Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Tinggal Kenangan (Bye Aryan )


__ADS_3

HIDUP ITU BUKAN MASALAH


MENANG ATAU KALAH.


TAPI SAYA MENGALAH


AGAR DIA KALAH


(Mbohlah mumet)



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Nayla hanya diam tapi tetap memperhatikan tingkah Arka. Suaminya itu tampak lemas dan lesu. Pemakaman Aryan sudah selesai sekitar satu jam yang lalu, di iringi hati yang teramat pilu.


.


.


.


Arka menghempaskan tubuh lelahnya di ranjang empuk milik Aryan, dirinya memandangi seluruh ruangan kamar milik Adiknya itu.


Di pandangi satu persatu semua foto yang ada di sana, entahlah Arka merasa dunianya banar-benar terhenti.


Arka menatap tajam salah satu foto yang terpajang di sana. Ya foto bertiga antara Aryan, Alvian dan Arka, di dalam foto itu mereka terlihat begitu gembira, senyum polos Aryan senyum tampan Alvian senyum bahagia Arka benar-benar terlihat sempurna di foto lama mereka.


Arka tak mampu membendung buliran air matanya, perasaanya hancur sehancur-hancurnya.


"Aryan..!" ucapnya lirih namun teramat perih


Nayla mendekati Sumainya, dirinya melingkarkan tanganya di pinggang Arka.


"Sayangku." Bisik Nyala lirih


Arka hanya membalasnya dengan tarikan nafas panjang.


"Ayo turun ! Di luar banyak tamumu. Mereka datang untuk menguatkanmu." Ucap Nayla seraya menghapus air mata di wajah Arka


"Nay. Temuilah mereka ! aku ingin di sini saja."


Nayla hanya tersenyum, dia tak akan memaksa Arka, karna saat ini Arka ingin sendiri dulu.


"Istirahatlah, biar aku dan Tama yang akan menemui mereka!" seru Nayla


"Baiklah!" Arka kembali menyandarkan tubuhnya di ranjang sang Adik tercinta yang telah tiada.


Sementara dari kejauhan, Tama memperhatikan gejolak batin Arka dengan perasaan yang juga sangat terluka, kepergian Aryan membuat Tama terpukul juga.


Tama mengingat pembicaraan Aryan sebelum pergi untuk selamanya.


"Kak Tama, berjanjilah sampai kapan pun jangan pernah tinggalkan si Gatot Kaca ya!" ucapan itu kembali terngiang di benaknya, si Gatot Kaca yang di maksut Aryan adalah Arka.


"Astaga. Ucapan itu bagai pesan terakhir untuku," batin Tama sendu.


"Hay!" Nayla tiba-tiba menepuk pundak Tama dan membuat Tama cukup terkejut karnanya.


"Nay, ada apa?" tanyanya ramah


"Temuilah para Tamu di luar sana ! banyak Kariawan Kantor Arka yang datang untuk berbela sungkawa. Tak enak jika di antara kita tak ada yang menemui mereka!" seru Nayla dengan menatap tajam wajah Tama yang juga cukup kehilangan dengan kepergian Aryan.


________________


Tama menemui para Tamu itu dan menyapa mereka dengan senyum ramahnya.


"Terima Kasih, sudah berkenan hadir di sini." Ucap Tama lirih.


"Dimana, Pak Arka?" tanya salah satu Tamu


"Maaf, Pak Arka belum bisa menemui anda semua, beliau masih cukup lelah, jadi saat ini Pak Arka butuh sendiri!" jawab Tama


"Oh begitu!" jawab mereka serentak


"Pak Tama, sampaikan dukaku, pada Pak Arka!" ucap salah satu seseorang yang terlihat cukup tampan menyapa Tama dengan penuh senyuman.

__ADS_1


"Baiklah. Tapi maaf anda siapa? saya belum mengenal anda sebelumya?"


"Perkenalkan Pak. Nama saya Abima Raka Wijaya saya pemilik Wijaya Grup, panggil saja Raka.


Seketika Tama teringat akan Ranty Yoona, yang mengatakan bahwa Raka adalah mantan kekasihnya yang terpaksa menikah dengan pilihan orang tuanya.


"Inikah Laki-laki yang di katakan Ranty waktu itu," batin Tama menggerutu.


"Pak Tama!" sapa Raka yang seketika saja membuyarkan lamunan Tama.


"Oh iya. Iya, maaf Pak Raka!" ucap Tama di sertai tawa walau sebenarnya terpaksa.


Raka hanya tersenyum, melihat tingkah Tama yang aneh menurutnya.


"Ya sudah Pak Tama, saya pamit dulu, sampaikan salamku kepada Pak Arka, aku akan tetap menunggu untuk bisa bekerja sama denganya." Ucap Raka di sertai senyum manisnya.


.


.


.


PRANK


PRANK


PRANK


Tiba-tiba terdengar suara benda pecah yang terdengar dari Kamar Aryan dimana Arka sedang berada di dalamnya.


Hal itu sontak saja membuat para Tamu terkejut luar biasa. Bahkan Tama dan Nayla segera berlari untuk melihat apa yang terjadi.


.


.


"Arka_____!" pekik Tama sekuat tenaga saat mendapati Arka menangis di tengah pecahan-pecahan kaca yang berserak di sekelilingnya.


Nayla tanpa fikir panjang segera memeluk Akra yang tengah duduk menangis memeluk kedua kakinya. Suami Nayla itu menangis seperti anak kecil yang di tinggal pergi Ibunya.


Tanpa perduli pecahan-pecahan kaca yang berserakan di sekeliling Arka, Nayla melewatinya tanpa perduli pecahan kaca itu melukai kakinya.


