
Setiba dirumah Aisyah sudah menyambut kedua anaknya dengan penuh kekhawatiran.
"Sayang kalian darimana?" tanya Aisyah penuh selidik
Khanza melirik adiknya yang diam saja "Habis main sebentar bun, maaf tidak izin dulu sama bunda" jawab Khanza pelan
"Aku masuk duluan ya, mau istirahat" ucap Adi sedih dan masuk kamar
"Ada apa Nak?" tanya Aisyah pada Khanza
"Entahlah bun, dari pas habis dimarahi sama ayah, Adi jadi lebih pendiam di jalan saja dia hanya diam, aku tanya hanya senyum, tapi senyum yang dipaksakan" jawab Aisyah sendu
"Kaka istirahat juga ya, doakan semoga hati ayah kembali" ucap Aisyah mengelus anaknya dan masuk kedalam kamar utama
Kamar Adi
"Aku istirahat di Masjid saja deh, siapa tau hati aku tenang" ucap Adi sendiri "Tapi gimana supaya tidak ketahuan, ayoo mikir Adi" ucapnya "ahai jam segini kan pa Yono buangin sampah gerbang, aku masuk saja ke gerobak sampah yang tinggi itu pasti kan itu dikeluarin pak Yono" pikiran Adi
Adi berhasil dan berjalan menuju Masjid dengan baju koko dan sarung serta kopiahnya
Maafin Adi ayah bunda, jika Adi menjadi anak nakal. batin Adi menangis
Subuh dini hari, seperti biasa Arnold dan pak Yono shalat di masjid, tapi mereka tidak melihat Adi anak itu pintar sekali menyamar agar tidak ketahuan.
"Bunda" teriak Khanza nyaring sekali
"Astaghfirullah, ada apa kamu teriak" tanya Aisyah kaget
.
"Adi kemana?" tanya balik Khanza sedih
"Ke Masjid lah nak, ini kan subuh" ucap Aisyah yakin
Tidak lama Arnold dan Pak Yono datang, "Ayah Adi mana?" tanya Khanza langsung
__ADS_1
"Adi? ayah tidak shalat bareng Adi, saat ayah berangkat kamarnya masih gelap ayah pikir masih tidur" jawab Arnold tenang
"Tapi ndak ada di dalam kamar ayah" ucap Khanza cemas
"Sudah tunggu saja nanti juga pulang" jawab Arnold santai
"Kenapa ayah seperti tidak peduli lagi sama adikku" lirih Khanza, Arnold pun mendengar itu tapi diabaikan
Sudah jam delapan pagi tapi tanda-tanda Adi pulang tidak ada "kenapa adikku belum pulang juga ayah?" tanya Khanza sedih Arnold pun merasa bersalah, Aisyah diam saja dalam kesedihannya.
"Ayah akan cari Adi ya, kamu jangan nangis" jawab Arnold memeluk Khanza
"Ayah jahat sekali kemarin membentak Adi, dia menangis di kamar saat tadi aku tanya tentang Adi ayah acuh bodo amat" lirih Khanza di dengar oleh Aisyah dan Arnold
Aisyah tidak memberikan komentar apapun, hanya dia berdoa dalam hati agar anak lakinya kuat. Arnold segera pergi mencari Adi, dia merasa sangat bersalah karena menegur dengar kasar pada anaknya
"Assalamu'alaikum" ucap Adi lemas
"wa'alaikumsalam, Adi kamu darimana dek?" tanya Khanza khawatir
"Adi darimana nak?" tanya Aisyah memeluk Adi, tapi Adi tidak membalas pelukan bundanya itu, Aisyah yang merasa Adi tidak membalas pelukannya dia melepaskan dan menatap wajah anaknya
Adi tersenyum manis "Adi ke kamar dulu ya bun" ucapnya dan masuk kamar tanpa menunggu jawaban bundanya
Ada apa dengan anakku. batin Aisyah
Adi tertidur dalam kamar, semaleman dia tidak tidur hanya terus memohon ampun pada sang pencipta bumi dan langit. saat Aisyah masuk ke kamar Adi dia melihat wajah anaknya yang sendu saat tidur. Arnold yang sudah tau anaknya kembali pulang pun kembali ke rumah
