Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Ada Apa, Kenapa dan mengapa (Rahasia )


__ADS_3

Lebih baik Ambyar


Tapi masih tetap belajar


Dari pada pintar


Tak mau lagi belajar


Akhirnya lebih Ambyar.


(Semangat sahabat Ambyar👍👍).



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Arka menatap sang Ayah mertua di penuhi rasa curiga, dirinya mengukir senyum manis walau terpaksa.


"Ada apa, Yah?" Arka mencoba sedikit ramah


"Ah. Tidak, Arka, sebenarnya aku ingin mengajakmu makan bersama!" jawab Dicky terbata-bata, seraya melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Arka dan Nayla.


Arka semakin curiga, sepertinya sang Ayah mertua menyimpan sebuah Rahasia.


"Entahlah!" guman Arka dalam hatinya.


.


.


Nayla tiba-tiba merangkul tangan Arka, dan mengajak sang Suami makan siang bersamanya, sejujurnya tangan Arka begitu sakit saat Nayla merangkulnya, namun dirinya menahan rasa sakitnya, dan membiarkan Nayla tetap menggengam tangannya dengan penuh cinta.


____________


"Kemana, Tama?" Tanya Arka kala tak mendapati sang Sahabat di meja makan bersamanya.


"Mas Tama, tadi kekantor! dan pergi dengan tegesa-gesa!" Rany memberi tahu Arka


"Sudah siang begini, dia masih tetap kekantor?" cetus Arka yang cukup heran dan penasaran


"Mungkin dia ada urusan yang tak bisa di tinggalkan." Nayla coba menambahkan.


"Kau temani aku ke Kantor siang ini!" seru Arka pada sang Istri.


"Aku sedang sibuk, aku mau merubah dekorasi kamar kita, agar lebih indah!" Jawab Nayla


"Aku sedang terluka, jadi aku tak bisa kekantor sendiri, siapa yang akan membawa mobilku nanti? kau, kan tau tanganku sedang di perban." Arka menjelaskan


"Ya. Baiklah, lagi pula kenapa kau memaksa ke kantor juga, padahalkan taganmu sedang terluka!" Celoteh Nayla dengan mengerutkan wajah cantiknya. Karna menyanggupi permintaan Arka dengan terpaksa.


Arka hanya membalas senyum sejuta cinta pada sang Istri yang terpaksa menuruti keinginanya.


____________


Arka tersenyum simpul, saat mendapati Tama sedang Asik ngobrol berdua dengan Ranty Yoona, Pegawai baru di kantornya.


"Ehem...!" seru Arka tiba-tiba dan membuat Tama salah tingkah, sementara Nayla tertawa saat melihat expresi wajah Tama yang panik melihat kedatangan Arka dan dirinya.


"Uhh. Modus!" Hardik Arka yang membuat Tama semakin gugup di buatnya


"Arka, kau kan sedang terluka?" jawab Tama dengan senyum simpul di wajahnya


"Jadi ini alasanmu, pergi kekantor tanpa pamit denganku?"


"Bukan begitu, tadi aku ada pertemuan penting dengan, Pak Bara, yang akan menanam saham di kantor kita, namun tiba-tiba beliau menggagalkanya, karna sang Istri tiba-tiba masuk rumah sakit katanya!" jelas Tama dengan seksama.


"Alasan saja!" cetus Arka


Tama mengerutkan dahinya, dengan semua omelan Arka untuknya, ada rasa malu terpancar dari wajahnya, karna Arka menghardiknya di hadapan Ranty Yoona, pegawai baru di kantor Arka.


"Oh ya ! Ayo masuk keruanganku, ada yang ingin kubicarakan dengan kalian!" seru Arka kepada Tama dan pegawai barunya


"Kita akan membicarakan Apa?" Tanya Tama


"Ada meeting mendadak dengan Pak Abima Raka Wijaya, pemilik Wijaya Grup, aku berencana akan bekerja sama denganya.


"Sial !" gumam, Ranty tiba-tiba


"Ada apa?" Tama cukup heran karna Ranty memanyunkan bibirnya


"Aku pindah kerja, karna ingin menjauhi, Raka, tapi Pak Arka justru akan bekerja sama denganya..


"Nasibmu...!" Hardik Arka dengan tertawa dan membuat Ranty semakin kesal karnanya.


