
"Bicara mas jika kamu ingin mempertahankan rumah tangga ini, dengan diam pun tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi jika kamu sudah tidak mau memperbaiki masalah yang ada di dalam rumah tangga ini maka selesaikan saat ini juga, atau kami boleh langsung talak aku" ucap Aisyah kembali
"Maaf" lirih Arnold menundukkan kepala
"Maaf untuk apa?" tanya Aisyah menatap suaminya yang telihat sedih
Tok..tok..rok
"Permisi bu, pak" ucap bibi Sri
"Ya bi sebentar" ucap Aisyah dan segera bangkit membuka pintu
"Ada apa bi?" tanya Aisyah
"Itu bu ada Abi Mahen, Umi Mahen dan Eyang Tasya di parkiran katanya mau main disini" ucap bibi Sri ramah
"Oh i..iya bi saya dan mas Arnold akan menemuinya" ucap Aisyah kaget dengan kedatangan mertuanya
Aisyah masuk kembali dan duduk di samping suaminya
"Ada Abi, Umi dan Eyang diluar, kalo kamu masih diam begini kita selesaikan sekarang juga mas di hadapan mereka dan kamu bisa meminta Abi, Umi Eyang seta kamu memulangkan aku kepada kedua orangtua ku mas, karena aku tidak butuh kata maaf yang kamu keluarkan dan keterdiaman kamu ini" ucap Aisyah
Aisyah sudah merasa jengkel dengan suaminya, Aisyah segera membersihkan mukanya yang terlihat sembat akibat menangis
"Aku hanya cemburu melihat ke dekatan kamu dan teman mu itu" ucap Arnold tiba-tiba dan membuat langkah Aisyah terhenti
"Lalu apalagi" ucap Aisyah menatap suaminya yang menunduk
"Aku takut kamu meninggalkan aku demi laki-laki itu, dan dia juga anak dari salah satu pengusaha terkenal disini" ucap Arnold masih menundukan kepala dan mulai meneteskan air mata
"Apa dimata kamu aku serendah itu mas, dengan mudah jatuh cinta sama laki-laki lain dan mudah tergiur dengan harta yang di punya oleh dia" ucap Aisyah
Arnold hanya menggelengkan kepala
"Dengan pemikiran kamu begitu, aku bisa menyimpulkan kalo dimata kamu aku perempuan rendahan dan matre" ucap Aisyah kesal
Aisyah melanjutkan jalannya menuju kamar mandi dia tidak habis pikir suaminya bisa bilang takut di tinggal demi laki lain, setelah selesai dari kamar mandi Aisyah menyuruh suaminya untuk segera mencuci muka dan menemui keluarganya yang sudah datang dan menyempatkan waktu.
"Assalamu'alaikum semua" ucap Aisyah tersenyum
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
__ADS_1
"Nak, kamu habis nangis?" tanya Umi Mahen melihat mata menantunya sedikit bengkak
Abi Mahen dan Eyang Tasya langsung menatap Aisyah dan meminta jawaban
"Tidak umi, ini hanya habis bangun tidur saja" ucap Aisyah lembut
"Dimana suamimu?" tanya Abi
"Lagi cuci muka Abi, maaf tadi kita lagi tidur terus bibi ngasih info kalian datang" ucap Aisyah merasa tidak enak membohongi mertuanya
"Jawab dengan jujur, ini bukan mata bangun tidur, tapi habis nangis, ada apa nak?" tanya Umi kembali dia yakin ada masalah
"Beneran umi" jawab Aisyah tenang
"Panggil suami mu" ucap Abi
"Aku disini Abi" ucap Arnold datang
"Butuh menyelesaikan masalah dengan kita atau kalian bisa berdua mengatasinya" ucap Abi serius menatap Aisyah dan Arnold
Aisyah dan Arnold hanya saling tatap dia juga bingung Umi dan Abi nya ini sangat peka sekali dengan keadaan
"Tuhkan kalian lagi ada masalah" teriak Umi reflek
"Kenapa kamu tadi bohong nak?" tanya Eyang
"Aisyah cuma tidak mau merepotkan kalian hanya itu, masa iya kalian datang kita ngasih masalah" ucap Aisyah hati-hati
"Abi kasih waktu untuk menyelesaikan masalah kalian, sampe siang ini jika siang ini tak selesai maka Abi akan ikut campur dan menyelesaikannya" ucap Abi serius
"Bunda ikut ayah sebentar” ucap Arnold menggandeng tangan istrinya menuju ke luar rumah dan pergi menggunakan mobil
Di sepanjang perjalanan Arnold meminta maaf terus menerus pada istrinya dia menyesali semua yang terjadi beberapa hari ini, entah kenapa Arnold bisa bersikap seperti itu pada istrinya, Aisyah juga mengingatkan kembali suaminya jika ada masalah diselesaikan saat itu juga sampai bener-bener selesai, jangan menumpuk masalah dalam rumah tangga. Mereka hanya mengitari jalanan. Sekiranya udah menurut mereka masalah sudah selesai, mereka pun kembali ke rumah dengan hati, perasaan pikiran yang lebih baik.
