
Kadang aku tak sadar
Di belakangku
Ada orang yang lebih perduli padaku
Dari pada orang yang aku perdulikan.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Hari ini tepat hari yang ke 40 Aryan meninggalkan Arka, dan sampai saat ini dirinya masih berduka, Arka kembali datang ke Kuburan Aryan, dengan membawa bunga yang di ikat dengan pita hitam, Arka masih saja merasakan luka dan belum bisa melupakan semua ingatan dan kenangan tentang Aryan.
.
.
"Aryan. Aku akan selalu menyayangi dan merindukanmu." Ucap Arka sendu.
Tama menepuk bahu Arka, dan berusaha menguatkan hati Sahabatnya.
"Arka, kau tau, dukamu itu akan membuat Aryan terluka di sana, kau harus melanjutkan hidupmu dan kau harus bahagia, Aryan selalu berkata seperti itu padamu.
Arka menghela nafasnya, seraya mengusap tetesan air mata di wajahnya.
"Ayo pulang!" ajak Tama dan Arka pun menurutinya.
"Kakak pulang, Aryan. Besok aku akan kembali kesini," ucap Arka lirih menahan hatinya yang teramat pedih.
________________________________
Tama duduk di kursi kemudi, sementara Arka memilih untuk duduk di belakang saja.
Selama perjalanan keduanya hanya diam saja, Tama membiarkan Arka tenggelam dulu dalam diamnya itu.
.
.
.
Ciiiiiittttt.
Tama menghentikan laju mobilnya di suatu tempat, ternyata Tama mengajak Arka pergi di tempat favorite keduanya saat masih SMA.
Arka menatap Tama dengan rasa tak percaya, sebab sudah sekian lamanya, Arka dan Tama tak pernah mengunjungi tempat itu.
"Mengapa kau mengajak ku kesini?" Arka sedikit tak mengerti
"Menenangkan fikiran, karna kita dulu sering kemari jika kita bersedih." jawab Tama lirih
"Benarkah? Kau masih mengingatnya?"
"Tentu saja. Oh ya, Arka, ada yang ingin ku bicarakan padamu,"
"Aku tau, kau pasti akan menceramahiku."
"Benar. Kau selalu bisa menebak fikiranku." Jawab Tama dengan mengukir senyum tipis di wajah tampanya.
"Haaaah. Tak usah tersenyum padaku ! dari dulu senyumu itu menyakitkan hatiku." Cetus Arka yang membuat Tama geli di buatnya.
"Kenapa?" tanya Tama pura-pura tak mengetahuinya.
"Cih. Dasar sok lupa ! Aku tau sejak dulu senyumu lebih manis di banding senyumku, itulah sebabnya aku sakit hati jika melihat senyumu itu!" jelas Arka yang membuat Tama tertawa sejadi-jadinya.
"Hahahahahahaha. Benarkah? akhirnya seorang Arka mau mengakui kekalahanya juga!" hardik Tama dan semakin tertawa
"Sial. Dasar gila!" upat Arka
Tama menghentikan tawanya tiba-tiba saat melihat Arka semakin mengerutkan raut wajahnya.
"Baiklah. Baiklah, maafkanlah kehilafanku Arka!" pinta Tama yang masih mencoba menahan agar dirinya tidak tertawa.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau katakan padaku?" Arka mulai serius bertanya kepada Tama.
"Aku senang kau sudah mulai bisa di ajak bercanda. Tenanglah Arka ! Sampai kapan pun kita akan bersama, selamanya. Oh ya, aku ingin kau cepat melanjutkan hidupmu, kasihan Istrimu, akhir-akhir ini kau sering mengabaikanya bahkan kau terlihat seperti tak perduli denganya, kasihan Nayla. Jika kau tak bisa lagi membahagiakanya berikan saja Nayla padaku!" ucap Tama yang membuat Arka menatap tajam wajahnya.
BUG
Arka memukul pundak Tama namun Tama justru tertawa di buatnya.
"Sialan kau Tama!" upat Arka
"Nah. jika kau masih mencintainya, maka bahagiakanlah dia!" seru Tama di sertai Tawa tapi ucapan itu benar-benar meyadarkan Arka.
Karna sejak Aryan tiada, Arka seperti acuh tak acuh pada Nayla, dan candaan Tama menbuat Arka menyesalinya.
"Ayo pulang!" ajak Arka
"Baiklah.
"Aku benar-benar merindukan Nayla, rindu ingin menjelajahinya," bisik Arka di telinga Tama di sertai senyum sejuta makna
"Cih. Sial !" omel Tama
"Mangkanya menikah, agar kau tau rasanya!" canda Arka
Hahahahahahahahahahahaha.
Keduanya pun tenggelam dalam tawa yang menggema, Tama benar-benar bahagia melihat Arka sudah mulai bisa tersenyum dan tertawa.
___________________
Arka dan Tama kini telah sampai di halaman rumah. Keduanya mendapati Nayla tengah duduk melamun di teras rumahnya.
Entahlah, apa yang kini sedang di rasakan oleh Nayla hanya dia sendiri yang memahaminya.
.
