Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Arka Marah Mafia Turun Tangan(Baba Ewok )


__ADS_3

AKU HANYA PURA-PURA TANGGUH.


KARNA AKU TAK INGIN DI ANGGAP


TUKANG MENGELUH.


KARNA AKU PERCAYA, SENYUMKU


AKAN MERUBAH SEGALANYA.


(Rindu Aryan)


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷



Jam menunjukan pukul 04.30 pagi, Nayla sudah terbangun dari tidurnya, dengan senyum di wajahnya Nayla memandangi wajah Suaminya yang masih terlelap dalam dunia mimpinya.


"Aku selalu memuji wajah tampan Suamiku," ucap Nayla dalam hatinya, seraya mengecup bibir merah Arka. Lalu segera beranjak dari ranjangnya.


Namun saat Nayla akan melangkahkan kakinya, tiba-tiba Arka menarik tangan Istrinya, hingga tubuh Nayla jatuh memeluk tubuh Suaminya.


Arka dan Nayla saling bertatap mesra, dan saling melempar senyum dengan manisnya.


Sesekali Arka meniup-niup wajah Nayla hingga sensasi tak biasa menjalar ke seluruh tubuh Istrinya.


"Bangunlah!" seru Nayla seraya menarik selimut dari tubuh Arka.


"Ya ampun, Nay. Lihatlah dia berdiri!" Arka menahan geli dengan ucapanya sendiri


"Hari sudah pagi, jangan macam-macam padaku lagi!" Omel Nayla dengan nada tingginya


"Haish. Padahal saat melakukan pagi-pagi seperti ini, siapa tau kita akan dapat Anak kembar.


"Hahh. Benarkah?"


"Iya, begitulah yang Tuan Xavier katakan saat kita menghadiri undangan kelahiran Anak Kembaranya. Apa kau tak mau ingin seperti mereka?:


"Aaah. Aku tidak percaya.


"Ya sudah. Apa kau tau?"


"Tau Apa?"


"Bahkan Tuan Vie memberiku tips gaya bercinta, agar kita cepat mendapatkan Anak Kembar seperti dia.


"Hiih. Gila. Sebegitu jujurkah Tuan Vie, berkata padamu?"


"Tentu.


"Aku akan bertanya pada Nona Elle, apakah yang di katakan Suaminya padamu itu, benar adanya, atau jangan-jangan Tuan Xavier hanya membohongimu. Karna melihat wajahmu yang terlalu polos dan lugu itu.


"Hah sial. Apa kau sedang meledeku?"


"Kita hampir 2 bulan menikah Arka, tapi aku belum hamil juga.


"Apa ini semua salahku? harusnya kau juga tanya pada dirimu. Bisa sajakan semua ini terjadi karna kau kurang makan sayur-sayuran. Hobbymu makan Cilok sih.


"Heleh. Tega kau Arka, menurutmu aku kurang makan sayuran apa, hah?"


"Tahu, tempe, toge. Hahahahahaha." Arka mengatakanya di sertai tawa yang membuat Nayla cukup kesal karnanya


"Hihhh. Dasar gila. Tahu dan tempe bukan sayuran tau.


"Apa dong?"


"Tanya sama Mentri Kesehatan atau sandang pangan, kali ajha kamu dapat pencerahan!"balas Nayla di sertai tawa pula.


pagi itu keduanya larut dalam obrolan, yang tak tau ada maanfaatnya atau tidak, yang pasti Arka dan Nayla sangat menikmati obrolan dan candaan yang saling mereka lotarkan, karna senyuman dan kejujuran bisa jadi tali erat sebuah Pernikahan, karna komunikasi adalah hal yang wajib dilakuan.


_______________________


Arka menyempatkan untuk masuk Kantor, dirinya berniat mengecek semua kondisi dan keadaan Kantornya saat ini.


Maklum Arka bukan hanya mengurusi satu Prusahaan saja, tapi ada tiga Prusahaan besar yang sang Ayah tinggalkan atas Nama dirinya.