Tama dan Ranty mengikuti langkah Arka untuk membicarakan tentang pekerjaan, sementara Nayla sibuk berkeliling di kantor milik Suaminya.


.


.


Nayla merebahkan tubuh lelah di ruang tunggu, menatap langit ruangan kantor milik Suaminya itu, namun tiba-tiba saja ada Laki-laki seumuran Aryan menghampirinya.



"Maaf, Mbak. Apa saya boleh bertanya?" Ucapnya ramah


"Iya. Ada apa?"

__ADS_1


"Apa benar ini Kantor, milik Pak Arka Aditama?"


"Benar, ada perlu apa, saya Istrinya." Jawab Nayla bangga


"Saya ada sedikit keperluan dengan Karyawan barunya. Bolehkah saya bertemu denganya sebentar saja!" pinta Laki-laki itu kepada Nayla


"Apa, Ranty Yoona yang kau maksut itu?"


"Iya, Buk...


"Baiklah aku akan memanggilnya! Oh ya. Jangan panggil saya, Buk ! Oke." Seru Nayla seraya mengedipkan mataya. Hingga membuat Laki-laki muda itu tersenyum ramah padanya.


___________________________


TOK


TOK


TOK


Nayla mengetuk Ruang kerja Arka.


"Siapa?"


"Aku.." Jawab Nayla dengan senyum seratus ribu makna😁


"Oh. Istriku rupanya ya!" ucap Arka seraya mengedipkan matanya ke arah Tama


"Cihh. Gila ! Dasar tukang mencela." Upat Tama dengan kesalnya


"Arka. Ada seseorang mencari, Ranty Yoona?"


"Siapa?"


"Entahlah..


"Pria atau Wanita?"


"Pria. Muda dan tampan!" Jawab Nayla dengan senyuman


Arka pun mempersilahkan Ranty menemuinya. Dengan catatan gak lebih dari 15 menit lamanya.


.


.


"Pasti pacarnya," cetus Arka tiba-tiba tapi matanya melirik ke arah Tama.


Tampak kekesalan terukir jelas di wajah Tama, terlebih lagi Arka selalu menggodanya.


Tama pun keluar dengan sangat kesal dari Ruang kerja, Arka.


.


.



"Ya ampun. Ternyata dia pecinta brondong!" gumam Tama kesal


Nayla dan Arka tertawa melihat tingkah Tama yang tak biasa.


Sementara Laki-laki muda itu tersenyum manis ke arah Tama, tapi Tama justru memalingkan wajahnya.


.


.


"Siapa dia?" tanyanya kepada Ranty Yoona


"Asisten pribadi, Pak Arka...


"Asistenya saja, sesombong itu, apa lagi Bosmu!"


Ranty hanya tertawa, dia tau bahwa Tama memperhatikanya.


"Aneh sekali.." Gumam Ranty dalam hati.


.


.


⚘⚘⚘⚘⚘⚘⚘


Arka sedang ada pertemuan dengan calon Partner kerjanya bersama Tama.


Sementara Nayla, berpamitan pulang ke rumah. Nayla cukup bosan menunggu Arka terlalu lama.


Hingga dia memutuskan untuk pulang saja.


________________________


Sesampainya di rumah, Nayla meminta Rany untuk menolongnya membersihkan kamarnya bersama Arka.


Rany dengan senang hati membantunya, entah mengapa sejak kedatangan Nayla di rumah Arka, membuat Rany lebih terlihat ceria


Maklum selama ini Arka terkenal keras dan suka marah-marah, Namun sejak pertemuanya kembali dengan Nayla, sikap Arka perlahan berubah, Arka terlihat lebih Ramah dan lumayan bisa mengontrol emosinya.

__ADS_1


.


.


Nayla tertarik pada satu foto besar yang tersimpan rapih di dalam lemari Suaminya.


Nayla memperhatikan wajah foto wanita itu dengan seksama.


"Cantik.." Gumamnya


"Itu Bu Indah. Ibu Mas Arka,Mas Alvian dan Mas Aryan!" jelas Rany tiba-tiba


"Benarkah. Apa kau mengenalnya?"


"Iya. Aku mengenlnya, hanya saja beliau cukup aneh menurut saya,


"Kenapa?"


"Beliau terlihat banyak menyimpan Rahasia semasa hidupnya."


