
Cinta tak mungkin berhenti
Secepat ku jatuh hati
Jatuhkan hatiku padamu
Hingga ku berarti
Cinta tak mudah berganti
menjadi benci
(Mboh gak weroh)
Arka melangkahkan kakinya menuju kamar Aryan, Adik satu-satunya yang akhir-akhir ini kurang di perhantikan.
Bukan karna tak peduli lagi, tapi kesibukan Arka akhir-akhir ini, membuatnya tak bisa membagi waktu lagi.
Arka mendapati sang Adik tengah sibuk dengan ponsel pintarnya.
Sesekali Arka, melihat Aryan senyum-senyum sendiri, bahkan yang membuat Arka semakin geli, ketika dirinya melihat Aryan mencium ponsel pintarnya dengan begitu bahagianya.
"Duh. Sepertinya dia sedang jatuh cinta!" Gumam Arka
"Hem, Aryan!" Sapa Arka yang membuat Aryan cukup terkejut di buatnya
"Ihh. Kakak, ngagetin aku saja!" Cetus Aryan dengan nada kesalnya
"Kamu sedang apa?"
"Kenapa kau, bertingkah macam orang gila?"
"Senyum-senyum sendiri?" Omel Arka tanpa basa basi
"Apa, kau sedang jatuh cinta?"
"Hahahahahah! Kak Arka bisa saja,
"Lagi pula siapa yang sedang jatuh cinta?" Tanya Aryan kepada Arka
"Kau..!" Jawab Arka singkat saja
"Hah. Aku!" Seraya menujuk wajahnya
"Ih, aku bukan sedang jatuh cinta, Kak Arka."
"Lalu?"
"Jika tak sedang jatuh cinta, mengapa kau senyum-senyum begitu? Tanya Arka menggerutu
"Aku sedang hobby membaca!"
"Oh, seperti itu, baguslah! Jawab Arka
"Tapi apa yang kau baca?
"Sampai kau senyum-senyum seperti orang gila?" Tanya Arka curiga
"Telenovela."
"Haaah?"
"Iya. Lagi pula aku kan, tak bisa lelah,
"Maka dari itu, membaca Novel Online menjadi pilihan saya!"
"Apa itu salah, Kak Arka?"
"Ti-tidak!" Arka sedikit geli mendengar hobby Adiknya kini
"Lagi pula, Novel siapa yang kau baca?"
"Sampai membuatmu, seperti orang gila?" Arka heran dengan kelakuan Aryan
__ADS_1
Aryan pun menunjukan gambar di layar ponselnya, agar sang Kakak membaca sendiri judul Novel yang dirinya baca
Arka pun membaca perlahan, seraya menaikan sedikit kedua alisnya
"Elleana And The King Of Mafia!" Arka dengan lantang membacanya
"Hah. Novel macam apa yang kau baca?"
"Apa kau sedang belajar, cara menjadi seorang mafia?" Omel Arka yang justru membuat Aryan tertawa sejadi-jadinya
"Hahahahaha! Sudahlah Kakak terlalu kaku orangnya, jadi tak akan faham isinya!" Jawab Aryan seraya kembali sibuk dengan Ponselnya
"Ya. Ya. Ya. Baiklah, mungkin aku tak faham tentang itu,
"Jika aku mau, bukan hanya Novelnya saja yang ku baca,
"Besok aku akan minta tanda tangan Penulisnya dan ku tempelkan kejidatmu,
"Supaya kau, tak gila lagi karna Novelnya! Hardik Arka yang justru membuat Aryan semakin tertawa
Arka cukup senang, melihat tawa riang di wajah Aryan. Maklum akhir-akhir ini, Arka sedikit sibuk dengan pekerjaanya sendiri, hingga membuatnya sedikit sulit membagi waktu untuk sekedar meperhatikan Adiknya itu.
Namun Arka sudah meminta Rani kembali bekerja, untuk menjaga Adiknya, hal itu cukup melegakan hatinya,
Lagi pula, Aryan memang sangat senang ketika Rani bekerja lagi di rumhnya.
Karna akan ada orang yang selalu mendengar keluh kesahnya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Hari ini Arka sudah berjanji untuk menemui Nayla, Arka ingin menceritakan semua tentang Tama, kepada Wanita yang sebentar lagi akan menjadi Istrinya.
Arka dan Nayla pun datang secara bersamaan di sebuah Cafe mewah yang menjadi tempat favorite Arka.
Namun saat keduanya, akan memasuki Cafe tersebut.
Arka dan Nayla mendapati Tama juga sedang berada di sana.
Tama sedang menikamati segeas Kopi hitam di hadapanya.
Namun, Tama cukup terkejut akan kehadiran Arka dan Nayla di sana.
