
BUDAYAKAN LIKE SEBELUM MEMBACA.
BERI VOTE ANDA SEIHKLASNYA.
KOMENTARLAH SESUAI ALURNYA.
MARI BAGI BAHAGIA DENGAN SALING MEMBACA😉😉😉😉😉.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
🎀Selamat Membaca🎀
5 hari sebelum menjelang acara Resepsi pernikahan yang akan Arka adakan secara besar-besaran. Lelaki tampan nan rupawan ganteng mempesona luar bisa yang di bayar 3 M dalam satu episodenya itu. Berencana untuk pergi kemakam sang adik tercinta yang sudah 7 bulan, pergi meninggalkan dia untuk selama-lamanya.
Lemas.
Ya, tubuh Arka terasa sangat lemas, langkah gagahnya terhenti seketika, saat dari kejauhan dirinya membaca nama Aryan tertera di batu nisan.
"Arka, ada apa denganmu?" Nayla menepuk bahu suaminya.
"Hatiku sakit. Aku mengingat semua senyum Aryan." Ucap Arka lirih.
"Kau tak boleh bersedih. Ikhlaslah! Sebab Aryan akan terluka bila kau menangis karnanya. Percayalah bahwa Aryan sudah bahagia di atas sana.
"Aku hanya mengenangnya, Nay, bukan berarti aku tak ihklas melepas kepergianya sebab aku tau bahwa kepergianya adalah kehendak yang kuasa.
Nayla terdiam tatapan mataya kian sayu saat memandang wajah Arka yang begitu terluka, ketika suami Nayla itu mengingat semua kenangan indah bersama sang adik tercinta.
Nayla menggapai tangan suminya. "Ayo!" Ajak Nayla agar Arka mendekati makam Adiknya.
Arka mengikuti langkah Nayla, wanita cantik itu masih mengenggam erat tangan Arka. Seraya melangkah pelan mendekati makam Aryan.
Brukkkkk.
Tubuh Arka kian lesu, dirinya terduduk sendu, di samping makam adik tercintanya itu. "Sudah 7 bulan, kau meninggalkanku, Aryan. Tapi rasa sakit saat terakhir kali melepas kepergianmu, masih membenam terlalu dalam di benak dan fikiranku." Ucap Arka lirih dan terdengar begitu sedih.
"Semua ini salahku." Suara itu tiba-tiba terdengar tak jauh dari keberadaan Arka dan Nayla.
"Al." Nayla dan Arka menyapa kedatangan Alvian secara bersamaan.
Ya. Alvian datang ke pemakaman Aryan tak sendiri, dirinya membawa serta Rany sang istri tercinta. Bahkan dirinya juga hadir bersama Tama dan Ranty Yoona.
"Kalian semua di sini?" tanya Nayla yang cukup terkejut dengan kedatangan mereka semua tanpa memberi tahu dulu sebelumnya.
"Iya. Nay! Kami juga ingin berdo'a untuk Aryan sebelum resepsi pernikahan di adakan." Jelas Tama yang datang bersama dengan Ranty Yoona, wanita cantik yang satu minggu ini telah sah menjadi Istrinya.
"Semua ini salahku," ucapan itu kembali keluar dari bibir Alvian. "Andai waktu itu, aku bisa mendonorkan sumsum tulang belakangku, munkin saja, Aryan masih bersama kita hari ini." Raut penuh penyesalan benar-benar tampak di wajah Alvian.
"Sudahlah! Yang belalu biarlah berlalu, ketahuilah, bahwa kepergian Aryan adalah jalan yang paling baik yang di berikan tuhan untuknya. Yang perlu kau dan Arka lakukan, adalah mendo'akanya, agar Aryan tenang di atas sana." Tegas Tama menguatkan, seraya menepuk pelan bahu alvian menatap penuh senyuman kepada Arka, yang masih tertunduk lesu di samping nisan adiknya.
Arka dan Alvian saling berpandangan, keduanya sama-sama merindukan Aryan. Hanya seutas senyum dan do'a penuh harapan. "Semoga kau bahagia di atas sana." Doa Arka dan Alvian.
__ADS_1
Setelah mereka semua duduk bersama. Dan mendoakan Aryan yang telah pergi untuk selamanya. Kini mereka semua beranjak dan melangkahkan kaki meninggalkan pemakaman Aryan.
"Sudah 7 bulan sejak kepergianmu menghadap sang pencipta. Hanya kesunyian yang ada di setiap sudut ruangan rumah kita. Tak lagi ada canda dan tawamu di sana. Namun aku selalu berusaha untuk mengihklaskanmu untuk selamanya." Batin Arka. "Aku meridukanmu Aryan. Tapi biarlah, aku akan menitipkan rinduku pada bulan, rasa sayangku pada bintang dan do'aku kepada tuhan. Agar kau bahagia di atas sana bersama Ibu dan Ayah.
