
JANGAN LUPA, TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA❤❤❤❤
🎀SELAMAT MEMBACA🎀
Hari ini matahari bersinar begitu cerah, padahal beberapa hari terakhir, hujan kerap mengguyur bumi nan elok ini. Namun berbeda dengan hari ini, sang surya bersinar dengan sangat hangatnya.
Begitu pun semua orang yang hadir di kediaman Ranty Yoona, nampak wajah-wajah bahagia yang penuh canda tawa.
Arka menatap haru sahabat sekaligus pamanyan itu, Hari ini Tama telah Sah menikahi Ranty Yoona, laki-laki yang sudah hampir sepuluh tahun hidup bersamanya, kini telah menjadi seorang suami dan memiliki Istri.
Beberapa waktu lalu, Arka juga melihat kebahagian di wajah Alvian, saat sudah sah menjadikan Rany seorang Istri. Kini Arka benar-benar bahagia, akhirnya, semua orang yang di sayanginya kini telah memiliki keluarga masing-masing.
"Apa yang kau fikirkan?" Tanya Tama tiba-tiba, Sahabat Arka itu tengah erat menggengam tangan Ranty Yoona yang sudah Sah menjadi Istrinya.
"Tidak. Aku hanya ikut bahagia, untukmu dan juga Alvian," jelas Arka penuh senyuman.
"Bheb!" Nama itu keluar dari mulut Nayla.
"Ya. Bebeb, ada apa?" Jawab Arka dengan gaya sok romantisnya
"Jiaahahahahaha___! Bebeb, sejak kapan punya panggilan sayang?" Ejek Alvin.
"Iya. Telinga saya, agak riskan mendengarnya," Tambah Tama. Yang di iringi tawa sejadi-jadinya.
Arka dan Nayla tersenyum malu, mendengar candaan dua pengantin baru itu, hingga membuat Tama dan Alvian semakin tertawa, melihat pasangan yang ada di hadapanya. Walau sudah 8 bulan menikah, Arka dan Nayla tetap romantis bagai awal menikah. Mungkin faktor karna keduanya belum memiliki momongan, hingga membuat keduanya gencar mengejar Target. Yang pasti Arka tak mau di dahului oleh Alvian dan Tama.
"Yank. Duduk yuk! Kakiku sakit," pinta Ranty yang masih menggunakan baju pengantinya.
Tanpa fikir panjang Tama segera mengendong tubuh Istrinya dan membawa Ranty di singgah sana kebahagiaanya
Namun tiba-tiba wajah bahagia Arka berubah seketika, saat melihat kehadiran Dicky dengan si Bunda(Emak Kandung Tama). Keduanya berjalan mendekati keberadaan Arka dan Nayla.
Istri cantik Arka itu, tersenyum sendu saat mendapati kehadiran laki-laki yang sudah membesarkanya selama ini. "Yah!" Nayla menyambut tangan sang Ayah lalu mencium punggung tanganya.
Dicky membelai Rambut Nayla penuh cinta. Ada binar kerinduan di raut wajah Dicky untuk anak perempuan satu-satunya itu, walau Nayla bukan anak kandungnya, namun selama ini Dicky benar-benar membesarkanya dengan penuh kasih sayang dan ketulusan.
__ADS_1
"Nay. Ayah ingin bicara denganmu sebentar saja!" Pinta Dicky pada putrinya.
Tanpa fikir panjang, Nayla langsung mengiyakan permintaan sang Ayah dan mengajak Dicky duduk di kusri, agar lebih leluasa untuk ngobrol berdua. Sementara Arka menatap hal itu penuh kekesalan, maklumlah Dicky dan Arka memang sama-sama saling membenci.
Awalnya Arka ingin sekali melarang Nayla agar tak berbicara dengan sang Ayah, namun Alvian menggengam tangan Arka, dan meminta Arka untuk memberi waktu pada sang Ayah untuk menemui Nayla.
"Beri ayahku waktu! Untuk menemui, putrinya. Kau tau Arka, ayahku sudah benar-benar berubah.
"Ciiiihhhhh! Aku tak percaya, pasti ada niat buruk di balik sifat sok baiknya itu!" Cetus Arka kesal.
"Terserah kau saja, mau percaya atau tidak, tapi yang jelas aku ingin memberi tahumu, bahwa ayahku sudah menyesali semua perbuatanya sebelum aku dan Rany menikah. Awalnya aku juga tak percaya, tapi dia benar-benar menunjukan cara yang berbeda untuk memperlihatkan bahwa dia benar-benar sudah berubah!" Jelas Alvian meyakinkan Arka, hingga membuat suami Nayla itu, mengurungkan niatnya untuk melarang Dicky menemui Istrinya.
