
Tidak ada zona nyaman
Dalam sebuah pernikahan
Justru akan lebih banyak lagi ujian
Karna Menikah bukan akhir sebuah cerita
Tapi pernikahan adalah
Awal dari sebuah perjalanan
(Arka ♡ Nayla).
Arka masih menatap wajah Nayla yang terlarut dan tenggelam dalam tawanya.
Hari ini Nayla benar-benar puas membuat Arka berdebar karna ulahnya.
"Nay... !" Ucap Arka lembut
"Iya.." Jawab Nayla dan seketika langsung menghentikan tawanya
"Apa kau mau ikut denganku?"
"Kemana?"
"Bersenang-senang."
"Hemz....!" Nayla hanya mengerutkan dahinya.
"Kenapa? Apa kau tak mau bersenang-senang denganku?
"Arka. Apa kau tengah menggodaku?"
Arka hanya tersenyum dengan pertanyaan yang Nayla berikan.
Dirinya segera menarik tangan Nayla dan membawanya ke suatu tempat.
.
.
.
"Butik? Kau mau apa mengajak ku kesini?" Tanya Nayla di sertai senyum tipis dari bibirnya.
"Bukankah. Lusa kita akan Menikah? Tentu saja aku ingin membelikan baju pengantin untukmu!" Jawab Arka seraya mengedipkan sebelah matanya
"Tapi bukankan kita menikah hanya__!" Ucapan Nayla terputus kala telunjuk Arka mendarat di bibir merahnya
"Hanya Akad saja, tanpa Resepsi? Meski pun begitu aku ingin kau terlihat cantik di hadapanku dan aku akan tampak gagah di depanmu," ucap Arka dengan mencubit pipi Nayla.
"Terima kasih..! Nayla berucap dengan nada manjanya
"Kembali kasih." Arka menjawab di iringi senyum paling manis dari wajah tampanya
.
.
Arka dan Nayla pun masuk kedalam butik tersebut.
Dengan hati dan perasaan yang sangat bahagia bahkan tak mampu untuk di jelaskan.
Arka meminta Nayla memilih baju untuk mereka gunakan tepat di hari Pernikahan.
"Kau mau yang mana? Pilihlah satu untuku dan aku akan mencobanya!" Seru Arka
Nayla pun memilih salah satu baju yang memang sedari tadi di pandangnya.
"Ini saja, cobalah! Nayla menyodorkan setelan jas berwarna hitam.
__ADS_1
"Baiklah!" Jawab Arka seraya mengamil baju dari tangan Nayla dan segera mencobanya.
Beberapa menit kemudian Arka keluar dengan gagahnya.
Senyum bahagia terpancar dari wajah tampanya.
Bahkan senyum Arka membuat Nayla begitu terpana.
"Tampan..!" Ucap Nayla seketika saja saat melihat senyum manis di wajah Arka
"Ya ampun Mbak Nayla. Senyum calon Suami anda benar-benar menggoda, hati-hati Mbak jangan terlalu sering menatap senyumnya?"
"Kenapa..?
"Takutnya Mbak Nayla Diabetes karna terlalu sering mentap senyum Mas Arka yang semanis gula!" Canda salah satu Kariawan itu yang menimbulkan gelak tawa di wajah tampan Arka dan membuat Nayla semakin berdebar di buatnya
"Sekarang giliranmu. Cobalah baju ini!" Seru Arka dengan menyodorkan baju gaun berwarna putih pilihanya. "Mbak, tolong langsug di Make Up ya. Agar terlihat semakin sempurnya!" Seru Arka kepada Kariawan butik yang kini di hadapanya.
.
.
Nayla pun mengmbil baju tersebut dari tangan Arka dan masuk kedalam ruang ganti untuk mencobanya.
"Kau. Mau apa?" Tanya Nayla heran karna Arka mengikuti langkahnya.
"Ikut masuk keruangan itu. Aku ingin menolongmu untuk mengganti baju." Hardik Arka di iringa tawa sejadi-jadinya dan membuat Nayla menaikan kedua alisnya.
"Ah sial. Dasar gila!" Upat Nayla yang semakin membuat Arka tertawa
"Iya, aku memang gila terlalu gila bahkan sangat gila ! Tapi kau mencintai Laki-laki gila inikan?" Canda Arka yang membisikan kata-kata itu tepat di telinga Nayla di iringi seyum manis nan menggoda
"Astaga Arka, senyumu itu membuatku sulit untuk berpaling darimu!" Gumam Nayla dalam hatinya ucapan itu hanya miliknya.
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Setelah satu jam lamanya, Nayla meninggalkan Arka sendiri di Ruang tunggu.
Nayla mendapati Arka tetidur di kurisi, Arka menyandarkan tubuhnya yang mungkin cukup lelah karna terlalu lama menunggu Nayla.
"Ar_ka!" Panggil Nayla lirih karna tak tega untuk membangunkan Arka yang tampak tertidur dengan pulasnya.
Nayla menatap wajah Arka dengan seksama
"Kau benar-benar sempurna!" Gumam Nayla dengan menatap tajam wajah Arka yang masih terlihat tampan walau terlelap dalam tidurnya.
