
TERTAWA ADALAH
OBAT TERBAIK.
TAPI KALAU TERTAWA
TANPA ALASAN
MUNGKIN KAMU
YANG BUTUH OBAT
MAKA TERTAWALAH
DENGA TULISANKU.
KARNA TULISANKU
ALASAN UNTUK TAWAMU ITU
πππ
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Jam menunjukan pukul 23.35.
Arka merasakan ada sensai tak biasa dalam perutnya. Dirinya mengingat bahwa dia belum makan malam. Sementara Nayla tengah asik memainkan Ponselnya. Tersenyum-senyum kayak orang dapat hadiah.
Kruk
Kruk
Kruk
Suara cacing yang demo dalam perut Arka.
.
.
"Nay. Lapar." Keluh Arka.
"Makan.
"Gak ada Nasi.
"Masak.
"Gak bisa.
"Derita anda!" jawab Nayla tanpa sedikit pun memandang Arka.
"Astaga. Gini amat kalau bini lagi ngidam ya," cerocos Arka
"Gak usah ngomel! kau sudah dapat enaknya, sekarang aku yang menanggungnya."
Mendengar ucapan Istrinya, Arka sedikit menaikan kedua alisnya, sepertinya Arka tengah mencerna susah payah, apa yang Nayla katakan padanya.
Arka melangkahkan kakinya untuk mencari makan malam. Dirinya sudah tak tahan karna cacing dalam perutnya sudah demo besar-besaran.
Saat Arka turun ke lantai bawah, dirinya menadapati Tama tengah asik mengobrol melalui sambung Ponselnya. Sepertinya Tama sedang mengobrol dengan Ranty Yoona.
"Deh. Yang lagi jatuh cinta seakan dunia milik berdua. Berasa yang lain pada ngontrak kali ah." Ledek Arka yang membuat Tama memelankan suaranya.
Tama tak menghirukan ucapan Arka, dirinya hanya melempar tawa kecil yang membuat Arka semakin kesal padanya.
"Tama sama Perut sama-sama gak ada ahlak, bikin kesel!" celoteh Arka
_______________
Setelah membeli tiga kotak Nasi berserta Lauk pauknya. Arka bergegas masuk kedalam mobilnya. Melajukan kendaraan roda empatnya dengan kecepatan tak biasa.
.
.
.
Chiiiit.
Tiba-tiba saja mobil Arka, berhenti mendadak di tengah jalan. Belum lagi suasana jalan yang cukup sepi, Arka merasa sedikit ngeri.
"Astaga. Ada masalah apa lagi sih? ini mobil benar-benar gak bisa di ajak kompromi apa ya.
Gak tau banget cacing di dalam perutku sudah meronta-ronta," omel Arka seraya turun dari mobilnya.
Dengan sigap Arka mengecek keadaan mobilnya. Saat mendapati apa yang terjadi, Arka sedikit menautkan kedua Alisnya.
"Malu-maluin banget sih. Masa orang kaya kehabisan bensin, mana nih duit tinggal 3 Ribu Rupiah doang, mana cukup. Aaaah!" grutu Arka dengan menendang ban mobilnya.
Ya. Karna terlalu laparnya dan terburu-buru, Arka hanya membawa selembar saja uang berwarna merah. Yang cukup buat beli Nasi kotak saja.
__ADS_1
Arka saat ini tengah berfikir seribu kali agar bisa mencari bantuan.
"Nelpon Tama. Ihh males banget. Apa nelpon Baba Ewok(Xavier)? gak mungkin juga, kan beda Negara.
Arka mengingat satu nama, Raka Wijaya.
Dengan cepat Arka mengambil Ponsel dari saku celanya lalu menghubungi Raka.
.
.
"Hallo, Pak Arka, ada hal apa, malam-malam begini menghubungi saya?" tanya Raka dari seberang Ponselnya dengan nada yang tak bisa.
"Astaga. Pak Raka, anda sedang apa, kenapa anda terdengar begitu lelah?"
"Menurut anda, saya sedang apa?"
"Hahahaha. Apa anda sedang Berolah Raga?" Arka bertanya dengan menahan sedikit tawa.
"Hihi. Anda faham sekali. Baiklah Pak Arka apa pun masalah anda, jika saat ini anda butuh bantuan saya, dengan sangat terpaksa saya tidak bisa membantu, ya!" jelas Raka di iringi tawa, lalu menutup sambungan Ponselnya.
"Cihh. Gila! Benar-benar gila, aku tak menyangka jelita mampu membuat Raka tak bisa berpling darinya. Hihhh dasar Raka, awas kau ya!" Ucap Arka dengan nada kesalnya.
Saat ini Arka berfikir lagi, siapa kira-kira orang yang bisa menolongnya. TING. Arka mengingat satu nama dalam otaknya.
"Selamat malam, Pak William Salim bisakan saya minta tolong anda?" tanya Arka berusaha ramah.
"Apa yang bisa saya bantu, Pak Arka?"
"Begini (____)." Arka menjelaskan semua kesialan yang tengah menimpa dirinya kepada William Salim yang tak lain rekan kerjanya.
"Heem__!" William terdengar sedang menarik nafas panjangnya.
"Bisakah?"
"Begini, Pak Arka saat ini saya juga sedang bekerja," jelas William dengan santainya.
"Haah. Kerja apa anda, tengah malam begini?" Tanya Arka lagi.
"Saya sedang gencar membentuk keajaiban dalam perut Istriku, agar perutnya yang rata itu, akan membentuk bulatan karena kerja kerasku," jelas William tanpa ragu.
