh BAMBANG BAGASKORO denger ya gua cuma tidak mau Aisyah sakit hati SEMPRUL LU" ucap Nadia yang emosi sama Bagas
"Nama gua BAGASKORO tidak ada BAMBANGnya nyet" Sahut Bagas tak kalah emosi
"Lagian ya Nadia si Aisyah tidak akan disakiti hatinya lagi saat sama si Rendy tuh" Ucap Bagas yang lupa tidak akan bahas itu
Aisyah, Nadia, Wati langsung menatap Bagas dengan tatapan yang tajam, Bagas menyadari itu dan dia langsung pura-pura angkat telpon dan menuju ke toilet.
"Siapa RENDY?" Tanya Arnold penuh selidik
__ADS_1
"Mantan si Wati tuh yang ikut-ikutan suka sama Aisyah, mutusin si Wati ngajak jadian ke aisyah" jawab asal Nadia saking bingungya
Arnold cuma melirik ke Aisyah, Aisyah pun melihat lirikan itu, dia tau ini akan jadi masalah buat Aisyah dan Arnold. Selang beberapa menit akhirnya semua selesai wati, nadia pulang bareng bagas. Aisyah yah pasti sama calonnya lah.
Di dalam mobil hanya ada keheningan, sampe akhirnya Arnold memulai komunikasi terlebih dahulu.
"Ada yang mau kamu jelaskan?" Tanya Arnold datar
Hening, Aisyah tidak menjawab karena dia lagi melamun memikirkan omongan Nadia yang somplak asal ngasih penjelasan. Arnold menepikan mobilnya lalu membuka seatbeltnya secara kasar, dan dia juga membuka seatbelt Aisyah. Entah kenapa emosi menguasai diri Arnold Zavier. Arnold yang dikuasai amarah langsung memegang rahang Aisyah begitu kasar, sampai Aisyah meringis kesakitan.
"Ma...mas Arnold tolong lepasin sakit" pinta Aisyah menahan sakit dan sedikit mengeluarkan air mata
"Aku paling tidak suka di abaikan" Bisik Arnold pada Aisyah
" Ma... Ma..af mas... Hikkss...hikkss," ucap Aisyah sambil menangis menahan sakit
Saat itu Arnold tersadar bahwa dia sudah menyakiti Aisyah dia melepaskan cengkramannya, lalu memukul stirr mobil dengan sangat kencang. Aisyah yang melihat itu langsung ketakutan dan memilih diam sambil menahan tangis dan sakit.
"Maaf sayang aku khilaf" Ucap Arnold pada Aisyah dan mau memegang tangan aisyah
"Aku minta maaf, please" Ucap Arnold dengan sendu
"Lebih baik aku pulang naik kendaraan lain dari pada harus sama kamu mas" Jawab Aisyah tanpa menoleh ke calon suaminya itu
Saat Aisyah mau keluar dari mobil Arnold langsung menahan Aisyah agar tidak keluar dan tetap pulang bersamanya. Tapi nihil Aisyah dengan cepat menarik tangannya dan pergi naik taksi.
Arnold sangat frustasi bahwa dirinya telah menyakiti gadis yang ia sayang karena masalah kecemburuan yang tidak beralasan. Arnold memilih pulang ke apartemen nya.
Arnold langsung merebahkan tubuhnya di sofa dan segera mengambil handphone untuk menghubungi aisyah.
π± No yang anda tuju diluar jangkauan 30x
π Arnold
__ADS_1
Aisyah aku mohon angkat telpon dari ku, aku bener-bener minta maaf Aisyah.
Sudah tigapuluh menit berlalu tapi pesan yang dikirim ke Aisyah pun tak kunjung di bales. Arnold mencoba mengirim pesan kembali pada Aisyah.
π Arnold
Apa kamu bener-bener membenci ku Aisyah, bahkan kamu tidak membalas pesanku.
Adzan Subuh berkumandang membangun umat-umat muslim untuk melaksankan ibadah. Begitu juga dengan Arnold dia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu berwudhu dan menunaikan ibadah shalat subuh nya dengan khusyuk dan meminta ampun kepada sang Maha Kuasa.
Selesai itu Arnold kembali mengambil hp nya untuk mengecek apakah ada balasa pesan atu tidak. Ternyata tidak ada sama sekali balasan dari Aisyah. Arnold mulai khawatir karena seminggu lagi dirinya akan menikah dengan gadis imutnya itu Aisyah.
π Arnold
Aisyah mohon balas pesan ku. Apa kamu akan membatalkan pernikahan ini?
Di rumah keluarga Daniel, Aisyah baru saja habis mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Aisyah sengaja tidak mengaktifkan ponselnya karena males berkomunikasi dengan siapapun.
Aisyah mengingat kejadian tadi sore, dirinya benar-benar takut akan sikap Arnold, sebelum menikah dia sudah berani melakukan kekerasan padanya apa jadinya jika sudah menikah, apakah Arnold akan menganiaya dia, di pikiran Aisyah terus itu mengulang-ulang.
Aisyah mengaktifkan ponselnya betapa kagetnya banyak panggilan masuk dari Arnold dan juga beberapa pesan darinya. Aisyah bingung harus bersikap seperti apa saat ini. Saat memainkan ponselnya masuk lagi notif chating
πArnold
Aku mohon sama kamu balas pesan aku Aisyah, aku tau kamu marah karena sikap ku emosional, aku laki-laki br****k yang kamu tau, apa menurut mu aku sudah tidak pantas mendapatkan kamu.πππ.
Aisyah hanya membaca pesan itu lalu dia berusaha untuk tidak mempedulikan pesannya, Aisyah hari ini ingin membantu orangtuanya saja di rumah, dikampus pun dia lagi tidak ada kelas.
Laki-laki itu justru sedang frustasi, Arnold terus-terusan memukuli kaca hingga tangganya penuh dengan luka dan darah, chat yang terakhir dia kirim pun tidak ada balasan, mencoba menghubungi tidak diangkat. Arnold hanya bisa termenung saat ini.
Kediaman Daniel. Aisyah sedang asik ngobrol dengan adik laki-lakinya yaitu Bayu.
"Dek, kamu kemarin jadi beli hp baru dan buku?" Tanya Aisyah
__ADS_1
"Alhamdulillah jadi mbak, makasih ya mbak" Ucap Bayu sambil memeluk Aisyah
"Oh ya mbak, mas Arnold kemana biasanya kalo mbak libur ngampus mas Arnold main ke sini?" Tanya Bayu heran