
"Rasya!!, Kamu kenapa"tanya Aisyah heran
"En..enggak apa-apa, oh aku langsung pamit pulang, terima kasih juga sudah ngasih izin jalan-jalan bersama Adi" ucap Rasya
Kenapa kamu cantik sekali Aisyah, sampai susah menghilangkan rasa ini. Batin Rasya
"Rasya!! Kenapa lagi kok melamun, banyak pikiran?" tanya Aisyah heran melihat tingkah Rasya
"Tidak apa Aisyah maaf, terima kasih, Assalamu'alaikum" ucap Rasya dan segera pergi dari rumah Aisyah
Malam mulai datang Arnold pun tidak membahas Rasya sama sekali pada Aisyah, berbeda dengan Aisyah dia menceritakan semua tentang Rasya datang dan sedikit aneh, Aisyah juga cerita Rasya selalu melihatnya dengan tatapan aneh. Arnold langsung kaget mendengar cerita dari Aisyah, dan Arnold pun bilang pada Aisyah agar tidak terlalu dekat dengan Rasya.
"Halo semuanya" ucap Rasya di rumahnya
"Kamu kok pulang malam? Adi bagaimana?" tanya mamih cemas
"Adi ya sudah pulang lah tadi jam 3 sore" ucap Rasya santai dan mengambil kue di piring
"Adi pulang jam 3 sore lalu kenapa kamu baru pulang?" tanya mamih mulai cemas
"Aku kan main dulu mamih ku sayang, masa iya langsung pulang ngga asik banget" ucap Rasya
"Oh iya papih kenapa kirim kontaknya Arnold, aku kan minta kontak Aisyah" ucap Rasya kembali
"Eh lu kan laki ya urusannya sama laki juga, masa sama Aisyah ngga pantes tau ngga sih, apalagi dia punya suami" ucap Resya tiba-tiba
"GUA NGGA NGOMONG SAMA LU" ucap Rasya penuh penekanan
"Apa yang dibilang adikmu benar Ras, papih sengaja mengirim kontak Arnold karena papih juga ngga punya kontak Aisyah" ucap papih Abimana tertawa
Resya dan mamih pun ikut tertawa
"Ahsem, salah orang berarti" lirih Rasya bete
"Jaga batasan Nak, Aisyah sudah punya suami, kamu tidak pantas komunikasi dengan istri orang" nasehat mamih
"Siapa juga yang mau merusak hubungan rumah tangga orang mih, jujur ya mih aku hanya mengagumi saja tidak lebih" ucap Rasya jujur
"Sama aja tidak boleh DODOL" jawab Resya menoyor kepala Rasya
"Ngga sopan lu sama abang sendiri" ucap Rasya kesal
"Sudah-sudah jangan ribut, Rasya walau kamu hanya mengagumi tetap tidak boleh, takutnya malah jadi bumerang buat hubungan papih kamu sama Arnold, jika kamu ingin mengajak kedua anak Arnold main boleh, tapi dengan niat baik bukan dengan niat ingin bertemu Aisyah, mamih yakin ada banyak wanita yang tulus sama anak mamih ini, tapi kamu harus tetap fokus sama kuliah dan jadilah penerus papih kamu, kita juga sudah tidak muda lagi Nak, ingin segera menghabiskan masa tua" tutur mamih
__ADS_1
"Iya mih maaf, Rasya tidak akan melakukan hal bodoh untuk Aisyah, Rasya juga akan kuliah dengan benar agar cepat lulus dan bisa bantuin papih di perusahaan" ucap Rasya sungguh-sungguh dan mulai berpikir
"Alhamdulillah" ucap serempak
Waktu terus berjalan tanpa di duga orang yang pernah ada di masa lalu Aisyah datang, teman masa kecilnya yang selama ini tinggal di Kota Jakarta melanjutkan SMA sampai kuliah di ibu kota, semenjak ayahnya meninggal dunia dia di bawa oleh kakak laki-lakinya berjuang hidup di ibu kota
Aisyah sedang menjemput anak laki-lakinya di sekolah, tanpa sengaja bertemu di sana.