"Dimana Adi?" tanya Arnold melihat Aisyah dan Khanza
"Ayah mau marah-marah lagi sama Adi" tanya Khanza kesal
"Tidak sayang, kemarin itu ayah hanya becanda karena hari ini Adi ulang tahun, ayah ingin memberikan kejutan dan hadiah, saat Adi tidak pulang pun ayah menyesal nak telah melakukan itu" jawab Arnold sungguh-sungguh
"Apa bunda tau rencana ayah?" tanya Khanza menatap bundanya, Aisyah pun menganggukan kepalanya
__ADS_1
"Jahat sekali kalian, itu bisa merusak mental seseorang, jika aku diperlakukan seperti itu mental ku pun akan jatoh tidak akan sama dengan sebelumnya" jawab Khanza kesal
"Ayah minta maaf sayang, ayah menyesal nak" ucap Arnold sedih
"Ayah dan bunda kan tau kalo Adi sangat sensitif, semalam aku ajak Adi pergi saja sikap nya sudah berubah 180 derajat" ucap Khanza marah
"Maaf nak, jangan marah, bantuin ayah jelaskan ke Adi" ucap Arnold memohon
"kaka ndak bisa, ayah dan bunda saja usaha sendiri, ini kan rencana kalian" ucap Khanza ketus masuk ke dalam kamar
Aisyah dan Arnold hanya saling tatap, Aisyah juga tidak tau harus bagaimana, sikap anaknya tadi sudah cukup membuat dia sedih tidak membalas pelukannya.
Disaat makan siang Adi memang terlihat diam saja tidak banyak bicara, Arnold memandang ke istrinya dan juga ke anak gadisnya tapi tidak ada yang mau menolong
"Adi mau nambah apalagi nak, Adi kan dari pagi belum makan?" tanya Aisyah lembut
"Tidak bunda terima kasih atas tawarannya" jawab Adi dingin
"Dek habis ini anter kaka ke toko buku dong, kaka malas sendirian" ucap Khanza mencairkan suasana
"Tidak, kaka minta antar bunda atau yang lain saja" jawab Adi masih dingin
"Kaka maunya sama kamu dek, kaka tuh takut kalo keluar sendiri, kaka pernah dapat ancaman mau diperkosa dek" ucap Khanza sedih
Adi kaget mendengar kakanya mau diperkosa jiwa kelakiannya hadir "Baiklah aku antar kaka, tapi jangan lama" ucap Adi datar
Khanza langsung memeluk Adi "makasih ya adikku sayang kamu memang superhero buat kaka" ucap Khanza mencium pipi Adi gemas
Arnold memberanikan diri untuk bicara "Adi, ayah minta maaf, mungkin ayah sudah keterlaluan sama kamu, ayah tidak bermaksud menyakiti kamu dan hatimu" ucap Arnold sungguh-sungguh
"Ayah tidak salah tenang saja, disini yang salah memang aku, jika ayah mau menghukum ku juga tidak masalah akan aku terima, kalo masalah menyakiti, ayah juga tidak menyakiti fisik ku, kalo hati yany di sakiti entahlah bisa berubah atau tidak" jawab Adi datar dan dingin
Arnold merasa sedih, memang tidak enak rasanya disakit hatinya, lebih baik disakiti fisiknya, Arnold pun bangun dari duduknya "Sekali lagi ayah minta maaf nak" ucap Arnold dengan nafas berat "ayah berangkat dulu ke kantor, Assalamu'alaikum" ucapnya dan meninggalkan meja makan dengan rasa bersalahnya
Saat Arnold keluar rumah di garasi motor pesanan untuk anaknya telah tiba, dia hanya menangis dalam hati dan menyuruh pak Yono menyimpannya.
__ADS_1
Aku lupa anak ku yang laki tidak bisa diajak becanda seperti itu, kesalahan fatal buat ku, maafkan ayah ya Adi, selamat ulang tahun nak. Gumam Arnold pelan