CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH

CINTA ZAVIER UNTUK AISYAH
Rencana Adik Aisyah


__ADS_3

Aisyah dan Arnold telah kembali ke Kota mereka berasal. Pak Yono sudah menjemput di Bandara langsung menuju Rumah, sampai ditujuan mereka segera masuk kamar untuk membersihkan diri dan mengistirahatkan tubuh agar lebih segar, jam makan malam pun tiba, Aisyah hanya memesan makanan via aplikasi online karena memang tidak menyarankan bibi untuk masak.


"Mas, makan malam yuk" ucap Aisyah menggendong Khanza


"Sayang masak?" tanya Arnold kaget melihat makanan di meja


"Maaf ya aku pesan via online" jawab Aisyah ragu


"Bagus deh, aku kira kamu masak bikin kaget saja" ucap Arnold lembut mengelus kepala Aisyah


Keluarga kecil itu pun makan bertiga di meja makan, sesekali bercanda dengan putri semata wayangnya. Setelah makan masuk ke kamar merasa badan terasa sangat lelah, padahal bukan perjalanan jauh.


"Mas besok sudah masuk kerja?" tanya Aisyah menghadap suaminya


"Lusa Mas baru aktif lagi di kampus" jawab Arnold memeluk Aisyah


"Besok kita kerumah Ayah boleh?" tanya Aisyah


"Boleh dong, tapi agak sorean ya?" ucap Arnold membelai wajah istrinya


"Kenapa sore?" tanya Aisyah kembali


"Mas mau mesra-mesraan dulu sama istri mas yang paling gemes ini" ucap Arnold menggigit hidung Aisyah


"Mas ih sakit, kebiasaan banget, sedikit-sedikit nyentil kening atau gigit hidung" ucap Aisyah memegangi hidungnya


"Kamu gemesin jadi aku lepas kontrol terus" sahut Arnold tertawa


"Sudah istirahat, supaya besok pagi seger dan kita olahraga pagi yang penuh tenaga" ucap Arnold kembali mengedipkan sebelah matanya


"Olahraga apa? Cape akh penuh tenaga, mendingan rebahan aja dikamar" sahut Aisyah polos


"Emang olahraga bertenaga nya dikamar, diranjang ini juga" ucap Arnold menaik turunkan alisnya tertawa


Pagi hari setelah shalat subuh pasangan suami istri itu bener-bener habis melakukan olahraga pagi yang penuh menguras tenaga di atas tempat tidur. Menjelang jam delapan pagi Arnold baru saja terbangun, dibangunkan oleh Khanza yang terus mencium wajah Arnold, Aisyah masih tertidur, mungkin dia lelah ya 🤭🤭 Khanza pun sudah semakin pintar di usianya setahun lebih.


"Bidadari ayah bangunin ayah hmm" ucap Arnold memegang anaknya dengan wajah masih mengantuk


"Yah mam bul" ucap Khanza ketawa melihat ayahnya


"Kaka mau maem sama ayah dan bunda iya sayang" tanya Arnold pada Khanza


Arnold dan Aisyah mulai membiasakan memanggil anak pertamanya dengan sebutan Kaka bukan dede lagi.


"Mam" ucap Khanza memukul wajah Arnold supaya bangun dan tertawa


"Aduhh sakit kaka, iya ayo kita maem sama ayah, bunda masih bobo kasihan" ucap Arnold mencium anaknya


Arnold bergegas bangun menggendong Khanza menuju meja makan, mendudukan Khanza di bangku khusus dan dia menuju kamar mandi untuk mencuci muka, Arnold pun terpaksa membangunkan Aisyah, pasti dia pun lapar jam sudah menujukkan pukul delapan lewat


"Sayang bangun dulu yuk sarapan sudah jam delapan" ucap Arnold mencium wajah Aisyah


"Hmmm mas aku ngantuk sekali" jawab Aisyah masih memejamkam matanya


"Mau bangun apa tidak? Kalo tidak mau bangun berarti kamu bersedia untuk melakukan olahraga tambahan" ucap Arnold menggoda

__ADS_1


"Iya nih bangun" sahut Aisyah langsung duduk bersender di dipan


"Cuci muka dulu gih, Khanza sudah nungguin di meja makan" ucap Arnold mencium kedua mata Aisyah


Keluarga kecil itu makan dengan santai.


"mam uh" ucap Khanza menujuk sayur wortel


"Kaka mau tambah sayur wortel?" tanya Aisyah lembut


"tel" sahut Khanza menganggukan kepala


Aisyah dan Arnold tertawa bahagia melihat anak nya yang sudah mulai belajar jalan dan bicara, selesai makan Arnold dan Aisyah mandi, Aisyah ingin kerumah orangtuanya siang-siang supaya sore sudah bisa kembali kerumah.