.
"Kalian sudah pulang?" tanya Nayla mencoba sedikit ramah
"Ya..!" ucap Arka singkat saja, sementara Tama sudah berlalu dari hadapan keduanya.
"Aku sudah menyiapkan makan untukmu, dan aku juga sudah menyiapkan baju terbaikmu, jika setelah ini kau akan pergi lagi." Ucap Nayla seraya mengukir senyum walau terpaksa.
DEG
Seketika saja, Arka merasakan wajahnya mendapatkan tamparan, saat mendengarkan ucapan Nayla padanya. Arka benar-benar tak berdaya melihat tatapan sendu dari wajah Istrinya itu.
Ya. Selama kepergian Aryan, Nayla cukup kurang di perhatikan, Arka sibuk memperbaiki hatinya sendiri, tanpa di sadari bahwa sang Istri juga menyimpan rasa yang teramat perih.
.
.
"Apa kau sedang menyinggungku?" tanya Arka tanpa ragu.
"Apa kau merasa tersinggung dengan ucapanku?" Nayla justru balik bertanya kepada Suaminya.
Nayla menatap tajam wajah Arka seraya menggigit bibir tipisnya, Arka benar-benar gemas melihatnya, tanpa fikir panjang Arka dengan sigapnya membopong tubuh Nayla.
"Apa kau benar-benar merindukanku?" tanya Nayla yang membuat Arka tersenyum sejuta makna
"Sudahlah jangan banyak bertanya!" seru Arka dan membawa tubuh Istrinya masuk kedalam kamarnya.
.
.
Dengan cepat Arka mengunci pintu kamarnya, setelah meletakan tubuh Nayla di atas ranjang lembutnya.
"Kau jangan kemana-mana ! Aku akan mandi dulu!" seru Arka dengan mencium kening Istrinya itu tanpa ragu.
__ADS_1
"Memangnya kau mau apa denganku?"
"Haaah. Gila ! Jangan sok polos kau ya!"
Hahahahahaha.
Nayla tertawa dan menarik selimut lalu menutupi seluruh badanya. Sedangkan Arka berlalu untuk membersihkan tubuhnya.
___________________
Beberapa menit kemudian Arka keluar dari kamar mandi, dengan handuk putih yang melingkar di pinggangnya.
Sementara Nayla duduk cantik di depan meja riasnya, seraya menyisir rambut lurusnya.
"Cantik," bisik Arka dengan mendaratkan kecupan di pipi Istrinya.
Nayla hanya diam, dirinya merasakan debaran yang tak biasa menyelimuti perasaanya.
"Apa aku masih boleh menyentuhmu? setelah hampir 50 hari lamanya tak memperhatikanmu?" Tanya Arka sendu
"Selama itu, kau tak menyentuhku?"
"Begitulah kira-kira!"
"Hebat...
"Haaah?
"Iya, hebat ! Kau mampu menahan nafsumu yang tak terkendalikan itu"
"Tapi kini aku merasakan, benar-benar dalam puncak cinta di atas rata-rata!"
"Lakukanlah!
"Bolehkah?
"Tentu saja!
Tanpa fikir panjang Arka mengangkat Nayla dan kembali meletakan tubuh Istrinya di ranjang lembutnya.
Arka memeluk tubuh Nayla dengan mesra dan mendaratkan kecupan-kecupan penuh cinta, keduanya tengelam dalam hasrat yang teramat membara. Setelah hampir cukup lama mereka tak melakukanya.
"Maafkan aku, Nayla ! Jika aku belum membuatmu bahagia.
"Tenanglah Arka ! melihatmu mampu tertawa dan kembali melanjutkan hidup dengan sempurna, membuatku cukup bahagia.
"Aku mencintaimu..
"Aku pun begitu.
"Aku janji akan melanjutkan hidupku untukmu, dan akan berusaha bahagia, seperti yang di inginkan Aryan selama hidupnya.
Keduanya kini tengelam dalam kehangatan, pelukan dan sentuhan yang menghanyutan.
Kini dunia seakan-akan milik mereka berdua saja, sementara yang lain ngontrak kali ah π.
Nayla benar-benar bahagia melihat Arka mulai melanjutkan hidupnya. Setelah hujan air mata di wajahnya yang cukup lama, kini sinar sang pelangi mulai nampak di mata Arka Aditama.
"Aku ingin menciumu, dan menjebak kesedihanmu di bibirku, agar rasa sakit serta tangismu, hanya aku yang memilikinya." Bisik Nayla di telinga Arka.
"Cinta memang sangat mempesona, mampu mengubah dunia dengan sekejab saja. Sayangku berikanlah seluruh pesonamu ! Agar dapat mencerahkan kehidupanku, yang cukup rapuh," balas Arka seraya terus memeluk Nayla dengan penuh cinta π.
(Bacanya sambil denger lagunya Anjie ya, KEKASIH TERHEBAT biar tambah bapernya π€)
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·.
π»Jangan lupa tinggalkan jejak andaπ.
π»Dan jadilah pembaca yang bijaksanaπ€
π»Terima Kasih semuaπ
__ADS_1