___________________
Kini mereka sudah sampai di rumah Arka, terukir sedikit senyuman dari wajah mereka semua, walau rasa sedih masih terlihat begitu nyata. Namun bagi Arka melanjutkan hidup dengan penuh kebahagiaan adalah impianya sebab, kebahagian Arka adalah do'a terbesar Aryan sebelum menutup mata.
.
.
.
HADUUUUUUHHHH.
Suara itu terdengar dari ruang tengah yang membuat Arka cukup penasaran.
"Ada apa?" Ucap Arka penuh tanya.
Nampak Alvian sedang memegang pena di tanganya sementara Tama membaca selembar kertas yang berisi nama-nama bos besar yang akan di undang Arka untuk menghadiri Resepsi pernikahan mereka.
"Susah amat nama-namanya." Cetus Tama.
"Nama siapa yang susah?" Tanya Arka heran.
"Xavier, Diniel, Kaylo, Raikhan, William Hadeeehhhh!" Cetus Tama menepuk jidatnya.
"Haaahhhh! Siapa?" Arka ingin tau.
"Raka Wijaya, Leon Maleva sama itu tuh yang satu kampung sama saya. Mas Pras ya kalau gak salah.
"Siapa sih nama panjangnya, Mas Pras?" Tanya Tama tiba-tiba.
"Gak tau. Tanya noh sama, Arka!" Seru Alvian.
"Saya juga kagak tau, ntar dah aku tanya sama bininya!" Canda Arka di iringi tawa.
"Dasar gila!" Upat Tama dan Alvian bersamaan.
"Ehh ada dua lagi nih yang belum tertulis." Tama menunjukan dua nama ya itu Johan Pranata dan Briel.
"Ehhh si Briel itu siapa juga nama panjangnya?" Tanya Alvian lagi.
"Kagak paham saya!" Jawab Tama singkat dengan gaya tengilnya.
"Suruh Arka nanya juga sama bininya!" Canda Alvian mengikuti candaan Arka.
"Ehhhh. Anda sudah mulai ikut gesrek juga rupanya ya!" Hardik Tama.
Yang membuat Alvian tersenyum penuh makna seraya menunjukan barisan giginya yang terlihat begitu putih bersih dan Rapi.
"Ehh. Gigimu putih sekali?" Tanya Tama lagi.
__ADS_1
"Iya, karna saya pake P_______t. Jadi gigiku putih bersih berseri sempanjang hari," Alvian mulai menunjukan jiwa kegesrekanya.
"Waaah, berasa Iklan! Senyum P______t." Tambah Tama lagi.
Huuuuuaaaaaahhhahahahahahahahahaha.
Tama dan Alvian tertawa sejadi-jadinya membuat para bidadari mereka yang sedang ada di ruang atas cukup heran di buatnya.
Tiba-tiba Arka datang membawa segelas Air putih dan beberapa butir obat di tanganya.
"Apaan tuh?" Tama kepo.
"Obat...
"Obat apa?" Kini Alvian juga ikut bertanya.
"Obat kuat. Hahahahahahaha!" Tawa Arka dan di iringi tawa kedua lelaki tampan yang ada di sampingnya.
"Bagi dong!" Canda Alvian.
"Eh jangan!" Jawab Arka.
"Lahhhh. Kenapa?"
"Nanti aku keduluan!" Arka mengatkan dengan mengedipkan mata kirinya.
Ucapan Arka itu membuat Tama dan Alvian memasamkan wajah tampanya. Mereka susah payah menela'ah candaan Arka.
"Kalian, kan, pengantin baru. Santai-santai saja dulu jangan terlalu terburu-buru!" Kata-kata itu keluar dengan santainya dari bibir merah Arka.
"Takut banget keduluan!" Ucap Alvian
"Iya!" Jawab Tama.
"Suka-suka saya. Awas kalau kalian duluan punya dedek bayinya!" Ancam Arka
"Laah. memang kenapa?" Tama dan Alvian menautkan kedua alisnya.
"KALAU SAMPAI KALIAN DULUAN. TAK TARIK LAGI ITU PERUSAHAAN YANG SUDAH SAYA BERIKAN!!!!" Ancam Arka kepada Tama dan Alvian.
Mendengar ancaman Arka membuat Tama dan Alvian justru semakin tertawa sejadi-jadian bahkan suara tawa mereka begitu menggema. Dan membuat Arka semakin kesal pastinya😂.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷.
🍀TERIMA KASIH BUAT SEMUA YANG SUDAH SETIA BACA ARKA DI SETIAP BAB BARUNYA.
🍀JANGAN LUPA BAHAGIA BUAT KALIAN SEMUA YA.
🍀SALAM DAMAI.
YUK BACA JUGA KARYAKU YANG BISA BUAT KALIAN KETAWA DAN NANGIS BOMBAY❤.
__ADS_1