Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Aksi Nayla


__ADS_3


Hidup adalah soal keberanian


Menghadapi yang tanda tanya


Tanpa kita mengerti


Tanpa kita bisa menawar


Terimalah dan hadapilah


(Soe hok gie)


♡♡♡♡♡


Nayla melangkahkan kakinya dengan rasa gundah, jutaan pertanyaan menyeimuti fikiranya.


hatinya kacau balau, kala dirinya mendengar sebuah rahasia


Tentang hidup Arka yang menguras air mata.


Nayla masuk kedalam kamarnya, sedikit buliran air mata membasahi wajah cantiknya.


Dan tingkah Nayla yang begitu anehnya membuat Aryan sedikit penasaran.


Aryan berencana menemui Nayla, untuk sekedar bertanya, ada masalah apa denganya.


Namun niat Aryan urung seketika.


kala Aryan mengingat bawa Nayla adalah anak dari seorang Laki-laki yang telah menghancurkan kehidupanya.


Tak selang berapa lama Arka dan Tama pun tiba di rumah, dengan raut wajah yang lebih resah.


.


.


"Dimana Nayla?" Tanya Arka pada Adiknya yang berada tak jauh dari kamar Nayla


"Kak Nayla, masuk kedalam kamarnya,


"Dia terlihat sedikit gelisah, bahkan dia masuk kedalam kamarnya dengan langkah tergesa-gesa!" Jelas Aryan pada Kakaknya


Sementara Tama yang juga mendengarkan penjelasan Aryan, merasakan kekhawatiran yang mungkin lebih dari apa yang Arka rasakan.


.


.


"Nay. Buka pintunya!" Teriak Arka


Namun sepertinya Nayla tak meresponya.


"Baiklah. Jika kau tak mau membuka pintunya,


"Maka aku akan mendobraknya!" Ancam Arka


Lagi-lagi Nayla seperti tak meresponya


"1. 2. 3." Hitung Arka


Braak Arka benar-benar mendobarak pintu kamar Nayla


"Awwwwww...!" Pekik Nayla kala tubuh Arka menindih tubuh miliknya


"Sial. mengapa kau membukanya, saat aku mendobraknya, hah?" Tanya Arka dengan nada menggema


"Bukankah tadi, kau menyuruhku membukanya?"


"Sudah ku bukakan. Lalu mengapa kau masih marah?"


"Tadi kau tak menjawab perintahku,


"Aku kira, kau tak mau membukakan pintu." Jelas Arka


"Ah. Sudahlah, tak perlu di jelaskan!

__ADS_1


"Ada apa kau mencariku?" Tanya Nayla sambil mengusap bagian dada yang cukup sakit di rasakanya


"Ada apa dengan dadamu?" Arka bukan menjawab tapi justru balik bertanya


"Kau fikir saja sendiri!


"Menurutmu kenapa?


"Ini semua karna ulah konyolmu itu,


"Badan kurus saja, sakit juga ternyata ya!"


Arka geli mendengar apa yang di jelaskan Nayla


"Untung saja!" Cetus Arka


"Untung apanya?"


"Gunungnya tidak pecah!"


"Kalau itu terjadi. repotlah saya." Hardik Arka dengan sedikit tertawa


Buk-buk-buk.


Nayla berkali-kali memukul perut Arka


"Hey. Hentikan! Apa yang kau lakukan?" Arka cukup kesakitan dengan pukulan yang Nayla berikan


"Apa itu sakit?" Tanya Nayla dengan nada lembut


"Kau kira-kira saja!" Seru Arka


"Tapi itu tak lebih menyakitkan dengan apa yang Ayahku lakukan.


"Terhadap hidupmu dan juga Aryan!" Nayla berkata dengan menundukan kepalanya


"Nay. Jadi benar?"


"Kau mendengar percakapanku dengan Ayahmu?"


Sedikit air mata membasahi wajah cantik Nayla, yang membuat Arka sedikit iba.


