CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Pertemuan Khanza dan Yusuf


__ADS_3

"Kenapa ayah dan bunda tega, katanya kalian ingin melihat aku mengejar cita-cita, lalu sekarang apa? di paksa untuk di nikahkan" ucap Khanza pelan, masih bisa di dengar oleh Aisyah Arnold dan Adi


"Maafkan ayah ya nak" ucap Arnold menunduk "Seandainya tidak ada nama Almahendra pasti tidak akan seperti ini" ucap Arnold menyesal


"Nama ku tidak ada Almahendra nya, kenapa masih telibat, jika itu pertemanan kake seharusnya kake tidak ikut campur urusan keluarga kita" ucap Khanza menangis


Adi mendekati kakanya dan memberikan bahu tersebut pada sang kaka, "menangislah bila kaka tidak kuat, aku sanggup jadi penghibur kaka jika suatu saat kaka di sakiti" ucap Adi tegar, Khanza merebahkan kepalanya di pundak Adi terasa nyaman


"Apa tidak ada cara lain bun, ayah" tanya Adi pelan


"Tidak ada nak, itu ayahmu mengambil keputusan tanpa diskusi dengan bunda" jawab Aisyah sendu melihat anak gadisnya akan dijodohkan oleh sang kake


"Bukan kah keluarga kita yang memegang kendali ayah, kenapa ayah langsung setuju untuk menjodohkan kaka?" tanya Adi tegas


"Ayah salah, ayah bodoh, saat ini juga ayah akan menghubungi kake kalian dan membatalkan ini semua" jawab Arnold tegas mengeluarkan ponselnya untuk menelpon kake Mahen


📱Abi Mahen


Ini hanya pertemuan jika memang tidak cocok bisa di batalkan, jangan buat malu keluarga Almahendra.


Itulah panggilan yang terdengar terakhir.


"Sayang" ucap Arnold pada putrinya dan memeluk "Saat kamu bertemu lalu tidak cocok ayah berjanji sama kamu, akan menyudahi ini semua, percayalah sama ayah nak, ayah janji, kamu bilang TIDAK ayah akan putuskan semua yang membuat mu sedih" ucap Arnold mencium wajah anaknya


"Adi pegang kata-kata ayah tadi, jika ayah memaksa maka Adi akan bawa kabur kaka, supaya ayah dan bunda tidak bisa kami" ucap Adi tegas kembali memeluk kakanya


"Jangan bicara begitu, apa kamu tidak kasihan pada bunda, bunda pun terjebak disini, kalo bunda bisa gantiin kaka bunda rela" ucap Aisyah membuat Arnold melotot


"Apa maksud kamu rela di jodohkan lagi dan menggantikan kaka" ucap Arnold kesal


"Kamu yang konyol menjodohkan anak tidak diskusi dengan ku terlebih dahulu terus aku ikut menanggung serta ikut tanggung jawab atas kesalahanmu" jawab Aisyah kesal

__ADS_1


"Sampai mati aku tidak akan rela kamu menjadi pengganti" bentak Arnold


"Tapi kamu rela menyakiti perasaan anakmu sendiri memaksa kehendak, mengorbankan anak demi hal yang tidak jelas" jawab Aisyah marah


"Sudah kenapa jadi bunda dan ayah yang berantem, gimana mau menyelesaikan masalah kaka ini" teriak Adi garuk-garuk kepala


"Sudah dik tidak apa, kaka bersedia dengan senang hati dan ikhlas atas perjodohan ini sekalipun tidak bisa dibatalkan" ucap Khanza pergi masuk kamar


Bunda janji akan menolong mu nak. Batin Aisyah


"Lebih baik kita rapihkan rumah kita, waktunya sudah mendekat, walaupun ini terpaksa setidaknya kita terlihat menghargai mereka yang akan datang" ucap Adi membereskan salah satu ruangan


"Bunda janji jika ayah tidak melepaskan anak kita dari paksaan Abi, bunda yang akan maju dan membawa kaka pergi serta Adi" ucap Aisyah pelan didepan suaminya


"Sebelum bunda lakukan itu ayah akan lebih dulu, tidak peduli nama ayah dicoret atau tidak, lagi lupa kenyataannya ayah bukanlah anak kandung Abi dan Umi Mahen" jawab Arnold tegas


Waktu mendekati jam yang sudah dijadwalkan, Khanza pun sudah siap di dalam kamar.


