
JIKA MERASA SUDAH LEBIH
DAN MEMILIKI SEGALANYA
HARUSNYA KITA SALING MEMBIMBING
BUKAN MENCELA😉😉
(Tetap semangat ya)
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Malam itu Nayla segera menuju kamar dan menutup pintu, merebahkan badan dan mengistrihatkan fikiran.
Hatinya sakit, perasaanya bercampur aduk.
Ribuan pertanyaan kini tengah memenuhi fikiranya. Marah, Kecewa kini benar-benar menyelimuti hati Nayla.
Nayla masih menatap langit-langit kamar, bingung harus bagaimana. Dia bertanya pada dirinya sendiri.
"Apa yang harus kulakukan? yang aku tau saat ini, aku hanya bisa diam, merebah dan merasakan semua." Batin Nayla yang di penuhi gejolak rasa kecewa.
Nayla yang tampak gelisah, segera beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membasuh Wajahnya, karna Nayla merasa hawa panas benar-benar menyelimuti hatinya.
Arka yang sedari tadi pura-pura menutup mata, memandangi tingkah Nayla yang terlihat sangat gelisah.
"Ada apa. Apa yang terjadi denganya?" Tanya Arka dalam hatinya.
Tak selang berapa lama, Nayla keluar dari kamar mandinya, dan kembali merebahkan tubuhnya di samping Arka.
Nayla memandangi wajah Suaminya dengan seksama, dan mengecup kening Arka dengan penuh cinta.
.
.
"Arka. Apa pun yang akan terjadi nanti, aku berjanji tak akan pernah meninggalkanmu, dan aku berharap kau pun begitu!" bisik Nayla di telinga Suaminya
Karna meras sudah cukup lelah sayup-sayup, Nayla mulai memejamkan matanya, dengan memeluk tubuh Arka dengan mesranya.
Arka yang sedari tadi memang hanya bepura-pura memejamkan matanya, semakin yakin bawah Nayla tengah di rundung masalah.
Apa yang sedang menyelimuti fikiranya?" batin Arka seraya pelan-pelan melepaskan pelukan Nayla, dan beranjak dari tempat tidurnya.
Arka yakin, masalah yang sedang di fikirkan Nayla adalah tentang Ayah mertuanya.
Karna Nayla tampak murung dan gelisah setelah menemui sang Ayahnya.
_________
.
.
Rany tampak mondar-mandir di depan kamar Ayah Nayla, entah apa yang sedang di lakukanya. Arka yang curiga segera menghampirinya.
"Ada apa?" tanya Arka tiba-tiba dan membuat Rany cukup terkejut di buatnya
"Mas Arka ! Tidak Mas, aku hanya___
Ucapan Rany terhenti seketika karna Arka tiba-tiba merebut paksa sebuah benda yang sedang di pengangnya.
Ya. Itu adalah dompet Ayah mertua Arka yang tak lain Ayah Nayla.
Nayla sengaja, menyuruh Rany yang mengembalikanya, karna Nayla tak ingin sang Ayah tau bahwa dirinya mengetahui sebuah Rahasia yang sudah lama di simpanya.
"Apa ini?" Arka bertanya pada Rany.
"Maaf Mas, itu milik Ayah Mbak Nayla."
Arka befikir sejenak, sepertinya Arka tau
bahwa dompet inilah sumber masalah, yang menyebabkan Nayla tampak gelisah.
Tanpa fikir panjang Arka dengan sigapnya membuka Dompet tersebut, awalnya Rany berusaha mencegahnya, tapi karna Arka memaksa dan mengancam akan memecatnya, Rany akhirnya mengalah.
.
.
⚘
Dengan raut wajah memerah, dan detak jantung yang luar biasa hebatnya.
Tubuh Arka lemas seketika, saat mendapati foto sang Ibu di dompet Ayah mertuanya.
Karna amarah dan rasa penasaran dalam benaknya Arka melangkahkan kakinya memasuki kamar dimana si Ayah mertua berada.
__ADS_1
.
.
BRAAAAKKK
Arka menendang pintu kamar dengan sekuat tenaga, hingga membuat Dicky (Ayah Nayla) cukup terkejut di buatnya.
"Ada apa denganmu, mengapa kau menggangu tidurku?" Dicky menatap nanar wajah Arka dengan rasa kesal yang luar biasa
Brukkk
Arka melemparkan dompet Dicky tepat di wajahnya.
"Jelaskan padaku, ada hubungan apa kau dengan Ibuku?" Tanya Arka tanpa ragu
Dicky yang mendengarkan pertanyaan menantunya itu, hanya diam membisu lidahnya terasa kelu, bahkan dia malas menatap wajah Arka yang di penuhi amarah.
"Keluarlah, Arka ! ini masih malam besok saja kita bicarakanya!"
"Tidak ! Aku ingin kau menjelasknya sekarang juga!"
"Kau benar-benar keras kepala, sama seperti Ayahmu!" cetus Dicky tanpa ragu yang membuat Arka semakin Tajam menatapnya.
"Apa maksudmu?"
"Kau dan Ayahmu, sama-sama penghancur hidupku!"
BUUKK
Arka memukul perut Dicky sekuat tenaga.
PLAAKKKK
Dicky membalas dengan tamparan yang di daratkan tepat di Wajah Arka.
"Cihh. Sial!" Upat Arka.
BAAAAKKK
BAAAAKKK
BUUUKKKK
BUUUKKKK
Begitu pun Nayla, diriya berlari terbata-bata saat Rany memberi tahu, bahwa Ayahnya tengah terlibat pertengkaran hebat dengan Suaminya.
