
"Bunda Adek hebat loh sudah hafal surah Al-fatihah, An-Nas, Al Falaq, Al Ikhlas, terus doa makan, doa bobo juga adek sudah bisa" ucap Khanza senang adiknya sudah banyak hafal surah
"Alhamdulillah" ucap Aisyah dan Arnold
"Anak bunda hebat, dede harus semangat belajar ya, jangan malas, kalo dede pandai mengaji Inshaa Allah dede bisa memdoakan bunda dan ayah" ucap Aisyah gembira
"Isshh kaka napa celita ke ayah dan bunda ci, itukan sombong jadinya" ucap Adi kesel melihat kaka nya
Khanza hanya terkikik mendengar kekesalan Adi, Aisyah dan Arnold pun hanya senyum
"Dede tidak sedang sombong kok, kaka hanya membagikan kebahagiaan karena dede bisa hafal beberapa doa, kecuali dede teriak keteman-teman, "Hai aku jago baca surah dong dan sangat hafal pasti kalian tidak bisa" nah seperti itu bisa di bilang sombong, lagi pula yang cerita kaka" penjelasan Aisyah lembut
"Assalamu'alaikum" ucap umi ustadzah
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Alhamdulillah umi ustadzah datang juga" ucap Khanza senyum
"Sudah sana mengaji sama umi ustadzah dulu, nanti selesai mengaji kita makan malam di luar bersama, Oke" ucap Arnold mencium kedua anaknya
"OKE PAK USTAD" ucap Khanza dan Adi tertawa
Aisyah dan Arnold hanya menggelengkan kepala melihat tingkah konyol anaknya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.10 keluarga kecil Arnold sudah berada di tempat makan khas makanan Arab, ini request Aisyah tidak lupa juga bibi Sri dan pak Yono juga di ajak.
"Wow, naci nya panjang sepelti ulat" ucap Adi lucu melihat Nasi Mandi khas Arab
"Dagingnya besal juga tuh" ucap Adi kembali heran
Mereka menikmati makan malam dan kebersamaan, karena mereka jarang sekali makan bersama diluar, kalo makan di rumah pasti selalu bersama ya.
"Mbak Aisyah" panggil seseorang
Aisyah dan yang lain pun menoleh ke arah suara itu datang, dan dilihat seorang gadis jalan cepat menghampiri Aisyah
"Resya! Kamu ada disini juga, sama siapa?" tanya Aisyah heran dan senang bisa ketemu Resya
"Sama mami, papi dan Rasya" ucap Resya singkat
"Aku boleh gabung? Dimeja ku bete Rasya selalu mengadu yang aneh pada mami dan papi" ucap Resya kesal
__ADS_1
Aisyah melihat ke arah suaminya, Arnold pun paham maksud Aisyah dan menganggukan kepala pelan
"Boleh Res, kenalin ini suami ku namanya Arnold, ini kedua anakku namanya Khanza dan Adi, dan mereka berdua orang yang berjasa telah membantuku mengurus rumah sudah sangat seperti keluaga dengan kita namanya bibi Sri dan pak Yono" penjelasan Aisyah
"Hah, mbak sudah punya suami dan 2 anak" ucap Resya tidak menyangka jika Aisyah yang terlihat sangat muda sudah memiliki anak
"Iya, kenapa kamu kaget Res" sahut Aisyah
"Ah sudah lupakan saja, perkenalkan semuanya nama ku Resya Bragjawiguna" ucap Resya tersenyum
"Ayo sini makan bareng kami" ucap Aisyah lembut
"Tunggu" ucap Arnold tiba-tiba
Aisyah dan Resya langsung melihat ke arah Arnold
"Kamu anak dari Abimana Bragjawiguna?" tanya Arnold melihat Resya
"Iya benar, kanapa anda tau nama ayah saya?" tanya balik Resya menatap Arnold heran
"Ya Allah Resya, mami cari kamu, malah ada dimeja orang, keterlaluan kamu ya" ucap wanita paruh baya, maminya Resya menjewer telinga Resya
"Ampun mami, lagian kuping ku panas Rasya selalu menjelekan aku" ucap Resya kesal
