CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Keresahan Khanza


__ADS_3

Yusuf kembali menutup pintu kamarnya dan melihat ke wajah sang istri sedikit murung.


"Kenapa? kok terlihat murung begini?" tanya Yusuf lembut membelai pipi Khanza


"Ndak apa, hanya kepikiran Adi saja" jawab Khanza tersenyum


"Besok pas sarapan kita masih bisa minta maaf pada Adi, dan mengucapkan terima kasih, memang dari tadi kita belum makan malam, untung saja Adi membawa untuk kita" ucap Yusuf


"Sini aku siapkan untuk kak Yusuf" jawab Khanza mengambil makanan untuk suaminya dan mereka mulai makan malam bersama di dalam kamar


Kamar Adi dan Kafie


"Makasih ya kak Adi" ucap Kafie senyum


"Hilih tumben banget manggil kaka, biasa juga Adi..Adi" jawab Adi sinis karena masih terbawa emosi dengan kejadian di kamar Khanza


"Iya deh maaf, ndak akan manggil nama lagi" ucap Kafie nyengir


"Sudah-sudah, kamu makan itu, aku sudah bawakan untuk mu spesial, aku mau mandi dulu berendam menenangkan otak" jawab Adi melepas pakaiannya dan masuk ke kamar mandi


Kamar Andre dan Zahra


"Pah, mama ke kamar Kafie dulu ya, mau cek apa dia masih demam atau sudah baikan" ucap Zahra pada suaminya yang sibuk main ponsel


"Ayo, papah antar ke kamar Kafie" jawab Andre meletakan ponselnya langsung berdiri menghampiri istrinya di pintu


"Mama sendiri aja, lagian papa masih sibuk" ucap Zahra heran


"Kamu itu ndak boleh keluar sendirian, kalo ada yang menculik bagaimana? aku yang frustasi" jawab Andre menggenggam tangan istrinya berjalan ke arah kamar Kafie & Adi


Tok...tok..tok


Ceklek.. pintu terbuka


"Mama dan papa kok kesini?" tanya Kafie

__ADS_1


"Kenapa kamu yang buka pintu memang Adi belum kembali?" tanya balik Andre melihat sekeliling kamar


"Sudah itu dia lagi mandi, ini yang bawa makanan dia, katanya spesial buat Kafie" jawab Kafie jujur


Ceklek ...pintu kamar mandi terbuka


"AHHKKK, Aunty dan Uncle ngapain sih, aku ternoda dilihat kalian nih" teriak Adi heboh ngga jelas, Zahra dan Andre hanya melihat dengan wajah malas


"Lebay kamu tuh, uncle itu mau lihat Kafie apakah masih demam atau tidak, lagian kamu jam segini baru mandi" ucap Andre santai


"Oh gitu, ya kan baru beres" jawab Adi santai memakai baju


"Ini troli bekas apa?" tanya Zahra heran dikamar anaknya ada troli dorong


"Oh itu bekas Kak Adi bawa makanan ini" jawab Kafie polos dan jujur


Andre dan Zahra saling pandang terkejut.


"Yang benar saja cuma bawa begituan pakai troli sebesar ini, lagian kan bisa minta tolong diantarkan kali" ucap Andre melihat Adi


"Huft, itu kan aku bawa makanannya bukan hanya buat Kafie, tadi kake dan nene minta, ayah bunda juga, lalu pengantin baru tuh kasihan kan belum makan, awal niat cuma bawa makanan buat Kafie tapi mereka bilang pada lapar ya sudah aku inisiatif sendiri untuk mengantar itu semua sampai kamar masing-masing dengan aman dan tetap bersih" jawab Adi duduk di kasur memainkan games di ponselnya


"Aunty kan ndak request, yang lain kan request seperi kakek" jawab Adi mulai tengkurap


"Baiklah, kalian istirahat, Kafie jangan main ponsel ya, mama akan kunci ponselnya" ucap Zahra mengelus kepala anaknya yang sudah tidak demam lagi


"Iya mam, Kafie juga ngantuk nih habis makan, apa di kasih obat tidur ya sama Kak Adi" ledek Kafie melirik ke kaka sepupunya itu


"SEMBARANG KALO NGOMONG" bentak Adi tidak serius


Zahra dan Andre geleng-geleng kepala melihat anak dan ponakannya selalu seperti itu bikin sakit kepala orang, dia pun segera kembali ke kamar untuk istirahat seperti dengan yang lainnya.


