
Akan tiba masanya, dimana kita
Akan dilamar Malaikat maut
Di Nikahi oleh Kematin
Dan bercerai dengan Dunia
Yang s'lalu kita kejar.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Arka mulai menata hidupnya, mencoba untuk. bisa tertawa, dan menikmati dunia dengan lebih berguna.
Dirinya menatap langit senja, yang terlihat begitu indah, seakan tersenyum padanya, membuat Arka sedikit tersenyum kecil, karna ulah sang senja yang seakan menggodanya.
"Cantik, ya?" bisik Nayla tiba-tiba dan membuyarkan seluruh lamunan Arka.
"Nay."
"Apa ada aku di atas sana? sampai kau tersenyum begitu indahnya?" ucap Nayla dan membuat Arka sedikit tertawa
"Apa kau cemburu dengan senja itu?"
"Ah, tidak ! Lagi pula senja itu tak akan pernah bisa menyentuhmu."
"Apa, kau ingin ku sentuh?"
"Layar ponsel kali ah, di sentuh-sentuh," ledek Nayla yang membuat Arka memanyunkan bibirnya.
"Haaah. Dasar Nayla!"
Sementara Nayla hanya tersenyum seraya memainkan Ponsel pintar yang kini di pegangnya.
"Astaga, jika aku senyum karna senja, aku rasa wajar saja. Tapi jika senyum karna Ponsel, itu bagaimana ceritanya, ya?" Arka heran melihat Istrinya namun Arka dengan sigap meraih Ponsel itu dari tangan Nayla.
"Arka.. kemblikan padaku!" pinta Nayla.
Arka menatap layar ponsel yang kini di genggamnya, seketika saja Arka mengerutkan wajah tampanya.
"Apa ini, Nay. Kau membaca Novel On Line lagi? gila ! Ini benar-benar gila!" seru Arka seraya menggaruk-garuk kepalanya.
"Apanya yang gila sih? romantis tau!"
"Kau benar-benar ingin seperti Chika yang memberi banyak tanda di tubuh Suaminya? aku heran, tanda apa yang tertempel di badan Bara. Tanda tangan, tanda tanya atau tanda seru?" Arka meledek Istrinya.
"Haaah. Gila ! kau kira tubuh Bara buku cerita." Omel Nayla
"Hahahahahaha !" Tawa Arka menggema hingga terdengar oleh Tama, sementara Nayla yang kesal melangkahkan kakinya, meninggalkan Arka yang masih larut dalam tawanya.
"Heey. Apa yang membuatmu tertawa? sampai seluruh isi rumah ini pecah semua." Hardik Tama tiba-tiba dan membuat Arka seketika saja menghentikan Tawanya.
"Hah. Sial ! Kau kira aku gempa?" Cetus Arka
Tama pun mendekati Arka, kini keduanya justru tertawa bersama, saat membaca Novel favorite Nayla.
Arka dan Tama membaca satu persatu judul Novel itu Mantan Tercinta by Violla, Istri untuk Suamiku by Sept, Tentara Dingin Vs Gadis Sandal jepit by Erlina Khopiani, Seketaris Pribadi Bos Tampan by Tika dan Bukan Romeo by Reman Picisan. Dan masih bayak lagi, tapi sepertinya saat ini Nayla tengah gencar membaca Terpaksa Menikahi Kakak Pacarku By Rena Karisma di mana salah satu episodenya membahas tentang tanda, yang di berikan Chika kepada Bara begitu pun sebaliknya. Mungkin Nayla sedang gencar belajar, maklum keduanya kini sedang program agar segera memiliki Buah Hati.
.
.
"Memang bentuk tanda di tubuh Bara seperti apa ya? Betuk Love atau bentuk Bibir Istrinya?" Tanya Tama seperti tengah berfikir atau mungkin justru membayangkanya π.
"Kau tau Tama? aku rasa Nayla pandai memberiku tanda karna Novel On Line yang dia baca!"
"Benarkah?"
"Iya. Kemarin saat aku bercinta denganya, Nayla memberi tanda, persis seperti Hello Kitty, Boneka kesukaanya, dan dia melakukanya tepat di dadaku." Ucap Arka di iringi Tawa
"Astaga. Aku tidak percaya," cetus Tama seraya menaikan kedua alisnya.
"Apa. Kau tak percaya ! Apa kau ingin melihat hasil karya Nayla?" tanya Arka dengan tawa yang semakin merajalela.
"Cih sial. Dasar gila!" upat Tama dan menepuk pundak Arka lalu beranjak dari duduknya melangkahkan kakinya menjauhi Arka. Sementara Arka memandangi langkah Tama yang semakin hilang dari pandanganya namun tawanya masih saja menggema.
