Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
Percakapan Arka dan Tama sebelum (SAH).


__ADS_3

Janganlah berjalan seperti gunting


Meski lurus tapi memisahkan


Jadilah seperti jarum


Meski menusuk tapi menyatukan


(Arka dan Tama sebuah persahabatan)



Arka masih saja terdiam memandangi langkah Tama yang semakin menjauhinya.


"Maafkan aku, Tama. Sampai kapan pun aku tak akan pernah mau mengalah jika urusan cinta!" Batin Arka


___


Rani memandangi Tama yang tampak gelisah, terpancar kekesalan dan rasa kecewa dari raut wajahnya.


"Ada apa denganya?" Tanya Rani dalam hati


"Hey. Apa yang sedang kau pandangi?" Sergap Tama tiba-tiba dan membuat Rani salah tingkah


"Ti-tidak, aku hanya ingin bertanya, Mas Tama hari ini mau kemana?"


"Jadi sopir Bosmu. Besokan dia kan akan menikah, pasti aku akan sibuk mengantarkanya, kesana kemari!" Cutus Tama kepada Rani


"Kayak judul lagu ajha!" Canda Rani yang membuat Tama tersenyum karenanya


Rani + Tama



"Hem. Hem !" Aryan tiba-tiba hadir di antara obrolan Rani dan Tama


"Ehh. Mas Aryan." Sapa Rani heran karna Aryan memasamkan raut wajahnya


"Kak Rani, di bayar Kak Arka untuk menemaniku! Bukan jalan-jalan dengan Kak Tama!" Cetus Aryan yang membuat Tama terkejut mendengarnya


"Dih, sejak kapan si Aryan manggil Rani dengan sebutan, Kak?" Tanya Tama dalam hatinya


Sementara Rani hanya diam saja menatap Pria tampan yang kini ada di hadapanya.


"Woy. Lagi pada ngapain sih? Kerja..!" Seru Arka tiba-tiba dan membuat Rani Dan Tama bentul-betul terkejut dan salah tingkah


"Tau nih, malah ngerumpi!" Hardik Aryan yang membuat Tama menaikan sebelah alisnya


"Cih. Dasar Adik dan Kakak sama-sama gila!" Upat Tama saking kesalnya


Sedangkan Arka mengukir senyum tipis di bibirnya mendengar hardikan Aryan kepada Rani dan Tama. Sementara Tama semakin kesal di buatnya.


___________________________


Ting


Suara ponsel Arka berderding


sebuah pesan masuk ke No Wa milih Arka


"Arka bisakah kau menjemputku? Tanya Nayla dari No WA itu


"Ada apa? Tanya Arka penasaran


"Ada yang Ingin aku jelaskan padamu?" Jawab Nayla


"Baiklah. Tunggu aku ! Aku akan langsung menjemputmu," Seru Arka

__ADS_1


Tanpa fikir panjang, Arka dengan cepatnya segera menjemput Nayla.


Dengan rasa penasaran yung cukup menyelimuti perasaanya.


_________


"Ada apa? Tanya Arka tanpa basa basi saat bertatap wajah langsung dengan Nayla


Untuk sementara Nayla hanya terdiam, dan suasana tiba-tiba menjadi hening seketika.


Bahkan tanpa terasa buliran-buliran kecil membasaha wajah Nayla dan membuat Arka semakin penasaran.


.


.


"Ada apa, Nay? Kenapa tiba-tiba kau menangis?" Tanya Arka seraya mengusap Air mata di wajah cantik Nayla



Akhirnya Nayla pun menceritakan semua kepada Arka.


Tentang Apa yang di dengarnya tak sengaja dari mulut sang Ayah.


Namun tanggapan Arka justru di luar duagaan Nayla.


Arka justru mengukir senyum manis dari wajah tampanya.


Saat mendengar apa yang Nayla jelaskan padanya.


Hal itu tentu saja membuat Nayla semakin heran di buatnya.



.


"Kau tak terkejut?" Tanya Nayla heran


"Lalu, kenapa kau masih ingin tetap menikahiku? Padahal kau tau Ayahku memiliki rencana jahat kepadamu!"


"Tenang saja, Nayla ! Biarkan aku menghadapi Ayahmu dengan caraku."


"Baiklah. Aku percaya denganmu, aku yakin kau bukan orang yang bodoh dan akan semudah itu masuk ke perangkap Ayahku. Tapi___!" Ucapan Nayla tiba-tiba terhenti


"Tapi kenapa, Nay?"


"Aku sedikit penasaran dengan Anaknya yang diucapkan Ayah, dan yang pasti itu bukanlah aku. Aku mendengar jelas dengan telingaku saat Ayah berbicara kepada foto Wanita itu bahwa dia akan balas dendam dengan Anak seseorang yang pernah merebut Wanita itu dalam pelukanya. Kesimpulanya adalah bahwa dari dulu orang tua kita memang sudah saling mengenal dan Artinya Ayah juga memiliki anak selain aku!" Jelas Nayla kepada Arka seseorang yang beberapa jam lagi akan resmi menjadi Suaminya.


