Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Akhirnya Halal Juga


__ADS_3

Jadilah orang sukses


Untuk kemudian


Menaklukan semua keinginan


(kata Arka)



Arka menatap tajam sebuah cermin yang kini berada di hadapanya.


Entah apa yang saat ini tengah Arka fikirkan


Yang pasti kini dirinya tengah memandangi dirinya sendiri


Yang sebentar lagi akan memiliki Istri.


Tok-Tok-Tok


Tama mengetuk pintu kamar Arka.


"Apa kau sudah siap? Cepat keluarlah, kita harus segera berangkat!" Ajak Tama heran Karna Arka belum juga keluar dari kamarnya


"Ya sebentar!" Sahutnya datar


Beberapa menit kemudian Arka keluar dari kamarnya, dengan raut wajah yang tak biasa.


Nampak kecemasan yang luar biasa dari wajah tampan Arka.


"Ada apa. Kenapa justru raut wajahmu terlihat aneh begitu?" Tanya Tama tanpa ragu


"Apa hari ini aku benar-benar akan Menikah?" Cetus Arka tiba-tiba


"Tentu, kenapa kau bertanya seperti itu?"


"Apa menurutmu Laki-laki pembunuh itu tidak akan datang di hari Pernikahanku? Lalu dia menghabisiku persis seperti apa yang kulakkan dulu!" Ucap Arka sendu


"Tenanglah ! Akan banyak orang yang akan menjagamu." Tegas Tama yang coba menenangkan Arka


"Haaah. Baiklah."


_________________________


Waktu yang di tunggu pun tiba


Arka melangkahkan kaki dengan gagahnya.


Senyum manis terpancar dari wajah tampanya


Semua yang berada di sana benar-benar mengagguminya.


"Tampan... Tapi sayang dia Pembunuh ! Berhati-hatilah denganya!" Ucap salah satu kerabat Nayla yang suaranya terdengar jelas di telinga Arka


DEG.


Seketika saja Arka merasakan perasaanya hancur sehancur-hancurnya.


"Iya. Aku memang Pembunuh!" Ucap Arka tanpa ragu dan menatap tajam ke arah Orang yang tengah mengupatkanya itu


Orang tersebut sedikit malu dan hanya membisu ketika Arka menatap lekat wajahnya itu.


"Jangan sekali-kali membicarakanku lagi! Karna bisa saja. Anda orang yang akan saya bunuh selanjutnya!"Gertak Arka dan semakin tajam menatap wajahnya.


♡♡♡♡♡♡



Tak selang berapa lama, Bidadari Arka kini benar-benar berada di hadapanya.


Dengan gaun Pengantin berwarna putih yang memang Arka pilihkan untuk Nayla.


Perasaan Arka menjadi tak karuan saja.


dirinya merasakan jantungnya berdegup kencang dan merasakan sesuatu getaran yang tak biasa.


"Tenaglah hatiku. Jantungku ! Ucap Arka seraya mengelus dadanya.


Tama dan Aryan hanya tersenyum melihat gelagat Arka yang benar-benar salah tingkah.


.


.

__ADS_1


Nayla duduk di belakang Arka. Hingga kecantikan Nayla yang paripurna tak mampu di pandang olehnya.


"Kenapa duduk di situ? Harusnya kau berada di sampingku!" Cetus Arka tiba-tiba yang menimbulkan gelak tawa dari semua orang yang menghadiri hari bersejarahnya.


"Sabar Mas Arka. Sebentar lagi sudah sah!" Hardik seseorang yang kini tepat berada di hadapanya.


"Ahh. Pak Penghulu benar-benar pandai membuatku malu!" Ucap Arka lalu menundukan kepalanya


Hal itu sontak saja membuat gelak tawa semakin menggema.


Melihat Arka yang benar-benar sedang salah tingkah.


*


*


"Apa anda sudah siap, Mas Arka?"


"Siap......!" Jawab Arka dengan tegasnya di sertai senyuman penuh makna.


Tak butuh waktu lama dan hanya dengan satu kali ucap saja


Arka mampu dengan lantangnya, mengucap janji sehidup semati dan menjadikan Nayla halal baginya.


"Sah...?


"Sah..!


"Allhamdullilah!" Ucap mereka secara bersama-sama.


Tak terasa air mata bahagia mengiasi wajah tampan Arka.


Arka mencoba untuk menyembunyikan air mata bahagianya.


Namun Arka tak mampu melakuknya. Buliran air mata bahagia justru semakin deras membasahi pipinya.


Di tatapnya wajah Nayla yang masih tertunduk bagai tak mampu memandang wajah Arka.


"Nayla. Ciumlah tangan Suamimu!" Ucap si Pak Penghulu yang membuat Arka tersipu malu.


Nayla pun mengangkat wajah cantiknya dan menatap Arka dengan seksama.


Entah rasa apa yang kini tengah menyelimuti hati keduanya.


