
Kita bisa saja kecewa dengan dunia
Tapi tidak ada gunanya bagi kita
Karna dunia ini akan berputar
Sementara kita tidak bergerak
Nayla dengan pelan melangkahkan kakinya, saat mendapati Arka yang tak berdaya di hadapanya.
Hati Nayla bagai di remas-remas dengan keras karna terlalu cemas, dengan keadaan seseorang yang kini sangat dia harapkan.
Nayla duduk tepat di samping Arka, dengan perasaan yang tak dapat di jelaskan.
.
.
"Arka...!" Ucapnya lirih dengan menahan air mata di wajahnya
Sementara Laki-laki yang kini ada di hadapanya, hanya diam tak bersuara.
Jangankan berbicara senyum pun tak Nayla dapatkan dari Arka.
"Bangunlah! Bukankah, kau menginginkan kita segera menikah?" Bisik Nayla di telinga Arka.
.
.
Krekk
Suara seseorang membuka pintu ruangan di mana Arka di rawat.
"Kak!" Ucap Aryan perih dengan langkah tetatih
Laki-laki berusia 22 tahun itu terlihat begitu pucat bagai tak berdarah
"Aryan. Apa yang kau lakukan? Kau seharusnya sedang mendapatkan perawatan. Kakakmu bisa saja membunuhku, jika sampai terjadi sesuatu padamu!" Seru Tama tiba-tiba dengan sedikit meninggikan nada bicaranya
"Aku hanya ingin sebentar menatapnya, mungkin saja besok aku tak bisa lagi melihatnya." Jawab Aryan kepada Tama seraya menatap wajah Arka yang masih tak berdaya.
"Aryan. Dengarkan aku! Tak akan terjadi sesuatu kepada Kakakmu, dia pasti akan baik-baik saja!" Tegas Nayla yang berusaha menenagkan Aryan
"Kakaku mungkin akan baik-baik saja, tapi tidak denganku, bahkan menahan nafas untuk satu jam kedepan saja, rasanya aku sudah tak mampu, rasa ini terlalu menyakitkanku!" Ucap Aryan sendu, yang membuat perasaan Tama dan Nayla semakin pilu
"Apa yang sedang kau rasakan, pasti itu sangat menyakitkan? Ayo Aryan, kembali ketempat di mana kau di rawat biar aku yang mengantarmu! Seru Nayla dengan menggenggam erat tangan Aryan yang terasa cukup hangat.
___________
Ya. Seperti yang di ketahui Adik Arka itu memang lemah, Karna sakit Kanker darah yang di deritanya.
Terlebih lagi saat ini, kondisi Arka yang tak berdaya semakin membuat Aryan kehilangan semangat hidupnya.
__ADS_1
.
.
Nayla masih menggengam tangan Aryan, dengan penuh kehangatan dan mengantarnya ke tempat dimana Aryan di rawat.
"Kak. Apa kau tau, siapa yang mencelakai Kekasihmu itu?" Tanya Aryan tanpa ragu
"Iya, aku tau! Jawab Nayla sendu
"Apa kau tau, Kak Arka dan Kak Alvian adalah saudara?"
"Iya..
"Tapi tidak begitu kenyataanya!
"Apa maksudmu?
"Kak Alvin satu ibu denganku, tapi kami berbeda Ayah, sedangkan aku dan Kak Arka beda Ibu tapi satu Ayah denganku.
"Haah?"
"Iya. Aku berada di antara mereka!
"Aku tidak mengerti?
"Dulu saat Ayah menikahi Ibuku. Ibu sudah mengandung sembilan bulan dan itu Kak Alvian sementara waktu itu, Kak Arka baru saja di lahirkan, dan Ibunya meninggal saat usia Kak Arka menginjak satu bulan.
"Lalu bagai mana Ayahmu bisa menikahi Ibumu sementara iya sudah menikah dengan Ibu Arka?"
"Apa__?"
"Jadi aku adalah Adik mereka tapi Kak Alvian dan Kak Arka bukan saudara, karna mereka tidak satu Ibu tidak juga satu Ayah. Kak Arka tak mengetahui itu, sementara Kak Alvian mengetahui itu sejak dulu, itulah sebabnya mengapa Kak Alvian berusaha untuk selalu membunuh Kak Arka, semua itu karna Harta yang di miliki Ayahku dan pastinya akan jatuh ketangan Kak Arka. Sementara Kak Alvian tak terima, itulah dirinya tega menghabisi nyawa Ibu dan Ayah hanya demi Harta! Jelas Aryan dengan seksama
"Astaga. Aku benar-benar tak percaya! Sejahat itu kah Alvian selama ini? tapi selama dia bersamaku, aku merasakan dia benar-benar mencintaiku! Ucap Nayla seraya menghapus air mata di wajah cantiknya
"Masih banyak rahasia di kehidupan mereka, tapi aku belum bisa menjelaskanya! Gumam Aryan dalam hatinya
Sementara Nayla masih tenggelam dalam bingungnya dan masih tak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
__________________
"Kau_______!" Teriak Arka dengan mata sayu dan lidah kelu, menatap nanar seorang yang kini ada di hadapnya itu.
