CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Meminta Izin tinggal


__ADS_3

"Mamih tidak boleh cemburu begitu sama Khanza, tidak baik mih" jawab papih Yusuf


"Iya tapi kalo lihat Yusuf lebih perhatian pada Khanza hati mamih sedikit sakit pih, seperti dilupakan oleh Yusuf" keluh mamih, meninggalkan papihnya sendiri


Astaghfirullah, padahal dia pernah muda kenapa jadi begini, semoga saja sikap mamih selalu baik pada Khanza. Gumam papih pelan


tok..tok..tok "Nak ini papih, apa boleh masuk?" tanya papih


"Masuk saja pih, tidak dikunci" jawab Yusuf cepat "Ada apa pih?" tanya Yusuf


"Ini ponsel papih, pakai lah untuk chat dengan Khanza, tapi hanya chat ya?" jawab papih memberika ponsel cadangan pada Yusuf


"Terima kasih ya pih, akhirnya ada yang mengerti perasaan ku" ucap Yusuf bahagia


"Oh ya nak, mamih menyita ponsel mu karena dia cemburu pada Khanza, kamu selalu memprioritaskan Khanza di bandingkan mamihmu, jadi kamu harus merubah sikap mu seperti dulu pada mamih, biar mamih merasa masih di sayang dan di perhatikan oleh mu" ucap papih serius


"Pih aku tetap sayang kok pada mamih dan masa mamih cemburu pada calon mantunya sendiri, ini ngga masuk akal pih" jawab Yusuf heran


"Ikuti saja saran papih ya nak, jangan sampai malah Khanza jadi korban ke egoisan mamih mu, mamih sayang sama Khanza nak, papih sudah anggap Khanza anak papih sendiri, jadi papih tidak ingin juga Khanza terluka, kamu tau lah mamih kalo sudah bete dengan orang ucapannya pedas bagai cabai" ucap papih tersenyum memeluk Yusuf


"Baiklah aku akan menjaga perasaan mamih" jawab Yusuf lemas


"Satu lagi nak, carilah rumah, jadi kamu bisa menikmati indahnya rumah tangga dari suka maupun duka di rumah pribadimu sendiri, bukan papih mengusir, ini hanya untuk menjaga perasaan mamih mu" ucap papih menepuk pundak Yusuf, Yusuf pun hanya menganggukan kepala tanda mengerti ucapan papihnya


Mamih kenapa pakai segala cemburu sih, dia kan tau kasih sayang yang aku punya untuk mamih tidak ada tandingannya, benar kata papih aku harus punya rumah sendiri agar tidak terjadi sesuatu antara mamih dan Khanza, mungkin aku akan meminta izin pada Khanza sementara tinggal di rumahnya saat sudah menikah nanti. Gumam Yusuf tenang


💌 papih Yusuf


Assalamu'alaikum bidadari ku


5menit kemudian


Papihnya Yusuf apaan sih ko chat bilang bidadariku, menyeramkan nih. batin Khanza


💌 Khanza


Wa'alaikumsalam om, maaf ada apa?

__ADS_1


💌 Papih Yusuf


Sayang ini aku Yusuf, pakai ponsel papih, karena ponselku di sita mamih, sayang aku rindu sama kamu


💌 Khanza


Kak Yusuf!! aku pikir papih kok manggil aku bidadari ku, buat aku takut saja


💌 Papih Yusuf


Hahaha, maaf ya sayang, oh ya sayang aku telpon ya, ada yang ingin aku bicarakan penting


💌 Khanza


Iya kak, telpon saja.


📱Papih Yusuf


Sayang aku mau izin sama kamu, nanti kamu tolong sampaikan ke ayah dan bunda ya


📱Khanza


📱Papih Yusuf


Izin sama ayah bunda, setelah kita menikah boleh tidak kalo tinggal dulu di rumah kamu sampai kaka dapat rumah yang tepat, kaka punya rencana jika setelah menikah ingin pindah ke rumah pribadi kita saja jangan tinggal sama papih mamih atau bahkan ayah bunda, tapi untuk sementara jika boleh mumpang di rumah ayah bunda, hihihi atau mau ngontrak aja sementara?


📱Khanza


Aku malah senang banget jika tinggal disini sementara, aku yakin ayah dan bunda pasti setuju kok, dulu juga ayah dan bunda tinggal di rumah kake ku, ayah dari bundaku


📱Papih Yusuf


Iya kaka tau pasti ayah dan bunda mengizinkan setidaknya kamu infokan lagi sama ayah bunda ke inginan kaka ini, biar tidak syok saat sudah hari H, sayang aku juga tidak bisa lama-lama ponselnya mau dipakai papih kerja. dadah sayang I love you, Assalamu'alaikum


📱Khanza


Wa'alaikumsalam kak, I miss you

__ADS_1


Setelah mematikan ponsel Khanza langsung keluar kamar untuk membicarakan ini pada ayah serta bundanya.