Nayla terdiam sejenak menela'ah semua cerita Rany padaya.


"Benar. Karna dia bukan Ibu Kandung Arka dan Arka tak mengetahuinya, bahkan sampai beliau meninggal dunia." Ucap Nayla dalam hatinya dan ucapan itu hanya miliknya saja.


_____________________


Malam pun tiba, Arka dan Tama baru saja pulang dari kantornya. Keduanya langsung masuk kamar masing-masing, tanpa berniat untuk makan malam bersama, Nayla melihat gerak-gerik keduanya dengan cukup curiga.


"Sepertinya, terjadi tegang urat antara mereka!" Nayla coba menerka


Tanpa fikir panjang, Nayla langsung menemui Arka di kamarnya. Nayla mendapati sang Suami baru saja selesai mandi.


"Apa tanganmu tak sakit lagi?" basa-basi Nayla kepada Arka.


"Sedikit. Kenapa, apa kau merindukanku?"


"Hah. Sudahlah, jika pun iya, kau belum bisa melakukanya."


"Kenapa?"


"Tanganmu, kan, sedang terluka!"


"Tenanglah, urusan yang satu ini, aku akan selalu bisa melakukanya!"


"Benarkah?"


"Iya. Lagi pula hampir tiga malam ini, si entong tak bersua dengan pasanganya, sepertinya dia benar-benar merindukanya." Bisik Arka di telinga Istrinya yang membuat Nayla tersenyum dan menggigit bibir merahnya.


Arka benar-benar merasakan hawa panas pada dirinya, sepertinya hasrat cintanya sedang menggelora. Arka mencium bibir Istrinya dengan mesra. Nayla membalasnya dengan penuh cinta.


Saat Arka tengah mengebu-gebu dan berusaha membuka baju. Tiba-tiba suara seseorang memangil Nayla dari seberang pintu kamar mereka.


"Sepertinya itu suara, Aryan!" ucap Nayla


Dengan rasa kesal yang luar biasa, Arka membuka pintu kamarnya. Dia mendapati Aryan di depan pintu kamarnya dengan senyum sejuta makna.


"Maaf jika menggaggu!" Hardik Aryan seraya tertawa


"Hih. Sial ! Ada apa?"


"Aku ingin memberi tahu kak Nayla, bahwa Ayahnya tertidur lelap di kursi santai yang berada di teras rumah, ini kan sudah malam, aku tak berani membangunkanya untuk segera pindah di kamarnya, jadi aku meminta kak Nayla saja yang melakukanya, kasihan di luar terlalu dingin, untuk Laki-laki seusia dirinya!" Tegas Aryan yang meminta Nayla untuk menemui Sang Ayah.


Tanpa fikir panjang, Nayla dengan sigapnya menemui Ayahnya, yang tengah tertidur pulas di teras rumahnya, sementara Arka kesal karna gagal menunaikan kewajibanya😁


.


.


⚘⚘⚘⚘


Setelah di bangunkan Nayla, Dicky pun segera pindah di kamarnya, dengan menahan rasa kantuknya yang luar biasa di rasakanya.


Karna sudah terlalu lelahnya, tanpa sadar Dicky meninggalkan Dompetnya di kursi santai yang berada di teras rumah Arka.


Nayla mendapati Dompet sang Ayah yang tertinggal. Awalnyan Nayla berniat mengembalikanya.


Namun tiba-tiba saja, tubuh Nayla lemas seketika, saat mendapati foto Wanita yang ada di dompet sang Ayah.


"Ya. Tuhan. Ada hubungan Apa antara Ayah dan Buk Indah?"


Nayla menatap nanar foto Wanita yang ada di dompet sang Ayah.


"Bagaimana bisa? foto Ibu Kandung Aryan dan Alvian ada di dompet Ayah," desis Nayla tak percaya.


Kini ribuan pertanyaan tengah menyelimuti fikiran Nayla. Rasa tak percaya menghinggapi perasaanya. Yang sangat terkejut dengan apa yang baru saja di lihatnya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Lagi ya, jangan pernah bosan tinggalkan jejak anda.


🌷Like


🌷Koment


🌷Rate


🌷Vote

__ADS_1


🌻Terima Kasih.😙


🌻Mari saling mendukung ❤❤❤❤


__ADS_2