Dari balik pintu kamarnya, Nayla melihat tingkah Arka yang cukup menggelitiknya, Nayla bahagia Arka kini sudah bisa tertawa dengan lepasnya, setelah mendung hampir dua bulan menghiasi wajahnya, atas kepergian Aryan Adik tercinta untuk selamanya.
________________
Malam pun tiba. Bulan mulai menampakan wajah cantiknya. Bintang bersinar dengan sangat Indah.
__ADS_1
Arka dan Nayla memandangi indahnya langit malam melalui balkon kamarnya.
Angin malam sayup-sayup menghinggapi tubuh Keduanya, hingga ada sedikit rasa yang tak biasa menjalar di benak mereka.
Entahlah, hanya Arka dan Nayla yang merasakanya π.
Sementara Tama sadang pergi keluar untuk makan malam bersama Raka dan Istrinya.
Seseoang yang akan menjadi partner kerja di Kantor Arka.
Harusnya Arka dan Nayla yang datang menemui keduanya, namun karna alasan sedang lelah, Arka menyuruh Tama saja yang menemaninya.
___________
Kring
Kring
Kring
Posel Arka berdering dengan sigap Arka mengangkatnya.
"Ada apa?" tanya Arka ternyta Tama yang sedang menghubunginya.
"Kacau...
"Apa, yang kacau?" Arka cukup curiga
"Kau tau, ternyata benar Raka dan Ranty Yoona pernah menjalin cinta.
"Haaaah ! Jadi kau ke menemui Pak Raka Wijaya bersama Ranty Yoona?"
"Iya. Dan ada yang lebih mengejutkan ku lagi Arka.
"Apa?"
"Ternyata, Istri Pak Raka adalah Jelita seseorang yang pernah singgah di hatimu saat Nayla pernah meninggalkanmu berasama Alvian dulu." Jelas Tama dengan sempurna dan membuat Arka cukup terkejut mendengarnya.
"Haaaahh ! Ya ampun Dunia ini benar-benar sempit ya." Gumam Arka lalu mematikan Ponselnya tiba-tiba. Karna dia tau Nayla tengah memperhatikanya.
____________
Arka kembali masuk kedalam kamarnya dengan senyum sejuta makna, hingga membuat dada Nayla berdebar di buatnya.
Arka mendekati Nayla dan tanpa basa basi langsung menciumnya.
"Jantungku selalu berdetak lebih cepat saat bersamamu!" bisik Arka seraya membuka bajunya. Hingga Nayla menatap sempurna lekuk tubuh Suaminya.
"Kau sekarang telihat lebih kurus ya!" bisik Nayla di telinga Arka yang membuat Arka kesal dan semakin panas di buatnya.
"Akan ku pastikan, aku akan membuatmu tak berdaya dengan tubuh kurusku ini Nayla.
"Aaaaaa........!" pekik Nayla namun dengan sigap Arka melahap bibir Istrinya dan membuat Nayla terdiam seketika..
"Uuuuuhhh. Jiwa Lakiku tengah menggelora!" ledek Arka yang semakin gemas dan berada dalam gairah cintanya yang luar biasa.
.
.
.
BRAAK.
Suara keras terdengar jelas dari pintu utama rumah Arka. Dan membuat Arka menghentikan aksinya, yang sebenarnya sudah berada dalam puncak cintanya.
"Sial. Siapa yang berani menggangguku!" omel Arka
"Tenanglah ! Mungkin saja itu Tama."
"Bel Rumah, kan ada. Kenapa dia harus menendang pintunya? jika sampai benar itu Tama akan ku patahkan kakinya!" jiwa emosi Arka yang mulai meronta.
Dengan cepat Arka memakai celana, namun Arka lupa memakai bajunya, karna terlalu terburu-buru dan rasa kesal yang memenuhi perasaanya.
.
.
.
Namun Arka, terbelalak tak percaya dengan orang yang kini ada di hadapanya.
Dan ternyata sang Ayah Mertua menatap Arka dengan Expresi wajah yang di penuhi amarah.
"Owwww. Ayah Mertuaku rupanya ya." Ucap Arka di iringi tawa yang membuat Ayah Nayla samakin nampak emosinya.
__ADS_1
BUG.
Dicky (Ayah Nayla) mendaratkan pukulan di perut Arka.
"Sialan kau ya!" pekik Arka
BUG
BUG
BAG
BAG.
Arka dan si Ayah mertua saling mendaratkan pukulan, dan membuat Nayla cukup terkejut di buatnya.