Ayah bunda pada kemana kok sepi. Gumam Khanza pelan


Ceklek...Adi keluar kamar


"Dek, ayah bunda mana? ko sepi begini?" tanya Khanza


"Ayah dan Bunda lagi kerumh kake Niel, anterin kue buat nene" jawab Adi santai meneguk air mineral


"Kok ndak bilang kaka sih kalau mau pergi" ucap Khanza sendu


"Sebentar lagi juga pulang, jangan lebay deh kak" ledek Adi


30 menit kedua anak itu menunggu ayah bundanya, tidak lama kemudian terdengar suara mobil masuk di garasi, Khanza yang mendengar sangat antusias untuk ketemu ayah bunda membicarakan hal yang Yusuf inginkan tadi, setelah Arnold dan Aisyah mengucap salam Khanza yang paling awal memeluk ayah bundanya.


"Ada apa ini anak bunda, seperti sedang bahagia sekali?" tanya Aisyah lembut


"Dari tadi kaka itu nungguin ayah dan bunda kaya cacing ndak bisa diem" jawab Adi malas Khanza langsung menatap adiknya dengan gemas


"Oh ya ada apa nih?" tanya Arnold mengajak anaknya untuk duduk bersama


"Begini ayah bunda, adikku sayang, tadi kak Yusuf hubungi kaka, dia bilang tolong sampaikan ke ayah bunda dan Adi, dia ingin minta izin ke kalian, setelah menikah apakah boleh sementara kita tinggal disini sampai kak Yusuf mendapatkan rumah yang pas, katanya kalo kak Yusuf bawa aku ke rumah orangtuanya tidak mungkin di sana hanya ada papih dan mamihnya yang sibuk bekerja aku pasti akan sendirian, bagaimana ayah bunda?" tanya Khanza antusias


"Bunda sangat setuju banget jika kaka disini dulu sampai Yusuf membeli rumah untuk kalian berdua" jawab Aisyah senang


"Apalagi ayah sangat-sangat setuju dong, dulu juga ayah numpang di rumah kake Niel, untung saja kake Niel dan Nene Ras mengizinkan, dan bunda juga waktu itu menerima ayah walau banyak yang bilang ayah bukan suaminya yang bisa di andalkan hanya numpang hidup dengan mertua, tapi bunda mu menyikapi cemoohan orang dengan santai" ucap Arnold merangkul istrinya


"Yang dilihat orang itu kan belum tentu benar, mereka hanya bisa melihat dari luar lalu mengomentari, jadi biarkan saja, dunia ini ada dua bagian satu suka satu lagi tidak suka, kalo kita dengerin mereka yang tidak suka cape dong, sampai saat ini juga bunda tidak tau alasan ayahmu ini tetap ingin tinggal dirumah kake Niel apa tujuannya" jawab Aisyah lembut mengelus rahang suaminya


"Emang ayah kenapa mau tinggal di rumah kake Niel?" tanya Khanza penasaran dan dia juga merekam semua pembicaraannya untuk bukti ke Yusuf


"Ya ayah tau tidak mudah untuk perempuan meninggalkan rumah ternyamannya demi laki-laki yang belum lama kenal, jadi ayah itu perlahan membawa bundamu pindah supaya tidak terlalu kaget, sesekali ayah bawa nginap di apartemen ayah untuk membiasakan hidup berdua dengan ayah dan nyaman berdua dengan ayah, perlahan tapi pasti, ayah juga paham bunda mu ini anak tersayang dari kake Niel, ayah juga tidak ingin melihat kake Niel merasa kehilangan, sebisa mungkin berkunjung ke rumah kake Niel walau kita sudah pindah ke sini, itulah alasan ayah selama ini bertahan tinggal dirumah kake Niel, sakit sih dibilang numpang hidup sama mertua, tapi demi kenyamanan bunda akan ayah lakukan, karena ayah pernah melakukan kesalahan yang fatal pada bunda sebelum menikah, ayah tidak akan mengulang itu kembali" penjelasan Arnold menatap Aisyah


"Ayah punya kesalahan apa sama bunda?" tanya Adi penasaran


"Sudah tidak perlu bahasa itu lagi, kaka bisa bilang sama Yusuf, Ayah Bunda dan Adi mengizinkan kalian sementara tinggal disini, atau mau sesekali ke rumah Yusuf tidak masalah atau ke apartemen ayah juga tidak masalah" jawab Aisyah mengalihkan pertanyaan anak bujangnya

__ADS_1


__ADS_2