Khanza dan Yusuf sudah membaringkan tubuhnya di atas kasur yang nyaman itu, mereka saling menatap langit-langit yang terbuat dari cermin.


Yusuf memiringkan tubuhnya untuk menghadap ke arah Khansa, dan istrinya pun sama memingkan tubuhnya menghadap sang suami.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit tubuh Yusuf mendekat ke arah Khanza dengan tatapan adem dan hangat. Yusuf mencium kening istrinya dan membacakan doa, setelah itu Yusuf mulai menyelimuti tubuhnya dan tubuh istrinya. Yusuf mulai mendekatkan wajah ke istrinya.


Maka malam itu terjadilah pasangan baru yang memulai menjalankan ibadahnya menuju surga dunia, bukan hanya melespakan nafsu semata, tapi untuk mencari pahala yang begitu besar.


Pagi hari semua keluarga besar dari Yusuf dan Khanza sedang menikmati sarapan bersama, hanya Khanza dan Yusuf yang belum hadir di tempat itu. Wajah Adi pun masih terlihat badmood tidak seceria biasanya.


"Anak bunda kusut banget mukanya" tanya Aisyah yang memperhatikan anak bujangnya tak banyak bicara


"Lagi badmood, males mau cepet-cepet pulang terus pergi main ke rumah Rival atau Fahmi" jawab Adi sinis


"Sabar dong, hari ini kita pulang kok, tapi cerita dulu ada apa wajah anak bunda yang tampan dan rupawan ini menjadi kusut seperi badut" ledek Aisyah senyum


"Huft, susah di jelaskan" jawab Adi singkat,


Yusuf dan Khanza baru saja tiba di restoran hotel yang telah di booking keluarga Mahadika, Khanza sengaja mencari tempat duduk dekat dengan adiknya itu. Setelah mengambilkan beberapa makanan untuk suaminya Khanza duduk di samping Yusuf dan Adi.


"Makasih makanannya semalam" bisik Khanza pada Adi, Adi pun tidak merespon kakanya dia asik dengan makannya sendiri, Khanza yang melihat adiknya abai begitu jadi cemas


"Marah sama kaka?" tanya Khanza pelan, Adi masih mengabaikannya


"Pengantin baru jam segini baru hadir, lama banget kalian ini" goda papih Mahadika


"Iya maaf pih, tadi kita udah keluar hanya kita main di area kolam renang dulu sebentar" jawab Yusuf santai dan jujur


"Mau lama di dalam kamar juga tidak masalah kali dek" goda kaka perempuan Yusuf


"Itu mah namanya malas mbak" ucap mamih sinis


"Bukan malas dong Nyonya, tapi jika suami belum mengizinkan si istri keluar kamar berarti istri pun harus patuh sama suaminya untuk tidak keluar kamar, mau mereka ngapain itu dalam kamar itu privasi mereka" jawab Arnold hati-hati dan ramah


"Ya lagian suaminya aja kurang kerjaan nahan istri di dalam kamar" ucap mamih Yusuf ketus


"Suka-suka suaminya lah mam, dia punya hak untuk nahan istrinya, udah akh kenapa kita jadi bahas beginian mending bahas kedepannya, Yusuf bagaimana rencana kamu setelah ini?" tanya papih santai


"Hemm, rencana aku saat ini adalah mau meminta izin langsung sama ayah dan bunda, untuk sementara waktu aku izin tinggal dirumah ayah dan bunda, itupun jika ayah dan bunda memberikan izin" jawab Yusuf melihat ke arah ayah bundanya Khanza

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Maaf ya. untuk para Readers apabila malam pertamanya tidak greget gitu, karena biar otaknya tidak terlalu sering traveling ke sana-sana.


__ADS_2