
Buatlah aku tersenyum
Dengan caramuπ
Dan akan ku buat kau tersenyum juga
Dengan carakuπ
Karna sejatinya membuat bahagia.
Itu indahβ€
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
πSelamat Membacaπ
Alvian tersenyum bahagia saat dirinya telah berhasil menikahi Rany. Teruntuknya mulai hari ini dirinya telah berganti status menjadi seorang suami.
Arka tertawa Renyah saat menggoda seseorang yang telah dia anggap sebagai saudara, sifat jahil Arka benar-benar tak ada duanya.
"Jangan bulan madu dulu!" Seru Arka di sertai tawa, hingga membuat Alvian mengerutkan wajahnya.
"Kenapa. Aku dan dia sudah resmi menikah lalu mengapa kau melarangku berbulan madu?" Alvian heran.
"Tunggu Tama menikah dulu minggu depan! Setelah itu akan ku adakan resepsi besar-besaran, bahkan aku akan mengundang para rekan kerjaku, yang bos-bos besar itu." Ucap Arka terhenti. "Aku mau Bos besar di undang semua tanpa terkecuali. Supaya yang isi kotak kita banyak, hadiah melimpah, yang paling penting. Jika ada yang memberi hadiah nanti semua itu miliku!" Ucap Arka lagi tanpa ragu, jiwa pelitnya itu semakin luar biasa.
"Cihhh. Gila kau ya!" Upat Alvian dan Tama bersamaan.
"Suka-suka saya dong. Yang ngadain resepsi itu saya, uang-uang saya, jadi ya terserah saya," jawab Arka dengan tampang songongnya.
"Sudahlah, Al, biarkan saja dia mau apa. Sebab percuma di lawan omongan Arka, gak akan menang kita." Tama meluapkan kekesalanya.
"Nah bagus kalau sadar!" Arka menyunggingkan senyum kearah Alvian dan Tama, hingga membuat dua pria tampan itu semakin kesal dengan sikapnya.
"Ok. Terserah kau saja!" Alvian berdecak kesal seraya mengerutkan dahinya. "Kau boleh lakukan apa pun asal jangan melarangku berbulan madu," tambah Alvian lagi.
"Ehhh, nakal ya! Sudah di kubilang tunggu Tama menikah dulu,"
"Lah. Memang apa hubunganya, bulan maduku dengan menikahnya Tama?" Alvian heran bercampur penasaran.
"Adalah..
"Ya apa?"
"Kita entar, bulan madu ke sebuah desa. Nanti bulan madunya sama-sama, Nah, kira-kira siapa di antara kita bakal yang bisa buat buncit perut Istri masing-masing duluan." Ucap Arka dengan expresi wajah serius.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dan alasan Arka, Membuat Tama yang sedari tadi diam saja tertawa sejadi-jadinya, begitu pun Alvian, dia merasa Arka takut ketinggalan. Maklum hampir 8 bulan lebih menikah Rezki momongan belum menghampiri Arka dan Nayla.
"Buhahahahahahahah!" Tawa Tama. "Ya jelas aku duluan lah. Aku bakalan tancap gas dan tak akan ku kasih kendor!" Kekeh Tama.
"Apa, kolor?" Tanya Arka mengalihkan pembicaraan.
"Kendor budeg!"
Hahahahahahah Tawa ketiganya pecah, entahlah apa yang membuat ketiganya terlihat begitu bahagia, yang jelas hanya sekedar melempar kata membuat kebersamaan mereka cukup berwarna. Di lain tempat ke tiga bidadari mereka menaikan alisnya, mereka heran apa yang tengah di bicarakan ke tiga pria tampan itu, hingga membuat mereka tertawa begitu lepasnya.
_____________
(Alvian dan Rany)
"Apa yang kau inginkan dariku, setelah kita menjadi pasangan Suami Istri?" Tanya Alvian kepada Rany.
"Tak ada yang aku pinta, kecuali kau harus selalu setia dan kau benar-benar merubah sifat burukmu selama ini!" Pinta Rany.
Alvian mendekati Istrinya, membalik tubuh Rany untuk menatapnya. "Apa aku benar-benar telah menjadi suamimu saat ini?"
Rany hanya mengangguk, sorot matanya menatap penuh haru.
"Rasanya semua ini seperti mimpi. Aku janji kepadamu, aku akan mencintai setulus dan sepenuh hatiku," ucap Alvian tanpa ragu.
"Terima kasih!" Rany tersenyum bahagia sementara Alvian mengecup kening Istrinya penuh cinta.
