
Brukkk....
"Awww... !" Teriak Nayla sejadi-jadinya
Arka lagi-lagi dengan sengaja menjatuhkan tubuh Nayla,"
Hingga Wanita itu merasakan sakit yang luar biasa.
"Sakit Arka!" Pekik Nayla
Namun Arka tak peduli, bahkan dirinya berlalu pergi, dan membiarkan Nayla merasakan sakitnya sendiri.
Tama yang sedari tadi memperhatikan keduanya,
Dengan seketika, Tama mengangkat tubuh Nayla yang tergeletak di lantai rumah milik Arka.
.
.
"Itulah. Kalau punya mulut harus di jaga,
"Jangan seenak jidat saja kalau bicara,
"Begini ni, akibatnya!" Celoteh Tama pada Nayla
"Duh, Tama. mengapa dirimu justru memarahiku? ini namanya sudah jatuh tertimpa tangga pula!" Oceh Nayla pada Tama
Tama tak memperdulikan ucapan Nayla, dirinya menidurkan Nayla di sofa, dan dengan cepat memijat bagian tubuh Nayla yang terasa sakit, akibat ulah Arka.
Sementra dari kejauhan Arka memperhtikan, apa yang di lakukan Tama pada Nayla.
.
"Dasar Tama! dari dulu tak pernah berubah, terlalu baik, hingga dengan mudah, orang akan membuangnya!" Cetus Arka pada dirinya
♡♡♡♡♡♡♡♡
Aryan membaringkan tubuhnya, masih terngiang jelas ucapan Doktor pribadinya tentang kesehatanya. Perasaan itu membuat Aryan, semakin tak karuan, karna di penuhi rasa takut yang luar biasa, akan nasib dirinya.
"Bagai mana. Jika tiba-tiba aku mati? lalu siapa yang akan menemani Kak Arka di dunia ini?" Tanya Aryan pada dirinya sendiri.
Sedangkan di lain tempat Arka memikirkan hal yang sama dengan Aryan
"Jika Adiku pergi dari dunia ini? tak ada lagi alasan untuku tetap di sini." Ucap Arka dalam hati.
♡♡♡♡♡♡
"Kak, hari ini aku ingin jalan-jalan." Pinta Aryan
"Kemana?"
"Kemana saja yang peting aku ingin bahagia," ucap Aryan pada Kakaknya
__ADS_1
"Pergilah! Tama yang akan mengantarmu."
"Hem. Aku tak ingin pergi bersama Pak Tama.
Aku ingin di temani Kak Nayla
Arka terkejut luar biasa dengan permintaan Aryan padanya.
"Kenapa harus Nayla, Aryan?"
"pleace!"
"Baiklah. Baiklah. Tapi jangan lama-lama!" Seru Arka pada Adiknya.
Aryan membalas dengan senyuman, seruan sang Kakak kepadanya.
.
.
"Naylaaaaaa.. ! Teriak Arka menggema
Nayla yang mendengar teriakan Arka dengan cepat berlari untuk mengetahui apa yang terjadi.
"Ada apa?" Tanya Nayla dengan nada sedikit gemetaran
"Betah ya, kamu berduaan dengan Tama, tanpa perduli tugasmu menjaga Aryan!" Celoteh Arka
"Maaf. Lagi pula siapa yang berduan, Arka?fkiran anda terlalu buruk terhadap saya." Cetus Nayla.
Arka pun meminta Nayla untuk pergi menemani Aryan jalan-jalan,
Arka juga meminta Nayla untuk benar-benar menjaga Aryan. Nayla pun menyanggupinya dan tersenyum penuh makna.
.
.
"Akhirnya, aku akan bisa keluar juga dari Neraka. Ya walau hanya sebentar saja, tapi tidak apa-apa, yang penting aku bisa bebas dari Arka." Ucap Nayla dalam hatinya yang merasa cukup bahagia.
♡♡♡♡♡
Sementara Aryan jalan-jalan bersama Nayla, Arka pergi ke Kantor bersama Tama.
Selama dalam perjalan, baik Arka atau pun Tama tak ada yang memulai percakpan.
Keduanya Hanya diam saja sampai tempat tujuan.
"Silahkan, Pak!" Tama membuka pintu mobil milik Arka
"Hemmmm." Arka hanya menghela nafasnya mendengar seruan Tama padanya.
Namun saat Arka berada tepat di depan pintu Kantor miliknya. Arka meminta Tama untuk menemuinya di Ruangan kerjanya.
__ADS_1
.
.
Kini Tama berada di dalam Ruangan Kantor milik Arka. Tama memandangi isi ruangan tersebut dengan seksama, Bahkan Tama terbelalak tak percaya kala menatap sebuah foto tergantung dengan sangat indah di ruangan milik Arka.
Sekian dari banyaknya foto-foto terpajang di sana, salah satu foto yang Tama pandang benar-benar membuat hatinya bergetar,Ya. foto itu adalah foto masa lalunya dengan Arka, ketika keduanya masih duduk di bangku sekolah. Sepeti yang pernah Tama jelaskan pada Nayla, bahwa dulu, dirinya dan Arka adalah sahabat setia, kemana-mana selalu berdua dan selalu bersama.
.
.
"Apa yang kau pandang?" Tanya Arka yang membuat Tama salah tingkah.
"Ah. Tidak Pak, tidak ada," jawab Tama dengan sedikit terkejut dengan pertanyaan Arka yang tiba-tiba.
"Pak! sampai kapan kau akan memanggilku dengan sebutan itu?"
"Tapi, memang begitu kenyataanya, kau dan aku sekarang memang berbeda."
"Apa yang berbeda, kita masih satu Langit dan satu Tanah, dan kita masih hidup di dunia yang sama, lalu, Apa yang membedakan kita?"
"Status." Jawab Tama singkat dan padat.
"Status yang mana? Aku belum menikah, kau pun belum menikah, lalu apa yang membuat kita kita berbeda?"
"Arka." Ucap Tama lirih seraya menghapus tetesan air mata di wajahnya.
"Aku merindukanmu Sahabatku." Ucap Arka yang membuat Tama semakin deras mengeluarkan air matanya
Arka memeluk Tama dengan rindu yang sekian lama di pendamnya, Tama adalah tempat Arka berbagi keluh kesah, di kala hidupnya dalam keadaan paling terbawah.
Bahkan Tamalah yang membantu Arka membebaskan Aryan dari dalam penjara.
Namun sejak Arka mendadak kaya dan bergelimang harta, membuat Tama benar-benar menjaga sikap di depan Arka. Bukan tanpa alasan, itu karna status Sosial mereka yang sudah berbeda, Tama hanya sopir pribadi Arka.
.
.
"Hapus Air matamu itu! Apa kau tak malu menangis di hadapanku?" Canda Arka kepada Sahabatnya
Sedangkan Tama hanya tersenyum sejuta makna, mendengar candaan Sahabat sekaligus Atasanya.
"Ya. begitulah kenyatanya, Sahabat setia tak akan pernah saling melupakan, karna bila lupa itu namanya bukan Sahabat setia!" Batin Tama
💖💖💖💖💖
Terima kasih lagi ya, buat semuanya yang berkenan hadir di tulisan saya.
Mohon dukunganya ya.
Like + Komen + Rate serta Vote Anda Seikhlasnya.. 😊
__ADS_1
Ini Tama, bukan sopir biasa 😂😂 #Visulsaya😉