Nayla mencium tangan Arka dengan semua ketulusanya.


Arka pun mengecup kening Nayla dengan semua rasa cintanya.


"Cieee... Halal nih ceritanya! Hardik Tama yang membuat Arka salah tingkah


"Gas pol ya Kak. Biar aku cepet dapet__!" Ucapan Aryan terhenti seketika karna Arka menghampirinya dan menutup mulut Aryan dengan tanganya


"Diam kau Anak kecil!" Seru Arka yang justru menimbulakan gelak tawa dengan sikapnya


Seorang Arka pun benar-benar salah tingkah jika sudah masuk dalam urusan Percintaan.


"Selamat Kawan!" Ucap Tama penuh senyuman


"Terima kasih, Tama!" Balas Arka dan mereka pun saling berpelukan


"Nay. Jaga hatinya baik-baik ya! Walau terlihat gagah. Jika urusan cinta sahabatku ini belum ada keahlinya!" Canda Tama yang membuat Arka memasamkan wajahnya


Sementara Nayla hanya tersenyum mendengrnya. Dan justru senyum itu membuat Arka semakin tak mampu menatap wajah Istrinya.


.


.


Acara Akad Nikah sudah selesai. Seperti yang sudah di rencanakan.


Mereka hanya Ijab saja tanpa adanya resepsi Pernikahan.


Menikah tak mewah bukan jadi masalah.


Yang terpenting bagi Arka dan Nayla mereka sudah bersama.


____________


Setelah semua acara terlaksan Tama dan Aryan pulang kerumah, tapi tidak dengan Arka dan Nayla. Sebab Dicky meminta keduanya untuk menginap semalam saja di rumahnya.


♡♡♡♡♡♡


Arka menghempaskan tubuh lelahnya di tempat tidur milik Nayla.

__ADS_1


Sedangkan Nayla hanya memandangi Laki-laki yang sudah Sah menjadi Suaminya kini.


"Nay kemarilah!" Seru Arka dengan mengedikan sebelah matanya


"Gak. Aku mau mandi, tubuhku rasanya bau sekali, hari ini benar-benar sangat melelahkan!" Jawab Nayla dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Arka


Namun tanpa persetujuan sang Istri. Arka membopong tubuh Wanitanya kedalam kamar mandi.


"Arka..... Kau mau apa?" Pekik Nayla


"Katamu tadi kau mau mandi, boleh ya aku temani!" Hardik Arka pada sang Istri


"Keluar Arka!"


"Bener, gak mau di tungguin atau di mandiin?"


"Arka...!" Teriak Nayla


Arka pun akhirnya keluar juga, di iringi gelak tawa bahagia. dirinya menlihat sosok Nayla yang berbeda.


Arka kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang milik Nayla.


"Aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini!" ucap Arka dalam hati


Kreek


Nayla membuka pintu kamar mandinya. dan di lihatnya si Arka tengah memejamkan mata.


"Syukurlah dia sudah tidur!" Bantin Nayla lega


Iya pun berencana meninggalkan Arka sendiri di kamarnya.


Nayla melangkahkan kakinya dengan sangat hati-hati agar Arka tak mendengarnya.


Padahal saat itu hanya handuk saja yang menutupi tubuhnya.


Karna Nayla berniat menganti bajunya di kamar yang lainya.


Nayla diam-diam menarik pintu kamarnya, namun betapa terkejutnya Nayla, Mendapati pintu kamarnya sangat susah terbuka.


"Mau kemana, Nona Nayla?" Ucap Arka tiba-tiba dan membuat Nayla sangat-sangat terkejut di buatnya


"Arka. Apa kau sengaja mengunci pintunya?" Bentak Nayla


"Ihhh. Nay ! Ternyata kau galak juga ya?" Canda Arka yang membuat Nayla semakin kesal saja


"Arka.. !" Kali ini suaranya terdengar lirih bahkan bisa di bilang nada manja seorang Nayla


"Ada apa?"


"Jangan malam ini ya!" Pinta Nayla dengan mengedipkan sebelah matanya


"Kenapa? Kau kan sudah Halal untuku!" Cetus Arka dan mendekati keberadaan Nayla


"Aku sedang tidak bisa?


"Kenapa?"


"Aku sedang ada tamu?"


"Maksudmu?"


"Ya biasalah tamu Wanita..


"Hemz. Gak percaya, sini aku butuh bukti..


"Arkaa... !" Teriak Nayla kesal dengan ulah Suaminya


Tanpa fikir panjang Arka menarik tubuh Nayla dan kini keduanya saling bertatap muka.


"Aku menginginkanmu!" Bisik Arka yang membuat Nayla semakin gemetar karenanya.



💖💖💖💖💖💖💖💖💖


🌺**Tinggalkan jejak anda ya🌺


-Mohon dukunganya 😉😉😉


Silahkan Like . Koment . Rate dan Vote ya.


💚Mari saling mendukung💚**

__ADS_1


__ADS_2