___________________
Berbeda dengan Tama, hari ini dirinya membawa Ranty Yoona untuk memilih baju yang akan mereka gunakan di hari pernikahanya nanti. Hari bahagia keduanya akan berlangsung sederhana saja, namun tidak sesederhana mahar yang di pinta Ranty kepadanya. Wanita cantik itu meminta mahar. (SEBUAH CINTA SETULUS JIWA, SEPENUH HATI SAMPAI MATI DAN BERJANJI TAK AKAN SALING MENKHIANATI BESERTA RUMAH MEWAH DENGAN 8 KAMAR DAN 2 KOLAM BERENANGNYA). Hal itu dengan mudah Tama kabulkan karna Tama merasa cintanya kepada Ranty tak di ragukan lagi, bahkan masalah mahar rumah mewah Tama sudah menyipkanya, maklum Tama ternyata bukan orang susah dia bahkan anak bungsu dari keluarga Adithama yang tak lain adalah paman kandung Arka, sudah barang tentu harta yang di miliki sang bunda akan jatuh ke tanganya, bahkan dia berniat akan mengembalikan prusahaan yang telah Arka berikan, sebab dia juga sibuk dengan perusahan milik bundanya sendiri.
Tama terseyum geli, melihat tingkah laki-laki yang ada di hadapanya kini. Ya dialah Arka, yang telah duduk di kursi kemudi mobil miliknya. Beserta Istri cantiknya Nayla, keduanya akan memani Tama dan Ranty memilih baju untuk hari bahagianya nanti.
"Ayo. Paman, cepatlah!" Kekeh Arka membuat Tama mengerutkan wajah Tampanya.
Ranty tertawa renyah mendengar ledekan dari laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi keponakanya, walau sebenarnya usia mereka tak jauh berbeda.
"Ayo, Aunty, duduk di sebelahku!" Nayla ikut mengoda Ranty Yoona.
Gadis cantik itu hanya terseyum, lalu duduk di sampaing Nayla, sedangkan Tama duduk di samping Arka yang akan mengemudikan mobilnya.
___________
Ranty bolak-balik menganti baju yang telah menjadi pilihanya, ini baju ke tujuh yang telah dia coba, namun tak ada yang cocok menurutnya, maklum standar Ranty benar-benar tinggi, cacat sedikit saja dia tak akan mengunakanya.
Di bantu oleh Nayla, Ranty memilih baju yang sempurna untuk hari terpenting dalam hidupnya. Kedua wanita cantik itu bagai tak kenal lelah demi mendapatkan baju yang sesuai keingin mereka.
"Repot banget sih, Yank! Semua baju itu cantik, tinggal pilih saja." Cetus Tama yang mulai jenuh menunggu terlalu lama.
__ADS_1
"Nay. Gak usah repot-repot! Aku sudah memesankan baju buatmu!" Arka ikut bicara.
Nayla dan Ranty tersenyum penuh arti mendengar seruan kedua pria tampan yang sama-sama tengah bosan menunggu keduanya.
"Aku bukan repot, Yank. Tapi aku harus memilih yang sempurna untuk hari pernikahanku, karna kamus di hidupku, hanya yang sempurna saja yang akan ku pilih," jelas Ranty.
"Benarkah? Aku sempurna dong, Yank." Canda Tama.
"Tentu, kau terlalu sempurna untuku, dari ujung kaki, rambut bahkan sampai ujung kuku, kau benar-benar tak mengecewakanku." Puji Ranty untuk calon suaminya itu.
"Waaaahhhh. Terbang aku, Yank, kau puji seperti itu," jawab Tama malu-malu.
"Halah. Prreeeeet!" Upat Arka melihat dua sejoli yang saling memuji di hadapanya. "Nay, cari makan, Yuk!" Ajak Arka tiba-tiba kepada Nayla.
"Hayuuuk!" Bukan Nayla yang menjawab tapi Tama.
"Ehhh! Aku gak ngajak kamu," ceplos Arka.
"Bodo, amat!" Tama menarik tangan Arka.
"Hiiih. Main tarik-tarik!" Arka melepaskan tangan Tama.
"Kau saja dulu bersama, Tama! Nanti aku menyusul bersama Ranty." Ucap Nayla.
"Hadeeehh!"
Dengan terpaksa Arka pergi makan siang bersama Tama, urusan perut benar-benar tak bisa dia tunda.
ππππππππ.
π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±π±
π·Jangan lupa tinggalkan jejak anda ya.
π±Like
πKomen
β€Vote
π·Rate.
Dan mampir juga yuk di karya baruku.
Di jamin buat anda ketawa dan nangis bombay πππππππ.
__ADS_1
π·TERIMA KASIHπ·