"Hem!" Decihnya dengan menatap tajam wajah Arka yang baru saja membuka mata
"Cihh. Sial! Kenapa harus kau yang ku pandang saat aku membuka kedua mataku?" Omel Arka seraya menahan sakit di bagian perutnya
"Ahhh, kau masih beruntung Arka, di beri kesempatan untuk membuka mata. Jika saat kau masih memejemkan matamu tadi. Aku membunuhmu, tentu saja saat ini kita tak akan bertatap muka, karna ku pastikan kau akan hilang dari muka Bumi ini untuk selamanya.
"Apa maumu?" Arka menatap tajam wajah Lelaki itu
"Nyawamu.....
"Apa salahku padamu? Hingga membuatmu bekali-kali berusaha melenyapkanku?
__ADS_1
"Kau bernafas saja sudah salah menurutku! Hardik Alvian tepat di telinga Arka yang masih tak berdaya. "Sepertinya, Aryan dan Tama masih bisa menyelamatkanmu tepat waktu. Tapi tidak dengan saat ini, akan ku pastikan tidak akan ada yang melindungimu!" Bisik Alvian dengan mengeluarkan sebuah benda dari saku celananya, dan mengarahkan tepat di dada Arka.
.
.
"Aaaaaaaaaaa....! Teriak Nayla menggema kala mendapati Sesorang yang akan menancapkan sebilah pisau tepat di dada Arka
"Nayla___!" Laki-laki itu menatap tak percaya ke arahnya, sepertinya Alvian juga terkejut akan kehadiran Nayla yang tiba-tiba
"Al. Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Nayla dengan mendorong tubuh Alvian agar menjauhi Arka dan pisau itu terlepas dari tanganya
"Nay. Justru aku yang ingin bertanya, kenapa kau ada di sini?" Alvian cukup penasaran
"Dia calon Istriku! Jawab Arka tanpa ragu
"Haah! Benarkah?tanya Alvian sedikt tak percaya seraya menatap tajam wajah Nayla seseorang yang beberapa waktu lalu hampir saja menjadi Istrinya
"Iya!" Jawab Arka dengan senyum sejuta makna yang membuat hati Alvian kian sakit luar bisa di buatnya
"Kau tega, Nay! Menjalin hubungan dengan orang yang jelas-jelas membunuhku tepat di hadapanmu." Tagas Alvian yang membuat lidah Nayla terasa kelu
"Cihh. Dasar muka dua. Hentikan sandiwara murahanmu itu! Kenapa kau merasa aku yang merebut Nayla darimu? Padahal kaulah yang dulu mengambilnya dari pelukanku." Tudah Arka tanpa ragu
Tak ada yang Nayla bela, dia hanya diam saja tanpa mengucapkan sepatah kata.
Di tatapnya wajah Alvian dengan seksama karna dia masih belum seratus persen percaya bahwa Lelaki yang ada di hadapnya kini adalah Alvin Kekasihnya, yang dulu selangkah lagi menjadi Suaminya.
Begitu pun Alvian, dia mentap nanar wajah cantik Nayla dengan amarah yang luar biasa dan rasa benci yang hampir memenuhi seluruh perasaanya
"Aaaaaaaaaaaa....!" Teriak Alvian yang suaranya memenuhi rungan di mana Arka di rawat
BRAAK
Alvian menarik Arka dari pembaringanya hingga membuat tubuh Arka jatuh ke lantai dan seketika saja darah kembali membalut tubuhnya, darah tersebut keluar dari kepala Arka dan dalam hitungan detik saja Arka kembali menutup matanya.
"Arka_____!" Pekik Nayla sejadi-jadinya hingga suaranya terdengar jelas dari luar ruangan dimana dirinya berada dan membuat Tama terkejut mendengarnya.
Sementara Alvian seketika saja menghilang dari hadapan Nayla dan enyah entah kemana.
Semua orang yang mendengar teriakan Nayla dalam waktu singkat saja memenuhi rungan dimana Nayla memeluk erat tubuh Arka yang bersimbah darah dan darah itu juga mengotori bajunya
Tama lemas tak berdaya mendapati keadaan sahabatnya yang sudah bagai tak bernyawa.
"Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?" Ribuan pertanyaan tengah memenuhi fikiran Tama saat kini
๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐บHay semua, salam hangat dan salam sahabat dariku ya, selalu ada terima kasih untuk siapa saja, yang sudah berkenan hadir di tulisan saya yang biasa saja, semoga anda semua betah๐บ
๐Jangan lupa tinggalkan jejak anda๐
__ADS_1
๐Mari kita saling mendukung, agar kita sukses sama-sama๐