_____________
"Nay. Apa kau tak merindukan, Ayah?" Dicky bertanya dengan binar kerinduan terhadap sang putri tercinta.
"Aku juga, merindukanmu, yah. Tapi aku juga tak bisa menyakiti Arka, aku mencintainya tapi aku juga menyayangi, ayah." Ucap Nayla menundukan kepalanya.
"Maafkan, ayah Nay! Selama ini, telah membuatmu berada dalam posisi yang cukup sulit." Ucap Dicky penuh penyesalan. "Ayah, sadar rasa dendam di hati ayah, telah menimbulkan banyak masalah." Tambahnya.
"Apa ayah benar-benar menyesalinya. Apa ayah benar-benar sudah berubah?" Nayla penasaran ada sedikit tetesan air mata di wajah cantiknya.
"Benarkah." Nayla memeluk tubuh sang ayah, kata-kata itu benar-benar Nayla tunggu.
Wanita cantik itu percaya, bahwa suatu saat nanti sang ayah berubah dan menyadari kesalanhanya selama ini. "Aku memaafkan, Ayah." Bisik Nayla.
"Tapi bagaimana dengan, Arka. Apakah suamimu itu mau memaafkan semua kesalahan ayah. Sebab selama ini, ayahlah penyebab penderitaan dalam hidupnya." Dicky mengatakan dengan penuh penyesalan.
"Aku akan memaafkanmu, Tuan Dicky. Asal ada yang menjamin, bahwa anda sudah benar-benar berubah. Maklumlah, selama ini kau bagai duri yang selalu menancapkan kesakitan di semua sudut kehidupanku!" Tegas Arka yang memang benar-benar belum mempercayai perubahan sang Ayah mertua.
"Aku yang akan menjaminya!" Tegas Tama tiba-tiba seraya mendorong kursi roda sang bunda.
"Tama. Grandma!" Ucap Arka dengan keterkejutanya. "Apa kau yakin, dia sudah berubah?" Arka meragukan ucapan Tama.
"Yakin. Bahkan aku sangat-sangat yakin!" Tegas Tama lagi.
"Bagaimana kau bisa menilai, bahwa di sudah benar-benar berubah?" Arka membutuhkan jawaban.
__ADS_1
Tama menaraik nafas panjang lalu membuang pelan, Laki-laki yang baru saja sah menjadi suami Ranty itu, menjelaskan secara sempurna, tetang perubahan yang di lakukan oleh mertua Arka yang tak lain, ayah Nayla dan Ayah kandung Alvian. Tama menceritakan tentang Dicky yang selalu setia merawat bundanya, mengurusi semua keperluan Tama saat akan menikah, dan selalu ada di samping sang bunda, saat ibu kandung Tama itu membutuhkanya. Awalnya Tama juga mati-matian, melarang Dicky mendekati sang bunda, namun lelaki paruh baya itu tak menyerah, dia benar-benar menunjukan ketulusanya kepada sang bunda, hingga akhirnya Tama benar-benar luluh dengan sikapnya.
Penjelasan yang Tama berikan cukup membuat Arka terdiam. Suami Nayla itu tengah berusaha mencerna susah payah, semua kesaksian yang Tama berikan. "Beri aku waktu! Agar aku benar-benar menerimu," jelas Arka seraya berlalu dari hadapan semua orang yang kini bersamanya.
Ucapan Arka itu lumayan melegakan hati dan perasaan Dicky. "Semoga, kau benar-benar memaafkanku." Batin Dicky penuh harapan seraya memandagi langkah Arka yang semakin jauh saja
"Kau mau kemana?" Pekik Nayla.
"Mau mencari serpihan-serpihan hatiku yang pernah rapuh, kali aja masih bisa ketemu!" Arka berteriak dan kini dia benar-benar hilang dari pandangan.
Semua orang tersenyum bahagia, akhirnya semua masalah terselesaikan juga, kini mereka bisa mengukir tawa dengan hati dan perasaan di selimuti kebahagiaan. Semoga hidup akan indah pada waktunya.
.
.
.
------------------
Jangan lupa tinggalkan jejak.❤
Like. Vote. Koment. Rate
❤Next episode, tepatnya di Resepsi pernikahan yang Arka selengarakan.
❤Nanti Arka akan colab dengan beberapa Novel ternama.
❤Tungguin ya 😅😂😂😂😂😂😂.
YUK MAMPIR JUGA DI KARYAKU
DAN KARYA KAKAK AUTHOR YANG SATU INI❤.
__ADS_1