Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Penjelasan Dicky (Sebuah Rahasia).


__ADS_3

HAY SEMUA SALAM HANGAT PENUH CINTA DARI SAYA. SEBELUM SAYA LANJUT MENULIS, IZIKAN SAYA UNTUK BERTERIMA KASIH KEPADA PARA PEMBACA DAN PARA AUTHOR TERCINTA YANG SUDAH BERKENAN HADIR DAN MEMBACA KARYA SAYA.


MAAF JIKA SAYA AGAK TELAT, UNTUK MEMBALAS MEMBACA KARYA AKAK SEMUA,


TAPI PERCAYALAH SAYA SELALU BACA DAN PASTI KOMENTAR PANJANG KALI LEBAR DI KARYA ANDA.


UNTUK BEBERAPA HARI KEDEPAN, AKU PASTI AKAN SLOW RESPON YA. KARNA ADA BEBERAPA HAL YANG HARUS SAYA JALANI.


BUAT BEBERAPA AUTHOR YANG SUDAH KENAL SAYA. PASTI MEREKA SUDAH TAU SAYA KENAPA.


SEKALI LAGI SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH.


MARI SALING BERBAGI BAHAGIA DENGAN SAMA-SAMA MEMBACA KARYA❀.


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱



πŸŽ€Selamat MembacaπŸŽ€


Malam itu di bawah taburan bintang, Arka duduk berdua dengan Nayla. Dinginya angin malam yang menghujam sampai ke tulang, menemani keduanya di saat itu, ada keteduhan yang di rasakan Arka, saat dirinya memeluk erat tubuh sang Istri tercinta dan mengungkapkan seluruh cintanya kepada Nayla, bahkan Arka berjanji akan selalu di sisi sang Istri hingga Raga dan Nyawa tak akan mampu bersatu lagi.


"Arka apa yang di lakukan, Ayah. memang sangat menyakitkan bahkan tak semudah itu kau akan memaafkan," ucap Nayla di sela-sela percakapan.


"Aku tak perduli, sampai kapan pun aku akan tetap mempertahankan hubungan ini," jawab Arka tanpa basa basi.


Nayla menatap dalam-dalam wajah Arka, tampaklah cinta yang tulus di sorot matanya.


Hingga membuat Arka salah tingkah karnanya.


Malam semakin larut, namun Arka dan Nayla enggan beranjak dari tempat itu, Nayla menggenggam erat tangan Arka, keduanya terpejam sesaat, hingga tak terasa bibir keduanya saling bersentuhan, lalu berpelukan, hingga menjadikan malam yang begitu dingin terasa cukup hangat.


"Ingin rasanya, ku akhiri saja perasaanku yang teramat dilema." Ucap Nayla tiba-tiba.


"Maksudmu?"


"Aku tak ingin kehilangamu, Arka. Tapi aku juga tak bisa meningglkan Ayah, aku tak akan mampu jika suatu saat aku harus memilih di antara kau dan Ayah,"


Arka terdiam, matanya terpejam, fikiranya melayang sedang di landa kegundahan. Karna apa pun yang akan terjadi, Arka juga tak mau berpisah dari sang Istri.


Malam semakin larut, keduanya masih berada di sana, di bawah hamparan bintang yang bersinar terang, hingga membut keduanya cukup tenang.


Namun entah mengapa, tiba-tiba Arka melihat Dicky tengah memandangi dirinya dan Nayla, dari jendela kamar yang kini di tempatinya. Sepasang mata itu mengawasi begitu Nylang, tatapanya melirik tajam. Bersurukan layaknya seorang pengintai, tak lengang sepicing pun. Apa lagi berpaling muka, ada bara api mengangah dari binar matanya, bak denyar halilintar, menyorot merah padam seperti mengungkapkan amarah.


Dicky memperhatikan, Arka dan Nayla. Yang tengah menikmati indahnya Dunia, tatapan matanya seolah melucuti gerak-gerik yang Arka lakukan, sorot matanya yang menghujam mengungkapkan sebuah kemarahan yang tak mampu di sembunyikan.


"Ayo masuk!" Ajak Arka yang sudah merasa tak nyaman, ada perasaan tak tenang dirinya rasakan.

__ADS_1


"Ada apa, Arka?"


"Jangan banyak tanya," balas Arka seraya menggendong tubuh langsing Nayla.


Arka membawa Istrinya masuk kedalam kamar, untuk beristirahat dan memanjakan tubuhnya, yang merasa cukup lelah setelah seharian beraktifitas.



Nayla menyandarkan kepalanya tepat di dada Arka, hingga matanya terpejam dan terlelap tenang dalam tidurnya. Melihat Nayla yang sudah tertidur dengan pulasnya, Arka segera beranjak dari tempat tidur nyamanya. Melangkahkan kakinya untuk menemui sang Mertua yang ada di kamar sebelah.


Ceklek.


Arka membuka kamar itu. Apa yang di lakukan Arka, membuat Dicky terkejut luar biasa, hingga matanya menatap nanar ke arah Arka.


"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Dicky yang cukup heran. "Mengapa kau datang kesini?" tanya Dicky lagi.


"Tenanglah, Yah! Aku datang menemuimu bukan ingin membunuhmu. Tapi mengapa kau terlihat takut begitu? aku ingin menemuimu selayaknya seorang mertua dan menantu," jelas Arka tanpa Ragu.