Dan hanya Tamalah yang selalu berdiri dan membantu semua urusan Prusahaanya.


Tama melempar senyum manis kepada Sahabat sekaligus atasanya, yang membuat Arka cukup geli melihatnya, tapi Arka benar-benar bahagia memiliki Sahabat seperti Tama.

__ADS_1


Arka melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kerjanya dan seketika saja Kantor menjadi hening, karna semua Kariawan fokus dengan pekerjaan mereka masing-masing.


.


.


.


.


BRAAAAKK.


Suara keras terdengan jelas dari ruang kerja Arka. Semua Kariawan saling berpandangan bahkan di antaranya ada yang sedikit gemetaran. Entahlah apa yang terjadi, mereka saling menatap tak mengerti.


"Tamaaa_____!" pekik Arka menggema.


Hingga semua orang kini mengarahkan pandangan kepada Tama.


"Nah Pak Tama. Ada apa kira-kira?" tanya Ranty Yoona.


"Entahlah." Jawab Tama seraya melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang kerja Arka.


.


.


.



Arka menatap tajam wajah Tama, hingga membuat Laki-laki itu cukup heran di buatnya.


"Ada apa?" Tama coba bertanya dengan nada santainya


"Apa saja kerjamu, Hah?"


"Maksudmu?"


"Coba kau lihat ini!" seru Arka seraya menunjukan statistik keuangan Kantornya.


"Haaahh. Bagamana bisa?" Tama terkejut, karna uang prusahan lenyap lebih dari setengahnya.


"Astaga, Arka. Apa kau menuduhku yang mengkorupsi uang Prusahaanmu?"


"Bukan begitu Tama, aku tidak sekali pun menuduhmu, jangan berprasangka buruk padaku!" jelas Arka yang membuat Tama mengelus dadanya.


"Syukurlah, aku lega mendengarnya. Tapi kira-kira siapa yang melakukanya"


"Ranty Yoona..


"Haah. Gila ! Itu tidak mungkin Arka.


"Aku tidak menuduhnya, Tama!"


"Lalu?"


"Bukankah dia, yang kita serahakan semua urusan, saat kita tidak kekantor karna kepergian Aryan.


"Benar juga," ucapa Tama


Tanpa fikir panjang Arka segera memanggil Ranty untuk masuk keruang kerjanya.


Ranty tak mengerti dengan apa yang terjadi, hingga dia merasa cukup kesal saat Arka dan Tama menatapnya curiga.


"Ada apa, ini. Kenapa Pak Tama dan Pak Arka, menatapku seakan aku bersalah?" Tanya Ranty dengan perasaaan yang cukup mendebarkan.


"Aku ingin bertanya padamu, siapa orang-orang yang sudah berani masuk ke ruangan kerjaku, selama aku sedang berduka?" Arka bertanya dengan nada santainya agar Ranty tak tersinggung, maklum jika Ranty marah, bisa-bisa Tama akan marah juga, karna Arka tau sudah ada sedikit rasa di dalam hati Tama untuk Ranty Yoona.


"Kalau tidak salah, Mertua dan Saudara Laki-laki anda, Pak Arka. Alvian. Ya Alvian namanya.


"Haaahhhh?" Arka dan Tama sama-sama terkejutnya saat mendengar penjelasan Ranty Yoona.


TING


Sebuah pesan, masuk ke No WhatSap Arka, dengan sigap Arka membukanya, mungkin saja itu pesan dari Nayla.


("Hay. Tuan Arka, apa saat ini anda sedang menikmati kekalahanmu? bukan hanya itu menantuku tercinta, bahkan aku sudah mengambil dua Pruasahaanmu, dan menjadi milik Anakku)


DEG

__ADS_1


Seketika saja wajah Arka berubah, exspresi wajahnya seakan-akan ingin menelan apa saja yang ada di hapanya. Amarah Arka dalam puncak tertingginya setelah membaca pesan WhatsApp yang tak lain dari sang Ayah Mertua.