Arka tak menjawab pertanyaan Nayla, hanya Arka sendiri yang tau gejolak batinya saat ini


Nayla dengan sigap berusaha menarik tubuh Arka, agar tak berada di antara pecahan-pecahan kaca yang berada di sekelilingnya.


Namun Nayla terbelalak tak percaya kala mendapi Arka menangis seraya memeluk baju Adiknya, yang terakhir kali di gunakan Aryan sebelum mengembuskan nafas terakhirnya.


"Astaga Arka, baju ini masih kotor. Berikan padaku ! Aku akan mencucinya." Ucap Nayla dengan nada lembutnya.


"Tidak biarkan seperti ini, jangan di cuci!" jawab Arka lirih


"Kenapa?"


"Karna baju ini, aku masih mencium aroma tubuhnya, seakan-akan Aryan masih ada bersamaku," jelas Arka pilu


Tak ada yang mampu di jawab Nayla, hanya air mata yang membasahi wajah cantiknya, dirinya merasakan betapa luka hati Arka karna kehilangan Aryan, Adik yang selama ini selalu berdiri dan selalu menemani saat Arka terluka.


__________________


Malam pun tiba Nayla menatap Arka yang sudah tertidur lelap di atas ranjangnya.


Nayla mengecup lembut bibir Suaminya dengan penuh cinta.


Malam ini memang terasa begitu berbeda bagi mereka, malam pertama tanpa senyum dan canda tawa Aryan yang telah pergi untuk selamanya. Sayup-sayap Nayla mulai menutup matanya.


Sementara di luar sana, rembulan dengan malu-malu mulai menampkan diri, ketika bintang berkelip tajam tanpa di tutupi mendung, ketika malam semakin larut, ketika angin berhembus lirih.


Ternyata Arka hanya berpura-pura memejamkan matanya, agar Nayla segera mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Arka membelai rambut Nayla dan mengecup keningnya.


"Nayla. Maafkan aku ! akhir-akhir ini aku kurang memperhatianmu, aku mohon. Kau akan terus bertahan, menghadapi sifatku yang begitu arogan, berdiri di sisiku sampai aku mati, mencintaiku selama kau bernyawa!" bisik Arka di telinga Istrinya.


.

__ADS_1


.



Arka segera beranjak dari ranjangnya kembali memasuki kamar sang Adik tercinta.


Arka segera meraih baju Aryan yang sedari siang selalu di peluk dan di ciumnya.


"Kau tau, Aryan? aku benar-benar merindukanmu. Aku teringat akan masa kecil kita dulu, kau selalu menjadi pusat perhatianku, kau yang menangis saat tak ku gendong, kau yang bersedih saat, aku dan Alvian terlibat keributan, tawamu yang benar-benar menyejukan, kelakuan lucumu yang benar-benar ku rindukan, bahkan saat kau beranjak dewasa, aku tetap memperlakukanmu sebagai Adik kecilku tercinta," tangis Arka seraya terus mencium baju Aryan yang telah tiada.


Arka melangkahkan kakinya, ke arah sebuah kotak kecil yang tersimpan rapih di atas meja belajar Aryan. dengan sigapnya Arka membuka kotak kecil itu dengan rasa penasaran.


DEG.


Tiba-tiba air mata Arka yang mulai reda kembali pecah, saat membaca tulisan-tulisan indah Aryan, yang cukup memilukan.


Tulisan pertama yang di baca Arka.


"(Kakakku sayang, kamu itu tampan, cerdas dan berani, aku mohon ! jangan pernah tengelam di dalam lubang kehidupan yang fana, jangan pernah terlena dengan semua yang kau punya, aku tau kau pasti akan jadi orang yang hebat, tapi kau akan lebih hebat lagi jika bisa mengalahkan emosimu sendiri).


Tulisan kedua.


(Lakukanlah apa yang menurutmu baik untukmu, aku akan turut bahagia, jika Kakak bahagia. Aku tak ingin selalu melihatmu, terbeban karnaku, maka dari itu, aku mohon Ihklaskan aku jika suatu saat nanti aku akan berjalan jauh, jauh, jauh dan terus meninggalkanmu, karna pergiku adalah jalan terbaik untukmu dan untukku)


Arka tertunduk seketika saat mendapati tulisan-tulisan Aryan untuknya.


Dengan sigap Arka menghapus air mata di wajahnya.


"Aryan. Pergilah ! Aku akan Ihklas, Kakak yakin kau akan mendapat tempat terindah di sana, Kakak yakin saat ini kau sudah bahagia, bertemu Ayah dan Ibu di surga." Batin Arka yang mencoba untuk menguatkan hatinya.😭😭


.


.


.


Back Song lagu Seventeen "KEMARIN"


Kemarin engkau masih ada di sini


Bersamaku menikmati rasa ini


Berharap semua takkan pernah berakhir


Berasamamu.


.


Kemarin dunia terlihat sangat indah


Danganmu merasakan ini semua


Melewati hitam putih hidup ini


Bersamamu.


.


Kini sendiri di sini


Mencarimu tak tau di mana.


Semoga tenang kau di sana.


Selamanya.


Aku slalu mengingatmu


Do'akanmu di setiap malamku.


(Rindu itu pilu. Benar kata Dilan, jangan rindu, sebab rindu itu berat 😢😢😢)


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


🌻Jangan lupa tinggalkan jejak ya🌻

__ADS_1


🌻Jadilah pembaca yang baik hati dan ramah🌻


🌻Terima kasih semuanya🌻


__ADS_2