"Ada apa ini? kenapa kalian berkelahi?" Nayla sedikit tak mengerti
"CERAIKAN NAYLA...!" seru Dicky dengan lugasnya dan membuat Arka terkejut luar biasa.
"Apa maksudmu? sampai kapan pun, aku tidak akan menceraikan Istriku!" jawab Arka tanpa ragu
"Kau pembohong!" Dicky menunjuk wajah Arka
"Aku..?"
"Iya!"
"Kenapa?"
"Cihh. Pura-pura polos kau, Arka !
"Haahh?"
"Aku baru sadar, ternyata kau berbohong padaku, saat kau memintaku menikahkanmu dengan Nayla, dengan alasan karna kau telah menghamilinya. Tapi apa buktinya sampai sekarang perut Nayla tak membesar juga, itu artinya kau telah berbohong padaku, Arka!"
"Hahahahahaha!" Tawa Arka yang membuat Dicky semakin emosi saja. "Astaga. Tuan Dicky aku tidak segila itu dengan merenggut kehormatan Anakmu terlebih dulu, sebelum aku menikahinya, aku rasa aku cukup tau bagaimana caranya untuk menghormati Wanita.
"Maksudmu?"
"Ya. Aku memang benar belum pernah menyentuh tubuh Anakmu. Sebelum aku menikahinya!" jelas Arka yang membuat Dicky kesal karna telah di tipu mentah-mentah olah Arka
"Licik kau Arka! Akan ku pastikan saat aku melangkahkan kakiku keluar dari rumahmu, aku juga akan membuatmu menangis darah." Ancam Dicky yang membuat Arka menatap nanar ke arahnya.
Arka pun melangkahkan kakinya, dan mendekatkan mulutnya di telinga sang Ayah mertua.
"Apa kau sedang bermain-main denganku? baiklah. Baiklah. Aku juga ingin memberi tahumu bahwa aku mengetahui rahasia besar dalam hidupmu." Bisik Arka yang membuat Dicky cukup gemetar di buatnya.
"Apa yang kau tau tentangku?" Tanya Dicky memelankan suaranya agar tak terdengar oleh Nayla.
"Apa aku perlu memberi tahu Istriku, bahwa Alvian adalah Anakmu!" bisik Arka tanpa ragu dan membuat lidah Dicky terasa kelu.
"Darimana kau tau?"
"Haaah. Astaga ternyata benar dugaanku." Arka semakin tajam menatap wajah Lelaki itu.
"Jadi kau menjebaku lagi?"
"Awalnya aku hanya berasumsi saja, karna aku pernah melihat foto Ibu tiriku yang tak lain adalah Ibu Kandung Alvian berada di dompetmu waktu itu. Jadi benar, kau adalah Laki-laki yang tak tau diri, berani menghamili tapi setelah itu kau pergi, dan Ayahkulah yang menikahi Ibu Indah untuk menutupi rasa malunya, tapi kau jurtru menganggap Ayahku adalah perebut Wanitamu, itu sebabnya kau selalu membuatku menderita, karna kau ingin balas dendam, sebab menurutmu, Ayahku yang melukai hatimu. Padahal kau sendiri penyebabnya!" tegas Arka
Dicky hanya diam saja, lidahnya cukup kelu untuk menjawab ucapan Arka.
"Jika Alvian Anakmu, lalu siapa Nayla? kau tak mungkin menikahkanya dulu, jika Alvian dan Nayla adalah Saudara. Artinya ! Nayla pasti bukan Anak kandungmu!" ucap Arka lagi dan membuat Dicky semakin tak mengerti.
"Aku tak menyangka, jika kau lebih pintar dan licik dari yang ku kira.
"Tentu saja.
"Baiklah. Arka Aditama ! Ini Artinya kau sudah mengibarkan Bendera perang denganku. Maka akan ku tunjukan padamu, siapa sebenarnya diriku.
"Aku tunggu, dan akan ku pastikan aku akan menang menghadapimu.
Dicky menepuk bahu Arka, lalu pergi dari hadapanya, sementara Arka memandangi langkah Dicky yang semakin jauh meninggalkan halaman rumahnya.
Sedangkan dari kejauhan, Nayla menatap Arka curiga, karna Nayla heran mengapa Ayah dan Suaminya, perang kata dengan nada pelan saja.
"Aku yakin, ada yang tidak beres dari percakapan, keduanya." Batin Nayla yang di penuhi dengan banyak tanda tanya.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
π»Jangan lupa tinggalkan jejak yaπππ.
πΊTerima Kasih π
__ADS_1
π·Mari Saling Mendukung ππ