"Cihh. Gila, dasar sialan ! Tua Bangka tak tau diri, dia benar-benar cari mati. Haah sudah ku duga pasti dia yang melakukanya!" crocos Arka penuh Amarah dan membuat Ranty geleng-geleng kepala melihatnya.


"Tak ku sangka, wajah seimut, Pak Arka, saat marah garang juga ternyata." Gumam Ranty dalam hatinya.


Sementara Tama menepuk bahu Arka, untuk menguatkan sahabatnya.


"Tama ayo ikut denganku, dan kau Ranty selesaikan semua pekerjaanmu!" seru Arka dan dengan sigapnya Ranty melangkahkan kakinya dari Ruang kerja Arka.


"Syukurlah, akhirnya aku keluar juga dari lubang buaya," ucap Ranty lagi namun dalam hati.


_____________________


Tama mengikuti langkah Sahabatnya, dan saat berada di parkiran Kantornya. Arka meraih Ponsel dari saku celananya, sepertinya Arka sedang ingin menghubungi seseorang.



.


.


"Selamat siang, Tuan Vie. Apa anda sedang sibuk saat ini?" tanya Arka pada seseorang melalui sambungan ponselnya.


("Hay Tuan Arka, senang sekali anda menghubungi saya, apa ada yang anda butuhkan dari saya, atau anda ingin benar-benar belajar bagaimana cara membuat Anak kembar?" Hardik Xavier dari seberang Ponselnya).


"Cihh sial. Apa hobby anda hanya menggoda saya?" Arka bertanya dengan nada kesalnya.


("Hahahahahahahaha. Sabar Tuan Arka ! Baiklah, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Lelaki gagah itu tanpa ragu.)


"Begini Tuan Vie (___)!" Arka pun menjelaskan semua masalah yang di hadapinya dan berharap Lelaki itu dapat membantunya.


("Tenanglah Tuan Arka. Urusan salip menyalip saya jagonya," ucap Lelaki itu di serati tawa tanda menyanggupi permintaan Arka.)


"Baiklah. Terima kasih atas kerja samanya, Tuan Xavier. Nanti saya akan mengirimkan alamatnya ke No Ponsel anda,"


("Baiklah Tuan Arka, tunggu kabar baik dariku, wahai Laki-laki berwajah lugu," hardik Xavier tanpa ragu lalu menutup sambungan Ponsel itu.)


"Cihh. Gila, benar-benar tukang mencela dia, bahkan namanya saja sangat susah di ucapkan oleh lidah saya," omel Arka seraya mengerutkan dahinya.


Tama hanya diam tanpa bertanya, dirinya hanya menggaruk-garuk kepalanya. Tama sangat tau siapa Tuan Xavier itu.


"Astaga, Arka. Jika sedang marah dalam emosi jiwa yang meronta-ronta. Bekerja sama dengan Mafia menjadi pilihanya," batin Tama seraya masuk kemobil untuk mengikuti kemana pun Arka pergi.


Sedangkan di lain tempat, Xavier menunggu kedatangan Arka. Untuk membicarakan rencana pembalasan. Kepada Dicky dan Alvian yang secara diam-diam, telah mengambil alih dua Prusahaan Arka Aditama.


.


.


(Nahh Loh Arka bakal kolaborasi dengan Xavier, salah satu Mafia ternama dengan segala kekuasaanya πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„)


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sambil nunggu Arka Up boleh mampir ya, di karya Author keren lainya.


Kak Ranty Yoona.



Kak Desi Puspita.



Kak Rena Karisma



Dan Bunda VIE_Gv



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷.


🌺Jangan lupa tinggalkan jejak anda ya🌺


🌺Jadilah pembaca yang baik dan bijaksana🌺


❀Love u buat kalian semua 😘😘😘😘😘.

__ADS_1


__ADS_2