Kini ribuan pertanyaan memenuhi benak Arka, setelah mendengar penjelasan Nayla.


Karna setau Arka, Alvianlah yang selalu di lindunginya.


Bahkan Dickylah yang membuat Alvian tiba-tiba membenci Aryan dengan dirinya.


Bahkan Arka tau bahwa Dickylah dalang di balik pembunuhan sang Ayah dan juga Ibu.


Yang membuat Alvian tega membunuh kedua orang tuanya dengan sadarnya.


.


.


"Ada hubungan apa, antara Dicky dan Alvian. Mungkinkah Alvian Anak kandungnya? Tapi itu tak mungkin, sebab jika Alvian itu Anaknya Dicky tak mungkin menikahkan Alvian dengan Nayla?" Ribuan pertanyaan benar-benar, mondar-mandir di benak Arka.


________________


Arka masih mengingat semua yang di jelaskan Nayla kepadanya.

__ADS_1


Rasa penasaran benar-benar tengah menyelimuti hati dan perasaanya.


"Ada hubungan Apa antra Dicky dan Ayah? Siapa wanita masa lalu Dicky yang di rebut oleh Ayah? Astaga.... Aku lama-lama bisa gila kalau begini caranya ! Ya sudahlah. Aku akan bertanya semuanya, Nanti setelah aku berhasil menikahi, Nayla. Karna kunci dari semua rahasia


ada pada Ayah Nayla." Ucap Arka pada dirinya.


.


.


Tok-Tok-Tok


Seseorang mengetuk pintu kamar Arka.


"Masuk!"


Tenyata Tama yang datang menemui Arka dengan wajah datarnya


"Tama. Ada apa? Ayo masuklah!" Seru Arka


Tama pun duduk di samping Arka masih dengan Exspresi wajah datarnya


"Hey ada apa dengan wajahmu? Kenapa kau tekuk begitu. Apa kau masuk kekamarku, untuk membunuhku, Agar esok aku gagal menikahi wanita yang kau cintai?" Hardik Arka dengan senyum sejuta Makna hingga membuat Tama sedikit kesal di buatnya.


Plak.


Sebuah pukulan kecil mendarat di wajah Arka.


"Ihhhhh. Sakit tau!" Celoteh Arka dengan membalas pukulan kecil Tama


"Hemz. Anggap saja tamparanku itu sebuah hadiah untuk menjelang hari Pernikahamu!"


"Baiklah aku menerimanya, jika itu mengobati rasa sakitmu."


"Arka..


"Iya...


"Berbahagialah ! Karna selama hidupmu kau terlalu banyak menyimpan luka. Aku menyayangimu bukan hanya sekedar sayang seorang sahabat. Tapi aku benar-benar menyayangimu sebagai saudaraku.


"Tama. Maafkan aku jika sering melukaimu, bukan hanya hatimu tapi aku bahkan sering memukulmu. Tapi percayalah aku tak akan pernah rela kau meninggalkanku. sama sepertimu, aku juga menyayangimu sebagai Saudaraku. Terima kasih Tama, selama ini kau selalu sabar menghadapi sikap Aroganku.


Tama dan Arka saling berpeluk, tanda persahabat yang tak akan pernah terpisahkan.


"Aku berharap. Tak akan ada luka setelah kau menikah.


"Tama. Apa kau tau?"


"Apa?"


"Bahwa sebuah pernikahan bukan akhir dari sebuah cerita. Melainkan awal dari sembuah perjalanan. Jadi apa pun yang akan terjadi setelah aku Menikah nanti, aku sudah siap untuk menghadapi." Tegas Arka yang membuat Tama menatap tajam ke arahnya


"Kau rupanya memang sudah pantas untuk menikah. Karna sikapmu kini sudah jauh berubah dan semakin dewasa.


"Tentu!" Jawab Arka seraya di iringi tawa sejadi-jadinya


Tama dan Arka benar-benar menikmati kebersamaanya, Karna esok hari status Arka telah berubah.


Ya. menjadi seorang Suami dari Nayla, Wanita yang sebenarnya juga di cintai Tama.


"Luka sudah pasti luka. Tapi Ihklas adalah jalan terbaik dari smua masalah!" Ucap Tama seraya memandangi wajah Arka yang tampak begitu bahagia.



💖💖💖💖💖💖


🌺Jangan lupa tinggalkan jejak anda ya, mohon dukunganya🌺

__ADS_1


💖Salam terima kasih untuk semua yang sudah berkenan membaca tulisan amatiranku ya💖


🌺Mari saling mendukung👌


__ADS_2