"Assalamu'alaikum kakek Niel, kaka Khanza datang nih" ucap Aisyah masuk ke dalam rumah Ayah Daniel


"Wa'alaikumsalam cantiknya uncle datang" sahut Bayu mencium perut Khanza sampe dia tertawa geli


"Kakek sama nenek lagi kondangan dulu sini uncle gendong" ucap Bayu kembali main dengan Khanza


"Ayah ibu santi kemana dek?" tanya Arnold pada Bayu


"Ayah Ibu kondangan Mas, mbak Santi masih kuliah jam segini" jawab Bayu salim kepada kaka iparnya


"Mbak bawa oleh-oleh nih buat disini" ucap Aisyah duduk di sofa


"Sayang hari ini nginep disini ya?" ucap Arnold memeluk istrinya


"Aku mah ikut kamu aja mas, kamu mau nginep di sini aku seneng banget" sahut Aisyah seneng


"Biarin aja, Khanza juga lagi main di kamar Bayu" jawab Arnold seenaknya


"Mas tangannya diem, kamu kerumah Ayah malah begini ngga lihat sikon deh" ucap Aisyah kesel tangan Arnold meraba kemana-mana


"Aku juga ngga tau, kenapa di rumah Ayah Daniel tuh rasanya ingin seperti ini, kalo di rumah sendiri maunya langsung di ranjang" sahut Arnold manja


Beberapa menit kemudian Ayah Daniel dan Ibu Laras pulang


"Assalamu'alaikum Bayu kenapa ikan di taro luar" ucap Ayah Daniel sedikit teriak


Aisyah dan Arnold yang habis menyatukan bibir mereka tersentak kaget ada yang teriak dan merapihkan sedikit pakaian Aisyah


"Wa'alaikumsalam ayah ibu" ucap Arnold dan Aisyah menghampiri orangtuanya dan mencium tangan


"Lhoo Nak kalian disini, Bayu mana?" tanya ibu Laras


"Bayu main sama Khanza di atas, Ayah ada apa tadi sedikit teriak manggil Bayu?" tanya Arnold hati-hati


"Itu lhoo Ayah habis mancing suruh simpan ikannya di dalam masih diluar hilang dua ekor dimakan kucing sepertinya" jawab Ayah Daniel santai


"Tumben Ayah mancing lagi?" tanya Aisyah heran


"Ngajarin Bayu supaya bisa" jawab Ayah senyum


"Dek turun, Ayah nyariin nih" panggil Ibu Laras dari bawah tangga

__ADS_1


"Nggih bu, kita turun yuk ada kake Niel datang sama nene Ras" ucap Bayu turun


"Hmm cucu kake habis apa di atas sama uncle Bayu" ucap Ayah Daniel gemes mencium Khanza


Khanza jalan sedikit tertatih menuju Nene Ras yang lagi membereskan oleh-oleh dari Aisyah


"Mau sama nene, kangen sama nene iya sayang" ucap Ibu Laras Khanza tertawa bahagia


Keluarga Daniel pun tertawa melihat perkembangan Khanza yang setiap hari menggemaskan, Santi pun sudah pulang kerumah sekitar jam tiga sore.


"Mbak Aisyah, Santi mau cerita dong" ucap Santi ragu


"Mau cerita ada mas atau mbak saja?" tanya Arnold


"Kalo boleh sih mau berdua dulu" jawab Santi nyengir


"Boleh dong, ya sudah mas gabung saja sama Bayu" ucap Arnold mengelus kepala Santi


"Cerita apa? Kuliah kamu lancarkan?" tanya Aisyah


"Mbak, tadi siang Mas Damar bilang sama aku katanya mau ketemu Ayah Ibu Mbak Aisyah dan Mas Arnold" jawab Santi ragu


"Damar anak Ibu Ratih? Damar sendiri atau sama keluarganya dek?" tanya Aisyah kembali melihat Santi


"Iya Damar anak Bu Ratih mbak, Dia bilang sendiri dulu" jawab Santi


"Kamu punya hubungan sama Damar? mbak bicara dulu sama Ayah dan Ibu dek" ucap Aisyah mengelus Santi


"Hmm a..ku sebenernya pacaran dari SMA mbak" sahut Santi terbata dan takut


"APA!!! kamu pacaran dek, kok berani pacaran?" tanya Aisyah kaget


"Maaf Mbak jangan marah" jawab Santi sendu


"Selama pacaran apa yang kalian lakukan?" tanya Aisyah ketus


"Kami tidak melakukan apapun sumpah, aku hanya sering makan siang bareng saja itupun di kantin kampus rame-rame, pulang bareng tidak lebih dari itu mbak" tutur Santi takut


Santi membersihkan dirinya terlebih dahulu, Aisyah mulai bicara ke Ayah Ibu dan Suaminya mengenai Santi yang sudah menjalin hubungan dengan seorang pria.


"Bilang Santi suruh Damar kesini malam ini setelah ba'da isya, mumpung kamu dan Nak Arnold ada di rumah ini" ucap Ayah tenang


"Segera Aisyah kasih tau ke Santi, dia masih mandi sepertinya" ucap Aisyah


Setalah Ba'da Isya ternyata benar Damar berani datang memenuhi panggilan dari Ayah untuk menjelaskan serta mengutarakan keinginan yang di maksud Damar


"Assalamu'alaikum" ucap Damar tenang


"Wa'alaikumsalam, eh Mas Damar masuk Mas duduk dulu, Bayu panggilkan Mbak Santi" ucap Bayu senyum


"Hmmm Bayu, Mas kesini mau ketemu Ayah dan ibu, ada?" tanya Damar


"Ada, bukan ketemu mbak Santi Mas?" tanya Bayu heran


"Tidak, mau ketemu orangtua kamu saja dan kalo ada mbak Aisyah beserta suaminya" ucap Damar

__ADS_1


"Oke sebentar yap Bayu panggil mereka" sahut Bayu santai


__ADS_2