Cintaku Pembunuh Kekasihku

Cintaku Pembunuh Kekasihku
BABA feat ARKA ( Dasar Arka )


__ADS_3

KETIKA KAMU BERHASIL


TEMAN TEMANMU


AKAN TAU SIAPA DIRIMU.


TAPI KETIKA KAMU GAGAL.


KAMU AKAN TAU


SIAPA YANG SEBENARNYA.


TEMAN-TEMANMU.



🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Arka masuk kedalam ruang kerjanya dengan emosi yang merobek jiwa. Kesal dan benci benar-benar merasuk kedalam hatinya kini.


"Aaaaaaaaaa____!" Pekik Arka seraya mengobra abrik meja kerjanya.


Nayla yang sedari tadi memang mengikutinya, Hanya diam saja dan membiarkan Arka melampiaskan emosinya yang tengah membahana.


"Dasar pengkhianat, keterlaluan!" omel Arka


"Sabar__!" seru Nayla seraya menepuk bahu Suaminya


"Alvian, sialan. Harusnya waktu itu, aku membunuhnya saja," omelnya lagi yang masih emosi.


"Sabar__!" kata itu lagi yang di ucapkan Nayla pada sang Suami.


"Ponsel, mana ponsel?" tanya Arka yang mencari benda pipih miliknya.


"Entahlah, mungkin saja ketingalan di luar saat kau marah-marah tadi.


"Haaah." Arka melangkahkan kakinya lalu keluar dari ruang kerjanya.


Semua para Kariawanya terdiam seketika, melihat Arka keluar dengan raut wajah yang masih memerah.


"Apa di antara kalian ada yang melihat Ponselku?"


"Tidak Pak!" jawab mereka serentak


"Kalau tidak ada, siapa yang mencurinya, hah!


Di mana, Tama? Omel Arka dengan memandangi seluruh sudut ruangan mencari keberadaan Tama yang tak terlihat olehnya.


"Pak Tama, di ruang tunggu sedang mengobati luka, karna dorongan Pak Arka," ucap salah satu Kariawanya.


"Apa. Luka? gara-gara saya. Hah! gak percaya, kapan saya melakukanya, saya tak merasa," ucap Arka bagai tak bersalah.


"Cih. Gila, dasar Arka." Batin Nayla


Tak selang berapa lama, Tama keluar bersama Ranty. Dengan senyum indah di wajahnya karna bahagia di perhatikan Ranty Yoona, namun tiba-tiba saja berubah saat mendapati Arka tengah menatap tajam wajahnya.


"Ada apa, Arka?"


"Dari mana saja dirimu, atau jangan-jangan kalian berdua baru menjual Ponselku yang mahal itu?" hardik Arka tanpa ragu.


"Maksudmu?" tanya Tama heran dengan apa yang Arka katakan.


"Aku kehilangan Ponsel miliku.


"Lalu. Kau menuduhku?" tanya Tama seraya menaikan kedua alisnya.


"Hanya dirimu yang tau, kalau harga Ponselku itu 100 lembar uang berwarna merah.


"Hahh. Gila! mana mungkin aku mengambilnya, kau ada-ada saja." Omel Tama yan semakin kesal dengan ulah Arka.


Namun tiba-tiba.


"Ehhh, ini dia ternyata." Ucap Arka tanpa rasa bersalah mengeluarkan benda pipih dari saku celananya.


"Arkaaa____!" pekik Tama dengan kesalnya


"Ada apa. Aku belum budeg tau, tak perlu teriak-teriak begitu, malu tau," ucap Arka yang membuat Tama makin kesal saja.


"Apa kau tidak mau minta maaf denganku, karna telah menuduhku, mencuri Ponsel mahal katamu itu?"