"Maaf tante, saya tidak ada maksud ikut campur antara tante dan Resya, alangkah baiknya jangan di marahin di tempat umum seperi ini, karena pengunjung melihat dari tadi ke arah kita" ucap Aisyah lembut
"Astaghfirullah, maaf ya anak saya jadi merusak acara kalian, Resya ayo balik ke meja kita" ucap mami Resya
"Resya mau gabung disini aja, males disana nanti papi, mami dan Rasya menyalahkan aku lagi" sahut Resya kesel
"Tante maaf biarkan anak tante gabung saja dengan kami sampai suasana hatinya tenang, lagipula anak tante dan istri saya satu kampus dan satu jurusan" ucap Arnold sopan
"Really, kamu teman kampus Resya?" tanya mami Resya menatap Aisyah
"Iya tante, saya mahasiswi baru dan tadi siang baru saja berkenalan dengan Resya dan Rasya" jawab Aisyah senyum
"Tunggu, tadi kamu bilang ini istri kamu? Berarti itu anak kalian?" tanya mami Resya lagi dengan heran
Arnold dan Aisyah menganggukan kepala
"Mami ngapain disini? Oh..oh si biang kerok disini rupanya" ucap Rasya sindir Resya
__ADS_1
Ya Allah wanita ini lagi, malam ini dia cantik, tapi lelaki itu siapa ya?. Gumam hati Rasya
Ngapain sih nih orang ngeliatin Aisyah seperti itu, dari tatapan matanya ada kekaguman, akh ngga boleh seperti ini, dasar bocah. batin Arnold
"Jadi ini saudara kembar kamu Resya?" tanya Arnold senyum
"Iya, manusia paling menyebalkan" jawab Resya ketus melihat Rasya
"Kaya sendirinya tidak menyebalkan saja kamu ini, udah ayo balik kasihan papi sendiri mi, biarkan saja anak ini susah di atur" ucap Rasya kesal menggandeng mami nya
"Resya jangan bikin susah orang kamu, mami izinkan kamu gabung disini, segera ke meja kita" ucap mami Resya dan pamitan ke keluarga Arnold
Rasya dan maminya kembali ke meja yang mereka pesan, sementara Resya tetap bergabung dengan Aisyah dan Arnold
"Eh kok saya jadi lupa, kamu beneran anak Abimana?" tanya Arnold melihat Resya
"Ya ampun harus berapa kali saya bilang bahwa papi saya bernama Abimana Bragjawiguna, memangnya kenapa sih om" sahut Resya malas
"Enak saja emang aku om mu apa" jawab Arnold kesal
"Ayah jangan emosi di depan anak-anak" ucap Aisyah lembut mengelus bahu suaminya
"Teman mu itu menyebalkan benar kata saudara kembarnya tuh MENYEBALKAN" ucap Arnold penuh penekanan
"Oke, om emangnya kenal dengan papi saya?" tanya Resya
"Om lagi, iya kenal puas kamu" ucap Arnold emosi
"Lagi PMS ya om, emosional" ucap Resya malas
"Ayah kenal dimana sama papinya Resya?" tanya Aisyah penasaran
"Rekan bisnis ayah bun, Alhamdulillah pak Abimana mempercaiyain perusahaan yang ayah pimpin" jawab Arnold lembut tersenyum dengan Aisyah
Mesra sekali mereka berdua, walaupun sudah ada buntut 2 tetap romantis. Gumam hati Resya
"Aku kembali dulu ya ke meja, sebelum ada KDRT dikeluarga ku" ucap Resya ngasal
Aisyah dan Arnold hanya saling pandang mendengar kata KDRT, apa iya Resya sering menjadi korban kekerasan orangtuanya pikiran Arnold dan Aisyah.
Setelah makan malam selesai keluarga Arnold sudah sampai di rumah dan segera mengistirahatkan tubuh mereka masing-masing.
__ADS_1
Sebulan sudah Aisyah menjalankan aktifitasnya sebagai mahasiswi, anak bungsunya yang bernama Adi pun mulai terbiasa tanpa bundanya dan Adi selalu di sibukan dengan belajar.