"Jangan menangis!" Ucap Arka, walau sedikit tidak jelas, karna dia cukup malu jika harus mengucapkan itu


Nayla menunjukan sedikit senyum di wajahnya


"Walau keras kepala. Tapi dia tetap Arka yang sama,


"Dia masih memiliki belas kasihan di balik sikapnya yang arogan." Ucap Nayla dalam hatinya


Arka memandangi wajah Nayla dengan tajamnya, Wanita itu terlihat menahan rasa sakit karna tubuhnya tadi menindihi tubuh miliknya.


Tanpa fikir panjang Arka dengan cepatnya mengangkat Nayla dan menyandarkannya di tempat tidur miliknya.


"Istirhatlah. Besok saja kita bicara!" Seru Arka dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Nayla


Namun Nayla menarik tangan Arka dan memintnya untuk tetap bersamanya.


"Tetaplah disini!" Pinta Nayla


"Haaaah." Arka tak percaya dengan apa yang di minta Nayla padanya


"Aku kini tau maksudmu, Arka?"


"Mengapa kau memintaku untuk tetap disini,


"Kau ingin ayahku dan keluargaku menderita, karna mereka tak dapat menemuiku kapan saja.


"Kau hebat Arka. benar-benar tau titik lemah keluargaku!" Ucap Nayla sendu


Arka hanya membisu, lidahnya terasa kelu dengan apa yang di ucapkan oleh Wanita masa lalunya itu.


"Tapi tenanglah, Arka!


"Aku tak mungkin pergi darimu,


"Mungkin rasa sakitku, tak akan sebanding dengan penderitaanmu dulu." Ucap Nayla yang membuat Arka semakin resah.

__ADS_1


*D*i balik air mata, pasti akan datang senyuman


Di balik luka pasti akan datang penyembuhan


Di balik kesabaran pasti akan datang kebahagian.


Di balik kesulitan pasti akan datang kemudahan


"Kau ingat Arka, itu semua prinsib hidupmu,


"Kau selalu mengucapkan itu, kala masalah menderaku,


"Aku harap, sampai saat ini kau tetap begitu dan akan selalu seperti itu


Arka Kian diam saja, tak ada yang mampu di jawabnya, kecuali mencerna semua Nasihat Nayla untuknya


Melihat Arka yang terdiam karnanya, membuat Nayla menghentikan semua ucapanya


"Apa, kau sudah selesai berceramahnya Nona Nayla?" Tanya Arka tiba-tiba dan membuat Nayla terbelak mendengarnya


"Dasar, Arka!"


"Sedari tadi diam saja,


"Ehh. Sekalinya berbicara, benar-benar menyesakan dada!"Omel Nayla dalam hatinya


Melihat expresi wajah Nayla, membuat Arka sedikit menaikan alisnya dan tersenyum penuh makna.


"Kemarilah Arka!" Pinta Nayla


Kini Arka kembali terdiam dengan permintaan Nayla,


Wanita itu meminta Arka menatap matanya.


Nayla semakin mendekatkan wajahnya, hingga kini Wajah keduanya hanya berjarak 5 CM saja.


Arka menelan salivanya, melihat aksi Nayla kepadanya.


Jantungnya berdetak dengan kencangnya.


"Mau apa dia?" Batin Arka


"Selama kita bersama dulu,


"Aku belum pernah menciumu!" Cetus Nayla yang membuat Arka salah tingkah


"Tapi kemarin aku sudah dua kali menciumu,


"Hal yang tak pernah aku lakukan selama menjalin cinta bersamamu dulu!" Jawab Arka dengan senyum sejuta makna


"Itukan kamu yang menciumku!"


"Bukan aku yang menciumu!" Ucap Nayla yang membuat lidah Arka kembali kelu


"Hahahahahaha." Nayla tetawa dalam hatinya


"Dengan begini saja, Nyali Arka sudah lemah.


"Dia kira aku akan benar-benar menciumnya,


"Memang aku Wanita macam apa?"


"Rupanya Nayla tengah menantangku ya!" Cetus Arka


Ya. apa pun itu, sedikit aksi Nayla mampu mengukir senyum di wajah Arka


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖



Terima kasih lagi, buat semua yang tak bosan mampir di karya saya 😙


Yuk Like + Koment + Rate dan jika berkenan berikan Vote anda.


Mari saling mendukung.


semoga kita sukses sama-sama ya 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2