Dicky terdiam sejenak, menela'ah apa yang di ucapkan Arka padanya.


"Baiklah. Aku percaya!" Ucap Dicky. "Lalu ada hal apa, kau menemuiku?"


"Ada yang ingin ku tanyakan padamu?"


"Tentang apa itu?"


"Istriku.


"Ya. Nayla.


"Ada apa?


"Siapa orang tua kandungnya?"


Pertanyaan Arka bagai pisau tajam yang menusuk dada, rasa sesak tiba-tiba menyergap perasaanya. Dicky merasa lidahnya kelu, untuk menjawab pertanyaan Arka itu.


"Mengapa, Ayah diam. Nayla bukan Anak kandungmu kan, Yah?"


"Heeeemz_!" Dicky menarik nafas panjang lalu membang pelan. "Besok saja, Arka! Aku akan menjelaskanya di hadapan, Nayla," tegas Dicky.


"Aku tak bisa mempercayaimu. Aku benar-benar ragu. Aku takut kau akan pergi diam-diam. Karna menghindari pertayaanku,"


"Sial. Dia benar-benar pintar," batin Dicky seraya menatap nanar wajah Arka.


"Mengapa Ayah diam. Apa Ayah tengah memikirkan sesutau? untuk menghindari pertanyaanku."


"Ti-tidak," jawab Dicky terbata-bata, seraya menghindari sorot tajam Arka padanya.

__ADS_1


"Ayo katakan! Aku butuh penjelasan dan jawaban, bukan diam tanpa kata," tegas Arka.


Diam


Dicky masih diam. Suasan malam yang memang hening menjadi lebih hening.


"Nayla." Dicky mulai membuka suara. "Aku mengadopainya dari, Panti Asuhan." Dicky coba menjelaskan namun lagi-lagi suaranya tertahan.


"Panti Asuhan?"


"Iya. Aku mengadopsinya sejak Nayla berusia 6 bulan, bahkan aku merawat dan membesarkanya dengan penuh kasih sayang."


Arka masih terdiam.


"Aku memang sengaja mengadopsi Nayla, untuk mengisi hari-hariku karna sejak Indah (Ibu kandung Alvian) menikah dengan Ayahmu, aku tak lagi pernah membuka hati untuk wanita mana pun,"


Arka menatap tajam. Ada rasa iba dari apa yang di jelaskan oleh si Ayah mertua. "Lanjutkan!" Seru Arka.


"Seiring berjalanya waktu, semakin hari Nayla semakin tumbuh, namun sekian lama waktu berlalu, aku tetap tak bisa menyembunyikan rasa sakit hatiku, karna Indah meninggalkanku untuk menikah dengan Ayahmu, bahkan yang paling menyakitkan hatiku, bahwa Indah tak pernah mengenalkan Alvian kepadaku, padahal dia adalah anak kandungku." Dicky terdiam sejenak.


"Lalu?"


"Dengan tumbuhnya Nayla, aku mempunyai renacana, untuk menikahkan Alvian dan Nayla, dengan begitu, aku akan bisa selalu bersama Alvian, walau dia akan menganggapku sebagai mertuanya. Namun Cinta Nayla yang teramat besar padamu, menggagalkan semua rencanaku.


"Haaaah!


"Hingga akhirnya aku memberi tahu Alvian, bahwa dia adalah anak kandungku, susah payah aku membuat Alvian percaya, hingga akhirnya aku mampu merebut hatinya, setelah Ayahmu memberikan semua hartanya atas namamu, dengan hal itu, akhirnya Alvian mempercayaiku, bahwa kau dan dia bukanlah Saudara. Setitik kepercayaan Alvian, kugunakan untuk membalaskan dendamku, dengan membunuh Ayahmu dan mengambil alih semua hartamu.


"Astaga..!" Arka mulai menunjukan jiwa emosinya namun dia mencoba sebisa mungkin untuk menahanya.


Dicky kembali diam, sorot matanya semakin tajam, ada sesuatu yang menghujam hatinya, tak kala setiap kali menatap wajah Arka. Ya. Rasa benci yang sangat luar bisa dan dendam yang memenuhi seluruh hati dan fikiranya. Terhadap pengkhianatan yang di lakukan Indah dengan cara meninggalkanya untuk menikah dengan Ayah kandung Arka. Membuat dendam Dicky tak bisa di tawar lagi. Dirinya mencari banyak cara agar membuat Arka menderita. Namun setelah sekian lama perjuanganya hanya hancur dan sia-sia, karna lagi-lagi Alvian dan Nayla lebih berpihak kepada Arka ketimbang dirinya.


Ada tatapan sedih dari Arka, untuk laki-laki yang ada di hadapanya kini, namun rasa kesal dan Kebencian Arka tak bisa mengalahkan rasa kasihan di dalam hatinya untuk si Ayah mertua.


"Jadi aku memang bukan, Anak Kandung Ayah?" pertanya itu tiba-tiba saja keluar dari bibir merah Nayla, Wanita cantik itu tak mampu membendung air matanya.


Ya. Sebenarnya sedari tadi Nayla secara diam-diam mendengarkan semua percakapan antara Dicky dan Arka.


"Nay...



πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”?"


🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱🌱.


πŸ€Mohon dukunganya. mari beri Vote di karya saya, dan jangan lupa Like, komen dan Rate ya.

__ADS_1


YUK MAMPIR JUGA DI KARYA BARUKU 😊



__ADS_2