"Aisyah!!" teriak seseorang
Aisyah masih memandangnya dan berusaha mengingat siapa yang sedang memanggilnya dan berjalan ke arahnya
"Aisyah, kamu kok diam saja, apa kamu lupa sama aku?" tanya seseorang
"Tunggu, maaf kamu Putri, teman kecil ku?" tanya Aisyah tidak menyangka
"Iya ini aku Putri, Rahayu Putri anak bapak somad" ucap Putri senang dan berkaca-kaca matanya
"Mashaa Allah, Putri aku kangen sekali sama kamu" ucap Aisyah memeluk Putri dan menangis
"Kamu kok ada disini Put, sedang apa?" tanya Aisyah kembali
"Aku lagi antar anaknya Mas Iwan, sudah 2 minggu aku disini dan akan seterusnya di sini bersama Mas Iwan dan ibu" jawab Putri
"Alhamdulillah, saudara ku kembali, aku senang banget, gimana kabar Mas Iwan dan Istri" tanya Aisyah lagi
"Sudah jangan sedih inshaa Allah Mas Iwan akan mendapat jodohnya kembali di kota kelahiran sendiri" ucap Aisyah memberikan semangat
"Terima kasih ya Aisyah, seperti sih begitu karena mas Iwan terlihat sedang dekat dengan masa lalunya deh yang sekarang jadi janda juga, ngomong-ngomong kamu sedang apa disini?" tanya Putri
"Aku lagi nunggu anak ku, dia sekolah disini juga, kamu sendiri udah ada jodohnya yang siap belum" tanya balik Aisyah menggoda sahabatnya
"Oalah dalah kamu sudah punya anak toh, ibu sih pernah bilang kamu sudah menikah, maaf ya, kalo masalah jodoh belum ketemu yang pas" jawab Putri nyengir
"Aku coba minta kontak mu sama ibu tapi kata ibu tidak ngerti, yowes aku titip pesan saja sama ibu kalo aku mau nikah, maaf pernikahan ku juga mendadak" ucap Aisyah lembut
"Lho kenapa mendadak?" tanya Putri heran
"Ya suami ku dosen ku juga waktu itu, dan aku di dekatkan oleh ayah, karena menurut orangtua kedua belah pihak niat baik tidak boleh di tunda, saat itu juga dari pihak keluarga laki-laki langsung menentukan tanggal jaraknya hanya berapa minggu doang, kenal dekat juga belum" jawab Aisyah singkat
"Tapi kamu bahagia toh menikah dengan laki itu?" tanya kembali Putri yang merasa cemas
"Alhamdulillah, dia orang baik dan selalu membuat aku nyaman dan aman saat di dekatnya" jawab Aisyah senyum
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" ucap Rasya tersenyum
"Wa'alaikumsalam" jawab serempak
"Rasya ngapain kamu kesini?" tanya Aisyah kaget melihat Rasya ada di depannya
"Jemput Adi" jawab Rasya santai
"Kamu tidak perlu jemput Adi, sudah ada saya" ucap Aisyah cemas
"Aisyah dia suamimu?" tanya Putri
"Eh bukan enak saja, saya ini adik iparnya" jawab Rasya
Ish..ish..ish imut sekali ini cewe, dia sudah nikah belum ya, apa nanti aku cari tau aja dari Aisyah, gemes banget lihat itu cewe. Batin Rasya
"Rasya, kamu pulang saja, lebih baik kamu belajar bantuin papih Abimana di kantor kalo memang sudah tidak ada jadwal kuliah lagi" ucap Aisyah
"Eh iya, aku pikir kamu belum jemput, makanya aku inisiatif untuk jemput Adi" ucap Rasya jujur
"Assalamu'alaikum" ucap Arnold tiba-tiba
"Wa'alaikumsalam" serempak
"Halo bang Arnold apa kabar?" tanya Rasya
Ada angin apa nih anak panggil bang dan sopan begini. Batin Arnold
Kenapa nih bocah jadi sok baik dan ramah. Batin Aisyah
"Alhamdulillah, baik, sangat baik, kamu ngapain disini?" tanya Arnold pada Rasya heran
"Tadinya mau jemput Adi, ternyata kaka ipar sudah menjemputnya" ucap Rasya senyum
Kaka ipar? Beneran aneh nih anak. Batin Aisyah
"Pulang lah bantu papih di kantor jika memang tidak ada kegiatan lagi" ucap Arnold jalan mendekati istrinya
"Siap bang, aku akan ke kantor papih dan bantuin papih, aku pamit duluan ya, Assalamu'alaikum" ucap Rasya dan meninggalkan sekolah Adi
"Ayah kok ada disini" tanya Aisyah mencium tangan suaminya dan Arnold pun mencium kening istrinya
"Jemput bunda sama Adi, mau apa lagi" ucap Arnold mengelus kepala istrinya
__ADS_1
"Oh iya, ayah kenalin ini sahabat aku dari kecil sampe sekarang" ucap Aisyah senyum
Arnold dan Putri saling berkenalan dan keponakam Putri ternyata satu kelas dengan Adi jadi Putri di antar pulang terlebih dahulu oleh Arnold dan mampir sebentar ke rumah Ayah Daniel, mereka tidak lama di sana mengingat waktu sudah mulai siang dan Khanza akan segera pulang dari sekolah.