"Maksudmu?
"Aah. Pak Arka pura tidak tau."
"Anda sedang buat Anak, ya?" Arka bertanya dengan sok polosnya
"Hahaha! Benar, Pak Arka pintar. Ya sudah Pak Arka, saya lanjut kerja dulu, nanggung sudah di ujung-ujung," jawab William dengan tertawa lalu mematikan sambungan Ponselnya.
(Hiya hiyaπ. Maaf ya Thor, Arka kepedean)
.
.
___________
.
.
Arka benar-benar berada dalam rasa bingungnya, hanya ada tiga Nama yang terngiang di benaknya.
"Nayla. Ah tidak mungkin dia sedang Hamil Anakku. Tama, Ihhh males banget, ntar dia besar kepala."
Arka sejenak tenggelam bersama fikiranya, kira-kira siapa yang bisa menolongnya.
"Leon Maleva. Dehhh, gak mungkin banget, ah. Yang ada dia justru menghina saya." Batin Arka
Maklum, Arka dan Leon memang paling suka cela mencela, bagi keduanya tak mencela satu hari saja Dunia bagai tak berwarn. (Harap maklum duo Gesrek). Saat Arka masih bingung dengan fikiranya, tiba ada mobil mewah menghampirinya.
Tit
Tit
Tit
"Selamat malam Pak Arka. Apa yang anda lakulan di sini tengah malam begini?" tanyanya ramah.
"Anda, Mas Pras, yang waktu itu antri Cilok bersamaku?" tanya Arka tanpa ragu seraya mengingat wajah Lelaki itu.
"Benar sekali, Pak Arka, saya senang anda masih mengingat saya," ucap Lelaki itu dengan mengukir senyum manis di bibirnya.
"Mas Pras, mau kemana?"
"Saya mau jemput Bapak saya. Beliau habis Shoping bersama Ibu, dari tadi siang, dan ini baru minta jemput untuk pulang." Jelas Pras lalu berpamitan, meninggalkan Arka sendirian.
.
.
"Ya Tuhan. Aku bahkan belum menjelaskan bahwa aku sedang membutuhkan pertolongan Dia seenak jidatnya meninggalkan saya begitu saya." Omel Arka yang berada dalam puncak rasa kesalnya.
__ADS_1
Kring
Kring
Kring
Ponsel Arka berdering.
"ARKA____!" Panggil Nayla menggema dari seberang Ponselnya.
"Astaga, Nay. Ada apa?" Arka heran dengan teriakan Istrinya.
"Apa kau ingin membunuhku? dan membiarkan kumenunggu, dengan perut laparku," Nayla mengeluh
"Maafkan aku, Nay! Aku tak bermaksud membuatmu menunggu, tapi Mobilku sedang ada masalah, jadi saat ini aku tak bisa pulang, Mobilku berhenti di tengah jalan." Jelas Arka dengan seksama.
"Kenapa kau tak menghubungiku?"
"Maaf. Aku tak ingin menyusahkanmu," Tegas Arka dengan nada datarnya.
"Hemm!" Nayla menghela nafas panjangnya.
"Maafkan aku, ya!"
"Baiklah. Tunggu di situ! Aku akan menjemputmu."
"Ya Baiklah, terima kasih Istriky tercinta.
Nayla mematikan sambungan Ponselnya.
______________
15 menit kemudian, sampailah mobil mewah berwarna coklat menghampiriya. Arka menatap tajam ke arah seseorang yang kini ada di hadapanya.
"Tama..!" Ucap Arka yang terkejut dengan kedatangan sahabatnya bukan Istrinya.
"Ya ampun. Tuan Arka, apa yang terjadi pada anda? sampai-sampai mobilmu kehabisan bensin begitu," hardik Tama di iringi tawa yang cukup membuat wajah Arka memerah.
"Tamaa_____!" Pekik Arka dan membuat Tama secara reflek menutup telinga dengan kedua tanganya.
Arka dan Tama terlibat adu mulut bisa, keduanya cekcok dengan saling melempar kata-kata, sesekali Arka menepuk bahu Tama begitu pun sebaliknya. Keduanya memang sering bagai tikus dan kucing, namun Rasa kasih dan sayang di antara mereka mampu melebur segala masalah. Karna begitulah Sahabat yang sesungguhnya. (Arka dan Tama)π.
________________
Arka dan Tama sudah berada di depan gerbang rumah. Namun keduanya menatap curiga.
Sebuah mobil mewah tengah parkir di halaman rumahnya. Arka dan Tama tak asing dengan mobil yang kini ada di hadapanyan
"Aaaaaaaa_____!" Terdengar teriakan Nayla yang tak biasa dari dalam rumah.
.
.
(Nah loe, siapa tu kira-kira yaπ€π€)
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Xavier : Dari Novel Kak Ranty Yoona.
Raka Wijaya : Dari Novel Kak Desi Puspita.
William Salim : Dari Novel Kak Mayas Tika.
Leon Maleva : Dari Novel Mom Yoevanca.
Mas Pras : Dari Novel Bunda Vie_Gv.
ππππππππππππ.
Maaf para Author tercinta para Aktormu selalu masuk di cerita haluku πππ.
Love you semuanya β€β€β€β€β€β€.
πJangan lupa tinggalkan jejak ya.
πLike + Vote dan Komentarnya.
πJadilah pembaca yang baik hati dan ramah, budayakan Like sebelum membaca dan Vote sesudah membaca πππ. (Becanda Gaes).
πSalam Ambyarπ
Baca juga Novel keren para Author lainya.
__ADS_1
ππππππππππππππππ