"Anak bunda cantik sekali" puji Aisyah membelai anaknya Arnold pun mencium pucuk kepala yang terbalut hijabnya


"Permisi pak, tamu sudah datang" ucap pak Yono


"Suruh masuk saja pak Yono" jawab Arnold di rumah Arnold pun ada Andre dan Zahra serta anaknya Kafie


Kafie dan Adi sibuk bermain games di ponsel, umur mereka kurang lebih sama, mereka berdua anak yang mudah bergaul.


"Hei, malah sibuk main games, siap-siap" ucap Andre tegas


Keluarga Mahadika Zack telah masuk ke dalam rumah sederhana punya Arnold, sedikit mengganggu pikiran keluarga itu, kenapa Arnold dan anaknya yang notaben keluarga Almahendra rumahnya biasa saja tidak mewah yang ada dalam bayangan mereka.


"Apa benar ini rumahnya? kenapa biasa sekali" tanya Mahadika

__ADS_1


"Ini benar ko pih rumahnya Khanza, aku ingat sekarang, aku pernah tanya sama Khanza kenapa rumahnya biasa, lalu Khanza jawab kami lebih suka rumah seperti ini, rumah kecil membuat kali saling mendekatkan sementara rumah besar membuat kami akan berjauhan, kecil hanyalah rumahnya tapi dalamnya penuh kebahagiaan, itu kata-kata Khanza pih" jawab Yusuf


"Anak papih hebat memilih calon istri ya mih" ucap Mahadika menepuk pundak anaknya


"Iya, kalo dari cerita anakmu ini pih, Khanza sepertinya wanita spesial" jawab mamih Yusuf


"Sangat spesial mih, begitu banyak laki-laki yang ingin mendekati tapi dia acuh, pernah sekali tangan dia dipegang laki tapi sama dia langsung ditampar, laki itu akhirnya kesal dan menghimpit Khanza ke tembok diluar dugaan ada dua orang laki bertubuh besar dan satu perempuan kekar juga langsung menghajar laki tersebut, ternyata tanpa sepengetahuan Khanza orangtuanya menyewa bodyguard, melindungi anak tanpa sepengetahuan, keren kan pih keluarga ini, makanya aku mau menikah dengannya pih, ingin menjaganya juga" ucap Yusuf yakin


"Baiklah let's go kita masuk dan langsung melamar, tanpa basa basi lagi" jawab papih Mahadika


Keluarga Mahadika dan Keluarga Arnold sudah saling berkenalan dan menjabat tangan Adi yang melihat laki-laki di tengah-tengah Mahadika dan istri hanya melotot


Itu bukannya Yusuf, iya benar itu AlbarYusuf Mahadika. Batin Adi dan menerbitkan senyuman


"Bunda itukan Yusuf Mahadika, yang pernah jalan sama kaka" bisik Adi pelan, bundanya langsung menatap Adi


"Apa kamu yakin nak, kalo memang itu benar Yusuf berarti kaka mu tidak akan menolak dong" jawab Aisyah masih berbisik pada Adi


"Sepertinya begitu bun" ucap Adi senyum manis dengan bundanya


Tamu sudah di persilahkan duduk, dan saling berkenalan lebih jauh dengan keluarga Arnold, Arnold pun meminta maaf karena kondisi rumahnya tidak semewah pengusaha-pengusaha lainnya, minta maaf apabila rumahnya kecil dan tidak nyaman bagi keluarga Mahadika


Tuan Mahadika hanya menanggapi dengan senyuman dan berkata sesuai kata anaknya yang tadi sebutkan. Keluarga Arnold segera memanggil anak gadisnya yang masih termenung di dalam kamar, Zahra sudah meyakinkan hati ponakannya itu agar selalu kuat dan tegar.


"Ayo sayang, keluarga laki sudah menunggu" ucap Zahra lembut


Khanza keluar di apit oleh Kafie dan Adi dua bodyguard dalam dirinya, Khanza duduk berhadapan dengan Yusuf, tapi Khanza masih menundukkan pandangan pada calon suaminya itu.


"Sayang kenalkan ini keluarga Tuan Mahadika" ucap Arnold meminta anaknya untuk melihat keluarga tersebut saat melihat ke depannya Khanza terpaku


"Yusuf" ucap Khanza pelan kaget, masih didengar oleh yang lain, Yusuf hanya tersenyum lembut dan manis pada Khanza

__ADS_1


__ADS_2