"Haduhh. Tama, biasa sajalah, lagi pula ini bukan salahku. Aku sendiri bahkan tidak tau, kapan-kapan si Ponsel masuk dalam saku celanaku. Jika kau ingin marah, jangan marah padaku, caci maki saja Ponselku, silahkan! Aku tidak akan melarangnya, aku sadar dia memang bersalah," ucap Arka seraya mengaruk-garuk kepalanya dan berlalu dari hadapan Tama begitu saja.


Nayla, Ranty Yoona dan semua para Kariawan kantor Arka, tertawa sejadi-jadinya, dengan semua tingkah konyol Suami Nayla alias atasanya. Sementara Tama masih tenggelam dengan rasa kesalnya.

__ADS_1


"Haaah. Benar-benar sudah tidak waras dia, senak jidatnya saja," omel Tama


"Maafkanlah, Arka ya Tama!" pinta Nayla dengan menahan tawanya.


_____________


Arka merebahkan tubuhnya, di kursi santai yang ada di ruang tunggu kantornya, seraya mengotak atik layar Ponselnya. Arka sepertinya tengah menghubungi seseorang.


"Astaga, susah sekali menghubungi Sultan satu ini," omel Arka dalam hati.


Kring


Kring


Kring


Ponsel Arka berdering.


"Hallo." Sapa Arka dengan semangatnya.


"Maafkan saya, Tuan Arka. Tadi saya sedang sibuk sekali, maklum anda kan tau siapa saya ini," ucap Xavier ramah di sertai sedikit tawa.


"Astaga, sombong sekali anda ya.


"Hahahaha! Kalau tidak sombong bukan Xavier namanya," jawab Xavier dengan Tawa yang cukup menggema, bahkan membuat Arka sedikit menjauhkan beda pipih itu dari telinganya.


"Ya. Baiklah, baiklah, saya tau siapa anda, Mafia kaya dengan segudang kesibukanya.


"Sssstttt. Jangan kencang-kencang, Tuan Arka! nanti ada yang mendengarnya. Anda ada perlu apa katakanlah!


"Begini Tuan Vie yang baik hati bahkan sangat kaya sekali. Saya minta kepada anda untuk segera menolong saya.


"Masih masalah yang kemarin, kah?"


"Iya.


"Tapi saya masih sibuk, tuan Arka.


"Jika anda sibuk, tolong jangan sibuk dulu, jika anda belum bisa tolong usahakan bisa, jika masih tetap tidak bisa ya anda harus bisa, karna saya yang tidak bisa menunggu lama-lama," ucap Arka yang membuat Xavier di seberang sana menautkan kedua alisnya.


"Astaga. Dasar gila, sudah kurus suka memaksa pula, seperti anak kecil yang tak mendapatkan uang jajan dari Ibunya," batin Xavier


"Hallo, apa anda masih mendengar saya Tuan Vie yang baik hati. Bahkan baik-baik sekali?"


"Anda yang ke Negara saya, atau saya yang ke Negara anda?"


"Saya saja yang ke Negara anda bersama beberapa Anak buah saya, karna jika anda yang yang ke sini, saya takut Uang anda tidak cukup, Tuan Arka," hardir Xavier dengan tawanya


"Deeeeh. Gila! mulai lagi dia." Gumam Arka


Xavier tertawa di seberang sana, sementara Arka masih kesal dengan hardikan Baba Ewok untuknya.


_____________________


(Dasar Arka, repot bener ya, masa cuma mau ngalahin Pak Mertua pake acara minta tolong Baba Ewok segala πŸ˜‚. Kebanyakan uang apa kebayakan gaya, atau jangan-jangan nyalinya ciut lawan Mertua, takut durhaka kayaknya ntar di kutuk jadi Batu dia. Kan repot πŸ˜‚).


________________________


Alvian melajukan mobilnya dengan kecepatan tak biasa. Kata-kata Arka yang mengetahi semua rahasianya membuat Alvian cukup gelisah.