Tanpa Nayla sadari beberapa Kariawan di butik tersebut memandangi tingkahnya yang begitu bahagia memandangi wajah Arka.
"Beberapa jam lagi, aku akan bisa terus menatapmu seperti ini setiap hari!" Ucapnya lirih.
"Nayla..... !" Arka tiba-tiba saja membuka matanya dan membuyarkan semua lamunanya.
"I-iya. Kau sudah bangun?"
"Sebenarnya aku belum ingin terbangun agar kau terus memandangiku!" Ucap Arka tanpa ragu
"Haaaah ! Jadi sedari tadi kau membohongiku? Cetus Nayla dengan sedikit malu
"Iya begitulah. Karna aku sangat suka mendapatkan perhatian darimu!" Jawab Arka yang membuat Nayla semakin salah tingkah
"Arka..
"Nayla..
Keduanya pun lalu terlarut dalam tawa penuh canda, dengan hati dan perasaan yang sangat bahagia.
Sementara Arka begitu kagumnya memandangi kecatikan Nayla yang paripurna.
Bahkan dirinya enggan memalingkan wajahnya sedetik saja untuk tak memandang Nayla
__ADS_1
"Kau benar-benar, ciptaan Tuhan yang sangat sempurna!" Bisik Arka yang semakin membuat Nayla salah tingkah
____________________
Setibanya di rumah Nayla langsung menyandarkan tubuh lelahnya.
Satu hari bersama Arka membuat Nayla benar-benar bahagia.
Terpancar guratan senyum dari wajah cantiknya.
Bahkan senyum itu enggan pergi darinya.
Hari ini Arka benar-benar membuatnya terpesona.
Saat Nayla masih menikmati rasa bahagianya, tiba-tiba saja dirinya mendengar suara sang Ayah yang terdengar sendu dari dalam kamarnya.
Nayla membawa langkah kakinya untuk mendekati kamar sang Ayah tapi tak berniat untuk memasukinya
Nayla melihat sang Ayah berbicara dengan sebuah foto yang berada di tanganya
"Maafkan aku, karna belum bisa membuat Anak kita bahagia, justru aku membimbingnya dengan caraku, aku sudah berusaha agar dia mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi aku selalu gagal. Ini semua karna Anak dari Laki-laki yang telah merebutmu dari tanganku. tapi aku janji aku tak akan berhenti sampai disini, karna aku sudah merencanakan sesuatu untuk membalas Anak sialan itu!" Ucap Dicky sendu.
Deg tiba-tiba saja jantung Nayla bagai terhenti seketika, kala mendengar ucapan sang Ayah.
"Siapa yang Ayah maksud?" Yang jelas itu bukan diriku! Gumam Nayla pilu
Begitu banyak pertanyaan yang memenuhi fikiran Nayla saat ini.
Bahkan dia susah payah mencerna ucapan sang Ayah yang cukup menyesakan dadanya.
"Aku harus mencari tau, siapa orang yang di maksud Ayah itu." Ucap Nayla seraya berlalu dari depan pintu kamar sang Ayah.
_______________________________
Arka memandangi tingkah Tama yang cukup gelisah.
Karna terlalu sibuk dengan urusanya, akhir-akhir ini Tama dan Arka jarang sekali terlihat bersama.
"Hey..!" Sapa Arka yang membuat Tama cukup terkejut dengan kehadiranya
"Kau rupanya!" Cetus Tama
"Kau kenapa? Apa ada masalah dengan urusan kantor? Maafkan aku, karna mengandalkanmu untuk mengurusi Prusahaanku itu!" Ucap Arka sendu
"Hemm...!" Tama mengerutkan dahinya
"Kau marah?"
"Tidak. Apa alasanku marah padamu?"
"Cemburu. Karna aku akan menikahi Wanita yang juga sangat kau cinta.
"Arka. Kau tau perasaanku dan kau selalu pandai menebak isi hatiku. Iya aku memang cemburu bahkan sangat cemburu, tapi apa yang harus aku lakukan. Aku tidak mungkin menghabisi Nyawamu demi ambisiku untuk mendapatkan Wanita yang sebentar lagi akan menjadi calon Istrimu!" Jelas Tama
Yang membuat lidah Arka kelu seketika, bahkan tak ada yang bisa Arka jelaskan untuk menenagkan hati Tama.
Yang pasti Arka sangat sangat tau bahwa Sahabatnya itu
Benar-benar jatuh cinta kepaa Nayla Wanita yang sebentar lagi di Nikahinya
Sementara Tama berlalu dari hadapan Arka dan membiarkan Arka tenggelam dalam rasa bersalahnya.
💖💖💖💖💖💖💖💖💖
🌺Jangan lupa tinggalkan jejak Anda, mohon dukungnya. silahkan - Like . komen . Rate dan
Vote seihklas Anda🌺
**Selalu ada terima kasih untuk siapa saja yang sudah berkenan hadir di karya Amatiran saya.
Semoga kita semua sukses sama-sama ya 😉.
__ADS_1
Salam Sahabat 💖💖
🌺Terima kasih🌺**