.
.
"Arkaaa...." Pekik Nayla dengan kencangnya
Nayla mendapati tangan Arka mengeluarkan darah, yang mewarnai piyama putih milik Suaminya. Maklum tangan Arka masih terluka, karna luka tembak beberapa waktu lalu yang mendarat di tangan sebelah kirinya.
.
.
"Hentikan!" Ucap Nayla seraya memeluk tubuh Arka dengan eratnya.
"Aku harus menghabisinya!" Seru Arka yang masih di penuhi amarah
"Dia Ayahku.....
"Tapi dia sudah menghina Ayahku..
"Apa maksudmu?" tanya Nayla seraya perlahan melepaskan pelukanya
"Tanyakan saja pada Ayahmu itu ! Dan tanyakan pula padanya. Ada hubungan apa dia dengan Ibuku!" Seru Arka yang membuat lidah Nayla kelu
"Dia bukan Ibumu!" cetus Dicky seraya menatap tajam wajah Menantunya itu.
PLAKK
Arka kembali mendaratkan tamparan di wajah Dicky.
Hingga perkelahian hebat terjadi lagi.
Tama dengan sigapnya menghalangi Arka dan meminta sang Sahabat untuk sedikit meredam emosinya.
.
.
Dicky yang merasa kesal memutuskan keluar dari rumah Arka.
__ADS_1
Nayla mencoba menahan langkah sang Ayah, namun Dicky tak perduli.
"Biarkan dia pergi, aku tak mau melihat wajahnya lagi!" Ucap Arka yang di penuhi rasa benci.
"Aku mohon Arka ! kita biasa membicarakan masalah ini sama-sama." Pinta Nayla yang memohon agar Arka menghentikan sang Ayah untuk tak meninggalkan rumahnya.
"Kalau Ayahku, pergi. Aku harus mengikutinya!"
"Ohh begitu. Pergilah, susul dia ! Dan akan ku pastikan saat kau kembali kesini, kau tak akan pernah menemuiku lagi!" ancam Arka pada Nayla
.
.
Nayla hanya terdiam, tak ada yang bisa di bantahnya lagi, dia ingat akan janjinya sendiri bahwa apa pun yang akan terjadi Nayla tak akan pernah pergi.
Sementara sang Ayah sudah lenyap dari pandangnya, begitu pun Arka yang melangkahkan kakinya meninggalkan Aryan, Tama dan Nayla pergi dan masuk kedalam kamarnya.
Aryan yang sedari tadi diam saja, segera berlari dan menemui Arka, di susul pula oleh Tama dan Nayla.
Langkah Aryan pun terhenti, saat melihat Arka sedang memandangi foto keluarganya, yang tergantung rapih dengan bingkai yang begitu indah.
.
.
"Siapa aku sebenarnya, Yah? ada rahasia apa, kenapa Laki-laki itu berkata, bahwa Ibu Indah bukanlah Ibuku? Arka bebicara sendiri dan mentap foto Keluarganya dengan tatapan sedih.
Nayla yang juga menyaksikan segera mendekati Arka, sedangkan Aryan tatap diam dan masih berdiri memandangi Arka yang tampak begitu terluka.
.
.
"Arka..!" panggil Nayla dan segera memeluk tubuh Suaminya
Arka masih diam, diam dan tetap diam tak ada kata yang keluar dari mulutnya, hanya sedikit buliran air mata yang membasahi wajahnya, air mata bukti rasa kecewa dan sakit hati yang sedang memenuhi perasaanya.
"Aaaaaaaaaa____!" pekik Arka menggema
Prankkkk
Arka mengambil bingkai foto keluarganya dan menghempaskanya sekuat tenaga, Nayla bahkan sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Arka di hadapanya.
"Penipu...! Kalian semua membohongiku." Omel Arka pada foto itu
Brak.
Brak.
Brak.
Arka mengijak-ijak foto itu, tanpa perduli bahwa pecahan-pecahan kaca menancap di kakinya. Bahkan siapa pun akan ngilu melihatnya.
"Hentikan, Arka!" pinta Nayla dengan berlinang air mata.
Namun Arka tak memperdulikanya, dia tetap mengijak-ijak foto itu sebagai bentuk kekecewaanya.
BRAKKK.
"Aryan. Apa yang kau lakukan?" pekik Arka yang terkejut luar biasa dengan apa yang di lakukan Aryan di hadapanya.
Ya. Saat Arka akan mengijak lagi foto keluarganya yang pecah, Aryan dengan sigap menaruh tangan tepat di mana Arka melampiaskan amarahnya. Hingga tangan Aryanlah yang terinjak oleh Arka, dan seketika saja darah segar keluar dengan derasnya.
Arka panik luar biasa melihat Aryan terluka.
Aryan memeluk tubuh Kakaknya dengan berlinang air mata.
"Aku tidak apa-apa. Rasa sakitku tak sebanding dengan luka hatimu, jangan pernah lukai tubuhmu lagi ! Aku akan menceritakan semua rahasia tentang masa lalu kita, termasuk rahasia tentang siapa Ibumu sebenarnya." Ucap Aryan tanpa memakai kata Kakak saat berbicara kepada Arka. Yang membuat hati Arka bergetar mendengar ucapan Aryan padaya ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
*JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA !
🌷Like
🌷Koment
🌷Rate
🌷Vote
🌻Jadilah pembaca cerdas! budayakan tinggalkan jejak setelah membaca.
🌻Mari saling mendukung.
🌻Terima kasih*.
__ADS_1