"Sekali lagi aku minta maaf, aku juga tidak paham mengapa jadi begini" ucap Arnold menyesal
"Kamu harus belajar mengontrol emosi kamu, kamu ingat kata-kata aku di saat kamu melakukan kekerasan fisik sama aku, aku benar-benar akan meninggalkan mu Mas" ucap Aisyah
"Ya aku ingat" lirih Arnold sendu
Apa yang terjadi sama kamu sebenernya bisa sampe se emosi itu saat tau aku di kasih coklat dan bicara dengan Calvin. Batin Aisyah
__ADS_1
Mereka tiba di rumah dan segera menemui keluarganya yang di tinggal.
"Assalamu'alaikum" ucap Aisyah dan Arnold
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Ayah, bunda dali mana cih, Adi habis belajal cali-cali bunda ndak ada" ucap Adi minta gendong pada Aisyah
"Maaf ya tadi bunda keluar sebentar kok" ucap Aisyah lembut
"Beli loti ndak bun" ucap Adi berharap
"Ndak tuh, nanti kita beli ya, Adi bisa pilih sendiri rasa yang dimau" ucap Aisyah gemas
"Hmm, Adi mau loti stlobeli sama bluebelly bun" ucap Adi memelas
"Ayoo beli sama kakek, nenek dan eyang buyut sekalian kita jemput kaka Khanza ke sekolah" ucap Abi Mahen
"Yeeaayy boleh kan bun Adi pelgi sama kakek?" tanya Adi semangat
"Boleh, tapi pulangnya harus balik lagi ke sini" ucap Aisyah mencium pipi Adi
"Sudah selesai masalahnya?" Tanya Umi menatap anak dan mantunya
"Sudah Umi" jawab Arnold pelan dan masih terlihat sendu
"Syukur kalo sudah selesai, semoga tidak ada lagi masalah yang bisa menyakiti hati istrimu nak, jangan pernah membentak atau main tangan pada istrimu, jika istrimu melakukan kesalahan tegur dengan baik dan lembut, umi yakin jika kamu tidak menikah dengan Aisyah dipastikan tidak akan bertahan lama sampai detik ini, netralkan perasaan kalian, anak-anak biar kita ajak main" nasehat umi mengelus pundak Arnold
Arnold hanya melirik istrinya, apa yang di katakan umi semua benar, selama ini Aisyah selalu bertahan dengan pernikahan ini, walaupun banyak sekali kesalahan Arnold pada Aisyah.
Aisyah mengantarkan anak dan keluarganya sampai garasi, sementara Arnold kembali ke dalam kamar untuk berganti pakaian lebih formal dia berniat untuk ke kantor, Arnold tidak tega melihat wajah istrinya yang menurut keluarga sempurna, lagi dan lagi dia menyakiti hati istrinya.
"Aku berangkat ke kantor dulu ya" ucap Arnold keluar dari garasi
Aisyah hanya menganggukan kepala lalu mencium tangan suaminya dan masuk ke dalam tidak terlihat seperti biasanya dan situasi menjadi canggung
Aku tau Aisyah mungkin kamu memaafkan aku, tapi perasaanmu hanyalah dirimu yang tau. Lirih Arnold
Arnold hanya melihat Aisyah masuk ke dalam sampai tak terlihat olehnya baru dia bergegas untuk ke kantor
Kenapa aku bodoh sekali, Maafin aku Aisyah. Gumam Arnold kesal.
__ADS_1