Dengan cepatnya, Tama mengangkat tubuh gagahya dan mengajak kakinya untuk segera enyah dari hadapan keduanya.
Tapi saat Arka, Nayla dan Tama saling bertatap muka, Tama justru memalingkan Wajahnya dan dengan secepat kilat ingin segera enyah dari hadapan Arka dan Nayla.
Arka pun dengan sigap menarik tangan Tama untuk segera menghentikan langkah sahabatnya.
"Duduklak, jika kau masih mau bersahabat denganku!"
"Tapi pergilah, jika kau ingin hubungan kita cukup sampai di sini saja!" Tegas Arka hingga membuat Tama megerutkan wajah tampanya
"Cihh. Dasar tukang mengancam! Cetus Tama seraya ikut duduk dalam satu meja bersama Arka dan Nayla
Tingkah Tama, justru mengukir senyum di wajah Arka, Namun membuat Nayla bingung dengan sikap dua Pria yang kini ada di hadapanya
"Apa yang ingin kau bicarakan, Tuan Arka?"
"Atau kalian sudah mencetak undangan Pernikahan dan ingin aku untuk membagikanya!" Cetus Tama dengan menatap tajam wajah Arka dan Nayla
Bug
Arka memukul tubuh Tama dengan pelan saja, yang membuat Tama semakin mengejeknya
"Ohh. Spertinya mempelai Pria tengah menyimpan tenaganya
"Untuk mempersiapkan malam pertama,
"Itu sebabnya memukulku saja, tak ada rasanya!" Hardik Tama yang membuat Arka dan Nayla cukup geli mendengarnya
Shiit
"Dasar gila. Tutup mulutmu itu!
__ADS_1
"Kini kau benar-benar sudah berani mengejeku!"
"Uhhh. Maaf Maaf, aku lupa Tuan Arka,
"Jika aku ini memang Anak buahmu saja!
"Taamaaaaaaa....! Teriak Arka menggema hingga membuat semua pengunjung di sana menatap tajam ke arahya
Sementara Nayla hanya menggelengkan kepalanya, mendegar percakapan gila kedua sabahat yang tengah di rundung masalah.
"Kalian ini kenapa?"
"Bertingkah seperti anak kecil saja?
"Coba lihat! Apa kalian tidak malu?
"Tatapan tajam mereka, mengarah kekalian bedua!"Ucap Nayla kesal karna ulah Arka dan Tama
Tama dengan cepat beranjak dari tempat duduknya, dan tanpa permisi segara berlalu dari hadapan Arka dan Nayla
"Dasar sahabat tak ada Ahlak..!" Upat Arka seraya memandangi langkah Tama yang kian hilang dari hadapanya
"Sudahlah, biarkan saja!
"Lagi pula ada masalah apa antara kalian berdua?"
"Mengapa kalian bertingkah seperti orang gila?" Tanya Nayla heran dengan tingkah Arka dan Tama
"Semua ini karnamu! Jawab Arka seraya menunjuk Wajah Nayla
"Hah. Aku?
"Apa maksudmu ini semua karnaku?"
"Iya, dia mencintaimu!" Jawab Arka yang membuat lidah Nayla kelu di buatnya
Arka pun menceritakan semua tentang Tama kepada Nayla.
Tentang cinta Tama untuk Wanita yang sebentar lagi akan di Nikahinya
Dan menceritakan semua caci maki Tama untuknya
"Ternyata selama ini, Tama menganggapku sebagai benalu!" Jelas Arka pilu
"Padahal aku tak pernah merasa seperti itu!
"Karna tak ada sedikit pun niatku melalakukan semua yang dia tuduhkanya padaku! Arka menceritkan dengan nada malasnya
Nayla yang mendengar semua cerita Arka, hanya mengukir senyum tipis di bibirnya,
Tak ada keterkejutan dari wajah Nayla, karna Nayla sendiri sudah mengetahui semua perasaan Tama kepadanya
Dan Nayla pun sudah dengan tegas pula memberi tahu Tama bahwa cintanya kini hanya milik Arka.
"Somoga, Persahabatan kalian akan baik-baik saja!" Ucap Nayla dalam hatinya.
💖💖💖💖💖💖💖💖
🌺Terima kasih buat semuanya🌺
Semoga akan selalu membaca karya Amatiran saya 😉😁
"Silahkan tinggalkan jejak anda"
💙Like + Koment + Rate + Vote💙
Mari saling mendukung 🤗🤗🤗🤗
Yuk mampir juga di karya keren para Autor Lainya 😘😘😘😘😘😘
Kak Syala yaya 💖
__ADS_1
Kak DN Ruaika 💖