Hari ini dirinya berencana menemui Dicky yang tak lain Ayah Kandungnya, yang semua orang taunya Dicky adalah Ayah dari Nayla dan Dickylah Mertua Arka. Satu pertanyaan kini benar-benar memenuhi fikiranya.


.


.


Chiiiit


Alvian memarkirkan mobil tepat di halaman rumah sang Ayah. Dengan raut wajah yang sangat bahagia Dicky menyambut Alvian dengan gembira.


"Al. Ayah senang kau kemari." Ucap Dicky


"Aku kesini, ada yang ingin ku tanyakan padamu, Yah."


"Apa. Katakanlah!"


Alvian menarik nafas panjangnya, sebenarnya dia ingin marah, namun rasa itu tak mampu di luapkanya, karna Alvian tau Dicky selama ini berjang mati-matian demi dirinya.


"Ayah.


"Ya.


"Jika aku Anak Kandungmu. Lalu Nayla siapa bagimu. Kau tak mungkin menikahkan aku denganya dulu jika aku dan Nayla adalah saudara.

__ADS_1


Dicky menatap nanar wajah Anak Laki-laki yang ada di hadapanya kini. Bahkan Dicky cukup terkejut saat Alvian menanyakan tentang Nayla padanya.


Bukan menjawab, Dicky justru pergi dari hadapan Alvian kini. Bahkan sepertinya Dicky masih cukup enggan menceritakan. Sebuah rahasia besar dalam hidupnya ❀



__________________________


.


.


.


Arka merebahkan tubuh lelahnya di ranjang empuk miliknya, setelah seharian sibuk dengan segudang aktifitasnya. Sedangkan sang Istri baru saja selesai mandi sementara Tama sedang pendekatan dengan Ranty Yoona. Dan mengajak jalan Wanita pujaanya itu entah kemana.


.


.


Bruk.


Nayla ikut menghempaskan tubuhnya di samping Arka. Dan memandangi wajah Suaminya dengan seksama.


"Apa yang sedang kau fikirkan?" Arka heran Nayla menatapnya dengan tatapan tak biasa.


Entahlah, hanya Nayla sendiri yang mengerti apa yang ada dalam fikiranya kini.


"Nay. Kau masih menatapku seperti itu? aku tau, sepertinya kau____," Ucapan Arka terhenti karna Nayla menutup mulut Arka dengan kedua tanganya.


Nayla tau apa yang ada dalam fikiran Arka, tak lain hanya satu itu, jika berdua saja dengan dirinya.


"Dasar otak mesum." Upat Nayla.


"Bolehlah.


"Apa?


"Kuda-kudaan.


"Hah. Dapat kata-kata baru lagi kayaknya tu?


"Iya


"Dapat dari mana. Tuan Vie, ya?"


"Bukan.


"Terus dapat dari mana?"


"Dari Novel sebelah


Nayla menautkan kedua alisnya. Dirinya cukup heran dengan candaan Suaminya.


"Sejak kapan, dia suka baca Novel?" tanya Nayla dalam hatinya yang cukup heran dengan hobby baru Suaminya itu.


Setelah asik terhanyut dalam obrolanya kini keduanya pun main hanyut-hanyutan dalam rasa yang tak biasa. Rasa yang memenuhi seluruh hasrat cintanya. Rasa yang tak bisa di ungkapkan oleh kata-kata. Sebuah rasa yang hanya Arka dan Naylalah yang merasakanya.


Anggap saja Rasa sayange ya 😁.


(TOLONG JANGAN DI BAYANGKAN)




______________


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Baca juga Novel yang punya kuda-kudaan ya πŸ˜‚


Karya Bunda Vie



🌻Jangan lupa tinggalkan jejak ya, jika ada koin boleh bagi dikit buat Arka πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚.


🌻Mohon jadilah pembaca yang baik dan bijaksana


Budayakan Like sebelum membaca. 😘😘


🌻Bye.

__ADS_1


Salam buat semuanya.


__ADS_2